APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Pertama Mr. Eros

Cinta Pertama Mr. Eros

Kehilangan kesucian di usia muda menghancurkan hidup Agnella Wibisono hingga terjerumus ke dunia malam dan obat terlarang. Berkat dukungan orang-orang terdekat, ia berhasil bangkit dan menemukan cinta yang hampir sempurna. Namun, saat masa depannya mulai membaik, orang-orang dari masa lalu kelamnya tiba-tiba kembali hadir. Kini, Agnella harus berjuang menghadapi trauma masa lalunya demi mempertahankan kebahagiaan yang baru saja ia bangun.
Bab
Bagikan

Bab 2

Entah berapa lama lagi Nella bisa bertahan dalam kondisi seperti saat ini.

Ketika tubuhnya kini sudah mengigil, kulit di hampir sekujur tubuhnya telah memucat, bibir yang biasanya berwarna merah muda kini telah tampak keunguan, dan samar-samar terdengar bunyi gemeletuk dari gigi giginya yang bersentuhan.

Sudah lebih dari 1 jam wanita itu hanya duduk tanpa alas apa pun di lantai kamar mandi tanpa peduli dingin yang menyambut tubuhnya.

Rasanya lelah sekali, hingga berat tubuhnya pun tak dapat lagi ia topang.

Nella hanya bersandar di dinding kamar mandi yang berukuran kecil miliknya. Air matanya tak bisa diajak kerja sama untuk begitu saja melupakan apa yang telah terjadi pagi ini.

Kembali Nella memukul-mukul dadanya, berharap sesaknya itu bisa berkurang. Lalu lagi-lagi ia rutuki dirinya sendiri.

‘Bodoh! Bagaimana bisa kau kembali menyerahkan dirimu pada orang yang telah merenggutnya dulu!’ Gerutunya dalam hati.

Kembali terbayang di benaknya, 7 tahun lalu bagaimana ia dalam keadaan yang sama, di bawah kungkungan pria yang sama.

Yang berbeda, jika dulu ia terus meringis dan memohon ampun pada pria itu, tapi semalam ia teringat bagaimana dirinya begitu menikmati setiap sentuhan dari si pria.

“Arrghhh .... Tidak, tidak, tidak,” hanya kata itu yang terucap di bibir Nella dengan tangan yang menutup kedua telinganya.

Bukan hanya potongan-potongan adegan semalam yang kini terputar di benaknya, namun suara laknat miliknya kini samar-samar terdengar bagai alunan melodi yang jadi latar di film horor, sungguh menyeramkan.

Pancuran air dari shower terus mengguyur tubuh Nella. Meski telah basah kuyup serta menggigil hingga kini tubuh itu mulai kaku, tapi tak terbersit sedikit pun di benak Nella untuk mencegah atau menghentikan shower itu bekerja melakukan tugasnya, yaitu menyamarkan suara tangisannya.

Satu jam telah berlalu, tenaganya tak lagi sama seperti saat pertama kali dia duduk di tempatnya kini bersandar.

Ingin ia bangkit, menghentikan semua hal bodoh yang lagi-lagi ia lakukan, yaitu menyakiti dirinya sendiri.

Kini kedua netranya terasa semakin berat, sepertinya sepasang netra itu sudah cukup lelah menangis dan kini Ia butuh istirahat.

Perlahan-lahan sepasang netra cantik itu mulai terpejam bersama dengan hilangnya kesadaran Nella.

Sebelum kesadarannya benar-benar hilang seulas senyum tipis sempat terukir di wajah cantik yang telah pucat itu ketika ia samar-samar mendengar suara pintu kamar mandinya dibuka dengan kasar lalu teriakan suara pria yang ia kenali.

Brakkk.

“Honey!” Teriak sang pria.

*****

Namanya Ozzi Alecander, seorang dokter spesialis bedah umum di salah satu rumah sakit swasta Classica Hospital, yang merupakan milik keluarganya.

Pria yang kini berusia 30 tahun itu, dengan panik segera menggendong tubuh sang kekasih, wanita pujaan hatinya selama 2 tahun terakhir.

Meski kini Ozzi, dokter muda bertalenta itu akhirnya ikut basah juga setelah terkena pancuran air dari shower namun ia tak peduli.

Yang dipedulikannya kini adalah keselamatan Sang Kekasih, wanita yang sangat ia sayangi. Satu-satunya wanita yang berhasil menggerakkan hatinya untuk mencintai.

Sepanjang jalan menuju mobilnya, banyak pasang mata yang mengawasi apa yang dilakukan pria tampan seperti Ozzi.

“Apa yang terjadi Mas?”

“Wah ... istrinya kenapa Mas?”

“Pingsan yah?”

“Tolongin dong, telepon ambulans.”

Komentar dari banyak orang yang berpapasan dengannya tak lagi dipedulikan Ozzi. Baginya yang terpenting kini hanyalah keselamatan sang kekasih.

Bergegas ia dudukkan Nella yang telah tak sadarkan diri di bangku penumpang tepat di sampingnya yang mengemudi.

Ozzi mencoba maklum dengan kebodohannya saat ini, sebagai seorang dokter harusnya Ia mengeringkan dulu tubuh Nella hingga wanita itu tak harus kedinginan lebih lama. Dan juga lekukan indah tubuh sang kekasih tak harus terpampang jelas seperti saat ini.

‘Dokter pun manusia biasa, bukan?’ begitu pembelaan Ozzi pada dirinya sendiri akibat kepanikan yang menimpanya hingga tak bisa berpikir jernih.

Tadi memang dirinya sungguh panik saat menemukan Nella dengan kondisi yang sudah tak sadarkan diri.

Terbayang di benaknya, kejadian sekitar hampir 3 tahun lalu, ketika ia pertama kali bertemu dengan sang pujaan hatinya.

Saat itu Ozzi yang diminta oleh sahabatnya Niko Kahill, untuk mengantar istrinya yang ingin mengunjungi adik iparnya.

Alessa yang kala itu tengah hamil muda tiba-tiba saja merasa rindu dengan sang adik. Saudara kembar dari Aletta itu, sepertinya ngidam hingga tak ingin lagi menunggu suaminya kembali dari luar kota.

Alessa dan Aletta, keduanya kembar identik, kakak dari Agnella. Berbeda dari kedua kakak kembarnya yang sangat menonjol di bidang akademik, Agnella wanita itu lebih suka seni terutama melukis.

Kelebihan lain yang pertama kali ditangkap oleh Ozzi saat pertama kali melihat Nella adalah kecantikan parasnya. Kecantikan alami yang tidak bisa disembunyikan, yang tetap terpancar dalam keadaan apa pun.

Ya, dalam keadaan apa pun ... sebab saat pertemuan pertamanya dengan Agnella, termasuk dalam kejadian tak terlupakan dalam hidup seorang Ozzi.

“Lu yakin alamatnya gak salah Sa?” tanya Ozzi kala itu, ketika mobilnya berhenti di depan sebuah panti rehabilitasi.

Alessa yang ditanyai hanya menggeleng sebagai jawaban lalu turun dari mobil Ozzi tanpa permisi.

“Untung lu lagi hamil muda, kalau enggak udah gue tinggal.”

Gerutu Ozzi pada Alessa, teman sejawat yang juga berstatus sebagai istri sahabatnya.

Bergegas Ozzi menyusul ibu hamil yang saat itu perutnya masih datar.

“Adik lu kerja di sini? Kok Niko gak pernah cerita yah,” gumam Ozzi.

Bukan hal yang sulit bagi Ozzi untuk menyamakan langkah kaki jenjangnya dengan langkah Alessa yang bertubuh mungil.

Namun meski langkah keduanya telah sejajar, tak ada jawaban dari Alessa hingga ia akhirnya berhenti di depan sebuah ruangan.

Ceklek.

Alessa membuka pintu ruangan di hadapannya. Tampak seorang wanita cantik yang berdiri jauh di pojok ruangan.

Sepasang manik mata berwarna coklat milik Ozzi bahkan tak berkedip saat menatap wanita dengan wajah pucat yang tampak terkejut dengan kehadiran mereka.

“Nella ... Kak Lessa datang,” seru Alessa dengan riang.

‘Nella? Nama yang cantik secantik orangnya,' batin Ozzi.

Masih di tengah lamunan Ozzi mengagumi Agnella, tiba-tiba saja .....

Brrrruuugggggghh

Tubuh Nella luruh ke lantai, Alessa kembali menyerukan nama adiknya.

“Nella ...” teriaknya sembari berlari ke pojok ruangan tempat Nella berdiri sebelumnya.

Betapa terkejutnya Alessa ketika ia mendapati sang adik dengan lumuran darah yang berceceran di sekitarnya. Darah yang berasal dari pergelangan tangannya yang baru saja disayat oleh adiknya sendiri.

Semua yang terjadi kala itu menjadi awal bagi Ozzi untuk menjalin hubungan dengan Agnella, seorang wanita rapuh yang butuh seseorang untuk ia percaya dan bersedia menjadi pendukung setianya.

Dan selama 2 tahun terakhir, Ozzi berhasil menjadi orang itu di kehidupan Agnella.

Tin ....

Tin ....

Tin ....

Suara klakson mobil yang memekik telinga dari arah belakang sukses membawa kembali Ozzi dari lamunannya.

Kini hanya berjarak beberapa meter saja dan keduanya akan tiba di Classica Hospital.

Alessa dan suaminya Niko yang sudah mendapat pesan sebelumnya telah bersiap di unit pelayanan gawat darurat.

“Apa yang terjadi Zi? Kenapa adik gue bisa seperti ini?” cecar Alessa ketika berhasil memindahkan Agnella ke brankar rumah sakit.

Tak ada jawaban dari Ozzi membuat wanita yang berprofesi sebagai dokter anak itu geram.

“Lu nyakitin Nella? Kalian bertengkar?”

“Yang ... Sayang ... udah dong,” sela Niko memeluk erat sang istri.

“Kita doakan saja semoga Nella baik-baik saja,” ujar Niko menenangkan istirnya.

Tak lama setelah itu datanglah Aletta dan Marco. Pasangan suami istri yang berprofesi sebagai pengacara itu, tampak mempercepat langkahnya ketika melihat saudara kembarnya berada dalam pelukan suaminya di depan sebuah ruangan.

Sama seperti Alessa, raut wajah penuh kekhawatiran tampak jelas di wajah Aletta.

Kedua saudara kembar itu saling berpelukan, saling memberi dukungan, mendoakan keselamatan sang adik yang sangat mereka sayangi.

Tak butuh waktu lama hingga dokter yang memeriksa kondisi Nella mengabarkan jika wanita cantik itu baik-baik saja. Nella hanya kedinginan dan juga lemah sebab perutnya belum diisi apa pun sejak semalam.

****

“Kalian bertengkar?”

Lagi-lagi pertanyaan itu dilayangkan pada Ozzi, namun kini bukan bukan dari Alessa, melainkan dari Aletta saudari kembarnya.

Ozzi menjawab hanya dengan gelengan kepala. Sejujurnya pria tampan itu pun bingung, apa yang terjadi hingga kekasihnya sampai melakukan perbuatan nekat seperti tadi.

“Apa yang kamu sembunyikan honey? Apa ada yang sengaja kamu tutupi dariku?” gumam Ozzi lirih sambil terus membelai mesra surai Nella. Sejak tadi pria itu hanya duduk di tepi brankar Nella.

Tok ... Tok .... Tok ...

Seorang perawat masuk ke ruang rawat Nella.

“Dok, anda sudah ditunggu di ruang operasi,” ucapnya pada Ozzi.

“Ya, saya segera ke sana,” balasnya.

Menarik napas panjang lalu mengembuskannya perlahan, Ozzi berusaha menenangkan perasaannya.

Ia kecup punggung tangan wanita yang menjadi pemilik hatinya lalu beralih ke keningnya, sebelum akhirnya ia beranjak untuk menunaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter bedah.

Tanpa Ozzi atau siapa pun di ruangan itu sadari, Nella sudah sadar beberapa saat lalu.

Melihat bagaimana semua orang yang begitu khawatir membuatnya menyesali perbuatannya.

‘Bodoh!’ rutuknya dalam hati.

‘Tidak! Kali ini aku tak akan lari lagi. Masalah apa pun itu akan kuhadapi, demi mereka yang benar-benar menyayangiku.’

‘Pria itu ... dan yang terjadi semalam akan kuanggap tak pernah ada,' tekadnya dalam hati.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
9.2
Pasca diceraikan karena melahirkan anak yang sakit-sakitan, Kania berjuang mati-matian demi Arka, putranya yang kini kritis di ICU. Di tengah perjuangan itu, mantan mertuanya justru terus merintangi pengobatan sang cucu. Namun, saat dunia terasa begitu kejam menghimpitnya, sebuah peristiwa tidak terduga terjadi dan memaksa Bagas menghadapi kenyataan pahit yang selama ini ia hindari. Kania pun membuktikan bahwa ia mampu berdiri tegak tanpa butuh belas kasihan.
Sampul Novel Dijodohin With Gus
8.8
Anindya Alisya Syahreza kerap memicu kemarahan guru akibat ulah nakalnya di sekolah. Bersama Lita dan Gilang, ia gemar membolos hingga merundung adik kelas. Khawatir dengan kenakalan tersebut, orang tua Anindya mengirimnya ke pondok pesantren milik sahabat sang ayah. Siapa sangka, keputusan itu justru membawa babak baru dalam hidupnya. Di lingkungan pesantren yang asing ini, Anindya malah terlibat dalam persaingan asmara dua Gus bersaudara yang sama-sama bertekad memikat hatinya.
Sampul Novel Laluna
8.8
Bagi Laluna Renata Azuhra, pernikahan dengan Arka adalah mimpi yang terwujud. Namun, setelah lima tahun berjalan, kebahagiaan itu sirna saat sikap suami dan ibu mertuanya mendadak berubah drastis menjadi penuh kebencian. Di tengah kepedihan akibat perubahan misterius ini, Luna mencoba membuka hati pada sosok dari masa lalunya. Di saat itulah, rahasia besar yang menghancurkan rumah tangganya mulai terkuak. Kebenaran mengejutkan apakah yang sebenarnya selama ini disembunyikan?
Sampul Novel My Prince Fauzan
8.2
Fauzan Arsyad, putra mahkota Kerajaan Arab yang rupawan dan pebisnis sukses di usia muda, terikat aturan ketat istana. Sebagai calon raja, ia dilarang mencintai gadis biasa demi jodoh pilihan kerajaan. Sikap lembutnya menyembunyikan sisi dingin untuk menjauhkan diri dari para wanita pemuja. Kini, publik menanti siapakah yang akan melamar sang pangeran. Akankah takdir membawanya bersanding dengan seorang putri bangsawan, atau justru gadis dari kalangan biasa?
Sampul Novel My Sexy Sister
8.1
Jeremy, seorang pria mapan, tak kuasa menahan daya tarik Sashi, adik tirinya yang begitu menawan dan polos. Hubungan mereka pun tumbuh menjadi ikatan asmara yang sangat intim. Sayangnya, jalinan cinta terlarang ini menghadapi rintangan besar saat keluarga memaksa Sashi menikah demi ekspansi bisnis. Sashi kini dihadapkan pada dilema berat: mempertahankan cintanya pada Jeremy atau menyerah demi melindungi masa depan sang kekasih serta kejayaan perusahaan.
Sampul Novel Pembalasan Dendam yang Munafik
8.4
Di Kota Silo, istri miliarder gemar menyiksa gadis muda. Sang protagonis yang tidak bisa merasakan sakit menjadi korban utama. Namun, sang suami justru mengumumkan dirinya sebagai putri mereka yang hilang demi menutupi kekejaman tersebut. Demi hidup layak, ia menerima status baru ini. Di balik topeng kebaikan itu, luka baru terus ditorehkan hingga mereka menuntut nyawanya sebagai balas budi. Kini, ia siap membalikkan keadaan demi menuntut balas.