APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Istri Pajangan

Bukan Istri Pajangan

Kehidupan Riana hancur setelah kesuciannya direnggut oleh Danis, anak dari dosennya. Walau Danis mau bertanggung jawab dengan menikahinya, Riana justru merasa diabaikan bagai istri pajangan tanpa kehangatan. Kepedihan Riana kian memuncak saat memergoki Danis bersama mantan kekasihnya yang tengah hamil besar. Di tengah luka pengkhianatan ini, Riana kini terdesak di antara pilihan sulit: bertahan demi anak mereka atau melepas sang suami demi perempuan lain.
Bab
Bagikan

Bab 2

Danis mulai mengerjapkan matanya. Mengumpulkan kesadaran pada dirinya dengan masih menahan pusing di kepala akibat terlalu banyak minum. Memijit pelipis kepala, berusaha meredakan nyeri kepala yang dialaminya. Melihat pada jam dinding di atas televisi yang bberukuran 55inch diruangan tengah. Waktu menunjukkan pukul setengah 4 dini hari.

Merasakan udara dingin pada tubuhnya. Danis menyadari dirinya yang tidak berpakaian membuatnya langsung sadar seketika akan keadaan tubuhnya.

“Sittt!” umpatnya menyadari kondisi tubuhnya.

“Apa yang sudah terjadi denganku?” tanyanya pada diri sendiri.

Melihat keadaan sekitarnya. Pakaian yang tercecer, Danis melihat noda merah pada kemeja putihnya yang tertindih oleh Riana.

“Apa ini?” Memegang untuk memastikan. “Darah?”

“Astaghfirullah…! Apa yang sudah aku lakukan?” berusaha mengingat kejadian yang dilakukannya semalam.

“Tidak. Tidak mungkin aku melakukan itu pada Riana,” ucapnya meraup kasar wajahnya. Tidak percaya dengan apa yang dilakukan olehnya. Setelah, mengingat kejadian yang telah dilakukannya. Danis bangkit dari duduknya, memunguti pakaian miliknya yang tercecer. Membersihkan dengan tisu semua sisa perbuatannya.

Segera berlalu menuju kamar tidurnya. Danis memasuki kamar mandi, mengunci pintu kamar mandi mengguyurkan air Shower pada tubuhnya. Merutuki kesalahan yang telah diperbuatnya. Danis tidak menyangka melakukan perbuatan bej*tnya pada Riana. Di bawah guyuran air shower yang membasahi seluruh tubuhnya, Danis merutuki kesalahan yang sudah dilakukannya.

“Arrgghh! Bodoh! Bodoh!” memukuli tembok yang berdiri kokoh di hadapannya.

“Sialan, bring**k,” umpatnya merasa kesal dan kecewa pada diri sendiri.

***

Mengingat kejadian semalam di sebuah kafe tempatnya berkumpul dengan temannya.

“Hai, Danis!” sapa seorang wanita yang sangat dikenalinya. Safira, Wanita yang masih memiliki sepenuh hatinya. Fira yang memutuskan hubungan dengannya lebih memilih dengan seorang lelaki yang sedang berdiri di sampingnya.

“Hai,” jawabnya dengan tersenyum kecut.

“Apa kabar?” tanya Danis pada wanita dan lelaki yang terlihat menatap dirinya dengan tatapan mengejek.

“Baik. Kamu dengan siapa si sini?” tanya Fira yang melihat Danis duduk sendirian.

“Sama teman. Tuh, mereka sudah pada datang.” Menunjuk pada kedua temannya yang sedang berjalan ke arahnya.

“Hai, Fira!” sapa Doni yang dengan sikap sok dekatnya menyapa Fira.

“Hai, Mas Doni. Apa kabarnya?” tanya Fira.

“Baik. Sangat baik malah. Si Danis aja, tuh. Yang sedang kurang baik, hatinya.” Doni menggoda Danis yang melot kesal padanya. Mereka saling berjabat tangan kemudian berbasa-basi sebentar. Fira berpamitan untuk makan berdua dengan kekasihnya.

“Bro, si Fira sudah move on. Lu kapan?” celetuk Doni.

“Don. Lu manasin aja jadi orang. Jangan suka nyalain api, tuh bensin sudah bercecer di bawah.” Irfan ikut menimpali candaan Doni.

“Apaan Sih,” kesalnya.

“Udah, lupain aja Fira masih banyak gadis yang baik di luar sana.” Irfan memberikan nasehatnya pada Danis yang terlihat kesal dengan kejadian yang barusan dialaminya. Meelihat sang mantan yang masih sangat dicintainya dengan mesra pada kekasih barunya.

“Cabut yuk,” ajaknya Danis pada kedua temannya.

“Mau kemana? Gue aja belum makan,” celetuk Doni yang melihat Danis sudah berdiri dari kursinya.

“kemana, kek.” Jawab Danis cuek pada Doni. Berjalan meninggalkan kafe, membuat kedua sahabatnya saling bertatap mata mengedikkan bahu.

Danis mengendarai mobilnya keluar dari parkir kafe. Doni dan Revan mengikuti kemana arah Danis mengajaknya pergii.

“Woy, Lo beneran mau balik ke klub lagi?” tanya Doni tak percaya melihat Danis membelokkan kemudi mobilnya ke sebuah klub malam.

“Sekali-kali,” jawabnya cuek.

“Ntar ketahuan bokap Lo, gue bisa disembelih, Dan.” Irfan ikut menimpali ketidak percayaannya pada Danis.

Setelah tiga tahun mereka tidak menjejakkan kaki ke klub malam, sekarang mereka harus kembali lagi ke dunia malam mengikuti kemauan Danis. Hati yang telah diliputi kecemburuan dan kemarahan membuat Danis melampiaskan pada minuman keras yang sudah dua tahun lebih tidak pernah disentuhnya. Memang dulu dirinya sering bersenang-senang dengan teman-temannya, hanya sekedar untuk mencari hiburan dan kesenangan belaka. Sebatas minum yang dilakukan olehnya tidak pernah sampai mabuk berat dan bermain wanita. Peringatan teman-temannya diabaikan oleh Danis.

***

“Semua gara-gara minuman sial*n itu!” rutuknya dalam menyesali perbuatannya.

“Harggghhh!” ucapnya menarik kasar rambutnya. Sesalnya, namun tak berdaya dengan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Danis berusaha mengendalikan emosi yang sedang bergejolak di jiwanya.

Lama berada di bawah guyuran air shower, Danis mengakhiri perbuatannya dengan masih diliputi penyesalan yang mendalam. Masih dalam kebingungan dengan apa yang akan diperbuat olehnya. Kedua orang tuanya pasti akan sangat murka dan kecewa jika mengetahui perbuatan yang telah dilakukan olehnya pada Riana.

Mengambil kain sarung dan sajadah untuk memohon ampun pada tuhanya. Danis menumpahkan segala penyesalan pada dirinya mengingat kebej*t*n yang telah dilakukannya. Selesai bermunajah Danis kembali mendudukkan diirinya

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” tanyanya pada diri sendiri. Mengusap kasar wajahnya. Menyesali perbuatan yang dilakukan olehnya.

“Bagaimana kalau Mama dan Papa tahu. Bisa habis aku aku,” rutuknya pada diri sendiri. Berdiri dari duduknya berjalan ke arah rak buku di samping sofa kamarnya. Danis mengambil sebuah bingkai foto yang terdapat foto Safira bersamanya.

“Kenapa kamu tega sama aku, Fir? Padahal kamu juga tahu jika aku sangat menyayangimu. Tapi, apa balasmu padaku.” Menghela napas panjangnya. Mengingat semua memori yang masih terekam jelas di ingatannya. Ingatan di mana Fira meminta untuk mengakhiri hubungannya. Menjalin kasih selama dua tahun, bukanlah waktu yang sebentar untuk Danis bisa melupakan semuanya. Fira lebih memilih meninggalkan dirinya, karena Danis yang belum terlalu mandiri untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Membuat Danis bekerja keras mengembangkan usahanya yang saat itu baru dirintis untuk membuktikan, bahwa dirinya bisa sukses.

“Seharusnya kamu lebih bisa bersabar menemaniku, Fir. Seharusnya kamu orang yang menemaniku di sini.”

“Entah sihir apa yang membuatku masih tetap mencintai dan mengharapkanmu, Fir. Sudah jelas kamu sangat bahagia dengan Jodi, tapi aku masih diam di sini mengharapkanmu untuk kembali.”

“Bodoh. Bodoh.” Danis merutuki dirinya sendiri. Menyadari kebodohan yang dilakukan olehnya. Safira yang jelas-jelas telah memilih pria lain dari pada dirinya. Tapi, yang dilakukan Danis masih selalu mengharapkan Safira kembali padanya.

Pyarrr.

Danis melemparkan bingkai foto yang sedari tadi diajaknya bicara. Berharap dirinya bisa membuang semua ingatan kebersamaannya dengan Safira.

“Aku harus bisa melupakan dia, harus.” Danis menyemangati dirinya sendiri, berharap rasa cintanya pada Fira bisa terkikis.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bagaikan Debu Bertemu Mercusuar
8.2
Pernikahan Velia dan Chris Dirja yang baru berjalan dua tahun diuji oleh sikap kejam sang suami. Chris sengaja membawa perempuan lain ke rumah mereka demi menyiksa perasaan Velia. Dia bahkan menantang istrinya untuk mencoba menjalin hubungan dengan pemuda lain yang lebih berenergi. Namun, permainan mental ini menjadi bumerang ketika Velia benar-benar membuka hatinya untuk pria lain. Saat Chris menyadari luka cakaran baru di pinggang pemuda selingkuhan Velia, kemarahan dan kecemburuannya pun meledak.
Sampul Novel Belenggu Cinta Tuan Muda
9.5
Nara, seorang gadis polos anak asisten rumah tangga, menjadi korban dendam Axel. Sang tuan muda tega melecehkannya karena ibu Nara adalah selingkuhan ayahnya. Namun, niat awal menyiksa justru berubah menjadi obsesi cinta yang ekstrem. Axel menjelma sebagai pria posesif yang mengurung kebebasan Nara. Meski terus mencoba kabur, Nara selalu berhasil ditangkap kembali. Akankah takdir membawa hubungan penuh luka ini menuju akhir yang bahagia, ataukah kehancuran?
Sampul Novel Dendam Sang Pewaris Genius
9.7
Yuvina pulang ke keluarganya sebagai pewaris sah yang tersisih. Pengorbanan identitas dan karyanya demi sang saudari angkat justru dibalas dengan sikap abai. Merasa dikhianati, ia memutus hubungan batin dan bangkit menjadi sosok jenius. Kini, Yuvina menguasai bela diri, dunia medis, desain, hingga delapan bahasa asing. Berbekal kemampuan luar biasa ini, ia bersumpah tak akan membiarkan siapa pun merendahkannya lagi. Pembalasan sang pewaris telah dimulai.
Sampul Novel Gawat, Pak Bos Ada Maksud Lain
8.6
Setelah melahirkan anaknya, Linda langsung mendapatkan pekerjaan baru sebagai sekretaris pribadi untuk pimpinan tertinggi di Grup Jarvis. Namun, profesionalisme kerja yang ia bayangkan seketika sirna pada hari pertamanya bekerja. Jonathan Jarvis, sang CEO tampan sekaligus bos barunya, justru memandang Linda dengan tatapan yang penuh gairah tidak biasa. Pertanyaan provokatif dari Jonathan, "Bu Linda, bagaimana bisa minum kopi tanpa susu?", menandai awal dari hubungan kerja yang berbahaya.
Sampul Novel Istri Kedua Pak Kades
9.8
Kehidupan Raya, seorang mahasiswi KKN, hancur dalam semalam akibat tragedi memilukan. Di tengah keheningan malam, kesuciannya direnggut paksa oleh Pak Kades yang kehilangan kendali karena sakau. Meski Raya telah berteriak histeris dan memohon, tak ada satu pun warga yang datang menyelamatkannya. Kini, Raya harus menghadapi kenyataan pahit setelah kehormatannya dirampas oleh pria beristri yang telah memiliki anak tersebut. Bagaimana nasibnya kini?
Sampul Novel Kau Menikahi Aku Dengan Benci
8.0
Saat Prakasa, suaminya yang bertugas, hilang tanpa kabar, Anjani dirundung duka. Namun, ia justru dipaksa menikah dengan Arjuna untuk menggantikan sang adik yang melarikan diri. Meski berprofesi sebagai dokter spesialis, Anjani tetap diremehkan keluarga Arjuna dan dituduh mengincar harta. Masalah kian pelik ketika Prakasa mendadak kembali. Anjani pun terjebak dalam rumitnya status hukum pernikahan, di tengah kebencian Arjuna yang perlahan terkikis menjadi cinta.