APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan yang Pertama

Bukan yang Pertama

Zaina Rahayu kehilangan orang tuanya akibat kelalaian seorang sosialita, yang kemudian menjanjikannya menjadi menantu sebagai bentuk penebusan dosa. Namun, sikap dingin sang calon suami dan bayang-bayang masa lalunya yang belum selesai membuat Zaina memilih mundur dari perjodohan ini. Zaina mencoba menjauh, tetapi takdir terus mendekatkannya kembali dengan pria galak itu. Mampukah gadis polos ini bertahan saat benih cinta mulai tumbuh di tengah rumitnya masa lalu sang pria?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Saya yang akan menggantikan Bapak dan Ibu mencicil utang sama anda." Ina memberanikan diri untuk menjawab.

Sayangnya, bukan persetujuan yang Ina dapatkan. Malah seringai menyebalkan dari pria bangkotan itu, yang benar-benar meremehkan sahutan Ina.

"Dengan apa kamu akan membayar, Ina? Dengan upah harian kamu yang tak seberapa dari warteg di pasar itu, huh? Mana bisa! Buat makan sehari saja tidak cukup. Apalagi untuk bayar hutang. Gak akan mungkin!" Jawaban juragan Joko mampu menohok Ina sampai ke ulu hatinya.

"Lagipula hutang orang tua kamu sudah terlalu banyak dan terlalu lama. Saya tidak bisa menunggu lagi." Pak Joko menambahkan dengan tegas.

"Ta-tapi--"

"Hais, sudah!" Pak Joko memangkas ucapan Ina dengan cepat. Sengaja tak ingin memberikan Ina kesempatan beralaskan lagi.

"Kalau kamu memang ingin membayar hutang dengan uang, silahkan. Tapi, saya ingin sekarang juga!"

Degh! Apa?! Itu tidak mungkin!

"Atau .... " Pak Joko.menambahkan, seraya menggantung kalimatnya diiringin senyum culas mempermainkan Ina. "Kamu harus rela menikah dengan saya saat ini juga!" putus Pak Joko dengan suara dalam. Membuat semua orang terkesiap karenanya.

Ina pun tercekat di tempatnya, seketika bingung harus mengambil keputusan apa saat ini? Kedua pilihan itu seperti neraka untuk Ina, tidak ada yang bisa meringankan beban Ina.

Harus bagaimana sekarang?

Harus dengan apa Ina membayar hutang orang tuanya?

Ina tak punya uang sama sekali. Bahkan kain kafan untuk orang tuanya pun, itu dapat dari pemberian tetangga. Lalu, harus pada siapa Ina meminta tolong lagi?

Adakah yang mau menolong Ina? Tidak perlu memberi dengan percuma. Menghutangkan saja, Ina sudah sangat bersyukur. Yang penting Ina tidak harus menikah dengan pria bangkotan Ini.

Karena sumpah demi apapun, pria ini bahkan lebih tua dari ayahnya. Sungguh, tidak ada pantasnya bersanding dengan Ina.

Bukan Ina memandang fisik. Hanya saja ... demi Tuhan. Ina tidak mau menikah dengan pria ini!

Ina mencoba menatap semua orang yang hadir disana dengan tatapan menghiba. Meminta belas kasih dari mereka, yang mungkin saja mau membantu Ina keluar dari masalahnya Ini.

Namun, sejauh mata Ina memandang. Tidak ada satu orang pun yang bersedia menolong. Semuanya menunduk prihatin, bahkan ada juga yang langsung buang muka saat mata bersirobok.

Batin Ina menjerit pilu meratapi ketidakberdayaannya ini. Tuhan ... apakah hidup Ina harus berakhir bersama pria tua bangka ini?

Apa takdirnya memang harus menjadi istri ke tujuh bangkotan bau tanah ini?

Tuhan ... berikanlah keajaibanmu. Datangkanlah siapa saja yang bisa menolong Ina. Ina benar-benar tidak mau menjadi istri muda lintah darat tukang kawin ini.

"Bagaimana? Bisa kamu melunasi hutang kamu sekarang?" Seringai menyebalkan itupun kembali dipertunjukan. Membuat Ina muak sekali.

"Pak, tolong berikan waktu lagi pada saya. Saya janji akan melunasi semuanya." Ina mulai menghiba, dengan air mata yang kembali membasahi pipinya.

Demi Tuhan, jasad orang tuanya saja masih ada disini. Belum di antar ke rumah terakhir mereka, dan Ina pun belum memberikan penghormatan terakhirnya.

Kenapa nasib kejam sudah muncul dan mendesaknya kembali?

Apa tidak bisa Tuhan memberikan tenggang waktu sedikit lagi untuk Ina bernapas lega?

Atau ... setidaknya sampai semua urusan pemakaman selesai. Agar Ina bisa berpikir dengan hati tenang.

Kalau seperti ini? Jangankan berpikir tenang, bernapas pun rasanya sesak sekali.

Tuhan ... kenapa kau tega sekali?

"Saya tidak punya waktu lagi!" Jawaban Pak Joko pun makin membuat Ina merepih luar biasa.

Kejam!! Kenapa takdir harus sekejam ini padanya?

"Sudahlah, Ina. Kamu terlalu banyak membuang waktu saya!" sentak Pak Joko mulai tak sabaran. "Pokoknya kalau kamu ingin membayar hutang. Maka lunasi sekarang juga! Atau ... ikut saya ke penghulu. Mengerti!"

Tidak! Ina tidak mau!

Tuhan ... Tolong Ina! Harus bagaimana ini? Ina bingung sekali. Ina gak tahu harus bagaimana sekarang?

Ina pun hanya bisa menangis pilu setelahnya, karena merasa buntu dan tak punya pilihan lagi.

"Ck ... lama kamu, Ina. Udah! Ikut saya ke penghulu sekarang!"

Pak Joko pun dengan kurang ajar mencekal lengan Ina, dan menyeretnya begitu saja keluar dari tempat yang sebenarnya tidak layak di sebut rumah.

Ina menangis, meronta, dan mencoba minta tolong pada siapa saja yang bersedia menolongnya. Namun tak ada satu pun yang berbaik hati mengulurkan tangan. Untuk menolong Ina.

Sekuat apapun Ina meronta. Sekuat apapun Ina menghiba. Mereka semua seakan tutup telinga dan mata pada penderitaan Ina saat itu.

Miris sekali!

Pak Joko sudah berhasil menyeret Ina beberapa langkah dari gubuknya, tanpa adanya aral yang menghambat. Membuat Ina akhirnya pasrah, karena sadar tidak bisa lari lagi. Mungkin, nasibnya memang .....

Ciiiittt ....

Tiba-tiba saja sebuah sepeda motor yang dikenal sebagai salah satu ojeg di daerah sana, berhenti beberapa meter dari mereka.

Kemudian, seorang wanita paruh baya berpakaian mahal pun turun, sambil menyalak ke arah kerumunan di depan Gubuk Ina.

"Eh, eh, ada apa ini? Kenapa anda menarik-narik Ina?" bentaknya galak, sambil menerjang maju dan mencoba melerai cekalan Pak Joko di tangan gadis yang kini sudah jadi yatim piatu.

Siapa wanita ini? Ina merasa asing padanya. Apa Ina mengenalnya?

"Jangan ikut campur! Ini bukan urusan Anda!" balas Pak Joko tidak kalah galak.

Namun wanita itu tidak gentar sama sekali. Dia malah menatap Pak Joko sengit, sambil berkacak pinggang dengan tegas.

"Kata siapa ini bukan urusan saya? Jelas ini urusan saya. Karena yang anda tarik itu calon menantu saya."

Apa?!

Semua orang yang hadir disana pun menahan napas dengan kaget mendengar pernyataan wanita itu, pun Ina yang memang tidak tahu apa-apa.

Calon menantu? Siapa? Ina? Tapi siapa wanita ini?

"Maksud anda?" tanya Pak Joko, menyuarakan isi kepala semua yang hadir disana.

"Ya, maksud saya jelas. Ina ini calon menantu saya. Ngapain anda tarik-tarik seperti itu. Anda pikir Ina kerbau?" sahut Wanita itu tak bersahabat sama sekali.

"Eh, anda jangan sembarangan, ya? Ina ini calon istri muda saya?" Namun ternyata, Pak Joko pun tak mau mengalah sama sekali.

"Hah? Yang benar saja? Jangan ngawur, deh. Anda tidak punya kaca ya di rumah? Masa tampang bau tanah seperti anda mau menikahi Ina. Ingat umur, Pak. Udah tua, sebentar lagi mati. Harusnya yang di perbanyak itu amal ibadah, Pak. bukan istri. Tidak tahu malu!" Wanita itu menyahut dengan entengnya.

Seketika tawa orang-orang yang ada disana pun terdengar tanpa di cegah. Membuat wajah Pak Joko langsung merah padam, sambil melayangkan tatapan tajam pada semua orang yang berani menertawakannya.

Pria ini pasti marah sekali saat ini, karena merasa dipermalukan.

"Kurang ajar! Anda sudah bosan hidup sepertinya!" Murka Pak Joko, seraya mengangkat tangan hendak memukul wanita itu. Tapi ....

Ttiiiiiiinnnn ....

Sebuah motor lain tiba-tiba datang, sambil membunyikan klakson panjang sekali. Lalu ....

Bugh!

Seorang pria gagah meloncat turun dari boncengan, dan langsung melayangkan tinjuan keras pada Pak Joko hingga tersungkur mengenaskan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Datang Di Saat Kumenemukan Penggantinya
7.9
Selama enam tahun pernikahan, sang suami bersikap dingin dan mengabaikan putrinya sendiri dengan alasan gangguan emosi. Namun, kepulangan mantan kekasihnya mengungkap kebenaran yang menyakitkan. Sebuah foto di ponsel menunjukkan sang suami tersenyum bahagia bersama wanita masa lalunya dan seorang anak lain. Menyadari posisi mereka yang terabaikan, sang istri dan putrinya sepakat memberikan tiga kesempatan terakhir bagi sang suami untuk berubah sebelum mereka benar-benar melangkah pergi.
Sampul Novel Hadiah Madu Untuk Suamiku
9.6
Demi mengejar mimpi kuliah di luar negeri, Indana Zulfa Hewatun memilih poligami sebagai jalan keluar. Ia bahkan berencana menjodohkan suaminya, Jidan, dengan santriwati pilihan dari pesantren sang ayah. Namun, niat ini terancam berantakan ketika Jidan mencurigai adanya hubungan antara Inda dan mantan kekasihnya. Di tengah krisis kepercayaan yang melanda, akankah rencana perjodohan ini tetap berjalan? Kisah perjuangan menggapai cita-cita tanpa mengorbankan rumah tangga.
Sampul Novel ISABELLA
7.9
Demi mengejar impian, Isabella, gadis sederhana dari Turki, memilih hijrah ke London. Siapa sangka, keputusan itu justru menyeretnya ke dalam lingkaran hitam dunia mafia yang berbahaya. Di tengah ancaman maut dan kekerasan yang terus mengintai, ia bersama Alech, sang kekasih, harus berjuang mati-matian mempertahankan hubungan mereka. Sanggupkah kekuatan cinta menyatukan Isabella dan Alech melewati segala rintangan demi masa depan bersama?
Sampul Novel Mafia in The Morning
9.3
Setelah masa kontrak kerjanya usai, Mayumi memilih menjadi relawan dalam acara Jepang agar bisa berjumpa dengan idolanya, Mamoru V. Tak disangka, ia beruntung terpilih menjadi LO bagi cosplayer tersebut. Namun, situasi mendadak menegangkan saat sekelompok orang bersenjata menyerang mereka di tengah jalan menuju studio foto. Terjebak dalam aksi kejar-kejaran maut di gedung tua, Mayumi syok melihat Mamoru memegang pistol sungguhan. Sang idola ternyata menyimpan rahasia gelap yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Salsa Untuk Darren.
9.6
Trauma masa lalu membuat Darren, pria 32 tahun, menutup rapat hatinya dari wanita. Namun hidupnya berubah setelah bertemu Salsa, pembuat kue berusia 20 tahun yang hidupnya kacau akibat perbuatan Darren. Saat benih cinta mulai tumbuh di antara mereka, mantan kekasih Darren tiba-tiba kembali dan memicu konflik baru. Kini, Darren dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan demi Salsa dan putra mereka, atau justru kembali ke pelukan masa lalu yang pernah menghancurkannya.
Sampul Novel Tuan, Aku Hamil!
9.0
Demi merebut takhtanya kembali, seorang wanita menyamar jadi pembantu di keluarga Hartanta. Meski dihina, ia bertahan demi membalas dendam. Devan dan Talitha terpikat pesonanya, sementara Gavin menyeretnya dalam gairah hingga ia mengandung anaknya. Semua dilakukan demi kekuasaan, bukan cinta. Namun, saat kendali ada di genggamannya, ia ragu apakah identitasnya akan hancur bersama rahasia besar yang tengah dipertaruhkan.