APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Benih Sang Pewaris

Benih Sang Pewaris

Kehidupan Isabella hancur setelah dilecehkan pria misterius di hotel tempatnya bekerja. Meski ditawari uang melimpah sebagai ganti rugi, pelayan ini menolak keras kompensasi tersebut. Namun, takdir mempermainkannya ketika ia mendapati dirinya hamil anak dari pewaris kaya raya itu. Kini, di tengah trauma mendalam dan rahasia besar yang dipikulnya, Isabella harus berjuang keras melewati masa-masa sulit demi menemukan kebahagiaannya kembali.
Bab
Bagikan

Bab 2

Liam tidak bisa berkata-kata. Ia menatap gadis itu dengan tubuh mematung. Ia bahkan tidak bisa membayangkan tentang apa yang baru saja terjadi di kamar ini.

"Seharusnya aku yang bertanya, siapa kau?" tanya balik Liam. Ia mendekati si pelayan sambil duduk berjongkok di depannya.

Liam menatap gadis itu dengan tatapan menyelidik. Ia bisa merasakan ketakutan yang terlihat jelas di mata gadis itu. Tubuhnya bergetar, ia ketakutan, juga kesakitan.

"Pakai pakaianmu. Kita harus bicara," lanjut Liam. Ia menghela napas berat.

Liam bangkit, menatap Keanu yang terlelap dengan sebagian tubuh tertutup selimut. Liam menelan ludah kasar. Kali ini ia cukup kesal dengan apa yang Keanu perbuat.

Dengan tubuh sempoyongan, si pelayan menyeret kakinya masuk ke kamar mandi sambil mengenakan selimut. Ia pun segera memakai kembali pakaian yang sudah dirusak oleh Keanu.

Saat gadis itu keluar, Liam menatapnya. Laki-laki itu menarik napas panjang. Ia melepas jas hitam yang melekat di tubuhnya dan memberikannya pada pelayan tersebut.

"Pakai ini," ucap Liam.

Tanpa penolakan, gadis itu segera memakai jas pemberian Liam untuk menutupi tubuhnya dengan sempurna.

Liam mengajak pelayan itu keluar dari kamar Keanu dan berpindah ke kamar yang letaknya bersebelahan dengan kamar Keanu. Namun saat tiba di depan pintu, gadis itu menghentikan langkahnya.

"Aku hanya ingin bicara. Kau bisa mempercayaiku," ucap Liam menenangkan. Ia tahu gadis itu ketakutan.

Setelah masuk ke dalam kamar Liam, si pelayan duduk di sofa panjang. Liam membawakannya segelas air putih dan duduk di sofa lain yang letaknya tidak berjauhan.

"Siapa namamu?" tanya Liam setelah pelayan tersebut meneguk habis segelas air putih pemberiannya.

"Isabella," jawabnya singkat.

"Apa yang kau lakukan di kamar itu? Kau bisa bicara santai denganku."

"Aku pelayan, aku datang mengantar minuman sesuai permintaan," jawab Isabella dengan suara bergetar.

"Lalu?"

"Aku tidak tahu, laki-laki di kamar itu tiba-tiba ...." Gadis yang akrab disapa Bella itu tidak melanjutkan kata-katanya. Ia bahkan tidak sanggup menggambarkan kengerian yang baru saja ia alami.

Liam menarik napas dalam-dalam. Kepalanya mendadak terasa sakit. Sudah tugasnya untuk membereskan segala kekacauan yang Keanu timbulkan. Namun ia sungguh kesal mengurus hal semacam ini.

"Baiklah, Isabella. Aku tahu apa yang terjadi, aku minta maaf atas apa yang menimpamu. Jika mungkin, aku harap kau bisa melupakan kejadian ini, dan aku akan memberikan segala hal yang kau inginkan sebagai balasan," terang Liam dengan jelas.

Isabella mendongak, menatap Liam dengan mata merah dan basah. Apa yang baru saja laki-laki itu katakan? Melupakan? Bagaimana bisa ia melupakan kejadian yang telah merenggut kesuciannya? Apa dia gila?

"Hmm." Liam lagi-lagi menghela napas.

"Apa yang kau inginkan? Uang? Berapa banyak? Rumah? Villa? Apa saja yang kau sebutkan, aku bisa mewujudkannya. Asalkan, kau keluar dari masalah ini dan melupakan semuanya! Anggap hal ini tidak pernah terjadi. Maka semuanya akan baik-baik saja," jelas Liam sekali lagi.

Isabella bangkit dari tempat duduknya. Melepas jas pemberian Liam dan membiarkannya jatuh ke lantai.

"Maaf, tapi aku tidak sedang menjual diri," ucap Isabella dengan penuh penekanan. Ia berjalan perlahan keluar meninggalkan kamar Liam dengan perasaan hancur. Seperti inikah cara orang kaya menyelesaikan masalah?

Bella tidak pernah bermimpi, bahwa kesialan semacam ini akan menimpa dirinya.

Isabella, gadis berusia dua puluh tujuh tahun itu telah menjadi yatim piatu sejak beberapa tahun silam. Ia memutuskan untuk merantau ke kota dan bekerja sebagai office girl untuk mencari nafkah demi kehidupan yang lebih layak. Ia bahkan bekerja sangat keras agar bisa segera melunasi hutang yang ditinggalkan orang tuanya di desa asal mereka.

Berkat kerja keras dan kegigihannya dalam bekerja, Bella pun bisa menjadi pegawai tetap hotel meski hanya berstatus sebagai pelayan.

Naas, pekerjaan yang sangat ia nikmati ini, nyatanya merenggut kebahagiaannya dalam sekejap mata.

Karena kejadian yang menimpanya malam ini, Isabella bergegas meminta izin ke atasannya untuk segera pulang. Ia tidak mungkin bisa melanjutkan bekerja di shift malam jika pikirannya sedang kacau dan keadaannya sedang tidak baik-baik saja.

Keesokan paginya, Liam langsung datang ke kamar Keanu. Ia ingin melihat kondisi Keanu serta menanyakan perihal peristiwa semalam.

"Ah, Liam. Kepalaku terasa berat, aku merasa tidak enak badan," keluh Keanu sambil menatap Liam dengan mata menyipit. Laki-laki itu baru saja terbangun dari tidur lelapnya, dan nampaknya ia melupakan apa yang semalam terjadi di kamar ini.

Liam hanya diam, ia menghela napas panjang. Laki-paki itu memijat pelipisnya sambil memejamkan mata sesaat.

"Kau yakin tidak ingat sesuatu, Bos?" tanya Liam.

"Memangnya terjadi sesuatu?" Keanu bertanya balik.

"Kau tidak ingat apa yang terjadi semalam? Di kamar ini? Sebenarnya, berapa banyak minuman yang kau habiskan?" Liam mencerca Keanu dengan banyak pertanyaan, membuat Keanu mengernyitkan dahi.

Keanu duduk di sofa, menatap jendela kaca besar yang menghadap ke pemandangan kota yang penuh dengan gedung-gedung tinggi pencakar langit.

"Aku ingat jika semalam kepalaku terasa nyeri, tubuhku terasa panas dan aneh. Lalu kau mengantarku ke kamar. Tidak berselang lama, seorang wanita datang membawa minuman, lalu ...." Keanu tidak melanjutkan kalimatnya. Laki-laki itu terdiam setelah ingatan semalam samar-samar terlintas di kepalanya.

"Baguslah, Bos. Kau ingat," ujar Liam sambil menghela napas panjang.

"Liam, apa aku sungguh melakukannya?"

"Saat aku masuk, pelayan itu sudah menangis di lantai dengan tubuh tertutup selimut. Dia terlihat sangat ketakutan, aku yakin kau membuatnya trauma," jelas Liam.

"Sial!" Keanu mengumpat pelan. "Bereskan dia, berikan apa saja sebagai imbalan. Anggap saja itu kesalahpahaman," pinta Keanu.

"Baik, Bos." Liam mengangguk.

Setelah Keanu bersiap, mereka berdua menuju ke sebuah gedung tinggi yang merupakan kantor tempat Keanu dan Liam bekerja.

Keanu adalah anak tunggal sekaligus pewaris dari seorang pengusaha senior yang kaya raya. Keanu berasal dari keluarga konglomerat dan menjadi salah satu orang terkaya di kota itu.

Di usianya yang sudah menginjak tiga puluh dua tahun, Keanu tak kunjung menikah meski orang tuanya sudah terus menuntut dan mendesaknya agar segera memperkenalkan seorang wanita sebagai calon istrinya.

Pasalnya, Keanu adalah anak tunggal. Ia dituntut untuk lekas menikah agar segera memberikan pewaris selanjutnya. Terlebih, sang ayah adalah seorang duda. Ia semakin geram karena bosan menjalani masa tua tanpa cucu dari putra semata wayangnya.

Namun Keanu adalah laki-laki yang tidak percaya akan cinta. Ia membenci orang-orang yang terus berbicara tentang cinta, seolah cinta adalah hal paling penting di dunia ini. Sementara bagi Keanu, uang adalah segalanya. Karena dengan uang, ia bisa mendapatkan segalanya dengan mudah.

"Aku sudah meminta orang untuk mencari informasi tentang pelayan hotel itu. Aku akan segera membereskannya," ujar Liam saat mereka baru saja menyelesaikan meeting pagi.

"Bagus."

"Ah, setelah aku pikir-pikir, pelayan itu lebih baik daripada Elizabeth. Jika semalam aku tidak menahan wanita itu di ruang pesta, mungkin saja dia yang akan menari indah bersamamu di atas ranjang, Bos," terang Liam.

Sejenak Keanu terdiam, lalu menghela napas kasar.

"Sepertinya ini memang rencana wanita gila itu. Aku hampir saja masuk ke dalam perangkapnya," ujar Keanu. Liam mengernyitkan dahi tidak mengerti.

"Apa ini ulah Elizabeth, Bos?" tanya Liam. "Kau mabuk bukan hanya karena minuman?" tebak Liam.

"Sepertinya begitu. Semuanya terjadi begitu cepat. Kau mengenalku, aku tidak mungkin tidur dengan wanita sembarangan."

"Ah!" teriak Keanu sambil membanting dokumen di tangannya ke atas meja. "Sial sekali, wanita gila itu!"

Liam pun turut merasa geram. Sekarang, ia juga yang harus membereskan semua kekacauan yang Elizabeth timbulkan. Rupanya, ia sudah memiliki perasaan curiga semalam. Tidak biasanya Keanu mabuk berat saat menghadiri pesta besar. Terlebih, ia bahkan meniduri seorang pelayan dalam keadaan tidak sadar. Itu benar-benar bukan kebiasaan Keanu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masuk Tiga Besar Daftar Orang Terkaya di Negara Ini
7.9
Divonis tumor otak saat suaminya, Ethan Wood, berselingkuh dengan manajernya membuat dunia wanita ini runtuh. Menolak diam demi menutupi skandal itu, ia memilih bercerai demi mengejar impiannya. Tak disangka, investasi impulsif dan galeri seninya sukses besar hingga ia masuk daftar tiga orang terkaya di Preayork. Di tengah ejekan Ethan tentang sisa umurnya, sebuah keajaiban datang: diagnosis tumor itu ternyata salah. Kini, ia siap bangkit berkuasa.
Sampul Novel Asisten Terkekang Oleh Majikan
8.3
Sejak remaja, Dian mendedikasikan hidupnya sebagai asisten keluarga Firdaus. Kehidupan tenangnya seketika berubah saat putra sulung keluarga itu, Niko, kembali untuk mengelola bisnis. Walau telah memiliki istri, Niko justru terobsesi pada Dian dan bertekad menjadikannya tawanan cinta rahasia. Tinggal di rumah yang sama membuat tekanan dari Niko kian gencar, membuat Dian terjebak tanpa celah untuk lari. Di tengah kepungan obsesi sang majikan, sanggupkah Dian lolos dari jeratannya?
Sampul Novel Cinta Dan Benci
8.1
Viona Anatasya meregang nyawa akibat pengkhianatan keluarga dan tunangannya yang tega merampas organ hatinya. Saat mendapat kesempatan hidup kedua, ia bertekad merebut kembali segalanya dan membalas dendam. Namun, takdir mempertemukannya dengan Randy Logan, seorang CEO dingin yang tiba-tiba terobsesi padanya. Di sela rencana pembalasan, sang miliarder justru menjerat Viona dengan kasih sayang posesif yang membuatnya tersudut.
Sampul Novel Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian
9.1
Tiga tahun Wenny Cladia merawat suaminya, Hendro Jamil, miliarder Kota Livia yang terbaring koma. Namun setelah siuman, Hendro justru berpaling pada cinta pertamanya yang baru kembali, membuat Wenny sadar bahwa ia hanya dimanfaatkan. Enggan terus dihina, Wenny melayangkan gugatan cerai dengan alasan sang suami impoten. Saat Hendro yang murka datang melabrak, ia terkejut mendapati Wenny yang dulu dianggapnya jelek kini menjelma menjadi dokter ahli medis yang menawan dan siap menantangnya.
Sampul Novel Cinta Terhalang Ukuran
9.4
Sebagai ahli waris kaya raya berparas rupawan, Dhipta Wisnu Pratama terlihat sempurna di mata publik. Namun, sebuah rahasia tentang kekurangan fisiknya membuat pria ini selalu meragukan ketulusan cinta yang datang. Ujian terberat bagi Dhipta tiba ketika ia mulai mencintai Anandhila Prameswary, aktris sekaligus model papan atas yang begitu memikat. Kini, Dhipta harus berjuang keras menaklukkan hati Dhila dan mengajaknya membina rumah tangga di tengah segala ketidaksempurnaan dirinya.
Sampul Novel Direktur Iblis Takut Kehilangan
8.4
Kehidupan Lia Adelia runtuh setelah suaminya tiada dan ia didepak dari kediamannya. Kini, sebagai janda dua anak, ia harus bersusah payah mencari nafkah di tengah berbagai hinaan fisik serta status sosialnya. Di saat sulit, takdir mempertemukannya dengan Bagas Samudra, seorang pimpinan bank yang berwatak dingin sekaligus menjengkelkan. Walau Lia telah berjanji setia pada mendiang suaminya untuk tidak menikah lagi, perilaku Bagas perlahan melembut. Apakah niat terselubung sang direktur?