APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Candu Dekapan Kakak Ipar

Candu Dekapan Kakak Ipar

Menjadi bagian dari keluarga konglomerat justru menjadi siksaan bagi Djiwa. Diperlakukan buruk oleh ibu mertua tanpa pembelaan dari suaminya sendiri, ia merasa terasing di rumah megah tersebut. Namun, kehadiran Radja, kakak ipar tertua yang berwibawa dan dingin, mengubah segalanya. Tatapan intens Radja membangkitkan hasrat terlarang yang berbahaya. Djiwa pun terjebak dalam pusaran dosa manis yang tak bisa ia hindari, menyerah pada sentuhan pria yang seharusnya tidak boleh ia cintai.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Kamu tidak seharusnya mengikuti ucapan orang lain terus.”

Djiwa mengangkat kepalanya menatap ke mata Radja, sedikit terkejut—karena ini pertama kalinya Radja mengucapkan sesuatu yang terasa berada di pihaknya.

Tapi sebelum ia sempat mengerti maksudnya, Radja melanjutkan langkahnya mendekat, ekspresi dingin tak berubah.

“Jangan biarkan dirimu dijadikan pembantu. Posisi kamu di rumah ini menantu keluarga Reinard.”

Djiwa menunduk cepat, jari-jarinya saling meremas. “I-iya, Mas,” suaranya hampir tak terdengar karena gugup.

Radja mendekat satu langkah lagi, cukup untuk membuat jantung Djiwa melonjak ke tenggorokan—napasnya tercekat.

Tatapan kakak iparnya begitu dingin, seolah menguliti, seperti bisa membaca semua hal yang berusaha disembunyikan gadis itu.

“Kamu tidak apa-apa?” tanya Radja. Singkat. Tidak ada nada manis, tapi justru karena itulah pertanyaannya terasa lebih menusuk.

Djiwa buru-buru menggeleng, tapi mata yang sedikit bengkak itu tak bisa membohongi pria di hadapannya.

Radja menyipitkan mata, ekspresinya nyaris tak terbaca. “Kamu habis menangis.”

Bukan pertanyaan, itu pernyataan. Karena faktanya, Djiwa memang sehabis menangis.

Djiwa terdiam kaku, menahan napas, takut menjawab salah. Sementara Radja masih menatapnya dingin, tajam—tapi terasa seperti ada sedikit perhatian tersembunyi di baliknya.

Belum sempat Radja melanjutkan ucapannya lebih jauh, suara Inggrit dari luar rumah memecah ketegangan.

“Mas Radja, ayo berangkat! Nanti Anggi telat!”

Suara itu lantang. Dan tepat di detik itu, Djiwa melihat rahang kokoh Radja mengeras—seolah kalimat yang tadi hendak ia ucapkan terpaksa ditelan kembali.

Tanpa sepatah kata pun, pria itu berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan ruang tengah untuk menyusul istri dan anaknya.

Begitu bayangan Radja benar-benar menghilang dari pandangan, Djiwa akhirnya bisa menarik napas lega—seolah baru saja terlepas dari genggaman sesuatu yang menekan dadanya sejak tadi.

_____

Malam harinya, seluruh keluarga kembali berkumpul di meja makan seperti biasanya. Namun kali ini ada yang berbeda—kursi Djiwa kosong, dan ketidakhadirannya terasa begitu mencolok di antara riuh rendah suara sendok garpu.

Satu keluarga sama-sama memiliki sikap dingin dan cuek. Tak ada satupun yang memiliki sikap ceria, kecuali Djiwa. Tapi sayang, gadis itu tidak memiliki banyak kesempatan bicara daripada anggota keluarga yang lain.

“Di mana istri kamu, Kai?” tanya Sekar pada putra bungsunya, melirik Kaisar penuh.

Kaisar sedikit tersentak ketika sang ibu bertanya padanya dengan nada dingin. “Mungkin udah makan lebih dulu, Mi.”

“Mungkin?” ujar Sekar skeptis, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.

“Hm,” sahut Kaisar singkat—melanjutkan makan malamnya dengan tenang.

“Kamu ini suami, tapi lembek ya, Kai?” sindir Sekar, nadanya halus tapi sengatannya tajam.

Bagian ini selalu menjadi momen yang paling dibenci Kaisar. Setiap kali ibunya mulai berbicara seperti itu, perutnya terasa menegang.

Bukan hanya karena kata-katanya menohok, tapi karena dua kakaknya yang duduk tak jauh darinya seakan menjadi saksi bisu betapa ia selalu menjadi anak yang kurang di mata sang ibu.

Perhatian ibunya lebih banyak tercurah pada kakak-kakaknya. Dan sekarang nasib pernikahannya pun dianggap sebagai kegagalan yang sepenuhnya salahnya.

Termasuk punya istri seperti Djiwa.

Istri yang menurut ibunya lahir dari keluarga melarat. Berpendidikan rendah. Sampai sering diperlakukan seperti pembantu oleh istri kakak-kakaknya.

Gadis itu selalu menurut, selalu diam, membuatnya terlihat semakin memalukan dibandingkan kedua kakaknya yang memiliki istri dari keluarga berada.

Tangan Kaisar mengepal di atas meja, buku-buku jarinya memutih. Raut wajah kesal itu berusaha ia sembunyikan, namun sulit saat Sekar belum selesai berbicara.

“Kamu itu kepala rumah tangga dalam pernikahan kamu,” lanjut Sekar tenang, “Mengurus satu istri saja kamu tidak becus. Belajarlah dari kakak-kakakmu ini.”

Kedua kakak yang dimaksud—Radja dan Sultan, hanya melirik ke arah sang adik sekilas sebelum melanjutkan kembali makan malam mereka.

Sementara kedua kakak iparnya—Inggrit dan Fairish, hanya diam tanpa menanggapi, jelas tampak menahan napas jika sudah membuka obrolan sensitif ini.

Kaisar menunduk sedikit, rahangnya mengeras.

“Iya, Mi,” sahutnya singkat, suaranya datar.

Lima belas menit kemudian, makan malam selesai.

Satu per satu anggota keluarga kembali ke kamar masing-masing untuk melanjutkan istirahat setelah lelah bekerja setengah hari ini—termasuk Kaisar.

Saat pria itu mendorong pintu kamarnya, pandangannya langsung jatuh pada sosok Djiwa yang sedang duduk di sofa, menatap ponsel sambil berusaha menenangkan pikirannya sendiri.

Langkah Kaisar terdengar tegas dan berat. Tanpa satu kata pun, ia meraih ponsel dari tangan Djiwa dan melemparkannya ke lantai. Suara pecahan memenuhi ruangan.

PRANG!

“Mas …!” Djiwa terlonjak, tubuhnya spontan bangkit duduk. Matanya membesar, napasnya tercekat.

“Ya ampun, Mas. Kamu kenapa?” suaranya pelan, nyaris berbisik.

Kaisar tidak menjawab. Wajahnya datar, tetapi matanya gelap, dipenuhi amarah dingin yang membuat udara kamar terasa menyesakkan.

Ia mengeluarkan sebuah kartu nama dari saku celananya, lalu melemparnya ke pangkuan Djiwa.

“Temui pria itu,” ucapnya, suaranya rendah namun tajam. “Dan tidur dengan dia sampai kamu hamil.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku dan Pacar Menikah Di Hari Yang Sama
9.7
Setelah video lamaran kekasihnya, Willy, dengan sang sekretaris viral di internet, Sarah mencari penjelasan. Namun, ia justru mendengar Willy meremehkan hubungan tujuh tahun mereka demi menyelamatkan sang sekretaris dari pernikahan paksa. Sadar kesetiaannya tidak dihargai, Sarah memutuskan untuk menikah dengan pria lain di hari yang sama dengan pernikahan Willy. Saat iring-iringan mobil pengantin mereka berpapasan di jalan, Willy sangat terpukul melihat Sarah mengenakan gaun pengantin bersama pria lain.
Sampul Novel Ketika Suami Membagi Cinta
7.9
Enam tahun membina rumah tangga karena kesalahan masa lalu, Arunika Selvara harus menerima kenyataan pahit bahwa suaminya, Davin Albrecht, menaruh hati pada Selina. Keretakan pernikahan mereka kian nyata saat putri mereka, Mireya, mulai lebih dekat dengan Selina. Meski mencintai wanita lain, Davin menolak bercerai. Di tengah rasa sakit, Arunika memilih pasrah dan menarik diri. Namun, keputusan Arunika untuk menjauh justru menyadarkan Davin bahwa ia tidak bisa hidup tanpa istrinya.
Sampul Novel Love Escape
8.4
Impian Ghena untuk dilamar di hari jadi mereka pupus seketika saat Bastian mengakhiri hubungan 15 tahun mereka demi menuruti perjodohan keluarga. Demi menata hidup baru, Ghena memilih pindah ke Singapura dan bekerja sebagai pemandu wisata. Namun, setahun berlalu, Bastian tiba-tiba hadir kembali bersama tunangannya dan menyatakan cinta pada Ghena. Kini, Ghena dihadapkan pada pilihan sulit: tetap kuat menolak mantan kekasihnya atau goyah dan menjadi orang ketiga.
Sampul Novel Menikahi Ayahnya Setelah Terlahir Kembali
8.1
Setelah tewas mengenaskan bersama kedua anaknya akibat tabrakan maut yang disebabkan oleh suaminya yang mabuk, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun di masa lalu, tepat saat pria yang dicintainya dan ayah pria tersebut sedang terpengaruh obat perangsang. Di kehidupan sebelumnya, ia memilih sang pria pujaan hingga berujung pada pernikahan dingin yang penuh kebencian. Kini, ia bertekad mengubah takdirnya dengan menolong sang ayah dan memilih menjadi ibu tiri mantan suaminya.
Sampul Novel Namaku Kamilia, Tuan
9.2
Kartika terpaksa melepas Saiful, kekasihnya, demi melunasi utang sang ayah. Ia berganti nama menjadi Kamilia dan dijual seharga puluhan juta kepada Heru, seorang pria kota. Menjadi wanita simpanan membuat Kamilia kerap disiksa, hingga ia nekat kabur demi menyelamatkan diri. Kini, ia harus melewati jalan hidup yang sangat kelam dan berliku. Akankah Kamilia berhasil bebas dari dunia hitam tersebut dan bersatu kembali dengan Saiful?
Sampul Novel Tak Lagi Menua Bersama
8.1
Saat menjalani pemeriksaan bayi tabung keempatnya, Jennie justru memergoki suaminya, Erwin Sentosa, sedang mendampingi wanita hamil di rumah sakit. Padahal, Erwin mengaku sedang berada di luar kota. Demi mendapatkan pewaris keluarga, Erwin meminta Jennie memaklumi situasi tersebut dan berjanji hubungan mereka akan kembali normal setelah bayi itu lahir. Alih-alih marah, Jennie berpura-pura setuju sambil menyembunyikan hasil tesnya sendiri. Begitu hari persalinan wanita itu tiba, Jennie langsung meninggalkan surat cerai dan pergi selamanya.