APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bekas Luka Ikatan yang Hancur

Bekas Luka Ikatan yang Hancur

Tiga tahun pernikahan Sinta terasa hampa karena sikap dingin Trisna. Situasi memburuk ketika cinta pertama suaminya kembali, memicu munculnya berkas perceraian. Walau Sinta menyatakan dirinya tengah mengandung, Trisna tetap teguh pada keputusannya untuk berpisah. Di atas ranjang rumah sakit, Sinta akhirnya menyerah dan membubuhkan tanda tangan. Namun secara tak terduga, Trisna justru berbalik memohon ampunan serta berjanji memperbaiki diri, membuat Sinta didera keraguan besar.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ini aku," jawab Trisna.

"Apa kamu habis minum?" tanya Sinta.

"Aku minum sedikit dengan temanku."

Suara air yang mengalir di kamar mandi memenuhi ruangan. Sinta, yang sedang beristirahat, merasa terganggu dan meringis.

Seseorang naik ke atas tempat tidur, lalu sebuah tangan yang besar mendarat di pinggang Sinta dan menelusuri lekuk tubuhnya yang ramping dan menimbulkan sensasi geli di kulitnya.

"Ehm ... jangan malam ini ...," ucap Sinta dengan mata terpejam sambil menepis tangan itu. Jauh di lubuk hatinya, dia takut aktivitas ini bisa membahayakan janin di dalam kandungannya.

Tangan yang besar itu berhenti merayap di punggung Sinta diikuti dengan suara seseorang yang berkata, "Tidurlah."

Dengan rasa kantuk yang menyergapnya, Sinta langsung kembali tertidur nyenyak.

Keesokan paginya, saat membuka mata, Sinta mendapati tidak ada seorang pun di sebelahnya dan hanya tersisa seprai yang lecek sebagai bukti kepulangan Trisna semalam.

Sedikit rasa jengkel merasuki dirinya. Mengapa dia tertidur begitu cepat? Akan tetapi, ini tidak masalah. Dia masih bisa berbagi berita dengan Trisna nanti.

Setelah mandi, Sinta membuka lemari pakaian dan memilihkan setelan putih untuk Trisna. Mengingat kabar gembira tentang kehamilannya, dia memilih dasi bergaris-garis merah yang diletakkan di atas tempat tidur dengan rapi.

Setelah pulang dari lari pagi, Trisna bersantai di sofa dengan mengenakan piama. Melihat Sinta turun dari tangga, dia meletakkan dokumen di tangannya dan berkata, "Ayo sarapan."

Setelah sarapan, Sinta mengumpulkan keberanian, lalu berkata dengan penuh harap dan kebahagiaan, "Trisna, ada yang ingin kukatakan padamu."

Pengumuman mengenai kehadiran buah hati pasti akan membawa kebahagiaan, kan?

"Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu," ungkap Trisna.

"Baiklah, kamu duluan," ucap Sinta sambil tersenyum malu.

Trisna bangkit berdiri, lalu mengambil sebuah dokumen dari atas sofa dan menyerahkan dokumen itu pada Sinta sambil berkata, "Sinta, ayo kita bercerai. Ini adalah surat cerai, silakan kamu pelajari dulu. Jika ada yang ingin kamu tanyakan, katakan padaku."

Jantung Sinta berdetak kencang saat menatap Trisna dengan ekspresi kaget. Sesaat, pikirannya menjadi kosong dan mengira dirinya telah salah mendengar.

Beberapa saat kemudian, Sinta baru menemukan suaranya dan mengulangi kata itu dengan bibir bergetar, "Bercerai?"

Trisna meminta cerai? Mengapa dia tiba-tiba meminta cerai? Oleh karena itu, Sinta lengah dan tidak menyangka hal ini.

"Malam itu, kita berdua dijebak dan dipaksa untuk menikah. Pernikahan kita juga tidak dipublikasikan. Karena tidak ada cinta di antara kita berdua, sebaiknya kita akhiri saja pernikahan ini," jelas Trisna dengan santai seolah-olah sedang membicarakan hal sepele.

Wajah Sinta memucat dan dadanya terasa sesak sehingga dia kesulitan untuk bernapas.

Ini tidak mungkin.

Sinta telah mencintai Trisna selama sembilan tahun, yaitu sejak pertama kali dia bergabung dengan Keluarga Bianto pada usia enam belas tahun sampai sekarang. Mereka telah menikah selama tiga tahun dan rasa cintanya pada Trisna semakin kuat.

Bagi Sinta, pernikahan ini bukan sesuatu yang dipaksakan karena dia menginginkannya. Namun, bagi Trisna, pernikahan ini jauh dari sempurna.

Sinta menelan ludah dan menarik napas dalam-dalam, lalu menatap lurus ke Trisna dan berusaha menjaga suaranya tetap tenang saat bertanya, "Apa tiga tahun terakhir hubungan kita tidak berjalan dengan baik? Apa kamu yakin ingin menceraikanku?" Saat kata-kata ini terucap dari mulutnya, dia merasa sakit hati.

"Aku sudah membuat keputusan."

"Tapi kakek nenekmu ...."

"Aku akan menanganinya."

"Bagaimana jika aku ...."

Sinta ingin memberi tahu Trisna bahwa dirinya sedang hamil, tetapi pria menyela dengan tidak sabar, "Gisel sudah kembali."

Kata-kata itu terdengar seperti sebilah pisau yang menghunjam hati Sinta dengan brutal.

Setelah menerima surat cerai itu dengan linglung, Sinta berkata, "Baiklah, coba kulihat dulu."

Menikah dengan terpaksa tanpa ada rasa cinta? Ini hanyalah omong kosong. Alasan sebenarnya mengapa Trisna menceraikan Sinta ada pada kalimat terakhir yang dia ucapkan, yaitu Gisel Kanaya telah kembali.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Untuk Farisa
8.1
Farisa memutuskan pergi ke kota demi memenuhi pesan terakhir sang ibu untuk melacak keberadaan ayahnya. Dalam perjalanannya, ia diselamatkan oleh seorang lelaki yang tulus membantunya. Namun, saat sang ayah berhasil ditemukan, Farisa mendapati kenyataan pahit bahwa posisinya telah diambil alih oleh sosok lain yang mengaku sebagai anak kandung. Di tengah situasi rumit ini, Farisa dihadapkan pada pilihan sulit: merelakan semuanya atau berjuang merebut kembali hak serta pengakuan yang menjadi miliknya.
Sampul Novel Harga Cinta Terpendam
9.0
Dulu aku terpaksa menghancurkan Bram demi melindunginya. Sekarang, ia kembali sebagai pengacara berdarah dingin yang berniat merebut Kania, putriku. Bram sama sekali tidak menyadari bahwa Kania adalah anaknya sendiri, dan aku sedang berjuang melawan leukemia yang mematikan. Di tengah tuntutan hukumnya yang kejam, aku harus bertahan hidup. Menjelang ajal, kuikhlaskan semuanya untuk Kania dan kutinggalkan sepucuk surat yang akan menghancurkan hidup pria yang sangat kucintai.
Sampul Novel Ibu Tiri yang Buta Hati
9.1
Kiara kehilangan satu mata demi melindungi ayahnya, Ditya Danaraja, dari serangan perampok yang menewaskan ibunya. Sejak itu, sang ayah yang bipolar melindunginya secara ekstrem dari siapa pun yang mengusik Kiara. Setelah menjalani operasi pemulihan mata di luar negeri, Kiara pulang untuk menyambut pernikahan baru ayahnya. Namun, ibu tiri yang diklaim lembut justru menculik Kiara ke pabrik kosong. Menuduhnya ingin merebut suami orang dan mencuri perhiasan mendiang istri pertama, sang ibu tiri kini mengancam akan mengulitinya hidup-hidup.
Sampul Novel IBU YANG KAU BUANG
8.0
Saat raga mulai melemah di usia senja dan tak lagi mampu bekerja keras, seorang ibu justru harus menerima kenyataan pahit. Anak-anak kandung yang dahulu ia besarkan dengan segala pengorbanan tega menelantarkannya begitu saja setelah ia pensiun. Di tengah kepedihan mendalam akibat pengkhianatan darah dagingnya sendiri, mampukah wanita malang ini menemukan kedamaian dan kebahagiaan di sisa usianya? Kisah mengharukan tentang perjuangan batin seorang ibu yang terbuang.
Sampul Novel Ikhlasku dengan takdirku
9.7
Wanita yang didera kesulitan ekonomi dan beban mengasuh anak ini harus menghadapi pahitnya dikhianati oleh sang kekasih. Namun, kepasrahan kepada Allah menuntunnya pada kedamaian jiwa. Sementara itu, perjalanan seorang gadis dalam mengejar cita-cita justru mempertemukannya dengan jodoh tak terduga. Lewat kesabaran dan keikhlasan yang religius, mereka membuktikan bahwa ketulusan hati akan selalu membawa kebahagiaan setelah badai berlalu.
Sampul Novel Rahasia Tersembunyi Dalam Pernikahan
8.3
Pertemuan pertama yang sunyi langsung menyulut hasrat membara bagai pedang tajam yang melukai mereka. Sebagai pria yang akrab dengan risiko maut dan kenikmatan duniawi, ia tak pernah menyangka ada wanita yang sanggup meruntuhkan pertahanannya hingga ia lengah. Di balik ikatan pernikahan mereka, tersimpan sebuah rahasia besar yang kini menguji batas kekuatan serta perasaan terdalam keduanya.