APKDock Logo
Sampul Novel Benih Sang Pewaris

Benih Sang Pewaris

9.3 / 10.0
Kehidupan Isabella hancur setelah dilecehkan pria misterius di hotel tempatnya bekerja. Meski ditawari uang melimpah sebagai ganti rugi, pelayan ini menolak keras kompensasi tersebut. Namun, takdir mempermainkannya ketika ia mendapati dirinya hamil anak dari pewaris kaya raya itu. Kini, di tengah trauma mendalam dan rahasia besar yang dipikulnya, Isabella harus berjuang keras melewati masa-masa sulit demi menemukan kebahagiaannya kembali.

Benih Sang Pewaris Bab 1

"Mirah! Mirah! Buka pintunya!" Suara gedoran dari arah pintu rumahku itu terdengar begitu keras hingga membuat aku dan Mas Danu terkejut dan bangun tiba-tiba.

Aku melirik jam dinding yang bertengger di atas meja rias, menunjukkan pukul sebelas malam.

"Siapa malam-malam bertamu, Mas?" tanyaku.

"Nggak tahu, aku cek dulu, ya, Sayang." Mas Danu langsung turun dari tempat tidur dan berjalan cepat keluar kamar.

Perasaanku tidak tenang, aku pun berjalan mengikuti Mas Danu sambil menutupi tubuhku dengan selimut tebal.

Semakin lama, suara dari arah luar rumah itu terdengar semakin familiar.

"Sepertinya itu suara Mbak Lina, Mas," ucapku.

"Benarkah?" Mas Danu buru-buru membuka pintu.

Benar saja, Mbak Lina tengah berdiri di depan rumah kami dengan penampilan yang tak biasa. Ia membawa tas besar di tangannya, sementara rambutnya tampak sangat berantakan.

"Mirah!" Mbak Lina berjalan cepat menghampiriku lalu memelukku dengan erat. Ia menangis tersedu-sedu hingga kedua bahunya berguncang hebat.

"Ada apa, Mbak? Kenapa malam-malam kesini?" tanyaku heran.

"Aku di usir, Mir. Aku nggak tahu harus pergi ke mana. Tolongin Mbak Lina, Mir," jawabnya.

"Kenapa di usir, Mbak? Mbak Lina salah apa?"

Mbak Lina menggeleng cepat. "Tolong izinkan Mbak tinggal di sini sementara, Mir. Tolong, ya," pintanya memohon.

"Sayang, biarkan Mbak Lina tenang dulu. Jangan diintrogasi gitu, kasihan," sela Mas Danu.

Suamiku itu lantas memegang kedua pundak Mbak Lina dan membantunya duduk di kursi ruang tamu kami.

"Mbak Lina boleh tinggal di sini, kok. Kami nggak keberatan. Iya, kan, Sayang?" Mas Danu menoleh ke arahku.

Aku tak kuasa menolak, namun aku juga tidak mungkin tega membiarkan Mbak Lina terombang ambing di jalanan di tengah malam begini.

"Baiklah, tapi tolong jelaskan pada kami kenapa Mbak tiba-tiba di usir gini. Siapa tahu kami bisa bantu, Mbak," ujarku.

"Kita bahas besok aja, Sayang. Biarin Mbak Lina istirahat dulu," pinta Mas Danu.

Suamiku itu memang laki-laki yang baik hati. Ia tak pernah tega membiarkan siapapun dalam kesulitan. Tak peduli pada dirinya sendiri, Mas Danu selalu membantu orang lain dengan tulus dan ikhlas.

"Ya sudah! Sini, aku antar ke kamar," ajakku.

"Kamu istirahat aja, Sayang. Biar aku yang antar Mbak Lina," sela Mas Danu.

Laki-laki itu lantas membawakan tas besar milik Mbak Lina dan berjalan lebih dulu menaiki anak tangga.

Di lantai kedua rumah kami, hanya ada satu kamar kosong dan ruang santai. Sementara aku dan Mas Danu lebih suka memilih kamar di lantai dasar karena tak perlu repot naik turun tangga.

Hanya berselang lima menit, Mas Danu langsung kembali ke kamar kami untuk menyusulku.

"Mbak Lina gimana, Mas?" tanyaku.

"Kelihatannya masalah Mbak Lina serius, Sayang. Kasihan dia," gumamnya.

"Iya, kasihan." Aku menganggukkan kepala pelan.

Baru satu tahun yang lalu Mbak Lina menjada. Mas Yanto, suaminya meninggal secara tiba-tiba. Orang bilang karena serangan jantung. Tapi anehnya, Mas Yanto adalah orang yang sangat sehat. Selama menjadi suami Mbak Lina, aku tak pernah mendengar Mas Yanto sakit.

Kabar kematiannya mengejutkan semua orang, bahkan orang tuanya sendiri. Kami tak menyangka, Mas Yanto yang usianya masih tiga puluhan itu meninggal secara tiba-tiba.

Mbak Lina tampak tegar dan sabar saat ditinggalkan oleh suaminya. Kami memang yatim piatu. Meskipun aku dan dia adalah saudara dari ibu yang berbeda, kami tak tetap saling menyayangi.

...

Pagi-pagi sekali aku menyiapkan sarapan sebelum berangkat bekerja. Mas Danu adalah laki-laki pengertian, ia selalu membantuku melakukan semua pekerjaan rumah tanpa rasa canggung.

"Mas, tolong panggilin Mbak Lina dong. Udah siap, nih, sarapannya!" pintaku.

"Ah, iya. Sebentar, ya, Sayang."

Laki-laki itu mencuci tangan setelah membantuku memasak, lalu segera pergi menyusul Mbak Lina ke kamarnya.

Sambil menunggu, aku kembali ke kamar untuk mengganti pakaianku.

Setelah berganti pakaian, aku lantas kembali ke ruang makan. Aku pikir Mas Danu dan Mbak Lina sudah menunggu, nyatanya mereka tak terlihat batang hidungnya.

"Mas!" Aku memanggil Mas Danu dari ujung tangga paling bawah karena enggan naik ke lantai atas.

Katanya cuma panggil Mbak Lina, tapi kok lama?

"Maaf, Sayang. Tadi bantu Mbak Lina beresin lemari," ucap Mas Danu sambil berjalan menuruni anak tangga.

"Oh, Mbak Lina mana?"

"Mandi."

"Ya sudah, kita sarapan dulu, udah siang. Nanti biar Mbak Lina sarapan sendiri, " ajakku.

Mas Danu mengangguk setuju, kami akhirnya sarapan bersama lebih dulu karena khawatir telat ke kantor.

Saat kami berdua hendak berangkat, Mbak Lina turun dari kamarnya. Jika diperhatikan lebih dekat, kakakku itu kini semakin gemuk, tubuhnya lebih berisi dari terakhir kali kami bertemu.

Ia menuruni anak tangga sambil tersenyum, bersenandung pelan menyanyikan sebuah lagu, rambutnya basah digerai panjang sepinggang.

Wajah sedih dan pilu semalam telah hilang, pagi ini Mbak Lina tampak sangat segar dan ceria.

"Kalian mau berangkat?" tanyanya.

"Ah, iya, Mbak. Aku udah masak buat sarapan pagi sama makan siang. Kalau butuh apa-apa, telepon aja," jawabku.

"Terima kasih, ya, Mirah. Hati-hati di jalan." Mbak Lina tersenyum sambil melambaikan tangan.

Aku hanya mengangguk dan berbalik, menyusul Mas Danu yang sudah masuk ke dalam mobil lebih dulu.

"Mas, Mbak Lina cerita sesuatu nggak sama kamu?"

"Cerita apa, Dek? Nggak tuh!"

"Aneh deh, masa semalam nangis-nangis sedih, pagi ini udah biasa aja."

"Apanya yang aneh sih, memangnya kamu lebih suka kalau Mbak Lina sedih kayak semalem?"

Sepanjang perjalanan menuju kantor, pikiranku begitu tidak tenang.

Apa yang membuat Mbak Lina diusir oleh kedua mertuanya, padahal rumah yang ia tempati itu seharusnya telah menjadi haknya?

....

Lanjut Membaca

Daftar Isi Benih Sang Pewaris

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Jebakan Salon
9.5
Berawal dari ajakan seorang sahabat untuk melakukan perawatan wajah di sebuah salon kecantikan, hidup seorang wanita berubah sepenuhnya. Di tempat itulah ia bertemu dengan seorang pemuda tampan berpostur tinggi yang sangat pandai memikat hati. Rayuan manis dan perhatian pria misterius itu membuatnya merasa sangat dihargai sebagai wanita, hingga ia tega mengabaikan keberadaan kekasihnya sendiri. Namun, di balik pesona memikat dan kelembutan sikap luar biasa tersebut, sebuah konsekuensi fatal serta misteri besar tengah mengintai hidupnya.
Sampul Novel Mr. Devil
8.1
Hidup Ellena hancur setelah ayah kandungnya sendiri tega menjualnya demi ambisi bisnis yang kotor. Kini, ia menjadi tawanan di mansion megah milik Hogue, sosok vampir kejam dengan hasrat menyimpang yang kerap menyiksa fisiknya. Diperlakukan layaknya budak tanpa harga diri di bawah kekuasaan pria sadis tersebut, Ellena terjebak dalam penderitaan yang tiada akhir. Mampukah ia bertahan hidup menghadapi segala kekejaman Hogue?
Sampul Novel Permainan Kakak Tercinta
8.8
Undangan menginap di rumah sang kakak berubah menjadi situasi mencekam. Teror dimulai saat sang adik melihat senyum ganjil di wajah suami kakaknya ketika sedang mencuci muka. Meski sempat ditenangkan, sang adik justru dikunci di dalam kamar bersama pria tersebut. Di tengah kepanikan, ia akhirnya menyadari bahwa seluruh kejadian mengerikan ini adalah rencana yang telah dipersiapkan oleh kakaknya sendiri.
Sampul Novel putus cinta
9.5
Dalam hubungan asmara ini, daya tarik utama kekasihku terletak pada tahi lalat di pipinya. Tanda lahir tersebut memancarkan pesona yang sangat manis, khususnya ketika dia tersenyum lebar. Aku bersyukur ukurannya pas dan tidak berlebihan. Sungguh tak terbayangkan jika ukurannya sebesar bola tenis; membayangkannya saja sudah membuatku merasa ngeri. Keunikan fisik yang proporsional inilah yang selalu berhasil memikat hatiku.
Sampul Novel Selimut Malam Tuan Muda
9.2
Impian Raina Paradisa kuliah sirna di usia tujuh belas tahun. Sang paman menjadikannya jaminan utang satu miliar kepada Alex Modero. Alex merupakan pebisnis sukses berumur tiga puluh lima tahun yang sangat angkuh dan menolak pernikahan. Demi melunasi utang keluarganya tersebut, kini Raina tidak memiliki pilihan lain selain menuruti semua kemauan Alex dan hidup melayani hasrat pria itu.
Sampul Novel Tempat Tidur Buatannya
8.6
Tujuh tahun dirawat Silas Hudson membuat semua orang yakin Sandy Ramos akan dinikahinya. Namun, kemewahan itu sirna saat Silas tega membius Sandy demi menjatuhkan rivalnya, Charlie Schultz. Sandy ditumbalkan agar Kaitlin Ellis menjauh dari Charlie. Sadar dirinya hanya alat politik, Sandy akhirnya teringat alasan ia disimpan selama ini. Kasih sayang Silas kini terbukti sebagai skema manipulasi yang kejam.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan