APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Buku Harian Rahasia Fiona

Buku Harian Rahasia Fiona

Terjebak dalam pelukan erat seorang pria bertubuh tinggi di dalam mobil, Fiona hanya bisa menangis tersedu-sedu sambil memegang erat sandaran kursi penumpang. Sentuhan intim di pinggangnya membuat napasnya kian sesak dan tak berdaya. Di tengah kepasrahan itu, ia memohon agar mereka tidak melakukannya di sana. Namun, saat pria itu membisikkan tawaran untuk pindah ke rumahnya, Fiona yang sudah melemas akhirnya menyerah dan menyetujui ajakan tersebut tanpa berani menatap matanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku menarik sabuk pengamanku erat-erat, memegang sandaran kursi penumpang dengan satu tangan dan dipeluk erat oleh pria di belakangku sementara aku sedikit menangis tersentak.

Tubuhnya yang tinggi memeluk erat tubuhku yang ringkih, tangannya yang membelai pinggangku membuat tangisan dan napasku semakin sesak.

Akhirnya aku tidak tahan dan memohon, “Jangan, jangan di sini, ya?”

“Jadi ke rumahmu? Hmm?”

Suaranya begitu dekat hingga tubuhku langsung melemas saat mendengarnya, aku memalingkan kepalaku, tidak berani menatapnya dan hanya berkata, “Baiklah.”

Namaku Fiona Angiza, aku berusia 28 tahun, telah menikah selama tiga tahun dan sampai sekarang masih perawan.

Suamiku menikahiku hanya untuk memenuhi janji pernikahan, kami tidak pernah bertemu lagi setelah menikah dan aku hampir lupa seperti apa penampilannya.

Angga Utomo adalah sopirku, sebenarnya pertemuan pertama kami terjadi jauh sebelum dia menyerahkan resumenya kepadaku.

Saat itu di pantai, dia dengan natural melingkarkan lengannya di pinggangku dan mencium telingaku dengan mulut berbau bir, suaranya lembut dan terngiang-ngiang, seperti bisikan kekasih.

Itu hanya sebuah sesi dari permainan, aku tidak terbiasa dengan situasi seperti ini, jadi aku segera menarik sahabatku dan pergi.

Namun sebelum pergi, entah mengapa aku menoleh kembali menatapnya dan tatapan itu kebetulan bertemu dengan tatapan Angga.

Di tengah hiruk pikuk itu, tatapan matanya yang tajam menatap lurus ke arahku, aku kabur karena panik, hanya aku yang tahu saat dia menatapku, tubuhku terasa lemas.

Aku belum pernah melihat serangan semacam itu sebelumnya dan itu terus muncul dalam mimpiku.

Setelah terbangun dari mimpi, perasaan frustasi membuatku linglung dan bingung, dan basah yang tidak dapat diungkapkan membuatku tersipu, sehingga ketika aku melihatnya lagi, aku tanpa ragu memilihnya untuk menjadi sopirku.

Aku tidak ingin mengakui bahwa aku mengharapkan sesuatu.

Pada hari pertama Angga resmi bekerja, sahabatku mengajakku ke sebuah pertemuan sosial.

Dia tampaknya sudah lupa siapa aku, dia hanya mengambil tasku dengan hormat tanpa berkata sepatah kata pun.

Mungkin secara tanpa sengaja, ujung jarinya menyentuh punggung tanganku dan sentuhan yang agak kasar dengan kapalan tipis membuat sekujur tubuhku mengigil.

Tepat saat jantungku berdetak kencang, Angga mendekatiku seolah ingin memelukku.

Saat aku bingung harus berbuat apa, aku melihatnya memiringkan badannya dan membukakan pintu mobil untukku.

Ternyata begitu, aku menyembunyikan rasa canggungku dan masuk untuk duduk, tidak mengatakan sepatah kata pun sepanjang perjalanan.

Jendela mobil ditutup, suasana hening membuatku merasa canggung, tiba-tiba aku merasa sedikit menyesal, ‘Mengapa aku membiarkan Angga menjadi sopirku?’

‘Jelas-jelas aku tidak terlalu membutuhkan sopir, mengapa aku mencari sopir saat itu?’

Tepat saat aku tengah memikirkan segala macam hal itu, akhirnya tiba di tempat tujuan, sahabatku sudah menungguku di depan pintu, ketika dia melihatku dia membelalakkan matanya dan berkata, “Ada apa denganmu? Wajahmu merah sekali.”

Mendengar hal ini, secara naluriah aku ingin melihat Angga, tetapi aku menahan diri, apa yang sedang aku lakukan? Jelas-jelas tidak terjadi apa-apa diantara kami.

Bahkan sepatah kata pun tidak diucapkan di sepanjang jalan, bagaimana bisa aku berpikir seperti itu?

Aku tidak dapat menahan rasa malu atas hasrat yang sering kurasakan terhadap pria asing, terlebih lagi aku seorang wanita yang sudah bersuami, rasa malu karena berbuat maksiat membuatku sangat tertekan.

Aku tidak banyak bicara dan masuk bersama sahabatku, pertemuan sosial itu dihadiri sekelompok pria dan wanita muda, masing-masing memiliki tujuan seperti apa, semua orang jelas mengetahuinya.

Sebagai seorang wanita bersuami, sebenarnya aku tidak seharusnya datang ke acara seperti ini, tapi kata sahabatku, aku punya suami tapi seperti tidak punya suami.

Aku bahkan tidak bisa bertemu dengannya, untuk apa harus tetap menjaga keperawanan demi dia? Apakah aku akan tetap perawan selama sisa hidupku?

Aku pikir itu masuk akal, jadi aku setuju untuk datang.

Terakhir kali, aku dan sahabatku bertemu Angga di suatu pertemuan sosial, saat aku menariknya pergi, dia masih sedikit enggan untuk pergi.

Dia lajang dan berpikiran terbuka, kalau saja aku tidak merusak suasana, dia pasti sudah membawa pergi orang yang disukainya dari pertemuan sosial itu.

“Kamu jangan merusak suasana lagi hari ini, aku beri tahu padamu, ada banyak pria tampan di sini hari ini, tipe apa pun yang kamu mau semuanya ada.”

“Aku pribadi lebih suka pria berotot, kamu tidak tahu jika di ranjang, heh, tapi kamu lebih baik cari yang lembut untuk pertama kali, jika tidak, aku khawatir kamu tidak tahan.”

Mukaku menjadi merah ketika mendengar kata-kata itu, lalu aku memukul sahabatku dan menyuruhnya berhenti bicara omong kosong.

“Mengapa kamu malu?”

Sahabatku terus menggodaku dan ketika aku merasa malu, aku mendengar seseorang di belakangku berkata, “Nona Fiona.”

Aku terkejut dan berbalik melihat Angga berdiri di sana, “Tasmu dan ponselmu.”

Baru pada saat itulah aku sadar bahwa aku turun dari mobil dengan tergesa-gesa, sehingga tidak sempat membawa apa pun dan Angga mengikutiku untuk membawakannya, dia tidak melakukan kesalahan apa pun.

Tetapi bukankah dia mendengar semuanya? Untuk sesaat, aku merasa seperti ditelanjangi dan tidak tahu harus berbuat apa.

Apa yang akan dia pikirkan tentangku? Apakah akan berpikir aku sangat cabul?

Namun Angga tidak berkata apa-apa, bahkan tidak melirik sedikit pun, dia hanya menyerahkan tas itu kepadaku dan berjalan keluar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Meninggalkan Tunanganku di Pesta Pernikahan
9.0
Hubungan kami hancur saat Jake berpaling pada Elsie, gadis yang ia sponsori. Walau Jake sempat memilihku dan mengusir Elsie, insiden tenggelamnya gadis itu di hari pertunangan kami membalikkan keadaan. Jake panik, menyalahkanku, dan menyebut Elsie sebagai masa depannya. Ketika ia melepas tanganku demi mengejar perempuan itu, aku sadar kisah kami telah berakhir. Tidak ada lagi alasan bagiku untuk bertahan di pesta pernikahan yang kini terasa hampa ini.
Sampul Novel Apa Kamu Kurang Istri?
8.0
Dua minggu sebelum hari bahagia, Felix Darmaji kembali menunda pernikahan demi membantu pameran lukisan Shifa Adnan. Ini menjadi penundaan ketiga kalinya setelah sebelumnya Felix mengabaikan komitmen demi merawat Shifa di luar negeri dan menemaninya ke gunung terpencil. Muak dengan prioritas Felix yang keliru, sang protagonis memutuskan menghubungi Callen Harlan, teman masa kecil sekaligus putra mahkota konglomerat properti terbesar. Sebuah tawaran pernikahan diajukan. Saat hari yang dijanjikan tiba, Felix hanya bisa terpaku menatap siaran langsung pernikahan megah Callen dengan mata memerah penuh penyesalan.
Sampul Novel Dinikahkan Karena Hutang
9.8
Iren terpaksa menikahi pria asing demi melunasi hutang keluarganya yang menumpuk. Pernikahan tanpa cinta ini terjadi akibat persekongkolan ibu dan saudara tirinya yang mendesak sang ayah untuk mengorbankan Iren. Di tengah situasi pelik ini, Iren harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya memiliki trauma mendalam terhadap laki-laki. Akankah ia mampu bertahan menjalani lembaran hidup barunya bersama sang suami di bawah bayang-bayang ketakutan masa lalu?
Sampul Novel Gairah di Jalur Umum
8.7
Ketika sang kakak mengalami masalah kesehatan, sang adik ipar datang dan menginap di rumah untuk memberikan bantuan atas permintaannya. Namun, kehadiran kerabat dekat ini justru membawa ketegangan baru dalam rumah tangga. Pada suatu malam, setelah mengonsumsi alkohol hingga mabuk, batas-batas kesopanan mulai runtuh dan naluri liar yang terpendam akhirnya meledak, mengubah dinamika hubungan mereka selamanya dalam novel romantis modern Gairah di Jalur Umum.
Sampul Novel Penjara Cinta Sang Taipan
9.7
Bening mendambakan kasih sayang orang tua, tetapi ibu kandungnya justru menjualnya ke germo. Nasib malang ini menyeretnya ke dalam pernikahan kontrak dengan pewaris tunggal kaya raya bernama Jaasir Arga Ramiro. Kehidupan Bening berubah total sejak pernikahan paksa tersebut, terlebih ketika rahasia besar sang ibu mulai terbongkar. Mampukah Bening bertahan menghadapi takdir rumit ini demi mengungkap kebenaran yang sengaja disembunyikan darinya?
Sampul Novel Setelah Menjadi Jandamu
9.8
Dikhianati sang mantan suami, Alika Soedirja berniat balas dendam lewat sebuah biro jodoh ternama. Langkah ini mempertemukannya dengan Yustaf, pria sempurna yang menyembunyikan rahasia gelap. Di hari pernikahan mereka, Andrew dan Rachel tiba-tiba hadir untuk mempermalukan Alika. Mereka menuduh Yustaf sebagai suami sewaan yang dibayar demi menutupi status jandanya. Menghadapi tudingan licik itu, Alika justru memulai taktik pembalasan baru yang jauh lebih nekat dan tanpa cela.