APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Chasing Your Love

Chasing Your Love

Demi menghindari perjodohan paksa dengan seorang duda yang direncanakan ayahnya, Carissa memilih melarikan diri. Ia tidak menyadari bahwa rencana tersebut adalah taktik licik ibu dan adik tirinya untuk menguasai warisan miliknya. Di tengah pelarian, Fabian datang menyelamatkannya dan menawarkan kesepakatan: menjadi tunangan pura-pura agar ia terbebas dari perjodohan ibunya. Masalah rumit muncul ketika Fabian menyadari calon tunangan aslinya adalah mantan kekasihnya, sementara Carissa mulai jatuh cinta padanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Lekas pergi dari hadapanku!" usir pria itu dingin seraya melempar lembaran uang di atas ranjang yang berantakan.

Wanita yang baru saja menjajakan jasanya itu memunguti lembaran uang berwarna merah yang berhamburan di ranjang dengan senyum kecut. Apa pelayanannya kurang memuaskan atau pria itu yang tidak tahu caranya bermain, atau memang mood pria itu yang sedang tidak bagus? batin wanita penjaja napsu itu berkecamuk.

"Shit! Bodoh!" Entah sudah berapa kali umpatan yang terlontar dari bibir pria berkulit cokelat itu seharian ini.

Drrtt ... drrtt.

Pria itu mengambil ponsel yang tergeletak di nakas samping ranjang.

"Hmm."

"Kapan balik?" sapa suara di seberang sana.

"Sebentar lagi."

"Gimana kerjaan?"

"Sialan emang si Revan! Ngurus kerjaan gak ada yang becus!" makinya. Orang di sebarang sana tertawa cekikikan tanpa dosa.

"Ya, udah, mending lo balik sekarang mumpung belum malam, Yan," saran pria di seberang sana. "Eh, gimana cewek yang gue pesenin tadi hah?" tanyanya lagi.

"Gak ada kesan sama sekali," jawab pria itu datar.

"Hahaha ... sorry, sorry. Lain kali gue cariin yang lebih hot deh."

"Gak perlu. Ya, udah gue mau turun buat check out, sampe ketemu di rumah tiga jam lagi," tutup Bian yang bernama asli Fabian Airlangga Wijaya.

Satu minggu yang lalu Revano, adiknya, ditugaskan mengurus proyek yang berada di luar kota. Setelah beberapa hari kerja ternyata Revan melakukan banyak kesalahan beserta anak buahnya, sehingga banyak proyek yang rusak mesti harus diubah dan diganti lagi.

Akan tetapi, si pembuat masalah enggan kembali untuk memperbaikinya, lebih memilih terbang ke Singapore untuk liburan tanpa merasa bersalah. Itu sebabnya Bian yang ditugaskan sang Ayah untuk mengambil alih proyek tersebut.

***

Carissa menyusuri pinggir jalanan aspal yang ramai dengan kendaraan, entah sudah pukul berapa saat ini dia tidak tahu, pastinya sudah lewat pukul 21.00. Ke mana tujuannya pun dia tidak tahu, uang yang di saku celananya hanya tersisa sepuluh ribu. Ada pula kalung di lehernya dan dua cicin yang melingkar di jari manis dan tengahnya. Dia harus menemukan tempat untuk menjualnya agar bisa menyewa tempat untuk beristirahat walau untuk semalam saja.

Jalanan yang dilalui Carissa saat ini terlihat lengang, sepertinya dia memasuki daerah perumahan kosong yang terbengkalai. Tiba-tiba ada dua orang yang menaiki sepeda motor berhenti menghalangi langkah gadis itu. Seketika jantungnya berdegup dengan cepat, firasatnya tidak baik.

Salah seorang turun dari sepeda motor dan satu lainnya memarkir kendaraan di balik pohon yang tumbuh di pinggir jalan. Carissa gegas mengambil langkah seribu. Namun nahas, pria berkumis lebat itu mencekal tangannya kencang lalu menyeretnya. Carissa ingat mereka adalah orang yang tadi berada di warung.

"Tidaak! Lepaaskan ...!" teriak gadis itu mencoba meronta.

"Kita senang-senang dulu manis," ucap pria berkumis lebat itu dengan senyum memuakkan.

"Bro, cepet bawa sini!" panggil temannya tidak sabar.

"Toloong!"

"Sstt ... jangan berteriak!" Kembali pria itu menarik tangan Carissa kasar.

Carissa susah payah melawan dengan kekuatan yang dia miliki, tapi dibanding kekuatannya dengan dua laki-laki dirinya bukanlah tandingannya.

Kedua pria itu berhasil membawa Carisaa masuk ke dalam rumah kosong yang tak terawat. Gadis itu semakin meronta, kakinya menendang-nendang kedua pria itu.

"Toloong!" Carissa kembali berteriak sekuat tenaganya. Karena kesal akhirnya salah satu pria itu membekap mulut gadis itu, agar tidak lagi menimbulkan suara berisik.

"Ini ambil," kata pria satunya menyerahkan tali untuk mengikat tangan Carisaa.

Carisaa masih memberontak, wajahnya sudah basah dibanjiri oleh peluh dan air mata. Batinnya berteriak, mengapa kejadian buruk selalu menimpanya. Dalam hatinya dia berjanji bila ada seorang yang menyelamatkannya dari kedua manusia laknat ini, dia berjanji akan memenuhi keinginan apa pun orang itu. Itu janjinya.

Gadis itu sudah tak memberontak lagi, dirinya telah pasrah dengan keadaan. Ketika kedua orang itu mulai melucuti pakaian yang dikenakannya. Dua pasang mata itu menatap lapar pada tubuh yang tergeletak lemah tak berdaya di atas lantai kotor itu. Tangan pria bertato itu membelai dada gadis itu dengan gemas. Sedangkan pria berkumis lebat sibuk membuka celana jeansnya untuk segera mengekseskusi Carissa.

"Ehem! Boleh bergabung?" Terdengar suara berat di belakang mereka.

Tadi ketika Bian meninggalkan hotel tempatnya menginap dia melewati jalan lain menuju proyek dan tak sengaja melihat seorang wanita yang diseret oleh kedua pria tersebut ke rumah kosong terbengkalai. Alih-alih tak ingin ikut campur, rasa iba dalam dirinya pun memberontak tidak tinggal diam.

Kedua orang itu terkejut dengan kehadiran seorang yang tiba-tiba muncul tanpa diduga. Mereka menghampiri orang asing tersebut dengan membawa balok kayu yang tergeletak di lantai kotor itu.

"Ngapain lu, b*ngsat!" hardik pria yang memiliki tato di lengannya.

Bian melirik gadis yang tergeletak lemah di lantai, tubuh atas gadis itu sudah terekspos. Bian meludah jijik menatap kedua orang yang kelaparan akan napsunya.

"Kalian sampah!" desisnya tajam.

"Lo kagak usah ikut campur, S*tan!" bentak pria berkumis lebat.

Pria bertato di lengan mulai melayangkan balok kayu ke arah Bian, dengan mudah pria itu mengelak dan mulai mengambil kuda-kuda untuk melawan balik. Tidak sia-sia latihan muaythai yang sejak dulu dia geluti, kini berguna juga.

Kembali pria berkumis lebat melakukan serangan, sebuah pukulan mengenai bahu Bian kala sedang menghajar pria bertato itu.

"Shit!"

Dengan gerak cepat, Bian melayangkan tendangan ke arah perut lawannya satu persatu. Berjalan menyasar pria bertato dan menindihi tubuhnya dan mulai kesetanan menghajar wajah pria itu hingga tak sadarkan diri. Setelah itu, Bian bangkit mencari pria berkumis lebat yang kini berdiri terpojok.

Kepala Bian meliuk ke kiri dan kanan seraya mengepalkan kedua tangannya.

"Lo ngebunuh temen gua b*ngsat?!" teriak marah pria berkumis lebat.

"Ya, dan lo selanjutnya!" ujar Bian dengan tatapan siap membunuh.

Bian melangkah perlahan ke arah pria itu yang mulai ketakutan. Diliriknya teman yang tak sadarkan diri di bawah sana, wajahnya sudah tak berbentuk lagi akibat dihajar pria asing ini.

"Lo punya dua pilihan. Lo bisa pergi dari sini secepatnya atau lo mau berakhir seperti temen lo itu," tawar Bian.

Pria berkumis lebat itu bimbang, entah dia ingin melawan atau meninggalkan temannya di sini. Tanpa pikir panjang pria berkumis lebat memilih lari keluar, saat hendak menghidupkan motornya dia lupa bahwa kunci motor itu dipegang oleh temannya yang tak sadarkan diri di dalam. Akhirnya pria itu lari terbirit-birit meninggalkan lokasi dan membiarkan temannya di sana.

Bian menghampiri gadis yang terkulai lemah di lantai, tangan gadis itu terikat ke atas sebuah palang. Gejolak kelelakiannya tiba-tiba melonjak naik begitu menatap bagian atas tubuh gadis itu yang polos tanpa busana. Gundukan kembar milik gadis itu menantang seakan minta diremas.

Pria dengan tinggi 180 cm itu membungkuk lalu menyapu anak-anak rambut gadis itu yang menutupi wajahnya. Cantik. Tatapan mereka menyatu bola mata cokelat gadis itu seolah menghipnotisnya. Bian melepas sumpalan di mulut gadis itu dan membuka ikatan tangannya.

Pria itu melepas kemejanya lalu memberikan kepada gadis itu untuk dipakainya. Baju gadis itu sudah terkoyak begitu juga dengan pakaian dalamnya.

Carissa masih belum bersuara akibat syok yang dialaminya, gadis itu menatap ngeri pada pria yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya terikat. Dengan terpaksa Bian mengangkat gadis itu meninggalkan lokasi laknat tersebut dan membiarkan tubuh pria bertato itu di sana sendiri.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta satu malam terbaik
8.7
Ditinggal sang kekasih membuat Feyleria terpuruk hingga ia terbangun di sebelah pria asing lalu kabur. Namun, Alexander, pria misterius malam itu, justru terobsesi padanya. Melalui tekanan orang tua, Alex menjebak Fey dalam perjodohan rumit. Di kala perasaan cinta Fey untuk Alex mulai bersemi, Sani sang mantan kembali untuk merebut hatinya. Fey pun bimbang memilih bayang masa lalu atau masa depan bersama pria yang tulus memujanya.
Sampul Novel Dilema Hati
8.3
Kehidupan mandiri Leonard Mahendra yang berusia 38 tahun berubah drastis sejak kedatangan Evelyn. Putri sahabatnya itu menumpang hidup karena sang ayah berdinas di luar negeri. Kepribadian Evelyn yang periang memberi warna baru pada hari-hari Leonard. Lambat laun, kepedulian Leonard berkembang menjadi cinta terlarang. Evelyn pun bimbang karena memendam rasa pada teman ayahnya. Hubungan rahasia ini terancam hancur saat ayah Evelyn pulang dan mengetahui segalanya.
Sampul Novel Mengandung Anak Boss
8.3
Siska awalnya hanya ingin bekerja sebagai sekretaris di perusahaan mewah. Namun, Arga, sang atasan yang tampan, malah menyodorkan kontrak kerja yang sangat tidak biasa. Bosnya tersebut rupanya memiliki kondisi medis khusus yang mewajibkannya meminum ASI. Siska pun kini berada di persimpangan jalan yang sulit, harus memilih antara tetap bersikap profesional atau bersedia menjadi penyedia ASI demi memenuhi kebutuhan kesehatan unik sang pimpinan.
Sampul Novel Pengorbanan Cinta Sang Letnan
9.6
Dua tentara elit Kopassus berlatar intelijen, Rey dan Alex, telah menjalin persahabatan sejak masa kecil. Namun, hubungan erat mereka kini diuji oleh perasaan cinta pada wanita yang sama. Di sela-sela perjuangan dan pengabdian besar mereka untuk negara, konflik batin yang sengit pun mulai membayangi. Takdir menuntut mereka menentukan pilihan sulit antara loyalitas pada tugas negara atau ego pribadi. Akankah cinta yang menang, atau justru persahabatan mereka yang hancur?
Sampul Novel Saat Dia Menang, Aku Hilang
9.2
Selama sepuluh tahun, hubungan dengan Julian Jovan, grandmaster catur jenius dari Benua Nathan, tidak pernah berujung pada pernikahan. Julian menolak komitmen demi fokus pada target kariernya. Tanpa berdebat, kekasihnya diam-diam mempersiapkan keberangkatan Julian ke Kejuaraan Dunia. Di saat Julian berhasil meraih piala kemenangan di hadapan dunia, ia tidak menyadari bahwa pasangannya yang sedang sekarat tengah menandatangani surat persetujuan kematiannya sendiri.
Sampul Novel Skandal anak Sekolah
8.6
Kehidupan SMA Rani yang awalnya indah berubah menjadi mimpi buruk akibat kesalahan fatal. Terbawa oleh gelora cinta pertama bersama Alan, ia harus menghadapi kenyataan pahit saat alat tes kehamilan menunjukkan hasil positif. Di usianya yang masih sangat muda dan berstatus sebagai pelajar, Rani kini terjebak dalam konsekuensi besar. Sanggupkah ia bertahan menjalani hari-harinya setelah skandal kehamilan ini terbongkar ke publik?