APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Black White Life

Black White Life

Di balik kekayaan melimpahnya, Zee Rain, seorang putri konglomerat, justru hidup dalam kesepian. Konflik perebutan kekuasaan yang licik dan merugikan banyak pihak terus membayangi dirinya. Namun, di tengah pusaran perebutan harta tersebut, romansa manis mulai hadir mewarnai hari-harinya. Mampukah misi balas dendam serta pembongkaran rahasia besar mengakhiri penderitaannya? Simak perjuangan Rain mengungkap misteri keluarga demi menemukan kebahagiaan sejati.
Bab
Bagikan

Bab 2

Episode sebelumnya…

“Pergi sana !!” usir gadis Zee sambil menepuk nepuk tangannya.“Dasar wanita tidak punya hati,” gumam gadis itu dan berbalik menghampiri anak baru yang dibully tadi. “Apa kau baik-baik saja ??” tanyanya datar dan dingin sambil mengulurkan tangan.

I

I

I

“I – iya…terima kasih” ucap Al sambil menerima uluran tangan gadis Zee itu dengan gugup.

“Hmmm…,” jawabnya dingin. “Karna kau selera makanku jadi hilang,” gumamnya dan akan beranjak pergi.

“Ma – maaf,” ucap pria itu menunduk merasa bersalah “Sudahlah aku masuk kelas dulu dan yaaa ketika kau dibully kau harus melawan, kau itu laki-laki,” jelas Rain dan menatapnya datarAiishh yang benar saja, kenapa dialemah sekali,” gumam gadis itu kesal sambil berjalan pergi meninggalkan Albert.

“Jika bukan karena daddy, aku tidak mau seperti ini,” gumamnya kesal. Haiiiss badanku jadi sakit - sakit semua, Sial!!! Akan aku balas mereka nanti lihat saja nanti." ujar Albert geram

“Aku harus menelpon Ketrin,” gumam Rain mengeluarkan Hanphone yang berada disakunya sambil berjalan menuju kelas

In Call

“Hallo .,” sahutnya diseberang sana

“Rin aku tidak jadi makan, aku langsung ke kelas saja,” dingin

“Loh Kenapa ??” Tanya Ketrin yang bingung di seberang sana

gadis Zee hanya bisa menghela napas sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu. “Nanti aku ceritakan di kelas, aku tutup dulu, bilang juga pada Ken, oh jangan lupa belikan aku makanan juga.” pesannya

“Oh Ok…” balas nya dan menutup sambungan telpon mereka.

End Call

Setelah urusan dengan nyamuk itu gadis Zee ini bergegas menuju kelasnya, saat sedang asik membaca buku,Ketrin tiba–tiba datang membawakanmakanan yang gadis ini pesan tadi.

Rain ini makanan kamu,” ucap ketrin setelah gadis itu masuk dan berjalan menuju meja Rain dan meletakkan beberapa makanan dan minuman di meja gadis Zee itu

“Hmmm… terima kasih,” balas gadis Zee ini dingin dan mulai memakan makanan yang diberikan sahabatnya itu

“Hhmm, oh ya, tadi kata kamu mau ceritakan ?!” Tanyanya penasaran dengan wajah keponya itu.

“Eoh itu, tadi aku habis berkelahi dengan Smith bersaudara, mangkanya aku tidak jadi balik lagi ke kantin,” jelasnya santai sambil memakan makanannya

“What !!! Beneran ?!” membulatkan mata karena kaget “Iyaa, ucapan kamu tadi pagi benar, anak baru itu pasti akan dibully oleh mereka,” sambil melirik Al sekilas dan melanjutkan makannya kembali sebelum bel berbunyi

“Jadi siapa yang menang ??!!” tanyanya antusias sekaligus penasaran meski gadis itu tahu siapa yang akan menang

“Menurut kamu ?!” menaikkan sebelah alis menatap Ketrin Smirk. “Sudahlah jangan dibahas lagi aku sibuk,” membuka bukunya setelah ritual makannya selesai

“Iya-iya,” pasrahnya dengan wajah cemberut dan kembali ke tempat duduknya semula.

Tanpa gadis itu sadari Albert memperhatikannya sedari pelajaran dimulai dan Albert masih memperhatikan gadis Zee dan Ketrin menyadari akan hal itu

“Rain !! ssuutt… Raiiinn !!” panggilnya sambil berbisik.

“Hmmm ?!” jawab gadis Zee itu santai sambil fokus memperhatikan pelajaran.

“Kau tau anak baru itu memperhatikan kamu sedari tadi,” bisiknya lagi

“Biarkan saja,” jawabnya acuh dan ketus

“Haaiiss kau ini, Baiklah,” cumberut.

Setelah 4 jam lamanya pelajaran telah selesai dan bel berbunyi menandakan jam pulang

telah tiba, gadis Zee itu bergegas membereskan semua peralatan yang digunakannya tadi saat belajar.

“Rin, hari ini kamu pulang dengan Ken saja ya, aku ada urusan,” ucap Rain sambil memberaskan alat tulisnya “Baiklah, ” balasnya singkat

“Rin, Rain ayo kita pulang,” ajak kenzo yang baru sampai di kelas “Eoh kau sudah datang, kau pulanglah dulu bersama Ketrin, aku ada urusan sebentar.” beranjak melangkah keluar kelas

“Ok !!! Tapi nanti malam jadikan kita ke club ?” Teriak Ken pada Rain yang mulai menjauh

“Pastinya, setelah urusanku selesai aku akan kabari kalian” balas gadis berteriak karena jarak mereka hampir jauh.

Saat akan menuju parkiran,gadis itu kembali melihattukang bully yang ingin menghampiri anak baru itu, “apa mereka akan buat ulah lagi ? itulah yang ada di dalam benak gadis Zee itu”.

“Aiishhh mereka kembali lagi,” gumamnya muak karena mereka tidak hentinya membuat ulah.

“Hai !! anak cupu kemari kau !!!” panggil Alice dari kejauhan.

“Eoh iya,” sahutnya yang hendak menghampiri geng bully.

Gadis Zee yang melihat itu dengan segera menghampiri Albert, sebelum dia sampai

Di tempat geng sialan itu.

Saat Albert akan melangkah mendekati Alice tiba tiba---

“Kau… cepat masuk !!!” teriaknya dari dalam mobil setelah gadis Zee itu berhenti tepat di depan Albert

Membulatkan matanya kaget. “Eoh ...?!” menatap Rain bingung “Aaiiiss… cepat masuk, kau ingin dibully lagi ?!!” kesalnya dan menatap Al dengan tajam

Mulai tersadar “Ahhh tidak. Aku tidak mau !!” balas pria itu menggelengkan kepalanya.

“Mangkanya cepat masuk !!!” sarkas gadis itu tajam

“I – iya,” segera masuk ke dalam mobil.

Sementara Alice yang melihat Rain membwa mangsanya langsung berteriak kesal. “Yak!! Rain !!!” teriaknya. Dasar gadis sialan !!!” umpatnya kesal.

Rain pun melajukan mobilnya untuk segera menjauhi area kampus, di perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka, hingga Albert mulai berbicara untuk memecahkan keheningan tersebut.

Selama perjalanan hanya ada keheningan dan canggung, Albert mencoba memecah keheningan antara mereka. “Te - terima kasih.” sahutnya ragu menatap sekilas gadis Zee itu

“Apa tidak ada selain terimakasih eoh ?” sarkas gadis itu dingin tanpa meliriknya “Eoh ??!” menatapnya bingung

Memutar bola matanya malas. “Aiiishh sudah lupakan saja, di mana alamat kamu biar aku yang mengantarkan kamu pulang ” ucapnya mengalihkan pembicaraan

Masih mode bingung tapi pria itu tetap menjawab pertanyaan yang diajukan rain. “iya, aku tinggal di jalan Bronzeville” jawabnya

Melirik pria itu sekilas “Baiklah,” mulai melajukan mobilnya ke alamat yang pria itu sebutkan tadi

Keheningan tercipta lagi di antara keduanya, tiba tiba albert teringat sesuatu, ya percakapan rain dan sahabatnya di kelas tadi, rupanya pria ini menguping pembicaraan mereka, Albert mulai angkat suara lagi. “A – a – apa aku boleh bertanya ??” tanyanya dengan gugup

“Hhmmm…,” balasnya dingin dan datar “Setelah ini, Kau mau ke mana ?” tanyanya pura-pura tidak tahu dan mencoba sok akrab dengan gadis itu

“Aku ingin latihan, kenapa??” tanya acuh “Apakah aku boleh ikut ?” tanyanya menatap gadis itu dengan mata bulatnya

“Apa !!! Kau mau ikutt ?!” tanya kembali memastikan “Iya, apakah boleh ?” menatap gadis itu ragu-ragu, rain nampak berpikir sejenak. “Hhmmm gimana yaa, baiklah.” jawabnya pasrah entah kenapa gadis ini tidak bisa menolak, rasanya sedikit aneh tapi gadis ini tidak tahu itu apa

“Benarkah boleh ??!!” tanyanya sekali lagi.

“Iya… jangan bawel.” sarkasnya dingin melirik pria itu sekilas.

“Makasih.” tersenyum lebar.

“Aissh anak ini lucu sekali… Astaga!! Rain apa yang kau pikirkan, hilangkan semua ini.” Gumam Rain dalam hati

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis buta Milik CEO
8.8
Kehidupan ceria Laras sirna sejak sebuah tragedi merenggut penglihatannya. Kini, mantan mahasiswi ini harus bertahan di tengah siksaan perundungan dari para penggemar fanatik Damar, CEO yang pernah mengisi hatinya. Dulu, Damar memilih pergi demi melindunginya, namun langkah itu justru menghancurkan hidup Laras. Dihantui rasa bersalah yang besar, sang CEO kini kembali. Ia bertekad menebus semua dosa masa lalunya dan berharap Laras bisa merasakan ketulusan cintanya.
Sampul Novel MENGGODA CEO KEJAM
8.3
Kepergian sang ibu menyisakan luka bagi Reaneta Alisha, terlebih saat tahu ayahnya berselingkuh dengan gadis sebayanya. Dipicu amarah, Rea berniat merebut Logan Asher Maverick, miliarder kaku yang dipuja oleh selingkuhan ayahnya itu. Namun, memikat Logan rupanya tidak semudah bayangannya. Begitu rencana terselubung Rea terendus, situasi pun berbalik menjadi penuh ancaman dari Logan yang murka. Kini, taktik godaan Rea justru berisiko menghancurkan dirinya sendiri.
Sampul Novel Merebut Istri Yang Kau Sakiti
8.2
Naila, gadis salihah berumur 21 tahun, harus melewati getirnya pernikahan bersama Daffa, anggota geng motor yang kasar dan berperilaku buruk. Di tengah penderitaan itu, ia tetap bertahan karena menganggapnya sebagai ujian Tuhan. Ketegaran Naila menyentuh hati Raihan, teman kuliahnya yang bertekad menyelamatkannya dari hubungan beracun ini. Namun, apakah upaya Raihan akan membebaskan Naila atau justru mendatangkan bahaya baru yang lebih besar bagi mereka?
Sampul Novel MISSION COMPLETED
7.9
Trauma pernikahan membuat Alona Eriska, wanita 25 tahun, nekat ingin menjadi ibu tunggal tanpa suami. Demi mendapat keturunan berkualitas, ia mendatangi kelab malam dan menjebak Wickley Watson, duda kaya asal Las Vegas yang diisukan membunuh istrinya. Sadar sedang dijebak, Wickley justru tersenyum licik ketika Alona kabur setelah malam itu berlalu. Akankah rencana Alona untuk hamil mandiri berjalan mulus?
Sampul Novel Reuni & Perselingkuhan Liar
8.4
Acara reuni sekolah membawa babak baru dalam hidup Selina saat ia bersua kembali dengan Duke, mantan pacarnya. Pertemuan itu menyalakan lagi percik asmara masa lalu yang berisiko. Walau Selina berusaha menepisnya, Duke gencar mendekat dan merayunya. Duke bahkan tanpa ragu memintanya menceraikan sang suami agar mereka bisa membina rumah tangga bersama. Selina pun kini berada di persimpangan jalan, bimbang antara menjaga janji suci pernikahan atau menyerah pada hasrat lama.
Sampul Novel Surga Terakhir yang Hilang
9.6
Ava mengembuskan napas panjang lalu menanggalkan semua pakaiannya. Langkah ini menjadi cara dirinya membebaskan diri dari segala kepura-puraan yang selama ini membelenggunya. Sambil menutup mata erat-erat, ia menikmati belaian angin senja serta kesegaran air yang menyentuh tubuhnya. Di bawah langit sore yang meredup, Ava menemukan ketenangan batin yang luar biasa, seakan jiwanya melebur bersama alam sekitar tanpa ada lagi kebohongan yang perlu ditutupi.