APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bekas Luka Ikatan yang Hancur

Bekas Luka Ikatan yang Hancur

Tiga tahun pernikahan Sinta terasa hampa karena sikap dingin Trisna. Situasi memburuk ketika cinta pertama suaminya kembali, memicu munculnya berkas perceraian. Walau Sinta menyatakan dirinya tengah mengandung, Trisna tetap teguh pada keputusannya untuk berpisah. Di atas ranjang rumah sakit, Sinta akhirnya menyerah dan membubuhkan tanda tangan. Namun secara tak terduga, Trisna justru berbalik memohon ampunan serta berjanji memperbaiki diri, membuat Sinta didera keraguan besar.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Bu Sinta, hasil tes menunjukkan bahwa dinding rahimmu sangat tipis sehingga posisi janin cukup riskan. Kamu harus lebih berhati-hati dalam mengatur pola makan dan beraktivitas fisik," jelas sang dokter sambil menyerahkan selembar resep pada Sinta Klaudius dan lanjut berkata, "Ini resepnya, silakan tebus obatnya."

"Oke, terima kasih, Dokter," jawab Sinta sambil menerima resep dari dokter dan bangkit berdiri dengan hati-hati.

Dokter menambahkan, "Pastikan untuk merawat diri dengan baik. Jangan menganggapnya sepele, ini cukup serius." Dinding rahim yang tipis rentan terhadap keguguran dan banyak wanita yang tidak bisa hamil lagi setelah mengalami keguguran.

"Terima kasih, Dokter. Aku akan merawat diri dengan baik," ucap Sinta dengan nada meyakinkan dan menunjukkan senyum tipis di bibirnya. Setelah menikah selama tiga tahun, dia sangat menantikan bayi ini dan bertekad untuk melindunginya dengan sekuat tenaga.

Setelah menebus obat, Sinta keluar dari gedung rumah sakit dan kembali ke mobil.

Sopir menyalakan mesin mobil dan melirik Sinta melalui kaca spion saat berkata, "Nyonya, penerbangan Pak Trisna dijadwalkan mendarat pukul tiga sore. Masih ada waktu dua puluh menit lagi. Apa sebaiknya kita langsung menuju bandara?"

"Oke," jawab Sinta.

Membayangkan bisa bertemu lagi dengan suaminya beberapa menit lagi, Sinta merasakan kehangatan memenuhi hatinya sehingga dia tersenyum. Dia sangat merindukan suaminya, Trisna Bianto, yang sudah pergi selama hampir sebulan untuk urusan bisnis.

Selama perjalanan, Sinta mendapati dirinya berulang kali meninjau hasil tes kehamilan dengan tangan yang bertumpu lembut di atas perutnya. Delapan bulan lagi, dia dan Trisna akan menyambut kedatangan buah hati mereka yang berharga ke dunia. Dia sudah tidak sabar ingin membagikan kabar baik ini pada Trisna.

Sesampainya di bandara, sopir memarkir mobilnya di lokasi yang strategis dan bertanya, "Apa Anda ingin menelepon Pak Trisna sekarang?"

Memeriksa arlojinya, Sinta mencoba menelepon Trisna, tetapi panggilan telepon itu tidak dijawab.

"Mungkin penerbangannya tertunda. Mari kita tunggu sebentar lagi," saran Sinta.

Setelah menunggu sekian lama, tidak ada tanda-tanda Trisna keluar. Sinta menelepon lagi, tetapi lagi-lagi panggilan telepon itu tidak terjawab.

"Mungkin sebentar lagi dia keluar."

Keterlambatan penerbangan adalah hal yang biasa, bahkan terkadang sampai beberapa jam.

Dua jam kemudian, Sinta menelepon Trisna lagi dan kali ini panggilan teleponnya diangkat sehingga dia langsung bertanya, "Trisna, apa kamu sudah mendarat?"

Setelah hening cukup lama, tiba-tiba terdengar suara wanita asing dari ujung telepon yang berkata, "Maaf, Trisna sedang berada di kamar kecil. Dia akan meneleponmu kembali nanti."

Sebelum Sinta sempat menjawab, tiba-tiba panggilan telepon itu terputus. Dia menatap ke layar ponselnya dan tertegun sejenak. Sepengetahuannya, Trisna tidak mengajak sekretaris wanita dalam perjalanan bisnis ini.

Menatap layar ponselnya yang padam, Sinta menunggu panggilan telepon dari Trisna dengan cemas. Sepuluh menit kemudian, Trisna belum meneleponnya kembali.

Lima menit kemudian, Sinta menelepon Trisna lagi.

Setelah menunggu lama, akhirnya panggilan telepon itu tersambung dan terdengar suara pria yang tidak asing menyapanya, "Sinta?"

"Trisna, kamu di mana? Kami menunggumu di bandara."

Trisna terdiam sejenak sebelum berkata, "Maaf, aku lupa menyalakan ponselku setelah mendarat. Aku sudah keluar dari bandara."

Mendengar kabar ini, kegembiraan Sinta memudar seketika dan dia berkata, "Kalau begitu ... aku akan menunggumu di rumah. Ada sesuatu yang perlu kubicarakan denganmu."

"Aku juga. Ada yang ingin kubicarakan denganmu."

"Aku akan meminta juru masak menyiapkan hidangan kesukaanmu untuk makan malam nanti."

"Kamu makan dulu saja tanpaku. Aku sedang ada urusan dan akan pulang nanti."

Berusaha menyembunyikan kekecewaannya, Sinta mengiakan, "Baiklah."

Saat Sinta hendak mengakhiri panggilan telepon, suara wanita itu terdengar lagi. "Trisna, maafkan aku. Aku lupa memberitahumu bahwa Sinta menelepon."

Jantung Sinta berdetak kencang dan keningnya berkerut. Saat dia hendak menanyakan tentang wanita itu pada Trisna, panggilan telepon itu langsung ditutup.

Menatap layar ponselnya, Sinta mengerucutkan bibir dengan kecewa, lalu menoleh ke sopir dan berkata, "Ayo pulang."

Sopir itu, yang merasakan kesedihan Sinta, mengantarnya pulang ke rumah.

Meskipun tidak berselera makan karena pikiran yang berkecamuk, Sinta memaksakan diri untuk tetap makan demi janin di dalam kandungannya.

Setelah menyalakan TV, Sinta duduk di sofa sambil memeluk bantal yang empuk. Dia kerap kali melirik arlojinya dan sama sekali tidak tertarik untuk menonton TV.

Pada pukul sepuluh malam, akhirnya Sinta kelelahan sehingga dia tanpa sadar ketiduran di sofa.

Tiba-tiba, Sinta merasa tubuhnya terasa ringan seakan-akan ada yang mengangkatnya. Dalam keadaan setengah sadar, dia mencium aroma yang tidak asing yang bercampur dengan sedikit aroma alkohol sehingga dia menggumam, "Trisna?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri Dari Desa
8.5
Sering dicap udik dan bertubuh gemuk, Asmi terus menerima hinaan dari keluarga suaminya. Ibu mertuanya bahkan terang-terangan menolaknya karena statusnya yang dianggap miskin dan yatim. Namun, sebuah fakta besar akhirnya terkuak. Sang suami tidak pernah menyangka bahwa wanita yang direndahkan itu sebenarnya adalah miliarder dengan aset melimpah di berbagai tempat. Akankah perlakuan buruk keluarga tersebut berubah setelah mengetahui jati diri Asmi yang sesungguhnya?
Sampul Novel Istriku Kuyang
9.6
Yusuf, pemuda perantau asal Jawa, jatuh cinta pada gadis jelita di Kalimantan. Namun, kisah cinta manis ini berubah menjadi malapetaka mengerikan setelah rahasia besar sang kekasih terbongkar. Perempuan yang sangat dicintainya itu ternyata adalah kuyang, siluman berkepala terbang dengan organ dalam yang bergelantungan. Yusuf kini terjebak dalam dilema batin yang hebat antara rasa cinta dan ketakutan mendalam. Bagaimana ia akan menghadapi kenyataan pahit ini?
Sampul Novel Mr. Parasite
9.6
Sherly Violeta Dunn tak bisa menghindari takdir yang terus mempertemukannya dengan Dean Austin J, seorang gelandangan berpenampilan kacau. Rasa iba membuat Sherly, yang memang sulit menolak permohonan orang lain, nekat menolong dan membawa pria bertubuh kekar itu tinggal di rumahnya. Keputusan ini menjadi awal baru bagi Dean. Ia kini resmi menyusup ke dalam hidup Sherly, siap memanfaatkan kebaikan hati sang gadis demi bisa terus bertahan hidup di dekatnya.
Sampul Novel Rasa Sakit Yang Sama
9.1
Dara Ayra dihantui trauma masa lalu yang hampir merusak kesehatan mentalnya, membuatnya takut berkomitmen dalam pernikahan. Di tengah perjuangan menyembuhkan luka batin tersebut, ia dihadapkan pada situasi rumit. Cinta pertamanya yang sempat menghilang saat ia terpuruk kini kembali datang. Sementara itu, sang atasan di tempat kerja juga mulai menyatakan perasaan cinta kepadanya. Dara kini harus memilih sosok yang tepat demi meraih kebahagiaan masa depannya.
Sampul Novel Skandal Cinta CEO Posesif
8.4
Rose sangat senang saat Thomas mengajaknya bertemu setelah dua bulan berpisah. Namun, ia hancur begitu tahu undangan itu salah kirim dan ditujukan untuk Violet, sepupunya yang penuh ambisi. Pengkhianatan kekasihnya selama lima tahun ini membuat Rose merasa tidak berharga. Bertekad mengubah hidupnya, ia pergi ke bar hotel untuk mencari pergaulan baru. Sayangnya, pelarian yang dipenuhi rasa frustrasi dan alkohol malam itu justru menjerat Rose dalam masalah baru yang sangat rumit.
Sampul Novel Terjerat Kontrak Cassanova
9.7
Demi keluar dari jerat masalah, Zehra Deris terpaksa menyetujui kontrak yang ditawarkan oleh Javas Wira Sastro, seorang pria yang jenuh dengan kehidupannya. Namun, saat masa perjanjian mereka selesai, Javas enggan membiarkannya pergi dan malah memaksakan sebuah pertunangan. Hubungan yang didominasi gairah ini membawa mereka pada konflik perbedaan status sosial. Kini, keduanya dihadapkan pada dilema besar: melanjutkan romansa panas ini atau realistis.