APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Takdirku Mati Dalam Api

Bukan Takdirku Mati Dalam Api

Hidup Gita hancur setelah dikhianati Dzaki, kekasih yang memanfaatkannya demi Rosa. Selain merampas karya desainnya, mereka tega meracuni Gita dan membakarnya di dalam villa. Beruntung, ia selamat, memalsukan kematiannya, lalu kabur ke Milan. Tiga tahun kemudian, Gita kembali ke Jakarta memakai identitas baru sebagai desainer top bernama Gia. Saat Dzaki syok melihat kemiripannya, Gita pun memulai rencana balas dendam matang terhadap para pengkhianat tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Kita akan mencampakkannya setelah koleksi musim panas selesai!"

Tawa Dzaki, kekasihku selama tiga tahun, terdengar jelas dari balik pilar kapal pesiar, menghancurkan duniaku dalam sekejap.

Ternyata, hubungan manis kami hanyalah skenario balas dendam demi Rosa, wanita yang memfitnahku mencuri desainnya.

Tidak cukup hanya memanfaatkanku sebagai desainer bayangan, mereka memberiku obat yang merusak organ secara perlahan.

Bahkan, mereka merencanakan kebakaran di sebuah villa untuk melenyapkan jejakku selamanya, seolah-olah itu kecelakaan tragis.

Aku mendengar Dzaki setuju untuk "memberiku pelajaran" terakhir itu dengan dingin.

Hatiku hancur berkeping-keping menyadari pria yang kucintai ternyata adalah monster yang ingin membunuhku.

Tapi aku tidak akan mati semudah itu.

Aku memalsukan kematianku di dalam kobaran api villa itu, meninggalkan cincin tunangan kami di samping mayat palsu, dan terbang ke Milan.

Tiga tahun kemudian, aku kembali ke Jakarta sebagai Gia, desainer kelas dunia yang dingin dan tak tersentuh.

Saat Dzaki menatapku di runway dengan wajah pucat pasi seperti melihat hantu, aku tersenyum miring.

"Maaf, Tuan. Anda salah orang. Gita yang bodoh itu sudah Anda bunuh tiga tahun lalu."

Permainan baru saja dimulai, Sayang.

Bab 1

Gita Hasan POV:

"Kita akan mencampakkannya setelah koleksi musim panas selesai!" Suara tawa Dzaki Rafsanjani memenuhi dek kapal pesiar mewah di Labuan Bajo. Tawa itu seperti sambaran petir yang menghantam jantungku. Aku bersembunyi di balik pilar, terhuyung, dunia berputar.

Dzaki, kekasihku, pria yang kucintai selama tiga tahun terakhir, sedang tertawa terbahak-bahak bersama teman-temannya. Ia memegang segelas sampanye, matanya berbinar, tapi bukan karena cinta padaku. Bukan karena ulang tahun ketiga hubungan kami, yang seharusnya kami rayakan malam ini.

Aku melihat tatapan kosong di matanya. Hanya kegembiraan semu, seperti topeng yang ia kenakan. Apakah aku berhalusinasi? Apakah kelelahan karena mendesain koleksi busana Rosa Cokrohadisuryo selama berbulan-bulan tanpa henti membuat pikiranku kacau?

"Gita benar-benar bodoh," Arbi, sahabat Dzaki, menimpali. Ia tergelak, "Dia pikir kita benar-benar mendukungnya? Dia pikir Dzaki mencintainya?"

Jantungku mencelos. Kata-kata itu menancap, menusuk, merobek.

"Tentu saja," Rosa, dengan suara manja yang selalu membuatku muak, menambahkan. "Dia sangat naif. Begitu mudah dimanipulasi."

Manipulasi. Kata itu menggema di kepalaku. Tenggorokanku tercekat. Keringat dingin membasahi punggungku.

"Ingat saat dia mencuri desainku waktu kuliah?" Rosa melanjutkan, dengan nada seolah-olah mendongeng. "Hancur debutku. Tapi karma itu nyata, Gita, kan?"

Mencuri desain? Fitnah itu lagi. Aku tidak pernah mencuri apapun! Aku yang selalu menjadi bayangan, bekerja keras agar Rosa bersinar.

"Dan Dzaki, pahlawanku," Rosa mendesah manja, "Dia bersumpah akan membalas dendam untukku. Membuatnya jatuh cinta, menghancurkan kariernya, lalu membuangnya."

Dunia terasa runtuh. Udara menipis. Mual menyerang, perutku bergejolak hebat. Aku mencengkeram pilar, berusaha agar tidak jatuh. Ini nyata. Ini bukan halusinasi.

Dzaki. Kekasihku. Pria yang selalu kuanggap sempurna. Dengan senyumnya yang menawan, tatapan mata penuh perhatian, sentuhan lembut yang melumpuhkanku. Semuanya palsu. Setiap kata manis, setiap janji, setiap ciuman. Sebuah kebohongan yang dirangkai sempurna.

Aku mengingat malam pertama kami. Dia memegang tanganku, menatapku dalam-dalam, mengatakan aku adalah wanita paling tulus yang pernah ia temui. Aku begitu bahagia, begitu buta. Aku memberikan segalanya, cinta dan bakatku, semua demi dia. Aku rela menjadi desainer bayangan Rosa, karena Dzaki bilang itu untuk mendukung "karier masa depan kita".

"Dia percaya semua omong kosongku," suara Dzaki terdengar lagi, dipenuhi ejekan. "Percaya bahwa aku mendukung mimpinya, padahal aku hanya memanfaatkannya untuk Rosa. Dia bahkan menolak tawaran beasiswa ke Milan demi aku."

Tawaran beasiswa ke Milan. Impian seumur hidupku. Impian yang kukubur dalam-dalam demi Dzaki, demi "cinta" yang ia janjikan.

Jadi, semua ini adalah jebakan. Aku hanyalah pion dalam permainan balas dendamnya. Alat untuk membalas Rosa, yang dia anggap adiknya. Rosa, yang memfitnahku mencuri desainnya di kampus, menghancurkan debutnya. Rosa, yang menangis dan memutarbalikkan fakta di depan Dzaki. Dan Dzaki, yang buta karena kedekatan masa kecil, percaya pada setiap kebohongan Rosa.

Aku merasa remuk. Lebih dari sekadar patah hati. Jiwaku hancur berkeping-keping. Aku merasa seperti lelucon, badut yang menari di atas panggung yang Dzaki dan Rosa siapkan. Mereka menertawakanku, mengolok-olok perasaanku, dan aku tidak menyadarinya.

Tiba-tiba, Dzaki menoleh. Matanya menyapu sudut tempatku bersembunyi. Senyumnya pudar. Jantungku berdetak kencang, memukul-mukul rusukku seperti ingin keluar. Aku tahu dia melihatku. Aku tahu dia tahu aku mendengar semuanya.

Aku tidak sanggup lagi. Aku berbalik, berlari sekuat tenaga, tidak peduli ke mana arah kakiku membawaku. Tangisan tertahan pecah menjadi isak tangis yang menyakitkan. Aku berlari menembus keramaian pesta, melewati wajah-wajah asing yang tidak mempedulikanku.

Kakiku tersandung, aku jatuh tersungkur di dek yang licin. Lututku tergores, tapi rasa sakit fisik tidak sebanding dengan luka di hatiku. Aku terbaring di sana, terengah-engah, air mata membasahi pipiku. Bodoh. Aku sangat bodoh.

Ponselku bergetar dalam genggaman. Layarnya menunjukkan nama "Ibu". Aku melihatnya. Ibuku. Keluargaku yang kutinggalkan, yang kuhiraukan demi pria kejam ini.

"Gita, sayang, Ibu dan Ayah akan pindah ke Italia. Semua sudah diurus. Kau ikut kami, kan?" Suara Ibu terdengar penuh harap.

Italia. Milan. Impian yang kukorbankan. Dulu, aku akan menolak tanpa ragu, demi Dzaki. Tapi kini, Dzaki telah menunjukkan wajah aslinya. Aku tahu apa yang harus kulakukan.

Napas kuambil dalam-dalam. "Ya, Bu," suaraku serak tapi tegas. "Aku ikut."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA SATU MALAM DENGAN CEO
8.4
Athena Gimberly mendambakan seorang anak untuk menemaninya di hari tua tanpa harus menjalani komitmen pernikahan. Demi mewujudkan impian tidak biasa ini, ia mencari pria yang mau memberinya keturunan secara bebas. Takdir mempertemukannya dengan Arthur Harley, seorang CEO sombong berharga diri tinggi. Saat malam pertama mereka gagal memberikan hasil, Athena tidak ragu meminta Arthur kembali mengulangi hubungan intim tersebut demi mencapai tujuannya.
Sampul Novel Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir
8.0
Saat menjalani pengambilan sel telur ketiga untuk bayi tabung, sang istri harus berjuang sendiri karena suaminya, Johannes, beralasan lembur. Tengah malam, ia terbangun dengan tubuh membengkak parah dan kesulitan bernapas. Dalam kondisi kritis, ia menghubungi Johannes. Namun, teleponnya justru diangkat wanita asing bersuara mesra. Keadaan kian mencekam saat terdengar suara cambukan dan erangan sebelum panggilan terputus, mengungkap misteri kelam di balik pernikahan mereka.
Sampul Novel Kembali Ke Masa lalu, Merelakan Suamiku
7.9
Sepuluh tahun pernikahan penuh kebencian berakhir tragis saat Richard Starling tewas demi menyelamatkan istrinya dari kecelakaan. Kematian itu meninggalkan penyesalan mendalam bagi semua orang, termasuk mertua yang menyalahkan sang istri. Ketika penemuan mesin waktu tiga tahun kemudian memberinya kesempatan kedua, sang protagonis memutuskan kembali ke masa lalu. Kali ini, ia bertekad melepaskan hubungannya dengan Richard dan membiarkannya hidup bahagia tanpa dirinya.
Sampul Novel Kesucianku Ternoda
8.7
Manusia hanya bisa merancang rencana dan memimpikan masa depan dalam kehidupan yang berliku ini. Namun, takdir Tuhan tetap memegang kendali penuh atas segalanya. Kisah romansa modern ini memperlihatkan bagaimana garis hidup bekerja secara tak terduga. Takdir akan melampaui segala usaha keras dan niat manusia dalam menentukan arah perjalanan serta akhir perjuangan cinta mereka.
Sampul Novel Madu Jadi Upik Abu
8.2
Wati terpaksa menerima keputusan pahit saat Dedy, suaminya, dilamar oleh bos kantornya sendiri. Demi impian akan kehidupan yang lebih baik, ia pun merelakan sang suami untuk berpoligami. Namun, petaka dimulai ketika Wati diboyong ke kediaman istri kedua. Di sana, rahasia gelap sang suami perlahan terkuak. Dedy ternyata menyimpan niat licik yang tak terduga. Wati pun harus berjuang keras setelah sadar bahwa dirinya hanya dimanfaatkan sebagai alat dalam rencana besar suaminya.
Sampul Novel Skandal Satu Malam
8.5
Akibat salah kamar, Claudia terjebak dalam hubungan terlarang dengan Christian, pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya. Malam yang salah sasaran itu berubah menjadi mimpi buruk yang rumit ketika mereka terpaksa tinggal serumah. Di bawah atap yang sama, keduanya harus berjuang keras menyembunyikan skandal intim ini dari semua orang. Apakah rahasia besar ini akan terungkap, ataukah kesalahan satu malam tersebut justru mengubah takdir hidup mereka selamanya?