APKDock Logo
Sampul Novel Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku

Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku

7.8 / 10.0
Ketika badai topan besar melanda, sahabat dari putri sang protagonis terpaksa menginap di kediamannya. Suasana malam yang sunyi berubah drastis saat gadis itu menghampirinya dengan pakaian tidur tipis, berpura-pura mencari mentimun untuk meredakan rasa lapar. Namun, gelagat malu-malu dan penampilannya justru memicu ketegangan intim di antara mereka. Alih-alih mentimun biasa, pria itu menawarkan sesuatu yang jauh lebih menggoda, memulai hubungan rahasia yang penuh gairah.

Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku Bab 1

"Paman, apa di rumah ada mentimun? Boleh aku pinjam sebentar …?"

Saat badai topan melanda, sahabat putriku terjebak di rumahku.

Malam itu, dengan wajah kemerahan, dia mencariku untuk meminta mentimun, katanya, "Aku cuma agak lapar, ingin makan mentimun untuk mengganjal perut."

Melihat tonjolan kecil di balik baju tidurnya, darahku seketika bergejolak.

Aku sengaja berkata, "Paman punya sesuatu yang jauh lebih enak daripada mentimun di sini."

Namaku Andre Pirga, seorang ayah tunggal.

Tanpa istri, aku merasa sangat tersiksa. Tubuhku ibarat sawah yang lama dilanda kekeringan, sangat mendambakan hujan untuk membasahinya.

Akhir pekan ini, putriku yang masih kuliah membawa sahabat baiknya, Erika Meiri, berkunjung ke rumah.

Rencananya mereka akan kembali ke kampus saat malam.

Tak disangka, badai topan dahsyat tiba-tiba menerjang, dan seluruh wilayah Kota Jilana lumpuh total.

Badai itu menghancurkan ribuan bangunan tanpa ampun, sistem transportasi lumpuh, bahkan tiang listrik tumbang hingga ke akar-akarnya.

Berita di televisi memperingatkan warga untuk tidak bepergian karena di luar sangat berbahaya.

Erika terpaksa harus menginap di rumah kami selama beberapa hari ini.

Awalnya aku mengira dia hanya gadis kecil yang polos, tapi siapa sangka hasratnya jauh lebih besar dariku.

Karena datang terburu-buru, dia tidak membawa pakaian ganti. Setelah mandi di malam hari, dia tidak punya pilihan selain mengenakan baju tidur milik putriku.

Baju tidur itu agak kekecilan, mempertegas lekuk tubuhnya yang molek.

Saat dia keluar dari kamar mandi dengan rambut basah, tetesan airnya membasahi kain tipis baju tidur itu hingga menjiplak kulitnya.

Jelas sekali dia tidak memakai bra, aku bahkan samar-samar bisa melihat dua "biji ceri" merah di baliknya.

Aku menelan ludah tanpa sadar. Gadis ini punya bentuk tubuh yang luar biasa, ukurannya mungkin sekitar cup D.

Kulitnya putih bersih dan halus. Baju tidur itu hanya menutupi sampai pangkal panggulnya, menonjolkan bentuk bokongnya yang kenyal seperti buah persik.

Dia mengenakan sandal jepit, dengan sepuluh jari kaki yang menggemaskan seperti butiran anggur.

Mataku hampir tidak bisa lepas darinya.

Sebagai pria yang sudah lama menahan gairah, melihat gadis yang tampak segar seperti bunga teratai setelah mandi ini, membuat "tenda kecil" di bawah sana langsung berdiri tegak.

Namun karena putriku ada di sampingku, aku hanya bisa menahan diri dan memalingkan wajah ke arah televisi.

Erika duduk di sampingku untuk menonton TV bersama.

"Paman, maaf sudah merepotkan. Badai topan ini datang di waktu yang nggak tepat, jadi aku terpaksa menumpang di sini."

Dua kaki jenjangnya berada tepat di depan mataku. Celah di antara pahanya penuh dengan godaan yang membuat siapa pun ingin membukanya dengan paksa.

Belum lagi aroma harum khas gadis muda yang menusuk hidung.

Aku menahan diri dan berkata dengan tenang, "Nggak apa-apa, Paman justru senang kamu bertamu ke sini."

Putriku yang duduk di sisi lain ikut menyahut sambil tersenyum, "Sekarang Erika bisa menemaniku main selama beberapa hari."

Aku berdiri mengambil baju ganti dan bergegas ke kamar mandi.

"Aku juga mau mandi sebentar."

Begitu sampai di kamar mandi, aku melihat tumpukan pakaian di dalam bak.

Itu adalah baju yang dipakai Erika tadi siang. Karena penasaran, aku mengambil satu dan menghirup aromanya.

Wangi tubuhnya masih tertinggal di sana.

Yang membuatku semakin bergairah adalah di bagian bawah tumpukan itu, terdapat bra dan celana dalam.

Dia tidak membawa baju ganti, yang berarti di balik baju tidurnya saat ini, dia benar-benar polos tanpa dalaman!

Mengingat dia baru saja duduk di sampingku dengan baju tidur sependek itu, api di perut bawahku berkobar seketika.

Erika ini benar-benar berani, seolah tidak takut tubuhnya tersingkap.

Aku mengambil celana dalam kotor itu. Ada noda kuning di sana, yang pasti adalah cairan pribadinya.

Aku tidak bisa menahan diri lagi. Memanfaatkan situasi saat mereka tidak memperhatikan, aku membungkus milikku dengan celana dalam itu dan mulai memuaskan diri.

....

Sudah lama tidak menyentuh wanita membuatku sangat haus.

Ditambah lagi tekstur celana dalam yang halus itu, membuatku mencapai puncak dengan cepat.

Saat tubuhku bergetar, aku tidak sengaja mengotori celana dalam tersebut.

Melihat noda yang kutinggalkan, aku panik. Akan gawat kalau Erika sampai tahu.

Aku segera menyembunyikan celana dalam itu di tengah tumpukan baju lain, berniat mencucinya besok bersama yang lain di mesin cuci.

Setelah mandi air panas, aku keluar hanya dengan balutan handuk.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berusia dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan sibuk dengan gawainya meski ia sangat cerdas dan licik. Kebiasaan buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat putranya secara total. Ia pun mengambil langkah ekstrem dengan mengubah fisik Sota. Akankah rencana drastis Artisa berhasil mengubah jati diri sang anak melalui transformasi tubuh ini?
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong Alif dan Hana ke sebuah apartemen sederhana. Di hunian baru itu, takdir mempertemukannya dengan Yudha, duda menawan yang juga berjuang mengasuh putrinya, Mira, pasca-tragedi memilukan. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan memantik getaran rasa di hati mereka yang sama-sama terluka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi masa lalu atau berani membuka hati bagi cinta yang baru.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan