APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bingkisan Daster Bekas Mertua

Bingkisan Daster Bekas Mertua

Kehidupan rumah tangga sepasang suami istri berada di ujung tanduk akibat campur tangan ibu mertua yang menguasai seluruh aspek keuangan. Sang suami tidak berdaya dan dituntut selalu patuh pada setiap titah ibunya. Di bawah dominasi keluarga yang begitu kuat serta hilangnya hak mandiri dalam pernikahan, mampukah cinta mereka bertahan? Ikuti perjuangan mempertahankan ikatan pernikahan di tengah bayang-bayang kendali sang mertua.
Bab
Bagikan

Bab 2

Buntalan Gamis Dan Daster Bekas Dari Mertua

"Begini, Bu. Aku ingin membelikan Kiara pakaian untuk ia kenakan di acara resepsi pernikahan Cindi nanti," ujar Galih menjelaskan.

Bu Farah, ibunya Galih meletakkan ponselnya ke atas meja.

"Galih, pakaian ibu banyak, bagus-bagus lagi. Gamis ibu juga masih selemari penuh yang tidak terpakai. Semuanya pas di tubuh istrimu. Buat apa membeli yang baru kalau yang ada masih lebih dari cukup? Jangan ajari istrimu untuk berboros, Nak! Cari uang itu susah. Apa kau ingin istrimu hidup bergelimang kesenangan, sedangkan kau sendiri yang kesusahan mencari pendapatan"

Galih terdiam mendengar ibunya bicara. Entah mengapa meskipun hatinya bertolak belakang dengan apa yang ibunya katakan, namun hatinya terasa segan dan lidahnya terasa kelu meskipun untuk sekedar mengutarakan pendapatnya sendiri.

"Bu, sekali ini saja aku mohon, aku kepingin membelikannya gamis baru yang ia pilih sendiri di butik langganan ibu," dengan ragu-ragu Galih mencoba untuk bicara kembali.

"Buat apa kau ingin mengajaknya ke butik langganan ibu? Harga di sana tidaklah main-main. Sudahlah, Galih. Hentikan omongan konyolmu,"

Galih memandang langit-langit ruangan. Ada rasa iba menyelimuti hatinya tatkala membayangkan wajah sendu Kiara yang tadi meminta dibelikan gamis.

"Galih, kau satu-satunya anak laki-laki ibu. Ibu menaruh harapan besar padamu. Ibu berharap kamu bisa membimbing adik dan mbakmu. setelah ayahmu tiada, kau adalah tulang punggung dari keluarga kita. Jadi bijaklah sebagai suami. Jangan turuti semua kemauan istrimu. Karena itu bisa membuatnya manja. Kalau dia banyak keinginan, suruh saja dia cari uang sendiri. Maaf, bukan ibu bermaksud jahat. Tapi itu demi kelangsungan hidup kalian. Seandainya saja dia bekerja, tentu saja pemasukan ekonomi akan bertambah. Dia..."

"Cukup, Bu!" Galih memotong pembicaraan ibunya.

"Kenapa? Kamu rela membentak ibu demi Kiara?" Bu Farah bangkit dengan melotot.

"Maaf, Bu. Aku tidak bermaksud membentak. Tapi aku kurang setuju ibu menyarankan Kiara untuk bekerja. Dia sedang hamil anakku, Bu. Tidak mungkin aku membiarkan dia kecapean bekerja,"

"Kalau kau tidak ingin melihat Kiara kecapean bekerja karena sedang hamil, maka kau juga harus menasehatinya agar jangan banyak keinginan ini dan itu. Jadi istri itu harus kudu nurut. Kau tahu ajaran agama bukan? Istri itu harus patuh pada suami. Sebagai istri saja Kiara sudah nampak sebagai pembangkang, apalagi nanti sebagai ibu dari anakmu. Bisa-bisa kepalamu dia injak-injak. Jadi lelaki jangan mau terlalu dikuasai sama wanita. Pertahankan harga dirimu, Nak. Pertahankan takdirmu sebagai suami. Jangan lemah karena istri. Dan satu lagi yang terpenting, jangan pernah kau merendahkan ibumu ini demi perempuan itu. Dia hanyalah orang lain yang kebetulan kau nikahi dan kau bawa ke rumah ini,"

Kali ini Galih benar-benar tutup mulut dengan ucapan sang ibu.

Iya merasa serba salah, susah menimbang antara buah pemikiran sang ibu dengan kejujuran di hati kecilnya. Entah ada rasa tidak setuju dengan nasehat dari mulut sang ibunda.

Namun karena rasa hormat yang dijunjungnya sedari kecil, membuat Galih merasa ragu dan sungkan untuk menyangkal ucapan Bu Farah.

Sebentar kemudian, terlihat Bu Farah memasuki kamarnya yang berukuran cukup luas.

***

"Kiara ...!" Terdengar suara ibu mertua memanggil-manggil dari ambang pintu kamar kami.

"Ya, Bu," aku berjalan mendekatinya.

"Ada apa Bu?" Aku bertanya.

"Ini, untukmu. Itu lumayan banyak dan masih bagus semua. Nanti aku akan minta tambahan sama Megan. Dia juga mau punya banyak pakaian yang sudah tidak terpakai lagi."

Ibu mertuaku menyodorkan sebuah plastik putih besar dihadapanku.

Setelah itu Bu Farah melangkah keluar.

"Oh ya, kurasa kau tidak perlu lagi membeli yang baru, itu sudah lebih dari cukup" sambungnya sebelum benar-benar pergi.

Penasaran kucoba membuka plastik hitam yang tadi ia sodorkan.

Mataku menitikan tetesan bening. Di dalam plastik tersebut ternyata berjubel-jubel potongan gamis dan daster bekas.

Seperti biasa, nampak potongan-potongan gamis keluaran beberapa tahun yang lalu dengan warna yang mulai memudar.

"Astagfirullahaladzim, dia pikir siapakah aku ini? Sehingga patut untuk memakai dan mengenakan pakaian bekasnya setiap saat,"

"Tak akan pernah kupakai lagi pakaian-pakaian ini, akan kubuktikan bahwa aku bisa membeli semuanya bahkan lebih dari yang selama ini kalian kenakan,"

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANITA ( Pernikahan atas penukaran jaminan)
9.4
Demi melunasi kerugian akibat ulah sang saudara, Anita Azaelia terpaksa menjalani pernikahan kilat tanpa landasan cinta. Beban hidupnya kian menumpuk saat mengetahui sang suami sama sekali tidak mencintainya. Setelah sebelumnya terluka oleh pengkhianatan masa lalu, kini Anita harus bertahan melewati kepedihan nasib yang menguji batas kemampuannya. Akankah ia berhasil meraih kebahagiaan sejati di tengah badai rumah tangga yang menempatkannya tak lebih dari sekadar jaminan utang?
Sampul Novel Benih Satu Milyar
8.0
Nara harus menghadapi kenyataan pahit saat ibu kandungnya, yang telah lama menghilang dan dicari ke kota, tega menjual kesuciannya di usia delapan belas tahun hanya demi melunasi utang. Alih-alih mendapatkan kehangatan keluarga yang didambakan, pertemuan itu justru menghancurkan masa depan Nara sepenuhnya. Tiga tahun berlalu sejak tragedi kelam tersebut, kini ia terpaksa bertahan hidup dengan menjalani realitas baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya sebagai seorang sugar baby.
Sampul Novel Identitasku Dipakai di Pernikahan Mantanku
7.9
Hidup Rani hancur setelah Angela mencuri identitasnya untuk menikahi Azlan Bagaskara. Tak hanya merebut sang kekasih, sahabatnya itu bahkan memaksanya menjadi pelayan di rumah mereka. Setiap hari, Rani harus menahan kepedihan menyaksikan kemesraan palsu mantan pacarnya bersama Angela. Di tengah penderitaan batin yang tiada henti, akankah Rani terus terpuruk dalam diam, atau bangkit memperjuangkan keadilan atas pengkhianatan kejam yang merusak masa depannya?
Sampul Novel Mahkota Sang Dewi
8.2
Bagi Husein, akad nikah adalah ikrar suci untuk melindungi sang istri. Sebaliknya, Mutia menganggap pernikahan ini sebagai beban berat yang harus segera diakhiri, terutama karena hatinya telah milik orang lain. Ketika takdir menyatukan mereka dalam rumah tangga tanpa cinta yang setara, sanggupkah keduanya bertahan? Hubungan penuh keterpaksaan ini pun menjadi ujian berat bagi kesetiaan serta pengorbanan mereka.
Sampul Novel Not A Perfect Marriage
9.5
Ivy Marionet menjalani pernikahan rumit yang penuh rahasia dengan seorang ksatria kerajaan. Ia harus berjuang keras demi menyembunyikan identitas aslinya yang misterius. Keadaan kian genting saat campur tangan Putra Mahkota Winter membuat Ivy terancam hukuman mati di tangan suaminya sendiri. Siapa sebenarnya sosok Ivy? Di tengah intrik dan bahaya yang mengintai, mampukah ia mengungkap kebenaran sekaligus menyelamatkan diri dari eksekusi yang membayangi hidupnya?
Sampul Novel THE BIG PRETTY
8.6
Angel Wings bimbang saat Zeus Bima Anggara dan Frenzy Sakti Anggara menembaknya bersamaan. Di balik keinginan dicintai, tubuh berbobot 80 kg membuat Angel tidak percaya diri. Dilema ini kian pelik karena Agatha, sahabatnya, menaruh hati pada Zeus. Sementara itu, Thea Zenu Otis siap memusuhi Angel jika ia memilih Frenzy. Terjebak masalah berat badan dan konflik pertemanan, siapakah yang akhirnya akan Angel pilih?