APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya

Cinta & Pengorbanan Alya

Demi menyelamatkan nyawa Kartika, ibunya yang butuh biaya medis besar dan donor organ langka, Alya terpaksa mengambil keputusan nekat. Ia menerima tawaran Niko, seorang miliarder yang sangat mendambakan anak, untuk menjadi ibu pengganti. Meski awalnya didasari keputusasaan, kedekatan mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan ini pun diuji saat sebuah rahasia besar terkuak, memaksa keduanya memaknai ulang arti cinta serta keluarga.
Bab
Bagikan

Bab 3

Alya duduk di kursi kayu yang sama, namun kini ruangan itu terasa lebih sepi, lebih hening dari sebelumnya. Wajahnya pucat, matanya bengkak akibat menangis semalaman tanpa henti. Tangan kanannya menggenggam sepotong kain yang dulu dipakai ibunya, sisa aroma parfum bunga melati yang masih menempel di sana, seolah mengingatkannya pada hari-hari penuh kasih sayang dan tawa yang kini hanya tinggal kenangan.

Alya merasa seolah-olah dirinya sudah tak memiliki apa-apa lagi. Ibunya, satu-satunya yang pernah dia miliki, kini telah pergi, meninggalkan kesepian yang menggigit jiwanya. Seperti sebuah badai yang merobohkan segalanya dalam sekejap, kehilangan itu menorehkan luka yang tak mungkin sembuh.

Di dalam kepedihan itu, Alya merasakan sebuah ketegangan yang aneh, sebuah suara di dalam dirinya yang mulai berbisik. Suara itu menyuruhnya untuk melawan, untuk bertahan, dan untuk mencari cara. Tapi dari mana ia harus memulai? Tanpa ibu, tanpa harapan, tanpa arah. Kehilangan itu, meskipun nyeri, meninggalkan sesuatu yang lain-kekosongan yang membuatnya terjaga di malam hari, dengan hanya ditemani suara angin yang berdesir di luar jendela.

Tiba-tiba, pintu ruangan itu terbuka perlahan, dan Niko masuk dengan langkah hati-hati, matanya memancarkan rasa khawatir yang mendalam. Alya menatapnya, seolah baru menyadari kehadirannya. Wajah Niko penuh dengan ekspresi yang sulit dibaca-ada rasa empati, ada penyesalan, dan di antara semuanya, ada sesuatu yang lebih dalam yang Alya tidak bisa mengabaikan.

"Alya," Niko menyebut namanya dengan lembut, seolah takut suara itu bisa membangunkannya dari mimpi buruk ini. "Aku minta maaf... atas apa yang terjadi."

Alya menoleh, matanya yang sembab menatap pria itu dengan kebingungan. "Apa kau tahu bagaimana rasanya kehilangan segalanya, Niko?" suaranya terdengar lemah, seperti angin yang membisikkan kesedihan. "Apa kau tahu betapa kosongnya hidup ini ketika orang yang paling kau cintai pergi?"

Niko terdiam sejenak, wajahnya dipenuhi dengan rasa sesal yang mendalam. "Aku tidak tahu, Alya. Aku tidak tahu apa yang kau rasakan. Tapi aku tahu bagaimana rasanya berdiri di sisi tempat tidur seseorang yang hampir mati, menunggu keajaiban yang mungkin tak datang. Aku tahu bagaimana rasanya memandang mata orang yang kita cintai dan merasa tidak berdaya."

Kata-kata itu menghantam Alya, membuat dadanya sesak. Niko berdiri di sana, di tengah ruangan yang tak pernah lebih sepi dari ini, dan Alya tahu bahwa di balik semua kekayaannya, di balik segala kekuasaan dan kekuatan, pria ini juga manusia yang memiliki kesakitan dan kehilangan.

"Apa yang kau inginkan, Niko?" Alya berkata, suara suaranya semakin lemah, hampir tak terdengar. "Kenapa kau datang kemari?"

"Alya, aku datang bukan hanya untuk membicarakan tawaran itu," jawab Niko, mendekat dan duduk di kursi di sebelah Alya. "Aku datang karena aku tahu kau membutuhkan seseorang di sampingmu. Dan aku... aku ingin menjadi orang itu."

Alya mendongak, mata mereka bertemu dalam keheningan yang begitu dalam. Ada sesuatu di mata Niko, sesuatu yang membuat jantung Alya berdegup lebih cepat. Tapi di sisi lain, ada keraguan yang membayangi pikirannya. "Kau tidak bisa menebus rasa sakitku, Niko. Tidak dengan uang, tidak dengan tawaran, dan tidak dengan perhatianmu."

Niko mengangguk, mengakui kebenaran itu. "Aku tidak bisa. Aku tahu aku tidak bisa. Tapi mungkin aku bisa membantu. Mungkin aku bisa memberikan sesuatu yang lebih dari sekadar bantuan materi. Aku ingin kamu tahu bahwa tidak ada yang benar-benar sendirian, Alya. Bahkan di saat-saat terkelam sekalipun."

Sebuah air mata jatuh dari mata Alya, membasahi pipinya yang pucat. Ia tidak tahu apakah itu air mata kesedihan atau air mata kelegaan, tetapi yang pasti, ada sesuatu di dalam hatinya yang mulai meleleh, seolah dinding kebekuan yang menahannya perlahan retak.

"Apakah ini semua hanya tentang uang bagimu?" Alya bertanya, suara bergetar, mencoba menemukan ketulusan dalam kata-kata pria itu.

"Tidak, Alya. Ini tentang kesempatan untuk memperbaiki sesuatu. Ini tentang memberi kesempatan pada orang lain untuk hidup, dan mungkin juga, untuk menemukan makna di tengah segala kekacauan," jawab Niko, suaranya kini semakin dalam, penuh makna.

Di saat itu, Alya merasa seolah seluruh dunia berhenti bergerak. Suasana di sekitar mereka tampak meliputi mereka dalam keheningan yang penuh dengan pengertian. Ia tahu, apa pun yang terjadi selanjutnya, hidupnya tak akan pernah sama. Di dalam kesedihan yang begitu menyakitkan, sebuah benih harapan muncul, rapuh namun nyata. Perasaan itu-yang menyadarkan Alya bahwa mungkin, hanya mungkin, ada cara untuk melanjutkan hidup, meski harus berjalan di jalan yang penuh dengan pertarungan batin.

Alya menatap Niko, menilai setiap kata dan ekspresi yang terukir di wajahnya. Di mata pria itu, dia melihat lebih dari sekadar rasa bersalah. Dia melihat sebuah janji, mungkin janji yang belum sepenuhnya dia pahami, tetapi cukup untuk memberinya sedikit keyakinan.

"Jika aku menerima tawaranmu, Niko... itu berarti aku harus mengubah hidupku sepenuhnya. Aku harus memikirkan kembali siapa aku, dan apa yang aku inginkan. Apakah kau siap dengan konsekuensinya?"

Niko menghela napas, lalu mengangguk dengan tegas. "Aku siap, Alya. Aku hanya ingin kau tahu, aku di sini, bukan hanya sebagai orang yang ingin membantumu, tapi sebagai seseorang yang ingin berdiri di sampingmu, kapan pun kau membutuhkannya."

Alya terdiam, merasakan berat kata-kata itu. Dan di dalam dirinya, di tengah kebingungan, ada sebuah kilasan baru-sebuah harapan, yang meskipun rapuh, kini mulai tumbuh di hati yang hancur.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan
9.4
Nasib membawa Serayu ke dalam pernikahan paksa dengan Abra, seorang dokter arogan yang juga pewaris takhta rumah sakit terkemuka. Hubungan yang awalnya hanya sekadar sandiwara tanpa rasa ini lambat laun berubah menjadi ikatan cinta yang tulus. Sayangnya, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama. Intervensi dari mertua serta kemunculan kembali mantan kekasih Abra menjadi ujian berat yang mengoyak keutuhan rumah tangga mereka. Kini, bertahan atau melepaskan sama-sama menorehkan luka mendalam bagi keduanya.
Sampul Novel Hari-hari Dimanjakan Paman
8.7
Demi menghindari kencan buta yang buruk, Pamela nekat mencium pria asing tampan yang lebih tua bernama Agam. Tindakan ini membuat Agam menuntut pertanggungjawaban penuh. Pamela mencoba mengelabui Agam agar memejamkan mata lalu melarikan diri, tetapi rencananya gagal. Agam justru menangkap dan memanjakannya siang malam. Ketika Pamela kembali mencoba kabur, sang paman terus mengejarnya dan memastikan bahwa gadis itu tidak akan pernah bisa lolos dari genggamannya.
Sampul Novel Istri Bodoh, Mantan Miliarder
8.1
Alisa menderita dalam pernikahan dengan Dion, suami kikir yang membatasi uang belanja hanya dua puluh lima ribu sehari untuk enam orang. Tak hanya kesulitan finansial, ia juga kenyang akan cacian ibu mertua. Penderitaannya memuncak ketika Dion kedapatan mendekati mantan pacarnya. Alisa lalu menemukan aplikasi penghasil uang rahasia. Sialnya, saat berusaha mengungkap borok suaminya, ia malah dituduh berselingkuh dengan ayah mertuanya sendiri.
Sampul Novel Istri Kontrak: Penebusan Thorne
8.8
Clara didera duka mendalam saat Marko, suaminya, merenggut nyawa bayi mereka. Tanpa rasa bersalah, Marko justru menceraikannya demi menikahi sahabat Clara yang tengah hamil. Di bawah ancaman akan dijebloskan ke rumah sakit jiwa, Clara tak punya pilihan. Beruntung, pengacara keluarganya datang membawa kunci rahasia warisan orang tua. Kunci itu membuka kontrak kuno yang menjodohkannya dengan Julian Aditama, miliarder kejam yang ditakuti Marko. Peluang emas untuk membalas dendam kini ada di tangan Clara.
Sampul Novel Istri yang ku sia-siakan ternyata kaya raya
9.5
Kehidupan pernikahan Arumi yang tenang mendadak terguncang setelah ia tanpa sengaja membaca pesan dari ibu mertuanya, Elina, di ponsel Akram. Dalam pesan tersebut, Elina mengucapkan selamat atas kelahiran cucu pertama yang disebutnya sangat cantik. Kecurigaan Arumi pun memuncak, sebab anak mereka yang bernama Ayumi seharusnya menjadi cucu pertama dalam keluarga tersebut. Rahasia besar apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Akram dari sang istri?
Sampul Novel Kau Milikku
9.4
Pertemuan pertama dengan Will Greyson langsung membuat Hanna muak karena sikap lancang miliarder angkuh tersebut. Kekesalan Hanna memuncak saat Will mendadak melamarnya hanya untuk dijadikan alat terapi pribadinya. Walau mendapatkan penolakan keras, pria sombong itu tidak tinggal diam. Hanna yang telanjur geram pun bertekad memberi pelajaran, sementara Will justru semakin tertantang untuk menaklukkan hati gadis yang berani menentangnya.