APKDock Logo
Sampul Novel Reuni & Perselingkuhan Liar

Reuni & Perselingkuhan Liar

8.4 / 10.0
Acara reuni sekolah membawa babak baru dalam hidup Selina saat ia bersua kembali dengan Duke, mantan pacarnya. Pertemuan itu menyalakan lagi percik asmara masa lalu yang berisiko. Walau Selina berusaha menepisnya, Duke gencar mendekat dan merayunya. Duke bahkan tanpa ragu memintanya menceraikan sang suami agar mereka bisa membina rumah tangga bersama. Selina pun kini berada di persimpangan jalan, bimbang antara menjaga janji suci pernikahan atau menyerah pada hasrat lama.

Reuni & Perselingkuhan Liar Bab 1

Suasana reuni awalnya dipenuhi gelak tawa dan riuh rendah obrolan lama. Makanan tersaji mewah, minuman berderet di atas meja panjang, dan musik klasik lembut mengalun dari sudut ruangan. Tapi semuanya berubah saat salah satu perempuan di ujung meja melempar pertanyaan.

"Selina, apa kau sudah menikah?"

Seketika, semua mata langsung menoleh serempak ke arah Selina.

Selina tercekat. Ia menelan salivanya pelan dan mengangguk pelan.

Sorak-sorai pun langsung pecah.

"Waaah!"

"Selina menikah?!"

"Duh, akhirnya si anak emas diikat juga!"

Godaan demi godaan dilontarkan riuh oleh mereka yang duduk di meja reuni itu. Selina tersenyum tipis, sekadar basa-basi menyambut kehebohan. Pandangannya melirik ke arah Duke - pria pendiam di sudut meja yang langsung menenggak habis segelas alkoholnya, tanpa sepatah kata.

Tiba-tiba, suara lembut namun tajam menusuk dari seberang meja.

Raselyn Stark.

Wanita dengan gaun merah menyala, sepatu hak tinggi berkilau, dan riasan seperti bintang film. Semua tentangnya memancarkan kesan mencolok dan percaya diri berlebihan.

"Lalu, apa pekerjaan suamimu, Selina?" tanyanya, senyum di bibirnya nyaris tak terlihat tulus.

"Kenapa kau tak membawanya kemari untuk dikenalkan pada kita, ya kan?" lanjutnya dengan suara centil penuh sindiran.

Sorakan kecil dan anggukan setuju langsung menyambutnya. Beberapa bahkan bersiul ringan, jelas menikmatinya.

Selina mulai memilin jemarinya di bawah meja, dadanya sesak. "Hanya karyawan kantor..." bohongnya, pelan. Sebuah kebohongan yang ia lempar untuk melindungi sisa harga diri yang masih ia punya.

Tawa kecil pun terdengar. Bukan tawa bahagia, melainkan seperti cemoohan samar yang menusuk halus. Selina menunduk. Inilah momen yang paling ia benci dari reuni-ketika pertemuan itu berubah menjadi ruang interogasi, tempat privasi jadi konsumsi publik, dan pertanyaan-pertanyaan Raselyn menjadi senjata yang menghancurkan pelan-pelan.

Sudah dua kali reuni dalam dua tahun terakhir, dan skenarionya selalu sama.

Topik pembicaraan? Selalu Selina.

Pertanyaan? Selalu dari Raselyn.

Kenapa hanya dia yang disorot? Kenapa tak ada yang menyelamatkannya?

"Selina," suara Raselyn kembali terdengar.

"Kau belum juga hamil, ya? Kau kan yang pertama menikah di antara kita. Bukankah pernikahanmu sudah lima tahun? Apa kau belum diberi momongan?"

Selina mengepalkan tangannya di bawah meja. Urat di lehernya menegang.

Mauren, yang duduk di dekat Selina, akhirnya tak tahan.

"Reuni ini kan acara kita bersama, bukan sesi wawancara khusus tentang kehidupan Selina," cetusnya, tajam. "Kenapa kau selalu bertanya soal hidupnya? Apa kau segitu penasarannya, Raselyn? Kau sendiri sekarang jadi apa? Bukankah dulu di sekolah kau hanya mengandalkan kekayaan orang tuamu?"

Raselyn tersenyum manis, seolah tak terganggu. Ia melirik sekitar, lalu menjawab dengan tenang, "Aku sedang kuliah di luar negeri. Setelah lulus, aku akan buka perusahaan fashion dan perhiasan sendiri. Sementara itu, aku punya dua bisnis kecil yang sedang berjalan."

Tepuk tangan langsung terdengar. Kekaguman tiba-tiba menyelimuti meja.

"Wah, Raselyn, kau benar-benar keren sekarang!"

"Padahal dulu yang bersinar itu Selina..."

"Sekarang justru kau yang bersinar terang. Luar biasa!"

Dan komentar berikutnya benar-benar menampar Selina secara halus tapi kejam.

"Memang ya, jadi juara sekolah belum tentu punya masa depan cemerlang. Selina dulu borong piala dan penghargaan, primadona sejati. Sekarang? Nikah muda, jadi ibu rumah tangga, suaminya cuma karyawan biasa..."

BRAK!

Semua tersentak. Gelas dan botol alkohol di atas meja bergetar keras, beberapa hampir tumpah.

Duke - yang sejak tadi diam - kini berdiri, tangannya masih di atas meja yang baru saja digebraknya. Tatapan matanya tajam, suaranya berat dan menggema di ruangan yang mendadak sunyi.

"Apa kalian tidak punya obrolan lain?"

Tak ada yang menjawab.

"Apakah hidup kalian sudah sempurna, sampai-sampai kalian merasa pantas menguliti kehidupan orang lain seperti ini? Apa reuni ini tujuannya untuk saling membandingkan? Untuk menyombongkan diri dan menyudutkan satu sama lain?"

Tatapannya mengitari seluruh meja.

"Aku tidak percaya, reuni yang seharusnya jadi tempat kita bernostalgia, malah jadi ajang pamer dan perbandingan murahan. Apa kalian benar-benar sebahagia itu dengan hidup kalian sekarang, sampai perlu menjatuhkan orang lain hanya untuk merasa unggul?"

Hening. Sunyi. Semua tertunduk. Termasuk Raselyn yang kini diam tak bersuara, kehilangan senyum angkuhnya.

Duke kembali duduk, meneguk alkohol dari gelasnya yang tersisa. Tapi sebelum kembali tenang, matanya menatap Selina - hanya sejenak, namun penuh makna. Tatapan yang berbicara: Aku melihatmu. Aku tahu kamu terluka. Dan kamu tidak sendiri.

Selina berdiri perlahan dari kursinya, senyumnya tipis tapi jelas dipaksakan. Suaranya terdengar ringan, namun lemah di telinga yang peka.

"Aku... ingin ke belakang sebentar," ucapnya sambil melirik sekilas ke arah Mauren dan Irene.

Tanpa menunggu persetujuan siapa pun, ia melangkah pergi, meninggalkan meja yang masih dipenuhi suara riuh dan tawa-meski hatinya telah jauh dari tempat itu.

Mauren dan Irene, dua sahabat yang mengenalnya sejak sekolah, hanya bisa terdiam. Mata mereka mengikuti punggung Selina yang menjauh, langkahnya cepat seolah takut rapuhnya terlihat oleh siapa pun.

Pundak Selina sedikit turun, seperti menanggung beban tak kasat mata. Tak butuh waktu lama, bayangannya hilang, ditelan lorong menuju toilet restoran.

Begitu sampai di dalam kamar mandi, Selina tak langsung masuk ke bilik. Ia justru berdiri kaku di depan meja wastafel. Tangannya bertumpu pada tepinya, matanya lurus menatap cermin di depannya.

Sosok yang dilihatnya... terasa asing.

Wajah itu kurus.

Mata itu sembap, menyimpan lelah yang tak habis-habis.

Rambutnya digelung seadanya, beberapa helai kusut jatuh ke pipi. Tak ada riasan. Tak ada kilau. Hanya wajah seorang ibu rumah tangga-biasa, lelah, dan nyaris tak terlihat.

Bajunya sederhana.

Bahkan terlalu sederhana dibandingkan yang lain di luar sana yang mengenakan gaun elegan dan perhiasan mencolok. Ia seperti diletakkan di panggung yang salah - panggung yang hanya menerima mereka yang gemerlap.

Selina menelan salivanya, seperti mencoba menahan sesuatu yang mengganjal di kerongkongan.

"Aku dulu primadona..." bisiknya lirih, hampir tak terdengar. "Dulu aku dikagumi... tapi sekarang..."

Ia terdiam, hanya bisa menatap wajahnya sendiri. Wajah yang selama ini ia abaikan.

Yang selama ini ia sembunyikan di balik rutinitas dan tanggung jawab rumah tangga.

Air matanya menggantung di sudut mata, tapi tak jatuh. Ia terlalu kuat untuk itu. Terlalu terbiasa menyimpan semuanya sendiri.

Namun hatinya...

retak.

Lagi.

Selina langsung membasuh mukanya, dengan tujuan ia bisa menerima kenyataan yang sudah ditakdirkan untuknya meski menyakitkan.

Tapi tidak menolak kemungkinan jika ia ingin marah dan membantah semua takdir ini, kenapa hidup dan takdirnya harus semenyedihkan ini di depan teman-temannya.

Begitu Selina mengangkat kepalanya dari wastafel, ia melihat sosok yang memandanginya bersandar di pintu melalui pantulan cermin.

"Duke!"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Reuni & Perselingkuhan Liar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Melawan Suamiku & Selingkuhannya
9.7
Clara terpuruk setelah memergoki perselingkuhan Reno dan Nadia. Demi membalas rasa sakitnya, ia bersekutu dengan Damar, pria berpengaruh yang sebelumnya selalu ia jauhi. Meski jalan balas dendam ini sangat menyiksa, Clara tetap bertekad menghancurkan mereka. Namun, misinya goyah saat sisa-sisa perasaan masa lalu pada Reno kembali muncul mengusik hatinya. Kini, ia terjebak dalam pergolakan batin yang hebat saat mencoba menuntaskan misinya.
Sampul Novel Papa Baru Untuk Anakku
8.5
Lily rela menjalani kawin kontrak dengan Keenan demi sang anak yang merindukan figur ayah. Di sisi lain, Keenan juga butuh istri formalitas demi mendapatkan warisan bisnis keluarganya. Meski awalnya Keenan menegaskan hubungan mereka tanpa rasa, cinta perlahan tumbuh di antara keduanya. Namun, masa lalu yang mendadak kembali datang kini mengancam masa depan mereka. Akankah pernikahan ini bertahan saat kenyataan sulit mulai menguji komitmen mereka?
Sampul Novel Pembalasan Silvia
9.7
Silvia hancur saat tahu tunangannya berselingkuh dengan adik tirinya demi menguasai hartanya. Dipicu rasa sakit hati yang mendalam, ia merancang pembalasan dendam yang rapi. Silvia sengaja membiarkan kedua pengkhianat itu menikmati kebahagiaan palsu sebelum akhirnya menghancurkan mereka tanpa ampun. Ia bersumpah akan menyeret mereka ke dalam penderitaan yang begitu hebat, memastikan keduanya jatuh miskin dan tidak akan pernah bisa bangkit lagi.
Sampul Novel Secret Reunion
8.2
Kaluna terjebak perjodohan rumit dengan Estefan, wali kelasnya yang dingin dan mengintimidasi. Di saat bersamaan, Tante Ola yang mengincar warisan bekerja sama dengan Dewa, mantan pacar Kaluna yang berkhianat. Dewa yang obsesif memakai segala cara licik demi mendapatkan Kaluna kembali. Kini, Kaluna harus menghadapi tekanan dari calon suaminya yang kaku, sekaligus berjuang menghindari jebakan manipulatif sang mantan.
Sampul Novel Suami yang Berjanji Setia, Malah Berpaling
8.8
Pernikahan putri mafia dengan miliarder Darius Fontana awalnya diragukan banyak orang. Meski Darius tampak berubah, ia meminta pernikahan terbuka sejak malam pertama. Masalah besar muncul ketika Shanti Rasyid, kekasih keseratus Darius, mengkhianati transaksi senjata keluarga hingga nyaris menewaskan ayah sang putri. Bukannya menghukum Shanti, Darius justru melindunginya. Terluka oleh pengkhianatan suaminya, sang putri mabuk dan tanpa sengaja terbangun di ranjang paman Darius.
Sampul Novel Jodoh Hamil Serigala Putih, Ditakdirkan untuk Kesempatan Kedua
8.1
Dua tahun menanti, kabar kehamilanku justru hancur saat memergoki Damian, Alpha kawanan Batu Hitam, selingkuh dengan Serafina yang sudah hamil duluan. Pengabdianku selama lima belas tahun sia-sia, dianggap cuma alat politik tak berguna oleh keluarganya. Di tengah pesta Bulan Purnama, aku memutuskan memutus ikatan takdir kami, lalu menghubungi Kaelan demi memulai rencana balas dendam yang membara.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan