APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Benih Sang Pewaris

Benih Sang Pewaris

Kehidupan Isabella hancur setelah dilecehkan pria misterius di hotel tempatnya bekerja. Meski ditawari uang melimpah sebagai ganti rugi, pelayan ini menolak keras kompensasi tersebut. Namun, takdir mempermainkannya ketika ia mendapati dirinya hamil anak dari pewaris kaya raya itu. Kini, di tengah trauma mendalam dan rahasia besar yang dipikulnya, Isabella harus berjuang keras melewati masa-masa sulit demi menemukan kebahagiaannya kembali.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Mirah! Mirah! Buka pintunya!" Suara gedoran dari arah pintu rumahku itu terdengar begitu keras hingga membuat aku dan Mas Danu terkejut dan bangun tiba-tiba.

Aku melirik jam dinding yang bertengger di atas meja rias, menunjukkan pukul sebelas malam.

"Siapa malam-malam bertamu, Mas?" tanyaku.

"Nggak tahu, aku cek dulu, ya, Sayang." Mas Danu langsung turun dari tempat tidur dan berjalan cepat keluar kamar.

Perasaanku tidak tenang, aku pun berjalan mengikuti Mas Danu sambil menutupi tubuhku dengan selimut tebal.

Semakin lama, suara dari arah luar rumah itu terdengar semakin familiar.

"Sepertinya itu suara Mbak Lina, Mas," ucapku.

"Benarkah?" Mas Danu buru-buru membuka pintu.

Benar saja, Mbak Lina tengah berdiri di depan rumah kami dengan penampilan yang tak biasa. Ia membawa tas besar di tangannya, sementara rambutnya tampak sangat berantakan.

"Mirah!" Mbak Lina berjalan cepat menghampiriku lalu memelukku dengan erat. Ia menangis tersedu-sedu hingga kedua bahunya berguncang hebat.

"Ada apa, Mbak? Kenapa malam-malam kesini?" tanyaku heran.

"Aku di usir, Mir. Aku nggak tahu harus pergi ke mana. Tolongin Mbak Lina, Mir," jawabnya.

"Kenapa di usir, Mbak? Mbak Lina salah apa?"

Mbak Lina menggeleng cepat. "Tolong izinkan Mbak tinggal di sini sementara, Mir. Tolong, ya," pintanya memohon.

"Sayang, biarkan Mbak Lina tenang dulu. Jangan diintrogasi gitu, kasihan," sela Mas Danu.

Suamiku itu lantas memegang kedua pundak Mbak Lina dan membantunya duduk di kursi ruang tamu kami.

"Mbak Lina boleh tinggal di sini, kok. Kami nggak keberatan. Iya, kan, Sayang?" Mas Danu menoleh ke arahku.

Aku tak kuasa menolak, namun aku juga tidak mungkin tega membiarkan Mbak Lina terombang ambing di jalanan di tengah malam begini.

"Baiklah, tapi tolong jelaskan pada kami kenapa Mbak tiba-tiba di usir gini. Siapa tahu kami bisa bantu, Mbak," ujarku.

"Kita bahas besok aja, Sayang. Biarin Mbak Lina istirahat dulu," pinta Mas Danu.

Suamiku itu memang laki-laki yang baik hati. Ia tak pernah tega membiarkan siapapun dalam kesulitan. Tak peduli pada dirinya sendiri, Mas Danu selalu membantu orang lain dengan tulus dan ikhlas.

"Ya sudah! Sini, aku antar ke kamar," ajakku.

"Kamu istirahat aja, Sayang. Biar aku yang antar Mbak Lina," sela Mas Danu.

Laki-laki itu lantas membawakan tas besar milik Mbak Lina dan berjalan lebih dulu menaiki anak tangga.

Di lantai kedua rumah kami, hanya ada satu kamar kosong dan ruang santai. Sementara aku dan Mas Danu lebih suka memilih kamar di lantai dasar karena tak perlu repot naik turun tangga.

Hanya berselang lima menit, Mas Danu langsung kembali ke kamar kami untuk menyusulku.

"Mbak Lina gimana, Mas?" tanyaku.

"Kelihatannya masalah Mbak Lina serius, Sayang. Kasihan dia," gumamnya.

"Iya, kasihan." Aku menganggukkan kepala pelan.

Baru satu tahun yang lalu Mbak Lina menjada. Mas Yanto, suaminya meninggal secara tiba-tiba. Orang bilang karena serangan jantung. Tapi anehnya, Mas Yanto adalah orang yang sangat sehat. Selama menjadi suami Mbak Lina, aku tak pernah mendengar Mas Yanto sakit.

Kabar kematiannya mengejutkan semua orang, bahkan orang tuanya sendiri. Kami tak menyangka, Mas Yanto yang usianya masih tiga puluhan itu meninggal secara tiba-tiba.

Mbak Lina tampak tegar dan sabar saat ditinggalkan oleh suaminya. Kami memang yatim piatu. Meskipun aku dan dia adalah saudara dari ibu yang berbeda, kami tak tetap saling menyayangi.

...

Pagi-pagi sekali aku menyiapkan sarapan sebelum berangkat bekerja. Mas Danu adalah laki-laki pengertian, ia selalu membantuku melakukan semua pekerjaan rumah tanpa rasa canggung.

"Mas, tolong panggilin Mbak Lina dong. Udah siap, nih, sarapannya!" pintaku.

"Ah, iya. Sebentar, ya, Sayang."

Laki-laki itu mencuci tangan setelah membantuku memasak, lalu segera pergi menyusul Mbak Lina ke kamarnya.

Sambil menunggu, aku kembali ke kamar untuk mengganti pakaianku.

Setelah berganti pakaian, aku lantas kembali ke ruang makan. Aku pikir Mas Danu dan Mbak Lina sudah menunggu, nyatanya mereka tak terlihat batang hidungnya.

"Mas!" Aku memanggil Mas Danu dari ujung tangga paling bawah karena enggan naik ke lantai atas.

Katanya cuma panggil Mbak Lina, tapi kok lama?

"Maaf, Sayang. Tadi bantu Mbak Lina beresin lemari," ucap Mas Danu sambil berjalan menuruni anak tangga.

"Oh, Mbak Lina mana?"

"Mandi."

"Ya sudah, kita sarapan dulu, udah siang. Nanti biar Mbak Lina sarapan sendiri, " ajakku.

Mas Danu mengangguk setuju, kami akhirnya sarapan bersama lebih dulu karena khawatir telat ke kantor.

Saat kami berdua hendak berangkat, Mbak Lina turun dari kamarnya. Jika diperhatikan lebih dekat, kakakku itu kini semakin gemuk, tubuhnya lebih berisi dari terakhir kali kami bertemu.

Ia menuruni anak tangga sambil tersenyum, bersenandung pelan menyanyikan sebuah lagu, rambutnya basah digerai panjang sepinggang.

Wajah sedih dan pilu semalam telah hilang, pagi ini Mbak Lina tampak sangat segar dan ceria.

"Kalian mau berangkat?" tanyanya.

"Ah, iya, Mbak. Aku udah masak buat sarapan pagi sama makan siang. Kalau butuh apa-apa, telepon aja," jawabku.

"Terima kasih, ya, Mirah. Hati-hati di jalan." Mbak Lina tersenyum sambil melambaikan tangan.

Aku hanya mengangguk dan berbalik, menyusul Mas Danu yang sudah masuk ke dalam mobil lebih dulu.

"Mas, Mbak Lina cerita sesuatu nggak sama kamu?"

"Cerita apa, Dek? Nggak tuh!"

"Aneh deh, masa semalam nangis-nangis sedih, pagi ini udah biasa aja."

"Apanya yang aneh sih, memangnya kamu lebih suka kalau Mbak Lina sedih kayak semalem?"

Sepanjang perjalanan menuju kantor, pikiranku begitu tidak tenang.

Apa yang membuat Mbak Lina diusir oleh kedua mertuanya, padahal rumah yang ia tempati itu seharusnya telah menjadi haknya?

....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Dalam Keheningan
9.3
Aria menjalani kehidupan yang sunyi sebagai seorang tunawicara yang terabaikan sejak lahir. Takdir membawanya menjadi nyonya di Keluarga Kurnia secara tidak sengaja, meski ia sadar sang suami, Ian, tidak pernah menaruh hati padanya. Situasi kian pelik ketika Letty, cinta pertama Ian, kembali dari luar negeri dan kembali dekat dengan suaminya. Menyadari posisinya yang kian tergeser, Aria memilih menyembunyikan kabar kehamilannya dan bersiap untuk mundur dari pernikahan tanpa cinta tersebut.
Sampul Novel Cinta Tak Terbalas
7.9
Demi membiayai pengobatan sang adik, Raisa Putri rela menikah dengan Rangga yang sedang terbaring koma. Dua tahun merawat sang suami dengan tulus membuat Raisa jatuh hati. Namun, saat terbangun, Rangga justru belum bisa melupakan Aulia, mantan kekasihnya. Ia bahkan hanya menganggap Raisa tak lebih dari seorang pelayan. Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, Raisa pun memilih mundur dan meminta cerai. Akankah Rangga akhirnya menyadari arti kehilangan?
Sampul Novel Mafia Kejam Jatuh Cinta
9.6
Menghindari paksaan nikah, Deo Morte Picasso, bos mafia Italia yang antipati pada wanita, bersembunyi di desa. Di sana, ia malah terjerat cinta satu malam dengan gadis setempat. Namun, kematian mendadak orang tuanya memaksa Deo pergi, meninggalkan gadis itu yang tengah mengandung anaknya. Dua tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Sayangnya, Deo kini telah memiliki keluarga baru, menggoreskan luka mendalam bagi sang ibu tunggal yang berjuang sendirian.
Sampul Novel MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMIKU
7.9
Kehidupan pernikahan Amira hancur seketika saat perselingkuhan suaminya, Bagas, terungkap. Selama ini, wanita berusia 26 tahun tersebut selalu patuh dan setia mendampingi sang suami tanpa pernah mengeluh. Meski dikhianati dan terluka sangat dalam, Amira menolak untuk menjadi korban yang lemah. Ia mulai merancang strategi matang untuk membalas rasa sakit hatinya. Mampukah Amira melewati rintangan berat ini? Ikuti kisah perjuangannya menuntut keadilan atas pengkhianatan Bagas.
Sampul Novel Miss Lazy
9.3
Aluna Meysha Jovita hanyalah gadis pemalas dan ceroboh yang memiliki banyak kekurangan. Di balik sifatnya itu, ia sangat beruntung memiliki Athala Petro Radeyo, sahabat cerdas yang selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahnya. Namun, kedekatan mereka mulai diuji ketika Luna menyadari hadirnya benih cinta pertama di hatinya. Sialnya, perasaan itu tumbuh untuk Athala. Kini, persahabatan erat mereka terancam berubah total akibat munculnya perasaan rumit tersebut.
Sampul Novel Obsession Or Love
9.2
Sejak sang nenek menjodohkannya dengan Erlangga, takdir Alexa berubah sepenuhnya. Kini, ia harus melewati hari-hari yang penuh warna akibat dinamika sikap dan perlakuan dari calon suaminya tersebut. Namun, hubungan yang berawal dari paksaan ini menyisakan keraguan besar di benak Alexa. Ia terus mempertanyakan ketulusan perasaan Erlangga. Apakah perhatian pria itu murni karena cinta, ataukah hanya obsesi belaka? Ikuti rumitnya kisah asmara mereka.