APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Romantis Bagaikan Buih

Cinta Romantis Bagaikan Buih

Keputusan Chinta Luna sudah bulat untuk menanggalkan nama lamanya. Meski petugas administrasi telah memperingatkan rumitnya mengurus perubahan dokumen penting seperti ijazah, paspor, dan kartu identitas, ia tetap teguh menandatangani formulir pengajuan. Mulai saat itu, ia resmi melepaskan masa lalu dan memilih nama baru, Cahya Arjuna, sebuah nama yang membawa harapan baru sebagai lentera penerang dalam perjalanan panjang hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Sudah kulepas.”

“Itu buatanku sendiri, bukti cinta kita, kenapa dilepas?”

Chinta dengan tidak serius berkata: “Belakangan ini gendutan, ukurannya sudah tidak cocok.”

Muka Ravi baru baikan dan kembali senyum: “Kalau gitu, lain hari aku bawain ke toko perhiasan untuk perbaiki ukuran.”

“Nanti lihat lagi aja.”

“Oh iya, atas meja itu apa?”

Ravi menunjuk ke kotak perhiasan yang di atas meja, sedikit terkejut: “Chinta, ini kado yang kamu kasih ke aku?”

Chinta mengangguk kepalanya: “Iya.”

Dalam itu adalah perak kecil.

Chinta meleburkan cincin nikah mereka dan meletakkannya di sana.

Ravi malah sangat senang: “Hari ini hari apa? Chinta menyiapkan hadiah untukku?”

Hati Chinta makin dingin.

“Hari ini...adalah hari anniversary pernikahan kita.”

Muka Ravi seketika muram.

Dia membujuknya untuk senang: “Maaf Chinta, belakangan ini terlalu sibuk kerja, gimana kalau malam ini kita keluar makan? Aku sekarang langsung pesan resto...”

“Nggak perlu, aku sudah makan.”

“Kalau gitu, aku bawa kamu lihat pemadangan malam? jalan santai di samping sungai?”

“Aku sudah capek, mau tidur.”

Ravi membujuknya terus dengan memeluk pinggangnya dari belakang: “Ayo lah Chinta, kita sudah lama tidak jalan santai. Aku ngerasa belakangan ini kamu cuek denganku, ginian tetus aku akan curiga kamu sudah berubah hati.”

Aku yang berubah hati?

Dalam hatimu yang duluan ada orang lain.

Hatimu yang duluan ninggalin aku.

Kali ini, aku akan simpan hatiku selamanya, orangku juga, semua kusimpan.

Di perjalanan, Riva sambil menyetir menceritakan hal-hal yang dia dengar belakangan ini.

Chinta duduk di kursi depan dan melihat bagian luar mengabaikannya.

Karena tadi saat pakai sabuk pengaman, di sela-sela kursi ke pegang stoking wanita.

Jelas-jelas itu sudah ke pakai.

Chinta mengembalikannya lagi.

Anggap tidak terjadi apa-apa.

Sudah niat untuk pergi, maka dia juga tidak mau debat dengan Ravi lagi.

Selain mendengar kebohongan yang tidak berguna, apapun tidak bisa didapatinnya.

Tidak bisa didapatin, maka dia nggak mau lagi.

Sampai di tepi sungai, Riva turun terlebih dahulu dan bantu Chinta buka pintu: “Chinta, sudah sampai.”

Chinta sebenarnnya tidak mau datang, tapi sungai ini adalah tempat yang sering mereka datangi saat baru jadian.

Bermulai dari sini, maka berakhirlah di sini.

“Wah, ini bukannya Pak Ravi yang hari ini di TV! yang buatin cincin nikah sendiri!”

“Aku ingat. pria idaman ini!”

“Dia bantu istrinya halangi atasan pintu mobil, takut istrinya kena kepala, ahhhhh perhatian sekali!”

Saat ngomong, handphone Riva berbunyi.

Ravi dengan maaf berkata: “Maaf ya Chinta, kamu tunggu sebentar, masalah kerja, aku akan segera kembali.”

“Pergilah.”

“Kamu tuggu aku di sini, jangan kemana-mana.”

Orang sekitar berseru lagi.

“Pak Ravi ini menganggap istrinya kayak putrinya, takut istrinya tersesat.”

“Sayang banget sama istrinya!”

Hanya Chinta yang selalu tenang, berdiri di tepi sungai melihat permukaan sungai yang berkilau di malam hari.

Tadi saat Ravi lihat panggilan masuk, senyumannya tidak bisa ditahannya.

Manja, manis dan sedikit nakal.

Mana mungkin itu kerja?

Tapi Chinta juga malas membongkarnya.

Di tepi sungai sedikit dingin, jadi Chinta menunggu di dalam mobil.

Di layar mobil, akun sosial media Ravi masih login, dan terkoneksi dengan handphonenya.

Obrolan chatnya masih masuk terus.

Namanya “Kucing Kecil Ngemil”.

Ravi Kaden: Rindu aku?

Kucing Kecil Ngemil: Malam yang nggak ada kamu sedikit kesepian.

Ravi Kaden: Kucing genit, pagi ini sudah 7 kali masih nggak cukup?

Kucing Kecil Ngemil: Nggak cukup, aku masih mau lagi bang.

Ravi Kaden: Baik, tunggu besok kerja, di kantor aku puasin kamu.

Kucing Kecil Ngemil: Hihihihi, kalau gitu aku besok kerja pakai stoking hitam.

Obrolan chat makin belakang makin nggak bisa dilihat.

Penuh dengan kata-kata genit dan godaan.

Chinta cuman kerasa tubuhnya makin dingin, langsung matikan layarnya.

Tubuhnya gemetar terus, tidak tahu karena dingin atau karena emosi, kukunya menancap ke dalam daging.

Ravi sangat cepat sudah balik, kurang lebih 15 menit.

Saat duduk di mobil, dia memegang jantungnya dan membuang nafas besar: “Tadi selesai telepon tidak melihatmu, menakutiku aja, untungnya kamu nggak papa.”

Chinta sudah tidak mau lagi melihat mukanya yang pura-pura baik, hanya menunduk melihat tangannya sendiri.

“Luar dingin, jadi tunggu di dalam mobil.”

“Iya baik, lihat kamu suka di mana.”

Chinta tiba-tiba mengangkat kepalanya.

Melihat obrolan chat mereka, kalimat ini membuat Chinta mempunyai pengertian yang berbeda.

Lihat kamu suka di mana.

Stoking yang di sela kursi.

Jangan-jangan, mereka pernah melakukannya di tempat kursi ini?

Chinta seketika merasa mual, mendorong pintu langsung muntah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO itu Tunanganku
8.8
Dua puluh tahun Melisa setia menunggu cinta pertamanya hingga ia hampir mati rasa. Ketika mencoba bangkit, ia malah dimanfaatkan pria licik. Sementara itu, Rommy pulang sebagai pria sukses yang mapan namun masih memendam kepedihan masa lalu. Rommy pun datang untuk meminang Melisa. Sayangnya, pinangan itu ditolak karena Melisa tidak tahu tentang perjodohan masa kecil mereka. Di tengah berbagai ujian hidup, akankah kebenaran takdir masa lalu ini sanggup menyatukan kembali cinta mereka?
Sampul Novel Cinta Belum Berakhir
9.3
Lima tahun silam, Kanaya pergi demi pernikahan pilihan orang tuanya. Kini, takdir mempertemukannya lagi dengan Haitsam. Haitsam mendapat tugas berat untuk membimbing Kanaya mengelola bisnis ayah mertua wanita itu. Walau rasa cintanya masih membara, Haitsam harus menahan diri demi menjaga amanat atasannya. Akankah hubungan masa lalu mereka terungkap di depan suami Kanaya? Sebuah dilema penuh risiko kini membayangi mereka.
Sampul Novel Cinta Terhalang Ukuran
9.4
Sebagai ahli waris kaya raya berparas rupawan, Dhipta Wisnu Pratama terlihat sempurna di mata publik. Namun, sebuah rahasia tentang kekurangan fisiknya membuat pria ini selalu meragukan ketulusan cinta yang datang. Ujian terberat bagi Dhipta tiba ketika ia mulai mencintai Anandhila Prameswary, aktris sekaligus model papan atas yang begitu memikat. Kini, Dhipta harus berjuang keras menaklukkan hati Dhila dan mengajaknya membina rumah tangga di tengah segala ketidaksempurnaan dirinya.
Sampul Novel Dinikahi Om Bujang
9.4
Terinspirasi dari kisah nyata, novel ini membuktikan bahwa usia dan status sosial bukanlah kunci kebahagiaan pernikahan, melainkan kejujuran serta sikap saling melengkapi. Kisahnya menyoroti kesabaran seorang suami yang membimbing istrinya kembali mendekatkan diri kepada Islam. Meski masa lalu sang istri kerap menuai cemoohan dari pihak keluarga, sang suami tetap setia mendampingi dan merawatnya saat sakit. Inilah bukti cinta tulus yang mengutamakan kesabaran serta perjuangan spiritual.
Sampul Novel Dirka & Viona
8.2
Dirka menjalani hidup yang serbawanita namun hampa tanpa kehadiran orang tua. Di tengah kekhawatiran para pelayan setianya akan kelangsungan warisannya, sebuah perjalanan ke tempat penuh memori masa kecil mempertemukannya dengan seorang gadis misterius yang hendak bunuh diri. Kejadian tersebut mengorek kembali trauma masa lalu Dirka. Walau gadis itu memilih bungkam, Dirka tidak sanggup mengabaikannya dan memilih membawanya pergi guna menyelamatkannya dari keputusasaan.
Sampul Novel Istri Muda Untuk Suamiku
9.6
Nayla Rahmawati mengambil langkah berat setelah delapan tahun menikah tanpa anak. Demi keturunan, ia mencarikan istri kedua untuk suaminya, Burhan, yaitu gadis saleha bernama Bella. Sanggupkah Nayla berbagi kasih dengan madunya? Di balik air mata perjuangan ini, ada rahasia besar tentang kondisi fisik Nayla yang tersembunyi. Ikuti kisah poligami tak biasa yang penuh keharuan dan kekompakan dalam mengarungi biduk rumah tangga.