APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Black White Life

Black White Life

Di balik kekayaan melimpahnya, Zee Rain, seorang putri konglomerat, justru hidup dalam kesepian. Konflik perebutan kekuasaan yang licik dan merugikan banyak pihak terus membayangi dirinya. Namun, di tengah pusaran perebutan harta tersebut, romansa manis mulai hadir mewarnai hari-harinya. Mampukah misi balas dendam serta pembongkaran rahasia besar mengakhiri penderitaannya? Simak perjuangan Rain mengungkap misteri keluarga demi menemukan kebahagiaan sejati.
Bab
Bagikan

Bab 3

Episode Sebelumnya…

“Aissh anak ini lucu sekali… Astaga!! Rain apa yang kau pikirkan, hilangkan semua ini.” Gumam Rain dalam hati

I

I

I

I

Sampai di tempat latihan boxing, ya tujuan gadis ini adalah tempat boxing itu salah satu rutinistasnya jika ada waktu senggang, seperti sekarang dia menyempatkan untuk melakukan latihan, terbukti dengan latihan ini membentuk tubuhnya secara sempurna dengan abs yang membuat lelaki manapun menatapnya dengan kagum.

Back Rain Side

Setelah memasuki ruangan itu gadis ini mulai bersuara “Aku akan berganti baju dulu,” ucapnya beranjak untuk pergi “Iya...” balas Albert sambil melihat sekeliling.

15 menit waktu yang dibutuhkan untuk bergati baju dan bersiap untuk memulai latihan menghapiri teman sekaligus rekan boxing gadis ini

Setelah berganti pakaian gadis ini segera menghampiri rekan yang biasa gadis ini ajak untuk latihan “Hai Toni !” sapa rain sambil berjalan menuju ring di mana pria itu berada.

Yang terpanggil pun segera menoleh ke sumber suara “Yaa Rain…” balasnya kala melihat rekannya itu sedang menghampiri dirinya.

Setelah sampai disana gadis ini mulai bersuara “Aku lagi banyak banget pikiran sekarang, apa kau mau menemaniku di atas ring ?!” Tanya gadis itu memulai percakapan.

Tersenyum hangat “Tentu saja ayo, ” ajaknya dan mendapat anggukan dari Rain.

Saat mereka akan mulai ada yang memanggil gadis Zee itu “Ra – rain,” panggilnya.

Berhenti melangkah dan berbalik “Kenapa??” ucapnya sambil menoleh.

Aku tunggu di mana ?” menatap gadis Zee dengan wajah polosnya

Menatap pria itu datar “Terserah kau saja,” jawabnya santai. “Ayo Toni,” ajaknya yang mulai berjalan ke atas ring.

Albert hanya melihat gadis itu dari kejauhandan memperhatikan semua gerakannya,pria ini terlihat sangat kagum dengan gadis Zee itu, Rain latihan selama 1 jam penuh tanpa jeda dan membuat rekannya kewalahan

Melampaikan tangannya dan terengah-engah “Sudah Rain aku menyerah !” Ucap pria itu mengangkat kedua tangannya ke udara pertanda dia sudah tidak sanggup lagi.

Berhenti dan menatap pria itu kesal “Aiishh kau ini, kita baru saja memulainya, kenapa sudah menyerah sih,” sarkas gadis itu tajam bercampur kesal, karena biasanya dia latihan sampai 2 jam penuh.

Karena kelelahan pria itu terduduk lemas di lantai “Sudah aku sudah lelah” jawabnya sambil bersandar di Ring.

Menghela pafas jengah “Baiklah, aku pergi dulu.” ucapnya mulai pergi meninggalkan Toni dan menghampiri Albert.

Menghela napas lega, akhirnya gadis itu menyerah juga “Iya ... ahh… akhirnya dia pergi juga…” gumamnya merasa lega dan meneguk air minumnya. Kini gadis itu sudah berdiri di hadapan Albert “Ayo kita pulang,” ajaknya “Eoh ayo !”

Setelah urusan gadis itu selesai di tempat latihan, mereka beranjak untuk pulang. Saat di perjalanan Rain menyadari jika mobilnya dibuntuti oleh mobil yang mencurigakan dan sepertinya itu salah satu pesaing yang ingin menyingkirkan gadis Zee itu.

Melihat ke arah spion mobilnya dan bergumam kesal, “Aaiiishh jangan mulai lagi. Aku sedang tidak ingin bermain.” gumamnya merasa kesal sambil terus melirik mobil yang mencurigakan lewat kaca mobilnya, bagaimana tidak kesal, dia baru saja selesai latihan dan pasti merasa lelah dan butuh istirahat dengan segera, tapi ada saja halangannya “Kau bilang apa ? “ tanyanya saat mendengar gumaman gadis itu

Tersentak kaget dan melihat Albert sekilas “Aahh tidak,” jawabnya cepat agar pria itu tidak panik. Gadis itu segera merogoh sakunya dan mulai menelpon seseorang, setelah telpon tersambung---

In Call:

“Halo Rain…” jawab orang di seberang sana setelah telpon tersambung

“Kau di mana !!!”tanya gadis ini dingin dan datar pada bawahannya itu yang tidak lain adalah Felix-nya.

Felix adalah Kaki tangan Rain selain Kenzo.

Back Story

“Aku di kantor Rain. Kenapa? Ada yang bisa aku bantu?” sahutnya lagi "Hhmmm … ada yang mingikutiku segera selidiki siapa itu !!” perintahnya tegas

“Baik, akan aku lakukan,” balasnya tak kalah tegas

End Call

Albert yag sedari mendengar samar-samar percakapan di antara keduanya pun mulai angkat bicara “Ka-kau bilang apa? Ada yang mengikuti kita, siapa ?!” sedikit panik

Menajamkan pandangannya ke arah depan “Ahhiiss kau banyak bertanya. Bisakah kau diam !!” ketusnya tetap waspada

“I – iya… Maaf,” ujar Albert dengan gugup “Apa itu anak buah Daddy?” gumam Albert dalam hati sambil menerka nerka

Rain kembali berucap dengan tegas, “Kencangkan sabuk pengamanmu,” perintahnya tegas yang mulai menambah kecepatan mobilnya.

Rain, gadis itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan itu berhasil membuat orang yang mengikuti mereka kehilangan jejak dan juga bisa menghindar dari mobil mencurigakan itu

20 menit kemudian, mereka sudah sampai di kediaman Albert “Sudah sampai, cepatlah turun !!” perintahnya tegas dan dingin tanpa menatap lawan bicaranya.

Pria itu hanya diam karena takut dan masih shok akibat tingkah gadis itu yang membawa mobilnya seperti orang kesetanan. Merasa dirinya tidak di dengar gadis ini mulai kesal, “Apa kau dengar?Yaa!!!” teriaknya kesal karena merasa diabaikan.

Tersentak kaget. “Kenapa… kenapaa !!” ucapnya terkejut menatap gadis itu panik.

Memutar bola matanya malas, “Dasar, cepat turun atau kau mau aku membawamu ke rumahku, hah !!” kesalnya menatap pria itu tajam.

Yang ditatap hanya menggelengkan kepalanya, “Tidak… Maaf…,” ujarnya sambil turun. “Terima kasih Rain,” ucapnya setelah keluar dari mobil.

“Hhmmmm aku pergi.” mulai melajukan mobil.

“Dia sangat manis aku suka itu, hhmmm tapi siapa yang tadi mengikuti kami tadi ya? Ahh sudahlah lebih baik aku masuk. Astaga aku lupa meminta nomor ponselnya, dasar pelupa.” gumam Albert

Back Rain side

Gadis itu kembali diikuti kembali oleh mobil mencurigakan, tapi sekarang mobil itu berbeda.

Menghela napas kasar, “Aiishh apalagi ini, aku harus segera menghindar.” menancap gas penuh meninggalkan lokasi itu.

Akhirnya selah melewati drama yang pajang untuk menuju kediamannya, gadis itu berhasil sampai di rumahnya dengan selamat dan dia bisa segera beristirahat.

“Kalian !!” menunjuk penjaga. “Perketat penjagaan, aku tidak mau ada orang asing masuk ke sini, apa kalian mengerti ?!” titahnya tegas “baik nona muda,” balas penjaga itu menunduk hormat

Setelah sampai di rumah gadis itu bergegas untuk membersihkan tubuhnya

dan segera beristirahat. Sekarang waktu menunjukkan pukul 19.00 p.m dan gadis Zee itu sudah bersiap-siap untuk pergi.

Setelah kejadian sore tadi gadis itu memutuskan untuk membawa beberapa penjaga untuk menemaninya pergi nanti malam, sebenarnya dia bisa saja menghadapi mereka semua, tapi mengingat kondisi tubuh dan pikirannya, dia lebih baik mencari jalan aman bukan. Setelah bersiap gadis ini segera menghubungi sabahatnya Ketrin.

In Call

“Hallo Rain…,” sahut ketrin di seberang sana

“Apa kalian sudah di sana ?” tanyanya dengan nada dingin

“Iya, kami berada di tempat biasa.” balasnya di seberang sana

“Baiklah aku berangkat sekarang, ada hal penting yang akan aku bicarakan dengan kalian,”ucapnya dengan nada serius dan datar

“ Baiklah kami tunggu,“ balasnya mematikan telpon sepihak

End call.

Setelah gadis ini selesai bersiap-siap, dia membawa tungkainya berjalan meninggalkan kamar dan segera turun ke bawah untuk berangkat ke tempat tujuannya malam ini.

Ruang tamu

19.00 p.m

Setelah sampai di ruang tamu gadis ini menghampiri pengawalnya yang sudah berbaris rapi menanti kedatangan nona muda mereka. “Ayo kita berangkat !!” perintah gadis Zee kepada para pengawal yang akan menemani gadis ini nantinya. Pengawal itu serentak membungkuk hormat, “Mari nona… silahkan.” hormatnya.

Bersambung…

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berpisah Karena Game Online
9.0
Pernikahan harmonis Rani kini hancur akibat kecanduan sang suami pada game online. Hobi yang semula dianggap biasa justru menjadi awal dari keretakan rumah tangga mereka. Kenyataan pahit menghantam Rani saat mengetahui suaminya telah mengkhianati janji suci pernikahan. Melalui dunia virtual tersebut, sang suami tega menjalin hubungan gelap dengan wanita lain. Kecewa dengan pengkhianatan ini, Rani akhirnya terpaksa mengambil keputusan berat untuk berpisah.
Sampul Novel Dendam Menantu Kaya Raya
9.2
Tiga tahun Liam Hanza bertahan dalam penderitaan, dihina dan diperlakukan seperti budak oleh mertuanya demi cintanya pada Yolanda Liandra. Namun, kesetiaan itu hancur seketika saat ia mendapati sang istri berselingkuh. Di tengah rasa kecewa yang mendalam, Liam memutuskan mengungkap jati dirinya yang sebenarnya sebagai pewaris tunggal takhta triliunan rupiah. Kini, saat keluarga Liandra bersujud memohon maaf, Liam siap mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk membalas dendam.
Sampul Novel Dinginnya Bodyguard, Hangatnya Cinta
9.4
Sebagai pewaris dinasti politik, keselamatan Alexa berada dalam ancaman besar. Sang ayah akhirnya menunjuk Rafael, seorang mantan tentara pasukan khusus yang sangat disiplin, untuk menjadi pelindung pribadinya. Walau Rafael berupaya keras bersikap profesional, daya tarik Alexa mulai menggoyahkan keteguhannya. Di tengah kepungan bahaya dari musuh yang mengintai, Rafael menyadari bahwa menghalau pembunuh jauh lebih mudah daripada meredam getaran asmara di antara mereka.
Sampul Novel En-PD157
8.5
Lu Xun dengan dingin menunda pernikahan kami demi membantu sahabat perempuannya, Jian Tong, mendapatkan anak lewat donor sperma. Ia bahkan menyodorkan perjanjian asuh bersama dan mencoba menyuapku dengan harta agar aku sepakat. Tanpa ragu, aku menandatangani dokumen itu lalu pergi begitu saja. Lu Xun mengira aku akan ikut merawat bayi itu bersamanya nanti. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa minggu depan, aku sudah dijadwalkan untuk menikah dengan sahabatnya sendiri.
Sampul Novel ENIGMA: When We Are
8.1
Elang Albimanyu, pemuda dari keluarga broken home, sangat mendambakan kehangatan rumah yang penuh kasih sayang tulus. Dalam pencariannya, ia jatuh cinta pada wakil ketua OSIS, Sabiru Anantasya, yang masih terikat bayang masa lalu. Walau kerap dibuat kesal oleh sikap judes Sabiru, Elang tak menyerah. Di tengah rumitnya perasaan dan tanggung jawab organisasi, mampukah perjuangan cinta Elang meluluhkan hati Sabiru dan mengubah segalanya?
Sampul Novel Gairah Liar Tuan Xavier
8.5
Bella berada dalam posisi terdesak saat berjuang menolak klaim sepihak dari Tuan Xavier. Walau Bella terus menentang takdir paksaan tersebut, pria berkuasa itu tetap menegaskan bahwa Bella telah menjadi miliknya secara mutlak. Xavier menutup rapat segala celah bagi Bella untuk kabur ataupun membantah keputusannya. Kini, Bella tidak punya pilihan selain menghadapi jeratan obsesi liar sang tuan yang tidak pernah menerima penolakan.