APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya

Cinta & Pengorbanan Alya

Demi menyelamatkan nyawa Kartika, ibunya yang butuh biaya medis besar dan donor organ langka, Alya terpaksa mengambil keputusan nekat. Ia menerima tawaran Niko, seorang miliarder yang sangat mendambakan anak, untuk menjadi ibu pengganti. Meski awalnya didasari keputusasaan, kedekatan mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan ini pun diuji saat sebuah rahasia besar terkuak, memaksa keduanya memaknai ulang arti cinta serta keluarga.
Bab
Bagikan

Bab 1

Alya duduk di kursi kayu yang dingin, di samping ranjang rumah sakit tempat ibunya terbaring lemah. Seperti setiap pagi, dia menatap wajah Kartika dengan penuh harap, meskipun harapan itu sudah hampir menjadi legenda. Wajah ibunya kini memancarkan keteduhan yang berbeda; kulitnya yang dulu cerah kini tampak pucat, dan mata yang dulu tajam kini tampak kosong, seolah setiap tetes energi telah disedot dari tubuhnya. Alya menyentuh tangan ibunya yang kurus, seakan ingin mengalirkan kehangatan dan kehidupan melalui genggaman itu.

"Ma, lihat, aku membawa bunga favoritmu," Alya berusaha tersenyum, menunjukkan seikat bunga matahari yang baru saja dibeli di pasar. Bunga itu berwarna cerah, seolah menantang kesuraman ruangan itu. Namun, senyum Alya terpaksa, seperti selalu. Kartika membuka matanya perlahan, dan meskipun matanya hanya sejenak berkedip, Alya merasa seolah dunia berhenti sejenak.

"Ma... aku di sini," bisik Alya, suaranya bergetar seperti daun yang ditiup angin. "Kita akan melalui ini bersama. Aku janji, Ma."

Suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatian Alya. Seorang perawat muda dengan jas putih, wajahnya cerah dan penuh perhatian, masuk membawa troli berisi peralatan medis. Alya menatapnya sejenak, seolah berharap dari wajah perawat itu, ada sebuah jawaban. Namun, perawat itu hanya melambaikan tangan dengan senyum kecil sebelum pergi tanpa berkata apa-apa.

Pandangannya kembali ke ibunya yang terbaring, dan ia merasakan sebuah sakit yang tak terungkapkan-rasa bersalah yang menghimpit dada, membuatnya sulit bernapas. Sudah sebulan lebih sejak dokter mengungkapkan diagnosa itu, dan setiap hari, Alya merasakan beban yang semakin berat. Kartika membutuhkan transplantasi organ yang biayanya luar biasa mahal. Tidak hanya itu, donor yang cocok untuknya pun sangat langka. Alya yang bekerja di sebuah kafe kecil di sudut kota, dengan gaji pas-pasan dan hutang yang menumpuk, tahu betul bahwa dia tak punya apa-apa untuk menyelamatkan ibunya.

Setiap kali melihat Kartika menatapnya dengan mata penuh harap, Alya merasa seperti harus menanggung semua kesalahan di dunia ini. Ia tak pernah membayangkan bahwa sebuah hari seperti ini bisa datang. Di benaknya, ibunya selalu menjadi wanita yang penuh semangat, penuh kasih, sosok yang tak pernah sekalipun mengeluh tentang hidup yang keras. Kartika, seorang ibu tunggal yang telah membesarkan Alya sendirian, selalu menjadi pahlawan dalam hidupnya. Kini, Alya hanya bisa duduk dan menangis diam-diam, berusaha menahan air mata agar tidak jatuh di depan ibunya.

"Kana..." suara Kartika, meskipun lemah, berhasil menggetarkan hati Alya. Ia menunduk, mendekatkan telinga.

"Apa yang, Ma?"

Kartika menggenggam tangan Alya dengan tenaga yang tersisa. Meskipun kelembutan jari-jarinya semakin hilang, setiap genggaman terasa seperti pesan yang tak ingin dia lupakan. "Jangan... jangan takut. Kau... kuat."

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka dengan kasar, dan seorang pria dengan jas hitam masuk dengan ekspresi serius. Niko, seorang pengusaha muda yang memiliki segalanya, kecuali mungkin kebahagiaan sejati. Wajahnya yang tampan itu seperti terbuat dari batu, namun ada sesuatu di matanya-sesuatu yang membuat Alya terkejut. Ia berdiri di sana, di ambang pintu, seolah tengah mempertimbangkan sesuatu.

Alya menatapnya dengan curiga, namun juga dengan rasa ingin tahu yang tak bisa dia pungkiri. Niko, pria yang hanya pernah dia dengar namanya di berita atau di lobi rumah sakit tempat ibunya dirawat, kini berdiri di hadapannya, seolah membawa dunia di bahunya.

"Kana, aku datang untuk bicara," katanya, suaranya serak, penuh tekanan.

"Untuk apa, Niko?" Alya menjawab dengan nada yang lebih tajam dari yang ia maksudkan. Dia tahu ini mungkin tidak adil, tapi hatinya sudah terlampau terluka untuk bersikap lembut.

Niko menghela napas, seolah mencoba menenangkan dirinya. "Aku tahu situasi ibu kamu. Aku bisa membantu. Tapi ada syaratnya."

Alya terdiam. Jantungnya berdetak begitu keras, hampir mengalahkan suara di sekelilingnya. Dia menatap pria itu, mencoba membaca ekspresi di wajahnya, mencoba mencari tahu apa yang ada di balik kata-katanya. "Syarat apa?"

Niko melangkah lebih dekat, hanya satu langkah lagi, dan jarak di antara mereka semakin sempit. "Aku ingin kamu menjadi ibu pengganti untuk anak yang akan aku dan istriku miliki."

Alya terbelalak, seolah sebuah petir menyambar tubuhnya. Kata-kata itu menari di udara, seolah ingin menembus kulitnya, menjalar ke dalam otaknya, memaksanya mencerna kenyataan yang begitu sulit diterima. "Ibu pengganti? Untuk anak... untuk kalian?" Suaranya gemetar, hampir tak terdengar.

"Ya, dengan kompensasi yang cukup besar, lebih dari cukup untuk menyelamatkan ibu kamu," jawab Niko, menatapnya dengan mata yang tajam, seolah ingin menilai reaksi Alya.

Alya merasa pusing, seakan bumi di bawah kakinya bergoyang. Dia menatap ibunya, yang kini memandangnya dengan mata penuh pertanyaan. Ingin rasanya Alya berteriak, mengatakan bahwa semua ini gila, bahwa hidup tidak seharusnya diputarbalikkan seperti ini. Namun, di dalam hatinya, ada seberkas harapan yang berdebar, takut, namun juga mendesak.

"Ini... ini satu-satunya cara, bukan?" Alya berkata, suaranya hampir hanya berupa bisikan.

Niko mengangguk, bibirnya sedikit tersenyum, namun matanya tak turut tersenyum. "Kamu tak perlu menjawab sekarang. Tapi ingat, ini bukan hanya untukmu, ini juga untuk ibumu. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali."

Ketika Niko keluar dari ruangan, Alya hanya bisa menatap kosong ke arah pintu yang tertutup rapat. Di luar sana, hidup terus berjalan, dan dalam sekejap, hidupnya berubah selamanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bali, Awal Baru Ibu Melindungi
8.2
Hidup Anggita runtuh seketika saat Farhan, sang ayah, tega mencoretnya dari daftar ahli waris demi Dahlia. Akibat tuduhan keji asisten tersebut, ia didepak dari rumah dan dicap mandul. Di tengah kehancuran, Anggita justru mendapati dirinya sedang hamil anak Sagara. Demi menyelamatkan sang bayi dari kekejaman keluarganya, ia menyamar lalu kabur ke Bali. Di pulau itu, ia bertekad menata hidup baru dan selamanya menutup lembaran masa lalu.
Sampul Novel Bayangan Cinta Terlarang
8.0
Arsitek sukses bernama Maya merasakan kehampaan hidup walau telah bertunangan dengan Daniel. Pertemuannya dengan Ethan, seorang pengusaha penuh karisma, seketika menyalakan gairah baru yang berujung pada perselingkuhan berisiko. Saat kecurigaan Daniel kian tajam, Maya didera rasa bersalah yang mendalam. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam zona nyaman masa lalunya atau mempertaruhkan segalanya demi cinta terlarang yang mengancam kehancuran dunianya.
Sampul Novel Gigolo2
8.1
Demi bertahan hidup, Frans terpaksa kembali ke lembah hitam sebagai gigolo. Selama ini, ia berhasil menyembunyikan pekerjaan tabu tersebut dari Anjani, istrinya. Namun, situasi kian pelik saat anak-anak mereka mulai curiga dan mempertanyakan profesinya. Badai besar akhirnya runtuh menghantam rumah tangga mereka ketika Lea, pelanggan setia Frans, nekat mengirimkan bukti video mesum mereka kepada Anjani. Kini, Frans harus menghadapi kenyataan pahit atas hancurnya keluarga yang ia cintai.
Sampul Novel Istri Pengganti Tuan Muda!
8.8
Demi menyelamatkan kehormatan keluarga Wijaya dan Maduswara, seorang ayah memohon anak perempuannya menjadi pengantin pengganti. Jika pernikahan megah ini batal, nama baik leluhur terancam hancur. Tak hanya itu, kelangsungan bisnis yang dirintis sang ayah selama bertahun-tahun kini berada di ambang kehancuran. Sang putri pun harus menghadapi dilema besar demi melindungi reputasi serta masa depan perusahaan keluarganya.
Sampul Novel Sang Penggoda
9.7
Demi bertahan hidup dari kesulitan ekonomi, Jullyana terpaksa bekerja sebagai wanita penghibur di klub malam. Keputusan sulit ini membuatnya dijuluki Sang Penggoda oleh orang-orang di sekitarnya. Jullyana pun tidak membantah sebutan tersebut. Ia memilih tegar menghadapi segala stigma dan pandangan buruk masyarakat demi memenuhi kebutuhan finansialnya. Simak kisah perjuangan hidup Jullyana yang penuh realita pahit di sini.
Sampul Novel Surga Yang Direnggut Paksa
8.6
Hasna mengira menjadi istri kedua akan memberinya kebahagiaan sejati. Nyatanya, pilihan itu justru menghancurkan hidupnya. Kini ia didera penyesalan mendalam karena telah merusak pernikahan adik kandungnya sendiri. Hasna pun harus menanggung akibat fatal dari keputusannya yang telah menghancurkan hubungan darah demi mengejar cinta semu.