APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cermin

Cermin

Pasca-kecelakaan, Inestia Rossi bisa melihat hantu dan mendeteksi kematian. Baginya, cermin adalah satu-satunya media yang jujur mengungkap wujud asli mereka. Di tengah trauma cinta, ia bertemu Rangga, pria skeptis yang memberinya keberanian. Meski kerap terancam kasus mengerikan di apartemennya, Ines pantang menyerah. Walau konflik keluarga sempat memisahkan mereka, takdir mempertemukan keduanya kembali untuk berjuang dalam status hubungan yang baru.
Bab
Bagikan

Bab 2

Masih berada di gedung bertingkat ini, kini aku memilih sebuah coffe break yang biasa ku datangi setelah selesai berbelanja buku. Segera menuju kasir untuk memesan sekaligus membayar. Karena beginilah sistem di tempat ini.

"Baik, silakan ditunggu pesanannya, Kak. Aduh, maaf mejanya masih penuh. Sebentar kami siapa meja dulu, ya, kak." Wanita dengan topi hitam khas cafe tersenyum ramah padaku lalu mengisyaratkan temannya untuk bergerak.

"Ros! Rosi!" jerit sebuah suara yang sangat familiar di telinga. Aku mengedarkan pandangan ke sekitar, mencari sosok yang sepertinya mengenalku, dan sebuah lambaian tangan membuatku segera mengenali nya. "Indi?" Dia tersenyum lebar dengan tangan terus bergerak, menyuruhku mendekat.

"Kak, saya duduk di sana saja."

Indi tidak sendirian, ada Nita juga. Tapi rupanya aku salah memutuskan untuk bergabung dengan mereka. Karena di meja mereka cukup banyak orang. Namun aku tetap mendekat, sekedar basa basi sejenak sambil mencari meja yang bisa kutempati.

"Belanja?" tanya Indi begitu aku mendekat. Kami segera melakukan salam pertemuan khas wanita. Saling menempelkan pipi kanan kiri bergantian. Indi segera menebak karena melihat kantung plastik di tanganku.

"Iya, biasa, asupan seorang penulis." aku mengangkat novel buruanku sejajar dengan bahu kami.

"Beli apa lu?" tanyanya segera mengambil alih kantung plastik tersebut.

"Duduk dulu, Mak," Nita menyapa sambil menarik sebuah kursi di sampingnya.

"Eh iya, nanti aja. Biar gue cari meja lain aja. Kalian lagi 'ini', kan?" tanyaku dengan pertanyaan yang patut dipertanyakan kejelasannya.

"Santai kita kok, sini ah! Meja nya penuh semua tuh. Sini aja udah!" paksa Nita. Alhasil tubuhku pasrah dibawa duduk berada di sampingnya. Sementara Indi masih sibuk memeriksa novel yang kubeli tadi, Nita dengan lancar memperkenalkan empat orang di hadapan kami, yang baru kutau kalau mereka adalah teman kampus Nita dan Indi dulu.

"Itu Nanda, Najwa pacarnya Nanda, terus Rangga, tanpa cinta. Hahaha. Sama Fahri. Kebetulan kita ketemu tadi di depan, jadi sekalian reuni kecil-kecilan deh," jelas Nita.

"Hai." hanya kata itu yang terucap dari bibirku. Tentu dengan segaris senyum tipis yang berusaha kulakukan dengan tulus.

"Guys, ini temen gue, Rosi. Dia ini penulis novel terkenal loh," bisik Nita seolah hal ini adalah rahasia. Seperti memperkenalkan spiderman tanpa kostum ke sekumpulan kenalannya. Terkesan aneh bagiku. Aku segera menyikut Nita dan mengelak halus. "Amatir, Nit."

"Amatir apa? Tenang aja, sebentar lagi novel lu bakal best seller, Ros. Novel lu bagus tau. Suka merendah deh!" tambah Nita.

"Ros, ini gue udah baca nih. Bagus nih, malah mau keluar lagi seri keduanya," tukas Indi menunjukkan novel fantasi dengan membeberkan warna mata yang memiliki kemampuan supranatural.

"Oh ya? Gue baru lihat tadi, minggu lalu nggak ada padahal."

"Rosi? Oh penulis novel yang kemarin elu pinjemin ke gue, Nit?" tanya seorang pria berkaca mata yang duduk di depan kami.

"Nah iya, itu novel dia. Gimana? Elu udah beres baca, Ngga?"

"Belum. Wahaha. Lagi suka baca cerita dewasa sih gue sekarang. Horor, ya? Novel situ?" tanyanya lagi, menunjukku.

"Iya horor."

"Ada buka-bukaannya nggak?"

"Ada. Pas kuntinya pakai gaun seksi," sahutku asal.

"Yee, itu sih nggak seksi. Serem iya!"

"Lagian Rangga selera nya mah yang gitu-gitu. Dasar laki mesum!" kelakar Indi dengan melempar onion ring di depannya.

"Mungkin kalau udah ada 'cinta' berubah, ya?" gurauku dengan menekankan kata cinta tadi.

"Yah, Mba, dia itu trauma pacaran. Sekarang kan homo tuh," ejek Fahri.

Rupanya mereka tidak seburuk itu, semua mengalir dengan ringan seolah kami sudah lama saling mengenal.

Ponselku bergetar, nama yang tertera pada layar membuatku tidak segera menerimanya. Entah mengapa aku langsung teringat pada Lili.

"Ros, nggak diangkat? Siapa sih?" tanya Nita sambil ikut melihat layar ponselku. "Mey? Kenapa nggak diangkat? Kalian berantem?"

"Hm, enggak kok. Cuma ... Takut."

"Takut apa?"

"Kabar yang bakal dia kasih ke gue."

"Maksud elo?"

"Gue ... Gue tadi lihat 'itu' lagi."

"Itu? Maksud elo, setan?" tanya Nita makin serius. Otomatis kelima orang di sekitar kami ikut fokus pada obrolan kami berdua.

"Hah? Setan di mana?" Indi ikut penasaran dan menanyakan pertanyaan beruntun layaknya wartawan.

Aku menekan kepala, bertumpu pada meja dengan kopi milikku tepat di bawah wajahku. Aroma kopi ini cukup menenangkan untuk ku menceritakan kejadian tadi.

"Hah! Serius lu? Lili?! Lili yang bokap nya anggota dewan itu, kan?" tanya Indi heboh.

"Yang cowoknya juga anak anggota dewan juga?"

Aku hanya menanggapi pertanyaan mereka dengan anggukan. Namun, sekelebat bayangan membuat perhatianku teralih sejenak. Koridor di luar cafe ini, menampilkan sosok yang sedang kami bicarakan. Berjalan dengan kondisi sama seperti yang kulihat tadi, basah, pucat dan mengerikan. Melewati koridor sambil terus menatap meja kami tanpa mengedipkan mata. Aku ikut terbawa suasana, terus menatapnya tanpa peduli panggilan mereka di sekitar ku.

"Astaga, Ros! Iya! Itu, kan? Dia lewat?" tanya Indi berusaha tidak terlihat takut. Indi memang sedikit peka sama sepertiku. Salah satu alasan aku berteman dengannya karena kesamaan ini. Setidaknya jika bersamanya aku tidak gila sendirian saat melihat sosok seperti tadi.

Kugeser layar ponsel tanpa menatapnya. Dering panggilan Mey sangat mengganggu, dan dia tidak akan berhenti sampai aku mengangkat telepon darinya.

"Ya Mey? Kenapa?"

"Ros ... Lili, Ros!"

"Aku tau."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dijodohkan Hantu
8.7
Erina, gadis yatim piatu penyintas kebakaran yang bisa melihat makhluk halus, terus diikuti hantu wanita selama sepekan. Arwah itu memohon agar Erina menghibur suaminya yang tengah berduka. Walau awalnya enggan, Erina akhirnya bersedia menemui Eldrick Damiano. Tak disangka, pertemuan tersebut menumbuhkan rasa cinta di diri Erina. Sayangnya, Eldrick telah menutup rapat hatinya dan bersumpah setia selamanya kepada sang mendiang istri.
Sampul Novel KUNCI LATHI
8.7
Azalia terbangun tanpa memori sedikit pun tentang masa lalunya. Satu-satunya petunjuk yang tersisa hanyalah kepingan mimpi buruk yang terasa begitu nyata dan mengerikan. Kehilangan identitas secara misterius memaksa gadis ini hidup dalam ketakutan yang mencekam. Kini, di tengah kegelapan yang terus mengepung, ia harus berjuang keras mencari jawaban. Mampukah ia mengungkap kebenaran di balik jati dirinya yang hilang dan lolos dari jeratan teror yang tiada henti?
Sampul Novel Manusia Kelabang
8.6
Misteri kelam menyelimuti legenda mengerikan tentang penciptaan Manusia Kelabang. Ritual kuno ini menuntut sepuluh ribu kelabang dewasa yang masih hidup dikurung bersama tiga belas gadis perawan di dalam sebuah ruangan batu tertutup rapat. Tanpa setetes pun air atau makanan selama bulan Agustus, mereka dibiarkan bertahan hidup. Setelah tiga puluh hari berlalu dalam kegelapan, akumulasi teror tersebut akan mengubah para korban dan ribuan serangga itu menjadi entitas baru yang sangat berbeda.
Sampul Novel Salah Mencintai
9.3
Salah Mencintai mengisahkan keputusasaan seorang istri yang terjebak di dalam gua gelap di bawah ancaman kawanan serigala. Ketika api unggun meredup, ia mencoba menghubungi Haris, suaminya yang menjabat sebagai ketua tim penyelamat. Alih-alih menolong, Haris justru mengabaikannya demi mengantar cinta pertamanya ke rumah sakit. Di tengah penolakan dingin sang suami dan serangan fatal kawanan serigala yang kelaparan, wanita hamil ini harus menghadapi akhir tragis bersama janin di kandungannya.
Sampul Novel Suami Dari Alam Lain
8.5
Tiga sahabat, termasuk Indri, terjerat dilema cinta yang rumit setelah terpikat oleh ketampanan seorang pria asal Uwentira. Kota gaib terbesar di Indonesia tersebut menyimpan daya tarik mistis yang begitu kuat. Kini, mereka dihadapkan pada keputusan besar yang akan menentukan takdir hidup mereka. Haruskah mereka bertahan di dunia nyata, atau justru memilih tinggal selamanya di alam gaib demi mengejar cinta? Kisah fantasi penuh misteri romantis.
Sampul Novel Terlahir Kembali: Menyelamatkan Anakku Dari Sahabatku
8.6
Saat sahabatnya mengalami kerontokan rambut parah, sang protagonis menolak meminjamkan ASI miliknya. Sahabatnya kemudian membeli ASI terinfeksi dari internet hingga tertular penyakit. Menyalahkan penolakan tersebut, sang sahabat menyusup ke rumah dan mencekik anak perempuan protagonis hingga tewas menggunakan rambutnya. Setelah membalas dendam secara brutal, sang ibu tiba-tiba terbangun dan kembali ke masa lalu, tepat di hari saat permintaan ASI itu pertama kali diajukan.