APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Buta Gadis Mafia

Cinta Buta Gadis Mafia

Bagaimana jika takdir memaksa Anda tinggal serumah dengan wanita yang telah menghancurkan pernikahan Anda sendiri? Hidup seorang pria seketika berbalik arah saat kehadiran gadis dari dunia mafia mengacaukan masa depannya secara brutal. Di tengah badai dendam dan kebingungan, ikatan rumit justru mulai terjalin di antara mereka. Akankah kebencian ini berujung pada cinta, atau malah menjadi awal kehancuran yang jauh lebih kelam bagi keduanya dalam romansa mafia ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

________________________

Hampir tiap malam selalu terbayang masa-masa indah bersamanya. Dia seorang gadis yang baik, cantik, mandiri, lembut, dan cerdas. Hana Silvia Putri Agustin, di mana dirimu. 

**

“Mas! kenapa kamu diam? Mas! aku ingin menuntut hakku, hak sebagai seorang istri,” lanjut Andin merajuk. Aku masih bergeming. Biarlah aku dicap sebagai pria yang tidak normal, laki-laki bodoh atau apalah, tetapi ini nyata bahwa sembilan tahun menikah dengan Andin, aku belum pernah menyentuhnya, apalagi berhubungan badan dengannya. 

“Maafkan aku Andin.” Hanya itu jawabku setiap kali dia meminta. 

“Mas, mungkin ini untuk kesekian kalinya aku bersujud. Aku minta maaf atas peristiwa waktu itu, tetapi tolong berikan hakku, setelah itu akan kuturuti permintaanmu, aku ikhlas apabila ingin kamu ceraikan.”

Andin bersujud meminta dan memohon agar aku menggaulinya. 

“Sekali lagi maafkan aku.” 

Jawaban itu yang selalu kuberikan. Ada semburat kecewa di matanya, tetapi aku memang tidak bisa. 

**

Sepulang kerja, seperti biasa aku ke apartemen milikku yang tak jauh dari kantor. Rasanya enggan pulang, apalagi bertemu dengan Andin.

“Bro, bisa ke apartemenku sekarang?” tanyaku pada Hadi melalui sambungan telepon. Hadi adalah sohibku yang paling mengerti. Dia yang selalu menemaniku di saat aku terpuruk. 

“Oke, Bro, tunggu lima belas menit lagi,” jawabnya disebrang sana.

“Jangan lupa bawa minuman!”

“Enggak, Bro, sorry, gue dah tobat gak mau minum-minum lagi.”

“Dasar lo belagu, dikit aja!"

“Enggak!”

“Ya udah, terserah lo, dech.”

Lima belas menit kemudian, Hadi sampai di apartemen. Ia membawakan nasi goreng campur kesukaanku. Rasa lapar yang aku rasakan, membuatku tak tahan untuk langsung melahapnya.

"Hem, ini baru nasi goreng mantap," ucapku sambil mengunyah. 

“Bro, sudahlah, lupakan Hana! Hadapi kenyataan. Sekarang lo punya Andin, jalani aja pernikahan lo."

“Ngomong apa sih lo, lo gak tahu perasaan gue, kan. Sakit tau! sakit banget rasanya dihianati, difitnah, dan sekarang, orang yang memfitnahku harus hidup denganku, gak banget.”

"Iya. Gue ngerti, tapi kan--" 

Belum sempat Hadi melanjutkan ucapannyanya, tiba-tiba gawaiku berbunyi. 

Kriiing ....! kulihat panggilan masuk dari Andin, malas banget.

“Angkat, Bro!” ucap Hadi.

“Malas!"

“Jangan begitu, bro, kasihan dia, dah angkat saja, barangkali ada yang ingin disampaikan.”

Rasanya enggan untuk mengangkatnya, tetapi tidak enak sama Hadi. 

“Ya, ada apa, Ndin,” jawabku malas. 

“Mas, kamu ada di mana? Kamu pulang, kan? Aku dah masakin makanan kesukaanmu, ayo pulang, Mas! sayang nih gak ada yang makan.”

Suara Andin disebrang sana penuh harap. 

“Ya nanti, aku masih lembur,” jawabku sekenanya. 

“Aku tunggu ya, mas, udah ya, bye.”

Kututup gawaiku, aku menghela nafas dalam-dalam. Dasar cewek! 

“Dah sana pulang! kasihan dia menunggumu,” ucap Hadi. 

Aku diam dan masih menikmati nasi goreng campur. 

“Entar aja, masih menikmati nasi goreng. Eh kenapa sih elo ngebelain Andin melulu.”

“Ya bukan gitu sih, bro, Allah mempertemukan kita dengan pasangan kita itu pasti ada maksudnya, jodoh tidak akan tertukar, dan elo menikah dengan Andin karena dia memang jodoh elo, tetapi dengan jalan seperti itu, jalan yang tidak lo senangi.”

Ada benarnya juga apa yang Hadi ucapkan, tetapi butuh waktu, entah kapan aku bisa dan mampu menerimanya. 

“Elo kayak ustadz aja, sih.”

“Kalau ucapanku bener, kenapa gak lo ambil,” ucap Hadi sambil menepuk-nepuk pundakku. Sohibku yang satu ini memang memiliki pemikiran yang luas dan agamis, dia sering menasehatiku ketika aku sedang lemah. 

“Thanks bro, akan gue pikirkan.”

“Nah, begitu. Ini baru sobatku.”

**

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Pemenang Dalam Hidupku
8.6
Selama bertahun-tahun, ia selalu mengalah dan diabaikan oleh keluarganya demi sang adik. Puncaknya terjadi di hari pernikahannya, saat ayah, ibu, kakak, serta tunangannya yang merupakan seorang bos mafia, Jason, justru pergi menghadiri wisuda adiknya. Ditinggalkan sendirian menanggung malu di hadapan para tamu, ia akhirnya sadar bahwa dirinya tidak pernah dianggap penting. Bertekad untuk tidak lagi mengharapkan kasih sayang mereka, ia memutuskan pergi membawa koper dan rahasia kehamilannya demi memulai lembaran hidup baru.
Sampul Novel Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku
9.7
Mendambakan hidup tenang hanyalah mimpi setelah ibu menikahi seorang mantan bos mafia. Kini, Kaelion Verez Montefalco, sang pewaris takhta kejam asal Italia Selatan, resmi menjadi saudara tiriku. Sosoknya yang obsesif mulai mengendalikan setiap embusan napas dan gerak-gerikku tanpa celah. Di tengah perjuangan kerasku demi mempertahankan kebebasan yang tersisa, Kaelion justru memakai seluruh kekuasaannya untuk menjeratku dalam dominasi dingin yang mustahil kuhindari.
Sampul Novel Calamity Of Love
9.4
Camilio Danielle Osvaldo, pemuda ber-IQ 150 berprestasi militer tinggi, terpuruk akibat patah hati mendalam. Di tengah keputusasaan, Mike menawarinya bergabung dengan sindikat mafia global, Black Nostra. Walau sempat menolak demi hati nurani, keteguhan Camilio runtuh saat menyaksikan solidaritas luar biasa di kelompok tersebut. Di balik dunia kriminal yang keras, ia justru menemukan kehangatan sebuah keluarga yang tak pernah ia duga sebelumnya.
Sampul Novel Dibiarkan Mati: Dosa Gembong Mafia
8.6
Suamiku, bos mafia Jakarta, enggan punya anak denganku. Rahasia kelamnya terbongkar: ia punya putra dari musuh kami. Kebengisannya membuatku keguguran, lalu selingkuhannya melempar jasadku ke jurang. Berhasil selamat, aku bangkit sebagai arsitek ternama dunia. Saat aku tampil di televisi, sang gembong mafia yang dulu menghancurkan dan membiarkanku mati kini bersujud memohon maaf di kakiku.
Sampul Novel Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi!
9.7
Malam sebelum pernikahan megah dua keluarga mafia, Jeny menemukan pesan mesum dari Via di ponsel Leo. Meski Leo berjanji setenang mungkin untuk memutuskan hubungan dengan adik mendiang wakilnya itu, pengkhianatan nyata terjadi di hari pernikahan mereka. Saat janji suci hampir diucapkan, Leo memilih pergi menyelamatkan Via yang mengancam bunuh diri. Ditinggal sendirian di altar, Jeny memutuskan mengakhiri hubungan mereka selamanya. Ia menghilang tanpa jejak, membawa pergi anak Leo yang sedang dikandungnya.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah didera kemalangan setelah orang tuanya menjadikan dirinya jaminan utang pada mafia kejam. Kini ia terkurung dalam kehidupan bak penjara, sembari terus dihantui oleh trauma masa lalu yang begitu kelam. Di tengah penderitaan ini, Alena bertekad mencari tahu alasan mengapa orang tuanya tega meninggalkannya dalam bahaya. Mampukah ia bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?