APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel BRIDE OF THE MAFIA

BRIDE OF THE MAFIA

Vicenzo, bos mafia kejam yang menguasai Milan, mendadak lenyap setelah misinya gagal. Bertahun-tahun berlalu, ia kembali untuk mencari Jill, seniman tunanetra yang kehilangan penglihatan akibat peluru nyasarnya. Pertemuan tak terduga di kota kecil membawa mereka masuk dalam pusaran cinta sekaligus dendam. Sembari melindungi Jill dari incaran musuh lama, Vicenzo harus menghadapi masa lalunya demi penebusan, sementara Jill berjuang memaafkan pria tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kesembuhan yang perlahan namun pasti mulai menyelimuti Jill, membawa kabar baik yang telah lama dinantikan. Di sebuah ruangan yang dipenuhi cahaya lembut dari sinar matahari pagi, Jill duduk dengan tenang, ditemani oleh Reno, suaminya yang setia, dan Sanjaya, ayah mertuanya yang bijaksana. Keduanya berdiri di sampingnya, menunggu dengan napas yang tertahan. Hari ini adalah hari yang menentukan, saat dokter akan dengan hati-hati membuka perban yang selama ini menyelimuti mata Jill. Reno dan Sanjaya, meski dengan perasaan yang berbeda, sama-sama berharap bahwa saat perban itu terlepas, Jill akan kembali melihat dunia dengan mata yang baru. Mereka berdua, dalam diam, mengirimkan doa dan harapan mereka, berharap bahwa keajaiban akan terjadi, dan Jill akan kembali menatap ke dalam jiwa mereka seperti dulu kala.

Dengan gerakan yang penuh perhatian, dokter mulai mengurai perban yang selama ini menjadi penghalang antara Jill dan dunia luar. Detik-detik berlalu seperti jam, dan ketika lapisan terakhir kain ditarik, sebuah keheningan menegang menyelimuti ruangan. Mata Jill yang terbuka perlahan hanya disambut oleh kegelapan yang pekat, sebuah kekosongan yang tak terdefinisi. Tangannya meraba-raba di udara, mencari sesuatu yang bisa memberi petunjuk, memberi harapan bahwa cahaya akan kembali. Namun, tidak ada yang berubah; hanya kegelapan yang tetap setia menemaninya. Tubuhnya mulai gemetar, seiring dengan ketakutan yang tumbuh dari dalam, menggigilkan tulang-tulangnya, dan membisikkan kepadanya bahwa mungkin saja, ini adalah kegelapan yang akan menjadi sahabatnya selamanya.

Ketika kegelapan tetap memeluk pandangan Jill, kepanikan mulai merayap ke dalam suaranya. “Dokter, mengapa saya tidak bisa melihat? Mengapa semuanya gelap?” tanyanya dengan suara yang gemetar.

Dokter, dengan suara yang tenang dan penuh empati, menjawab, “Jill, ini normal setelah operasi seperti ini. Anda hanya mengalami kebutaan sementara karena mata Anda masih menyesuaikan. Ini akan membaik.”

Kata-kata dokter itu seharusnya membawa ketenangan, namun bagi Jill, mereka hanya menambah kebingungan dan rasa takut. Teriakannya memecah kesunyian, penuh dengan rasa takut akan masa depan yang tidak pasti. Reno, yang telah berdiri di sampingnya, dengan cepat merengkuhnya dalam pelukan yang hangat dan menenangkan, mencoba mengirimkan kekuatan dan dukungan melalui sentuhan yang lembut. “Akan baik-baik saja, Jill,” bisiknya, berharap kata-katanya dapat menjadi jangkar di tengah badai emosi yang sedang dihadapi Jill.

Setelah suasana sedikit mereda, dokter mendekati Reno dan Sanjaya yang berdiri di samping tempat tidur Jill. Dengan nada yang serius namun penuh harapan, dokter memulai pembicaraannya.

“Reno, Sanjaya, saya mengerti ini adalah waktu yang sulit, tetapi kita harus bertindak cepat. Jill memerlukan pemeriksaan lanjutan dan transplantasi kornea mata secepat mungkin.”

Reno menatap wajah Dokter penuh dengab harapan. “Kami siap melakukan apa saja untuk Jill. Anda menyebutkan Amerika dan Hong Kong?”

Dokter mengangguk. “Benar, kedua negara tersebut memiliki fasilitas dan teknologi canggih untuk prosedur ini. Namun, perlu Anda ketahui bahwa daftar tunggu untuk donor kornea sangat panjang, dan bisa memakan waktu.”

Sanjaya, dengan suara yang tenang namun tegas, menambahkan: “Kita akan lakukan yang terbaik. Jika membawa Jill ke Amerika adalah langkah yang tepat, maka kita akan mengambil langkah itu.”

Reno mengangguk, tekadnya terlihat jelas di matanya. “Kita akan temukan cara,” katanya, “Jill pantas mendapatkan kesempatan ini.”

****

Reno membawa Jill pulang ke rumah yang telah dipenuhi oleh keheningan dan kecemasan. Setelah memastikan Jill beristirahat dengan nyaman di kamar, Reno mengumpulkan keberanian untuk menghadapi Laras, Dila, dan Sanjaya di ruang tamu. Dengan napas yang dalam, ia memulai percakapannya.

“Dokter mengatakan Jill membutuhkan transplantasi kornea secepatnya. Kita harus mempertimbangkan untuk membawanya ke Amerika atau Hong Kong.”

Laras, dengan nada yang tegas dan dingin, memotong pembicaraan: “Tidak, kita tidak akan mengeluarkan uang untuk itu. Perusahaan sedang dalam masalah, kita tidak bisa membuang-buang dana untuk pengobatan Jill.”

Sanjaya, yang selama ini hanya mendengarkan, tampak terkejut dengan reaksi istrinya: “Tapi Laras, ini tentang kesembuhan Jill. Kita tidak bisa hanya…”

Laras menegaskan. “Saya sudah katakan tidak, Sanjaya. Keputusan sudah dibuat.”

Reno dan Sanjaya bertukar pandang, kekecewaan dan ketidakpercayaan tergambar jelas di wajah mereka. Mereka tahu bahwa perjuangan untuk Jill baru saja menjadi lebih sulit.

Laras memperhatikan kebingungan yang terpancar dari wajah Reno, dan dengan senyum yang sarat makna, ia mendekat. “Reno,” katanya, suaranya rendah dan penuh dengan tawaran yang tidak terucap, “mungkin sudah saatnya kita mempertimbangkan lamaran dari Keluarga Kirana.”

Reno, yang terkejut dengan saran yang tiba-tiba itu, menolak dengan tegas. “Tidak, Laras. Itu bukan pilihan. Kita tidak bisa menjual masa depan Jill untuk…”

Namun Laras memotong, mengingatkan dengan nada yang lebih serius, “Jika Jill tidak mendapatkan transplantasi kornea mata, dia akan buta selamanya. Pikirkanlah, ini bisa menjadi solusi untuk semua masalah kita.”

Reno merasa sudut-sudut dunianya bergeser, tekanan dari Laras menambah beban yang sudah berat. Namun, dalam hatinya, ia tahu tidak ada kompromi yang bisa dibuat ketika menyangkut penglihatan dan masa depan Jill.

Ketidakpastian dan keputusasaan menggantung berat di udara, membebani langkah Reno yang meninggalkan rumah. Setiap detak jam di dinding seolah mengejek kebuntuan yang ia rasakan, suara detikannya mengingatkan pada waktu yang terus berjalan tanpa memberikan solusi. Reno merasa terjepit di antara keinginan untuk melindungi Jill, cinta hatinya, dan tekanan yang tak henti-hentinya dari Laras. Langkahnya yang gontai mencerminkan kefrustrasian yang mendalam, sebuah pertempuran batin yang tak kunjung menemukan kemenangan. Malam yang biasanya menawarkan kedamaian kini hanya menambah kesunyian hatinya, dan dengan setiap langkah yang menjauh dari rumah, Reno semakin tenggelam dalam labirin pikirannya sendiri, mencari jalan keluar yang tampaknya semakin sulit ditemukan.

Laras tersenyum memandang Reno yang pergi begitu saja, Sanjaya hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Sebagai ibu, kau benar benar keterlaluan."

Laras melirik tajam Sanjaya. "Apa bedanya denganmu? sama bukan?"

Sanjaya menghela napas panjang, ia beranjak pergi dan enggan berdebat dengan istrinya, karena itu akan percuma.

"Ma, serius?" tanya Dilla, dan Laras menganggukkan kepalanya.

"Mama yakin, Reno bakal menerima?" tanya Dila lagi.

Laras mengangguk. "Lihat saja nanti, mama pastikan...perempuan buta dan mandul itu, akan segera pergi dari rumah ini."

Laras dan Dila tertawa terkekeh, mereka bersorak. Kekayaan keluarga Kirana tidak akan ada habisnya. Dengab menikahkan Reno dan Dila, akan membantu perkembangan perusahaan Sanjaya.

"Mama ingin segera punya cucu, dan kau..bisa menikah dengan Angga."

Dila tersenyum lebar, impiannya menjadi pengantin. Menikah dengan pria sederajat akan segera tercapai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anakku Tak Butuh Ayah Sepertimu
7.9
Pascaserangan brutal tiga pemuda di Gunung Lawu, Alana yang sekarat di dasar jurang diselamatkan oleh Arga. Penyelamatnya adalah eks anggota Kopassus yang kini menjadi buronan di hutan tersebut. Selagi memulihkan trauma dan luka fisiknya, Alana bimbang untuk membalas dendam atau menata ulang hidupnya. Kedekatannya dengan Arga yang berwatak keras namun sangat protektif lambat laun menumbuhkan perasaan baru yang tak terduga di antara mereka.
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan hidupnya demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menolak perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia rancangan orang tua. Di tengah perselisihan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang perdagangan manusia. Akankah benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dewa Alkemis
8.9
Tian Fan, pemuda berbakat dari keluarga bangsawan rendah, bercita-cita menjadi alkemis hebat. Namun, kejeniusannya memicu kebencian para tuan muda kelas atas yang terus menekannya. Di tengah intimidasi tersebut, sebuah peristiwa besar mengubah segalanya. Kejadian tak terduga ini membuka jalan baru yang memperbesar peluang Tian Fan untuk mewujudkan ambisinya menjadi Grandmaster Alkemis.
Sampul Novel ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA
9.4
Demi kakeknya, Sayudha Wistara terpaksa menikahi Diandra Safaluna, perempuan bercadar yang misterius. Meski awalnya berniat bercerai setelah dua tahun tanpa sentuhan, Yudha justru terpikat oleh keahlian tak biasa sang istri. Di balik kelembutannya, rahasia besar Diandra masih tersembunyi rapat. Mampukah Yudha mengungkap bahwa istri yang dicintainya adalah pemimpin dunia mafia yang mengendalikan kakeknya sendiri?
Sampul Novel Istri Penguasa Tak Terlihat
8.5
Kehidupan Roxelle Clementia Evelyn berbalik sepenuhnya setelah Hendrik Ou Gang membongkar rahasia bahwa ia adalah ahli waris sah Ou Gang Grup. Wanita keturunan Asia-Amerika yang lama hidup miskin dan dihina ini rupanya cucu yang dikira sudah meninggal. Kemunculannya langsung mengancam posisi Margarita dan Donna yang mendominasi selama ini. Sanggupkah Roxelle mengendalikan korporasi finansial raksasa di Kota Luo dan bertahan dari kejamnya intrik keluarga tersebut?
Sampul Novel Jodoh Pilihan Oma
8.5
Kehidupan Dion berbalik arah setelah menolong Kayla dari ancaman bahaya bersama Nenek Melati. Kagum akan ketegaran Kayla, sang nenek bertekad menjodohkan mereka. Rencana ini ditentang keras oleh Bu Ratna yang lebih memilih Amara, sosok ambisius pengejar status, untuk Dion. Demi menyingkirkan Kayla, Amara merancang intrik licik untuk membongkar masa lalu kelam sang rival. Kini, Dion harus berjuang menghadapi tekanan keluarga dan konspirasi jahat demi melindungi cintanya.