APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Kusut yang Ditakdirkan

Cinta Kusut yang Ditakdirkan

Tekanan keluarga memaksa William menikahi Fransiska tiga tahun silam, walau ia mencintai perempuan lain. Pernikahan dingin itu membuat Fransiska memilih kuliah di luar negeri. Begitu kembali, William langsung meminta cerai demi pacarnya yang sedang sekarat. Meski terluka, Fransiska mengiyakan. Namun, William tiba-tiba bimbang dan sengaja mengulur proses perceraian mereka. Di tengah perubahan sikap suaminya yang membingungkan, dapatkah Fransiska membebaskan diri?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sudut pandang Fransiska:

Dalam perjalanan menuju restoran, aku hanya diam, begitu juga dengan William, dia juga tidak mengatakan apa pun. Kami telah menikah selama tiga tahun, tapi kami bertingkah layaknya orang asing.

Dan sekarang, aku harus menemani suamiku untuk bertemu dengan tunangannya.

Sang sopir menepi di Rainbow Dream, sebuah restoran Michelin bintang tiga. Itu adalah restoran paling mewah di kota ini.

"Tuan Lusman, Nona Suryadi sudah menunggu Anda di lantai dua," ucap sang pelayan pada William. Tampaknya William adalah pelanggan tetap di sini.

Aku pun mengikutinya masuk ke dalam lift.

"Cobalah untuk terlihat bahagia saat bertemu Fera, oke? Jangan menampilkan ekspresi yang murung," ucap William dingin.

"Baiklah," jawabku yang langsung membuat sebuah senyum dan memasangnya di wajahku.

Segera, kami pun masuk ke sebuah ruang privat.

"Fransiska, lama tidak berjumpa."

Aku mengarahkan pandanganku pada Fera dan berusaha mati-matian menjaga wajahku agar tetap terlihat netral. Wanita itu masih terlihat sangat muda dan cantik. Wajah dan kulitnya sehalus porselen. Dia pasti menghabiskan banyak uang untuk merawat penampilan dan tubuhnya ini.

William pernah memberitahuku bahwa dia sebenarnya sedang sekarat, tapi aku jadi meragukan hal itu mengingat penampilannya saat ini yang terlihat lebih baik dibanding diriku.

"Ya, lama tidak berjumpa," balasku sambil memberinya sebuah senyuman yang setengah hati.

"Sudah tidak jet lag lagi? Bagaimana tidurmu semalam?" Senyum di wajahnya tampak tulus, seolah-olah dia bukan wanita yang sama yang memprovokasiku tadi malam.

"Aku tidur nyenyak, terima kasih sudah bertanya," jawabku.

Hidangan utama di pertemuan ini adalah steik. William sedang memotongkan steik Fera untuknya.

Kurasa aku tidak pernah melihat William bersikap begitu perhatian pada seseorang.

"William memberitahuku tadi malam bahwa kamu memiliki seorang kekasih."

"Ya. Dia seorang pelukis," jawabku yang langsung mengarang cerita.

Saat aku menjawab, aku sempat melihat tangan William sedikit gemetar.

"Apa kamu punya fotonya?"

Keingintahuan Fera membuatku tersadar dari tatapanku pada William. Aku meliriknya, tapi dia tidak menatapku.

"Tidak. Kami belum resmi berpacaran. Jadi, kurasa kurang pantas untuk memiliki fotonya di ponselku jika dia belum menjadi pacarku," jelasku sambil menundukkan kepala dan kembali fokus untuk memotong steik milikku.

"Kalau begitu, apa ada foto dirinya di akun Facebook-nya?" Fera tetap bersikeras.

"Mungkin. Sebentar aku carikan dulu." Sambil mengatakan hal itu, aku mengeluarkan ponsel dan memikirkan teman sekelas mana yang harus kupilih untuk dijadikan sebagai pria pengagum palsuku.

Fredi Tambuna adalah orang pertama yang muncul di kepalaku. Dia adalah salah satu teman baikku.

Aku membuka halaman Facebook-nya dan menemukan satu foto dirinya yang sedang berdiri di depan Menara Eiffel. Fredi memiliki rambut panjang dan wajah muda yang tampan. Dia tampak seperti seorang seniman, benar-benar berbeda dari William.

Kemudian, aku menyerahkan ponselku pada Fera.

"Dia terlihat seperti pria romantis dari Paris. Aku benar-benar bahagia untukmu. William, ternyata tipe Fransiska sangat berbanding terbalik darimu." Setelah mengatakan itu, Fera menunjukkan foto Fredi pada William.

William hanya melirik ke layar dan bergumam datar, "Yah, mereka serasi."

"Apa dia akan datang ke Amerika?" tanya Fera sambil mengembalikan ponselku.

"Saat ini dia masih di Eropa. Dia sedang mengadakan pameran seni di Lyons. Sebenarnya, dia memang mempertimbangkan untuk mengembangkan karir seninya di Amerika, jadi kemungkinan besar dia akan pindah ke sini," ucapku, membuat lebih banyak kebohongan.

"Apa kamu mencintainya?" desak Fera lebih lanjut.

Pertanyaan itu membuatku tertegun sejenak.

Setelah menenangkan diri, aku lalu menjawab, "Tentu saja." Aku mencoba yang terbaik untuk tetap tenang agar tidak mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya.

"Baguslah! William, sepertinya kita tidak perlu mengkhawatirkan Fransiska. Mari kita doakan agar Fransiska dan pria spesialnya itu bahagia," kicau Fera sambil mengangkat gelasnya.

William juga mengangkat gelasnya, tapi wajahnya masih tampak datar tanpa emosi.

"Fransiska, kuharap kamu dan kekasihmu memiliki kehidupan yang indah," ucap Fera sambil tersenyum padaku, wajahnya penuh dengan ketulusan. Meski aku tidak menemukan celah dari kepura-puraannya itu, aku tahu bahwa di balik wajah malaikatnya itu terdapat sesosok monster jelek.

"Terima kasih. Aku juga berharap kamu dan William memiliki kehidupan yang indah."

Kemudian, kami semua menenggak isi gelas kami.

Ketika aku meletakkan gelas, tanganku gemetar. Perasaan mual langsung bergulir di perutku. Aku menelan perasaan mual itu dan berharap agar pertemuan ini segera selesai.

Aku tidak ingin menghabiskan satu menit pun di ruangan yang sama dengan Fera Suryadi yang penuh dengan kepura-puraan.

"Maaf, aku harus ke kamar kecil," gumamku, lalu aku bangkit dari tempat dudukku dan pergi.

Sebenarnya, aku tidak benar-benar perlu ke kamar kecil. Aku hanya ingin keluar untuk mencari udara segar.

Ketika aku kembali, kulihat William sudah membantu Fera mengenakan mantel beludrunya.

"Fera sedang tidak enak badan. Aku akan mengantarnya pulang, setelah itu aku akan kembali untukmu ..."

"Tidak, tidak perlu. Tidak masalah. Aku bisa pulang sendiri."

Akhirnya, aku menyaksikan William dan Fera berjalan keluar dari restoran dengan lengannya yang merangkul bahu wanita itu. Tiba-tiba, otot-otot tegang di sekujur tubuhku langsung mengendur.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Affair
8.8
Dinginnya hubungan pernikahan saat ini membuat kenangan manis bersama Hany, sang mantan kekasih, kembali membayangi hari-hariku. Nostalgia masa lalu itu terus hadir hingga menjadi beban berat yang mengancam keutuhan rumah tangga yang sedang kujalani. Di tengah godaan memori indah yang tak kunjung sirna, mampukah pernikahan ini bertahan dari kehancuran?
Sampul Novel Aku Istri Rahasia Suamiku
8.0
Kehamilan akibat hubungan terlarang dengan Rudi memaksa Syifa mengisolasi diri demi menutupi aib masa mudanya. Alih-alih mendapatkan pernikahan impian yang harmonis, ia justru harus menerima kenyataan pahit. Rudi enggan mengakuinya di hadapan keluarga dan malah memilih menikahi kekasih lamanya, Anita. Setelah tujuh tahun bertahan dalam penderitaan sebagai istri rahasia yang penuh luka, kini Syifa dihadapkan pada dilema besar antara terus bertahan atau memilih pergi.
Sampul Novel AMARAH DALAM SELUBUNG
9.5
Riana pernah terjebak pernikahan penuh dusta dengan pria beristri yang memanfaatkannya lewat ilmu hitam. Setelah berhasil melawan dan menolak cinta suaminya yang telat tumbuh, ia mengusir pria itu. Riana lalu berjuang sendirian membesarkan putranya hingga sukses dan menjadi wanita kaya. Kini, saatnya pembalasan tiba. Secara perlahan dan rahasia, Riana memakai kekuatan gaibnya untuk menghancurkan seluruh kejayaan mantan suaminya hingga tak bersisa.
Sampul Novel Cerita dewasa
7.9
Kisah romansa modern ini menyajikan dinamika hubungan dewasa yang intim antara pria dan wanita. Karena dipenuhi adegan eksplisit khusus dewasa, buku ini tidak boleh dibaca oleh anak di bawah umur. Pembaca wajib berusia minimal 21 tahun untuk menikmati seluruh alur ceritanya. Penulis sangat mengharapkan dukungan Anda agar karya imajinatif ini dapat terus berkembang. Pastikan usia Anda memenuhi syarat sebelum mulai membaca kisah ini. Terima kasih.
Sampul Novel Disgraced Wife
7.9
Demi takhta Nagara Group, El Barack Gunadhya Nagara menikahi Bellina Devanka Ammari yang dibelinya dari sang bibi. Pernikahan singkat ini menyiksa batin Bellina, memaksanya berpisah dari Kevin Sanjaya dan menjadi sekadar alat pencetak pewaris. Namun, saat El mulai memperlakukannya dengan istimewa, segalanya berubah. Akankah Bellina memilih pergi, atau justru jatuh cinta pada pria yang telah menyelamatkan hidupnya itu?
Sampul Novel En-PD163
8.4
Janna, seorang ilmuwan berbakat, jatuh cinta pada Kingsley di tempat riset mereka. Namun, pernikahan yang diraih dengan perjuangan ini hancur karena Kingsley terobsesi pada wanita lain hingga tega menyakiti Janna. Kecewa atas pengkhianatan tersebut, Janna memutuskan bercerai dan pergi. Saat Kingsley akhirnya sadar telah dimanfaatkan dan ingin kembali, Janna telah membuka lembaran baru bersama kekasih baru yang tulus mencintainya.