APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bertahan Hidup di Sebuah Pertunjukan

Bertahan Hidup di Sebuah Pertunjukan

Acara realitas Jack Harper, seorang ahli bertahan hidup, berubah menjadi bencana setelah ledakan misterius. Ia terdampar di pulau terasing yang dipenuhi reruntuhan kuno serta suku berbahaya. Bersama sekelompok selebritas, Jack harus memimpin perjuangan untuk lolos dari maut. Namun, bahaya terbesar datang dari Mei Ling, kontestan yang menyimpan dendam dan berniat membunuhnya. Di tengah konspirasi dan pengkhianatan, Jack harus bertarung demi mengungkap kebenaran.
Bab
Bagikan

Bab 1

"ku tidak suka ini," kata Jack sambil menatap undangan berbentuk gulungan yang baru saja diterimanya. Surat itu ditulis dengan tinta emas, terlihat mahal, dan terkesan terlalu mewah untuk sesuatu yang disebut sebagai "acara bertahan hidup". Ia duduk di kursi di ruang tamunya yang sederhana, memandangi tulisan besar di bagian atas undangan itu: "Survival Paradise: The Island of Deception."

"Kenapa?" tanya Steven, manajernya, yang duduk di sofa di seberang meja. Pria itu menggulung lengan kemejanya, terlihat santai, tetapi matanya tetap fokus pada Jack. "Ini acara besar, Jack. Kamu bisa dapet exposure yang lebih besar. Orang-orang suka lihat kamu di situasi kayak gini."

Jack menghela napas panjang, menggosok pelipisnya. "Karena ini terlalu... aneh. Aku sudah pernah syuting acara reality show sebelumnya. Tapi ini? Lihat ini." Ia menunjuk bagian bawah undangan yang mencantumkan daftar peserta: seorang aktris terkenal, model internasional, CEO sukses, bahkan seorang penyanyi pop.

"Ini bukan acara bertahan hidup. Ini kayak pesta orang kaya."

Steven terkekeh. "Itu justru poinnya. Kamu yang ahli bertahan hidup, mereka yang nggak tahu apa-apa soal itu. Bagaimana caramu mengajari mereka? Bagaimana mereka bertahan? Orang-orang bakal nonton, Jack. Dan kalau semuanya berjalan lancar, kamu bisa dapet kontrak baru. Bayaran bagus."

Jack terdiam sejenak, membaca ulang undangan itu. Bagian "hadiah besar untuk pemenang" tidak menarik perhatiannya. Dia tidak peduli soal uang. Tapi sesuatu tentang acara ini memang terasa... salah. Terlalu glamor untuk sesuatu yang seharusnya sederhana.

"Aku nggak yakin," gumamnya akhirnya. "Aku cuma merasa ada sesuatu yang disembunyikan di balik ini semua."

Steven mengangkat bahu. "Kalau kamu nggak mau, aku bisa kasih tahu mereka. Tapi ingat, ini bisa jadi kesempatan besar buat karirmu. Setelah acara ini, kamu bisa jadi pembicara di mana-mana, bikin buku lagi, bahkan film. Semua orang suka lihat orang kayak kamu jadi pahlawan."

Jack tidak menjawab. Ia menatap keluar jendela, melihat langit sore yang mulai memerah. Dalam hatinya, ia tahu Steven benar. Tapi firasat buruk itu tetap ada.

---

Tiga minggu kemudian, Jack berdiri di dek kapal pesiar mewah yang membawa para peserta menuju pulau tujuan. Laut biru membentang tanpa batas di sekelilingnya. Udara terasa hangat, dengan angin lembut yang membawa aroma asin laut. Tapi suasana di atas kapal tidak sehangat itu.

"Jadi, kamu si ahli bertahan hidup itu?" Suara seorang wanita terdengar dari belakangnya. Jack menoleh dan melihat seorang wanita berambut hitam panjang berdiri dengan tangan terlipat di dadanya. Pakaiannya sederhana, tetapi sorot matanya tajam dan penuh perhitungan.

"Dan kamu siapa?" balas Jack, nada suaranya datar. Ia bukan tipe orang yang suka basa-basi.

"Mei Ling," jawab wanita itu sambil mengulurkan tangan. "Aku... entertainer." Senyuman tipis muncul di wajahnya, tetapi Jack merasa senyum itu tidak tulus. Ada sesuatu yang dingin dan penuh rahasia di balik mata wanita itu.

Jack menjabat tangannya singkat. "Jack Harper."

Mei Ling menatapnya beberapa detik sebelum melepaskan tangannya. "Kamu kelihatan seperti orang yang tahu apa yang dia lakukan. Tapi aku penasaran, Jack. Apa kamu bisa bertahan kalau nggak ada kamera yang merekam semua aksi heroikmu?"

Jack menatapnya balik, mencoba menebak maksud di balik kata-kata itu. Tapi sebelum ia sempat menjawab, suara lain memotong.

"Lihat siapa yang sudah mulai berdebat sebelum acara dimulai." Seorang wanita dengan rambut pirang dan gaun elegan mendekat. Senyumnya lebar, tetapi ada kesan sinis di baliknya.

"Victoria Huxley," katanya sambil mengulurkan tangan, kali ini kepada Jack. "CEO Huxley Enterprises. Mungkin kamu pernah dengar."

Jack menjabat tangannya tanpa ekspresi. "Mungkin."

Victoria terkekeh kecil. "Ah, kamu tipe yang tidak peduli dengan dunia korporat, ya? Bagus. Aku suka orang yang fokus pada hal-hal praktis."

Mei Ling memutar mata. "Kamu suka orang yang bisa kamu manfaatkan, maksudnya."

Victoria hanya tersenyum, tidak membalas.

Jack memutuskan untuk tidak ikut campur. "Aku mau lihat-lihat ke bagian lain," katanya sambil berjalan pergi. Tapi langkahnya terhenti ketika seorang wanita lain mendekat.

"Jack Harper?" Wanita itu berambut cokelat gelap dengan mata besar yang tampak sedikit gugup. Dia mengenakan jaket kulit yang tampak terlalu tebal untuk cuaca di sini. "Aku Elena. Elena Martinez."

"Aku tahu," jawab Jack singkat. Wajah wanita ini familiar. Dia pernah melihatnya di beberapa film dan acara TV. Dia aktris terkenal, tetapi di sini, dia terlihat lebih kecil dan lebih rapuh daripada yang ia bayangkan.

"Aku cuma mau bilang, aku ngefans sama kamu," kata Elena dengan senyum canggung. "Aku pernah baca bukumu tentang bertahan hidup di hutan tropis. Itu keren banget."

"Terima kasih," jawab Jack. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi. Tapi setidaknya, Elena terlihat lebih tulus dibandingkan Victoria atau Mei Ling.

Sebelum percakapan mereka berlanjut, suara mikrofon terdengar dari speaker di seluruh kapal. "Para peserta yang terhormat, kita akan tiba di pulau tujuan dalam waktu satu jam. Mohon bersiap-siap, dan nikmati perjalanan Anda."

---

Satu jam kemudian, kapal berhenti di dekat sebuah pulau tropis yang tampak seperti surga. Pantai berpasir putih, pohon kelapa yang melambai-lambai, dan air laut yang jernih. Tapi bagi Jack, keindahan ini tidak menghilangkan firasat buruknya.

Semua peserta berkumpul di dek utama, berdiri berdampingan. Selain Jack, Mei Ling, Victoria, dan Elena, ada juga seorang wanita Eropa berambut pirang bernama Sofia Novak. Dia model terkenal, tetapi sejak awal, dia terlihat pendiam dan tidak banyak bicara.

"Ayo, teman-teman!" seru seorang pria berkacamata hitam yang tampaknya adalah pembawa acara. "Selamat datang di petualangan terbesar dalam hidup kalian! Ini bukan hanya tentang bertahan hidup, tetapi juga tentang menguji batasan diri kalian. Siap?"

Semua orang, kecuali Jack, menjawab dengan sorakan setengah hati.

Jack menatap pria itu dengan tajam. "Jadi, apa yang sebenarnya terjadi di sini?"

Pria itu hanya tersenyum lebar, tetapi sorot matanya tidak menjawab apa pun. "Kamu akan tahu, Jack. Kamu akan tahu."

---

Setelah semua peserta turun ke pantai, suasana mulai terasa lebih serius. Para kru sibuk mengatur kamera dan perlengkapan lainnya. Mereka diberi waktu untuk berkenalan lebih jauh sebelum acara dimulai.

Victoria mendekati Jack lagi, kali ini dengan nada suara yang lebih rendah. "Jadi, Jack," katanya. "Apa pendapatmu soal acara ini?"

Jack menatapnya. "Aku belum tahu. Tapi aku merasa ada sesuatu yang tidak mereka katakan kepada kita."

Victoria tersenyum tipis. "Kamu pintar. Aku suka itu. Tapi hati-hati, Jack. Kadang, terlalu banyak tahu bisa membuatmu dalam bahaya."

Jack tidak menjawab. Tapi kata-kata Victoria itu membuat firasat buruknya semakin kuat.

---

Malamnya, saat mereka duduk di sekitar api unggun yang disiapkan oleh kru, Mei Ling duduk di sebelah Jack. Dia menatap api dengan pandangan kosong sebelum akhirnya berbicara.

"Kenapa kamu ikut acara ini?" tanyanya pelan.

Jack menoleh padanya. "Kenapa kamu peduli?"

Mei Ling tersenyum tipis, tetapi matanya tetap dingin. "Cuma penasaran. Kamu ahli bertahan hidup. Aku yakin kamu nggak butuh acara ini untuk membuktikan apa pun."

Jack tidak menjawab. Dia tahu ada sesuatu di balik pertanyaan itu, tetapi dia tidak ingin memancing konflik terlalu cepat.

"Aku punya alasan sendiri untuk ada di sini," lanjut Mei Ling. "Dan aku yakin kamu juga punya."

Jack menatapnya, mencoba mencari tahu apa yang wanita ini sembunyikan. Tapi sebelum dia sempat bertanya, suara keras terdengar dari arah hutan.

Semua orang langsung berdiri, termasuk kru. "Apa itu?" tanya Elena dengan suara gemetar.

Jack meraih tongkat kayu yang ada di dekatnya, bersiap untuk apa pun. Tapi sebelum mereka bisa memutuskan apa yang harus dilakukan, Victoria berbicara.

"Selamat datang di pulau ini," katanya dengan nada sinis. "Aku rasa, ini baru permulaan."

Jack menatapnya tajam. "Apa maksudmu?"

Victoria hanya tersenyum, tapi tidak menjawab. Sebuah pertanyaan besar menggantung di udara, dan Jack tahu, ini baru awal dari sesuatu yang jauh lebih rumit.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Thousand Tears of Sword
8.8
Di benua terkutuk yang penuh penindasan dan perdagangan manusia, dewa mengutus Dewi Kematian untuk menegakkan keadilan. Sialnya, sebuah insiden saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Ia justru bereinkarnasi sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Tanpa kekuatan dewa yang tersisa, mampukah ia menuntaskan misi sucinya untuk menyelamatkan mereka yang tertindas di tengah neraka dunia ini?
Sampul Novel Manusia milikmu
8.6
Selena, seorang manusia biasa dengan masa lalu kelam, hanya mendambakan kehidupan kuliah yang tenang. Namun, takdirnya berubah total saat Blackwell bersaudara yang berkuasa menyadari kehadirannya. Trio werewolf kuat ini terkejut ketika sang Alpha mendeteksi Selena sebagai pasangannya. Sempat ditolak karena status manusianya, sebuah serangan mendesak sang Alpha menggigit Selena demi menyelamatkan nyawanya. Di tengah konflik kampus dan persaingan saudara, Selena berubah menjadi serigala dan harus menentukan takdirnya.
Sampul Novel Misteri Masalembo (Crash Landing)
8.8
Badai dahsyat menyeret pesawat Airbus A320 masuk ke portal masa lalu di sebuah benua asing. Di tengah kabin yang dipenuhi arwah berdosa dan gas beracun selama dua jam penuh teror, sang pilot Adam bekerja sama dengan ahli astrofisika Austria, Ingrid Rose. Mereka berjuang memecahkan teka-teki rumit demi kembali pulang. Upaya itu berhasil, namun badai membuat bahan bakar habis. Pendaratan darurat di perairan luas pun tak terhindarkan agar semua bisa selamat.
Sampul Novel Salsa Meguno
9.1
Salsa Meguno berhasil bangkit dari masa lalu yang kelam, mengubah dirinya dari gadis lemah menjadi sosok wanita yang sangat tangguh. Namun, takdir pahit menghampirinya saat seluruh anggota keluarganya tewas dalam sebuah tragedi tragis. Di tengah duka mendalam yang menyelimuti hatinya, Salsa kini dihadapkan pada pilihan yang sulit. Apakah ia akan mengambil jalan balas dendam demi menuntut keadilan atas kematian orang-orang yang dicintainya?
Sampul Novel THE GREAT MAN
8.3
Bebas dari penjara, Joe Hans justru mendapati sang istri berselingkuh dan putri kecil mereka, Kiara, telah dijual oleh mertuanya sendiri. Di balik hinaan keluarga Jilly, Joe sebenarnya adalah seorang panglima perang tangguh yang memiliki kekayaan triliunan. Demi menyelamatkan putrinya, Joe harus bertindak tegas melawan mantan keluarga istrinya yang tak merasa bersalah. Mampukah sang panglima menemukan buah hatinya setelah dikhianati secara keji?
Sampul Novel Transmigrasi Ke Buku Dan Menikahi Jenderal Iblis
7.8
Penulis bernama Cheryl terjebak di dalam buku buatannya sendiri dan harus menikahi Edgar Baldwin. Di balik kebahagiaan awal pernikahan mereka, tersimpan rahasia gelap yang mengerikan. Bagi Cheryl, ajal bukanlah akhir dari segalanya. Ia justru terjebak dalam siklus tanpa akhir, berpindah dimensi dan dipaksa menikahi pria tak dikenal. Melalui pertemuan mistis dengan sesosok dewa, Cheryl mulai menguak misteri di balik reinkarnasi tragis yang membelenggu jiwanya.