APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Dania

Cinta Dania

Menikah dengan pria idaman adalah impian terbesar dalam hidup Dania. Namun, dunianya seketika runtuh saat Bella, tante yang mengasuhnya sejak kecil, mengajukan permohonan tak terduga. Dania diminta untuk menjadi istri dari suami tantenya sendiri. Kini, ia terjebak dalam pilihan sulit antara rasa utang budi dan kepedihan yang mendalam. Sanggupkah Dania mengorbankan perasaannya demi wanita yang telah membesarkannya? Ikuti perjuangan batin Dania dalam drama modern penuh dilema ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Mentari pagi telah menampakkan sinarnya yang masuk melalui celah tirai dinding kaca yang ada membuat Dania menutup wajahnya dengan telapak tangan, cahaya yang menyilaukan. Dania bangun berjalan ke arah balkon, menatap indahnya pemandangan rumah mewah itu dari balkon kamarnya. Namun sebuah suara mengganggu pendengarannya.

"Tuan maafkan aku Tuan, maaf."

Terdengar suara memelas meminta pengampunan , begitu jelas, Dania bahkan mengenali suara khas wanita tersebut.

"Tuan aku janji akan berusaha, aku berjanji Tuan ,"

Suara itu semakin jelas terdengar .

"Aku mohon Tuan jangan ceraikan aku."

Brukk.. Prangg.. terdengar suara benda terjatuh dan pecah.

Dania mematung mencerna semua yang didengarnya.

Terdengar isakan tangis yang menggema. Dania merasakan jantungnya seperti teriris belati yang tajam. Suara itu suara tantenya Bella.

Dania mengepalkan erat telapak tangannya. Pria yang sungguh sangat tidak bersyukur pikirnya. Tantenya yang secantik itu telah dibuat menangis olehnya. Pria macam apa suami tantenya itu. Seketika perasaan tidak senang menyelimuti benak Dania.

Sepintas bayangan kejadian tadi malam mengusik pikirannya. “Apa jangan – jangan mereka bertengkar karena diriku?” tanya Dania pada dirinya sendiri.

Bella memegang pipinya yang memerah karena tamparan, bukan Alex yang melakukannya tapi dirinya sendiri. Dia bahkan harus menghukum dirinya sendiri yang sampai hari ini belum juga dapat memberikan Alex keturunan. Bukan keturunan darah dagingnya yang dia inginkan suaminya itu tapi dengan pria lain. Bagaimana bisa Bella menyerahkan dirinya pada pria lain ?.

Alex telah memberikannya tinggal dan menikmati semua yang dimiliki Alex dengan setumpuk syarat, yang salah satunya adalah tidak berhubungan intim. "Gila kan." gumamnya. Yang lebih gila satu tahun ini dia menambah syarat nya dengan menyuruh istrinya hamil dengan pria lain. Semua karena desakan dari Joana mertuanya yang sudah sangat menginginkan generasi penerus keluarganya.

Bella terhimpit dalam dua masalah dalam hidupnya. Suami yang tidak menginginkan anak itu memintanya agar segera hamil, bukan dengan dirinya tapi dengan pria lain dan dia akan mengakuinya sebagai anaknya. Di sisi lain mertuanya juga mengancamnya jika dalam satu tahun ini dia belum juga hamil, maka dapat dipastikan Bella tidak akan menyandang nyonya muda Sadewa lagi bahkan karier keartisannya pun terancam runtuh seketika.

Bella mencuci wajahnya yang terasa kering oleh air mata di wastafel kamar mandinya . Pikirannya bercampur aduk, bahkan ingin menyerah. Namun satu hal lagi, Alex juga mengancamnya dan itu yang tidak dapat membuatnya mengambil keputusan menyerah. Alex akan menghilangkan nyawa orang yang dikasihinya. -Dania- .

Dania satu - satunya keluarga yang di milikinya sekarang dan juga harapannya bertumpu di sana ketika tubuh nya telah menua. Bella tidak akan dapat berpikir untuk melawan perintah dari suaminya itu. Selama ini dia hanya bisa mengulur waktu sambil mencari jalan lain.

"Bella.. hari ini ada syuting jam delapan malam, datanglah sebelum waktunya karena ada hal yang perlu dibicarakan!" ucap Nindi asisten Bella di sambungan teleponnya.

Pikirannya gusar kali ini, Bella sedang tidak mood untuk bekerja. Dipikirkannya hanya ada cara dan cara. Ya bagaimana caranya mendapatkan pria yang mau dengannya.

Bella istri dari Alex Sadewa. siapa yang berani menyentuhnya. Mendengar nama suaminya saja para pria sudah menciut.

Bella kembali memejamkan matanya, kembali ke alam bawah sadarnya. Dia masih sangat mengantuk sekarang.

"Bella." teriak seorang wanita paruh baya di lantai satu, dia duduk di sofa khusus untuk dirinya.

Dania yang baru selesai mandi terkejut hingga hairdryer terlepas dari tangannya dan jatuh mengenai kakinya. Yang tidak kalah terkejut ialah Bella, dia bahkan berlari dengan masih menggunakan stelan tidurnya, air liur yang mengering masih ada disela ujung bibirnya.

"Iya Mom." ucap Bella yang berdiri sempoyongan namun tetap berusaha tetap tegap.

"Kamu ini, suamimu sudah berangkat bekerja, kamu masih enak tidur bagaimana kamu bisa cepat hamil." ucap Joana yang bela biasa menjulukinya dengan nama Mommy mertua.

"He he he" Bella terkekeh, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

" Duduk kamu," ucap Joana dengan suara agak keras dan sedikit kasar.

Bella duduk bersimpuh di sofa di depan Mommy mertuanya itu duduk.

"Kamu dengar ,waktumu tinggal tiga bulan lagi, kapan kamu memberiku cucu, Hehh kamu bahkan masih sibuk syuting,"

Sebenarnya Mommy mertuanya ini sangat luar biasa baik, namun dia hanya menginginkan cucu, dia bahkan meminta Bella untuk istirahat bekerja sementara program hamil.

"Punya niat hamil tidak kamu ini?" bentaknya lagi, hingga membuat Bella melambung dari tempat duduknya.

"Baik Mom, saya akan berusaha lebih banyak lagi" ucap Bella dengan nada lirih.

"Cepat mandi sana, aku akan membawamu ke Dokter." desak mertua Bella. Wajahnya menunjukkan ketidaksenangan.

Bella kembali ke kamarnya dengan berlari kecil, dia tahu mertuanya tidak suka menunggu terlalu lama.

Dania menghela nafas sedari tadi mengamati percakapan di antara mantu dan mertua itu dari kejauhan. Dania merasa semakin sedih dengan nasib tantenya. Tadi pagi sekali dia di marahi suaminya dan sekarang mertuanya. Dania semakin merasa bersalah. Bagaimana aktris terkenal seperti tantenya itu di belakang panggung hidupnya seburuk ini .

Joana dan Bella berangkat menuju rumah sakit untuk memeriksakan keadaan rahim Bella. Sejak kedatangan Dania, Bella belum bertemu dengan keponakannya itu.

Kring kring.. bunyi ponsel mengalihkan perhatian Dania. Naomy yang sedang memanggilnya sekarang ,di gesernya tombol hijau di layar itu ke atas.

"Hallo Dan." ucap Naomy gadis dengan ciri khas penampilannya yang tomboi.

"Naomy, Hey.. apa kabar?"

"Kamu di mana sekarang, Dan?"

"Aku di tempat Tante ku di Jakarta."

" Benarkah, kebetulan sekali . Aku tunggu di Caffe ya nanti aku shareloc."

Dania bersiap menemui sahabatnya yang bernama Naomy itu, selama lima tahun dia selalu bersama sahabat bagai saudara. Apa yang tidak Naomy ketahui tentang Dania dan begitu juga sebaliknya.

Mereka berdua asyik bercengkerama di salah satu meja caffe yang telah dipesan sebelumnya oleh Naomy. Naomy kini telah di terima bekerja di salah satu perusahaan besar di Jakarta. Di balik penampilannya Naomy termasuk gadis yang cerdas , dia juga giat dalam melakukan berbagai hal.

"Wah benarkah, selamat ya Naomy." ucap Dania ikut bahagia.

"Kalau kamu sudah kerja, bantu carikan juga ya buat aku !! bosan dirumah terus." keluh Dania.

"Siap Bosku."

Mereka asyik berbincang hingga lupa waktu.

Bella memasuki ruang periksa, di sana sudah ada Dokter Kandungan langganannya - Dr. Paul. Dokter itu telah di kontrak khusus oleh keluarga Sadewa menangani program hamil Alex dan Bella.

Bella tidak khawatir sedikit pun kebohongannya terbongkar, Alex telah mengatur semua agar Joana ibunya tidak mengetahuinya.

"Bagaimana Dok?" tanya Joana ketika Bella telah selesai diperiksa.

" Hanya perlu istirahat, selebihnya semua normal." Dr. Paul menjelaskan dengan rinci.

"Kan sudah Mommy bilang, kamu harus istirahat. Awas kalau melanggar!" ancam Joane.

Setelah semua pemeriksaan selesai Joana mengantar menantunya itu pulang, mereka memang tidak tinggal satu atap karena Alex tidak suka kehidupan rumah tangganya terganggu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel I`m Holding You
8.0
Masa lalu Bima menyimpan rahasia kelam. Hubungan satu malam yang tak disengaja membuat Levina hamil tanpa tahu siapa pelakunya. Bertahun-tahun berlalu, Levina mendatangi klinik Bima demi mengobati putri kecil mereka, Anetta, yang mengidap penyakit langka. Bima sangat terkejut mengetahui anak itu adalah darah dagingnya, padahal ia sendiri sudah menikah empat tahun tanpa keturunan. Kini, ia bimbang untuk mengakui dosanya demi kesembuhan Anetta dan nasib pernikahannya.
Sampul Novel Istri Tuan Noah
8.5
Clara terpaksa menggantikan saudara kembarnya yang kabur untuk menikahi pria bernama Noah. Kejadian tak terduga itu membuatnya harus merawat seorang bayi sendirian. Kini, Clara menjalani peran ganda sebagai istri sekaligus ibu pengganti demi anak tersebut. Di tengah rumitnya pernikahan tanpa dasar cinta ini, akankah perasaan tulus perlahan tumbuh di antara Clara dan Noah seiring berjalannya waktu?
Sampul Novel Menceraikan Suamiku yang Menghamili Wanita Lain
8.9
Di tengah perjuangan berat menjalani program bayi tabung yang sudah memasuki bulan keempat, sebuah kenyataan pahit menghantamku. Tetangga sekaligus teman masa kecil suamiku tiba-tiba mengunggah foto kehamilan dengan takarir "Buah cinta kami. Sekeluarga bertiga." Di dalam foto tersebut, tampak jelas tangan suamiku sedang membentuk simbol hati bersamanya. Hal yang paling menyakitkan dan ironis adalah jemari suamiku masih melingkar cincin pernikahan kami yang sah.
Sampul Novel Pernikahan Tak Disengaja: Suamiku Sangat Kaya
8.7
Demi menghindari perjodohan paksa dengan pria tua pilihan keluarganya, Shella mengambil langkah nekat menyewa suami bayaran yang ia kira gigolo. Siapa sangka, pria tersebut sebenarnya miliarder dunia yang sedang menyamar. Hubungan pura-pura ini perlahan berubah menjadi cinta yang tulus saat Shella dihujani kemewahan oleh sang suami. Namun, badai masalah besar segera datang menguji hubungan mereka. Mampukah Shella mempertahankan ikatan pernikahan ini?
Sampul Novel Puncak Nafsu Ayah Mertua
7.9
Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.
Sampul Novel Suami Bayaran
9.3
Indra berkesempatan meraih kekayaan melimpah dan kekuasaan instan secara cuma-cuma. Namun, ada harga mahal yang harus dibayar demi semua kemewahan itu. Ia diwajibkan menikahi seorang wanita, sekaligus menjadi sosok ayah bagi bayi yang bukan anak kandungnya. Di tengah limpahan materi dan tanggung jawab baru yang begitu besar, mampukah Indra bertahan menjalani pernikahan penuh kepura-puraan dan rahasia ini demi imbalan yang luar biasa?