APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bingkisan Daster Bekas Mertua

Bingkisan Daster Bekas Mertua

Kehidupan rumah tangga sepasang suami istri berada di ujung tanduk akibat campur tangan ibu mertua yang menguasai seluruh aspek keuangan. Sang suami tidak berdaya dan dituntut selalu patuh pada setiap titah ibunya. Di bawah dominasi keluarga yang begitu kuat serta hilangnya hak mandiri dalam pernikahan, mampukah cinta mereka bertahan? Ikuti perjuangan mempertahankan ikatan pernikahan di tengah bayang-bayang kendali sang mertua.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pakaian Bekas Ibu Masih Banyak. Buat Apa Beli Yang Baru?

"Mas, bagaimana kalau adek beli gamis baru untuk di pakai pas acara pernikahan Cindi Nanti?"

Aku mendekati mas galih yang sedang duduk santai di teras rumah dan mencoba merayunya.

"Lho baju lebaran mu kemarin kan masih bagus dek," mas galih mengernyitkan dahi.

Aku menghela nafas kecewa. ini pertanda buruk. Dari nada suaranya saja terdengar keberatan.

"Mas, baju lebaran saya kemarin sudah enggak muat lagi. Apalagi di bagian perut. Bisa sesak nafasku,"

Aku mengelus perut yang sudah membesar.

"Enggak gitu juga kali dek, Mas lihat baju kemarin itu masih cukup besar di badanmu,"

Lagi-lagi aku kecewa dengan jawabannya.

"Mas, Mas mau melihat ku sesak nafas di acara pernikahan Cindi?" Aku cemberut.

Acara resepsi pernikahan Cindi, adik Mas Galih akan di selenggarakan sepuluh hari lagi. Aku merasa perlu juga sesekali berdandan cantik. Sudah capek rasanya sehari-hari dengan gamis dan daster-daster bekas mertuaku. Daster warisan. Di antara daster-daster itu sudah banyak yang bolong-bolong akibat termakan usia.

Bukan tidak bersyukur, tapi sebagai istri yang sedang hamil anak pertama, aku kecewa. Ingin rasanya sesekali mencoba mencicipi daster baru, atau gamis baru. Apalagi di acara penting keluarga.

"Kalau begitu, ya sudahlah, Mas,"

Dengan gontai aku melangkah masuk. Sebulir tetesan kuning menetes dari sudut. Sebegitu susahkah untuk sekedar membeli selembar gamis?

"Dek," sebuah tangan menggenggam jemari ku dari belakang.

Aku menoleh,

"Ada apa lagi, Mas?"

"Adek marah?" Tanyanya.

Sepatutnya sebagai suami ia tidak perlu bertanya lagi.

"Tidak." Jawabku.

Dalam hati aku berkata memang benar aku tidak marah, tapi lebih tepatnya kesal. Kesal dengan sikapnya yang selalu saja tidak mengindahkanku.

"Dek, nanti aku bicarakan sama ibu. Adek yang sabar dulu ya,"

Aku menghela nafas. Selalu saja begitu, apa-apa selalu mau bilang sama ibu terlebih dahulu.

"Nggak usah, Mas." Jawabku.

Aku melangkah, namun lagi-lagi mas Galih menahanku.

"Ya udah jangan marah, Sayang. Mas akan usahakan," ujarnya cepat.

"Baiklah."

Aku menjawab tanpa memandang ke mukanya.

Terlihat Mas Galih menuju ke lantai atas, ingin menemui ibunya mungkin. Ya selama ini ibu mertuaku yang memegang seluruh kendali kebutuhan rumah. Mulai dari membeli kebutuhan dapur, listrik, air, hingga pakaian dalam, semuanya ibu mertuaku yang ngatur.

Sial memang hidupku, kurang dari sepuluh juta gaji Mas galih sebagai anggota pejabat di kantor perusahaan swasta, bagianku hanya lima ratus ribu sebulan. Selebihnya ibu mertuaku yang pegang. Dengan alasan untuk kebutuhan seisi rumah.

"Kiara, tolong rapikan meja makan ya! Sebentar lagi sudah waktunya kita makan malam," teriak ibu mertua dari pucuk tangga di lantai dua.

Tanpa menjawab aku melangkah ke dapur.

Ku pandang meja makan yang baru saja di utak-atik sama Angga, suami Mbak Megan kakak sulung Mas Galih yang juga tinggal di rumah ini.

Aku berusaha menahan kehidupan ini karena anak di perutku.

Untuk mengadu pada orang tua, aku tak mempunyai nyali yang cukup. Pernikahanku dan Mas Galih dulu memang menuai ketidaksetujuan Papa.

Namun karena cintaku sama Mas Galih, akhirnya pernikahan itu tetap terjadi juga.

Sekarang, untuk menyembunyikan nasibku yang apes, terpaksa aku pura-pura bahagia di depan kedua orang tuaku.

***

"Bu," seorang lelaki menghampiri seorang ibu yang berpakaian rapi yang sedang duduk di sofa.

"Ada apa Galih?" Tanggap wanita itu tanpa mengalihkan pandangannya dari layar pipih di tangan.

"Mmm, bisa Galih bicara sebentar?" tanya Galih.

"Ya,"

"Masih adakah sisa uang Galih di tangan Ibu?" Tanya Galih hati-hati.

"Kenapa bertanya soal uang, Nak?"

"Begini, Bu. Aku ingin membelikan Kiara pakaian untuk ia kenakan di acara resepsi pernikahan Cindi nanti," ujar Galih menjelaskan.

Bu Farah, ibunya Galih meletakkan ponselnya ke atas meja.

"Galih, pakaian ibu banyak, bagus-bagus lagi. Gamis ibu juga masih selemari penuh yang tidak terpakai. Semuanya pas di tubuh istrimu. Buat apa membeli yang baru kalau yang ada masih lebih dari cukup? Jangan ajari istrimu untuk berboros, Nak! Cari uang itu susah. Apa kau ingin istrimu hidup bergelimang kesenangan, sedangkan kau sendiri yang kesusahan mencari pendapatan"

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Batas Kesabaran Seorang Wanita
8.9
Sera merasa risih saat Darren tiba-tiba mengejarnya setelah rahasia insiden hotel tiga tahun silam terbongkar. Namun, penyesalan Darren terasa sia-sia karena kini ada Alvin, sosok penyelamat Sera di masa-masa sulitnya. Ketulusan dan kehangatan Alvin perlahan menyembuhkan luka hati Sera serta memberinya kenyamanan baru. Di persimpangan jalan ini, Sera harus menentukan pilihan: kembali pada Darren yang memohon maaf atau membuka lembaran baru bersama Alvin yang tulus mencintainya.
Sampul Novel Bidadari di dalam Rumahku
7.9
Kebahagiaan Kinan runtuh seketika saat suaminya meminta izin berpoligami. Alasan sang suami sangat melukainya; ia mendambakan istri salehah penuntun spiritual, menyindir Kinan secara tidak langsung. Di tengah rasa dikhianati dan luka batin yang teramat dalam, Kinan dipaksa menerima kenyataan pahit berbagi cinta. Kini, mampukah ia bertahan hidup satu atap dengan madunya di rumah sendiri?
Sampul Novel Bos Setan Idaman
9.0
Hidup Dita jungkir balik sejak bertemu Raga, pria misterius yang sebenarnya adalah titisan setan. Walau Raga sangat irit bicara dan dingin, ia sering memperlihatkan kebaikan yang tidak terduga pada Dita. Situasi makin menegangkan ketika sang bos mendadak menyatakan cinta secara blak-blakan. Dita yang kaget mengira itu cuma gurauan, padahal kini seluruh garis hidup dan takdirnya telah terikat erat pada sosok pria misterius tersebut.
Sampul Novel Fragile Heart (Hati yang Rapuh)
8.0
Kehidupan Jasmine runtuh ketika sang kekasih pergi tanpa penjelasan. Setelah bertahun-tahun berupaya menyembuhkan luka dan melupakan masa lalu, takdir mempertemukannya kembali dengan Xavier, pria yang mencampakkannya. Rasa sakit Jasmine kian mendalam saat menyadari Xavier kini menjadi calon suami kakak kandungnya sendiri. Ia pun terjebak dilema besar antara memendam perasaannya atau merusak kebahagiaan sang kakak demi cinta masa lalunya yang kelam.
Sampul Novel GAIRAH TERLARANG KAKAK IPAR
8.4
Renata Adinda menjalani pernikahan dingin tanpa kasih sayang dari suaminya, Adi Sanjaya, yang selalu mengabaikan kewajiban batinnya. Di tengah kehampaan hidup tersebut, Ryota Anggara hadir. Kakak kandung Adi itu menyadari keretakan hubungan mereka dan mulai mendekati Renata. Ketertarikan Rio memicu jalinan asmara terlarang yang membara di antara keduanya. Akankah cinta rahasia ini terus bertahan atau justru membawa kehancuran bagi mereka?
Sampul Novel Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku
9.6
Seorang gadis diculik dan disiksa oleh musuh ayahnya yang ingin balas dendam. Saat pembunuh menghubungi sang ayah yang merupakan kapten polisi, panggilan itu diabaikan demi menemani sang adik di sebuah lomba. Korban pun tewas mengenaskan setelah lidahnya dipotong. Ketika sang ayah dan ibu yang seorang ahli forensik tiba di TKP untuk menyelidiki kasus ini, mereka mengutuk kekejaman pelaku. Tragisnya, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa jasad hancur yang sedang mereka periksa adalah putri kandung mereka sendiri.