APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Because of Mistake

Because of Mistake

Salah paham fatal membuat Eudora disiksa tanpa ampun oleh Legolas yang dendam. Penderitaan berat ini membuat Eudora putus asa dan mendambakan kematian. Saat fakta terungkap bahwa Eudoralah penyelamat hidup Legolas di masa lalu, penyesalan pun datang terlambat. Kini, hati Eudora telah dipenuhi kebencian dan kekecewaan yang mendalam. Akankah hubungan mereka berakhir menjadi musuh abadi, atau justru ada ruang bagi cinta untuk tumbuh kembali?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Jangan! Aku tidak mau ikut kalian! Pergi! Jangan ikuti aku!" Eudora terus berlari menghindari tiga orang pria misterius yang terus mengejarnya.

Eudora tidak tahu kenapa dia bisa dikejar-kejar oleh orang yang tak ia kenal. Ketiga pria itu mengenakan pakaian serba hitam serta kacamata hitam dan terdapat sebuah earphone di telinganya.

Eudora rasa ketiga pria itu diperintahkan oleh seseorang untuk menangkapnya. Dan dilihat dari pergerakan mereka, nampaknya mereka adalah profesional yang sudah terlatih.

"Aku harus mencari sebuah cara untuk mengelabuhi mereka!" gumam Eudora yang terus berlari tanpa henti.

Gelapnya malam mungkin akan membuat orang kesulitan melihat di tempat gelap. Jadi Eudora pikir jika dirinya bisa masuk ke dalam hutan yang letaknya tak jauh dari posisinya saat ini.

Harusnya setelah pulang bekerja part time Eudora saat ini sudah beristirahat di rumahnya. Namun sekarang ia terlibat masalah dengan pria yang tak ia kenali.

Nafasnya memburu dengan keringat yang membasahi wajahnya yang cantik dan tubuhnya bisa dibilang body goal. Kaki kecilnya yang jenjang sudah mulai tidak kuat berlari lagi ditambah tak ada seorangpun yang dapat ia mintai bantuan.

"Astaga Tuhan! Apakah aku akan berakhir dalam cengkeraman orang-orang ini?" ujar Eudora yang hampir menyerah.

Namun saat Eudora sudah tiba di ambang hutan ia menjadi bersemangat kembali. Eudora langsung menambah kecepatannya sehingga kini ia berhasil masuk ke dalam hutan dan bersembunyi di semak-semak.

Benar dugaan Eudora jika di hutan tidak ada penerangan dan gelap. Eudora hanya bisa mengandalkan keberuntungannya kali ini. Ia terduduk lemas dan terus berdoa pada Tuhan.

'Tuhan tolong selamatkan aku! Aku tidak ingin ditangkap oleh mereka!' batin Eudora dengan tubuh yang gemetaran.

Eudora melihat ketiga pria misterius itu yang kini berada tepat di belakang semak tempatnya bersembunyi. Eudora langsung mematung dan tak ingin membuat suara.

"Sial! Dia malah membawa kita ke hutan! Bagaimana bisa kita mencari di tempat gelap seperti ini?!"

"Kita berpencar saja! Dia pasti tidak jauh dari sini!"

"Baiklah! Kau ke sana, kau ke situ dan aku ke sini! Jika salah satu dari kita berhasil menangkapnya beri kode dan langsung kembali ke tempat tuan!"

"Ayo!"

Ketiga pria misterius itu pun langsung berpencar untuk menangkap Eudora. Selepas kepergian mereka Eudora menghela nafas lega karena ia tidak ditemukan.

Sebenarnya Eudora sudah sangat lelah namun jika ia tak segera pergi ketiga pria misterius tadi bisa menangkapnya. Sampai sekarang Eudora masih tidak tahu apa motif ketiga pria itu yang begitu gencar menangkapnya.

"Aku harus segera keluar dari sini! Eudora! Kamu harus kuat! Masa depanmu masih panjang dan masih banyak mimpi yang harus diraih!" ujar Eudora menyemangati dirinya.

Eudora mengendap-endap dan melihat ke sekelilingnya untuk mengamati keadaan. Meskipun gelap, namun cahaya bulan masih dapat masuk ke sela-sela tumbuhan di sana.

"Bagus! Mereka sudah tiada! Sekarang aku harus la... hmmm! hhmmm! hmmm!"

Ternyata ketiga pria misterius itu sudah tahu sejak awal di mana Eudora bersembunyi namun mereka hanya berpura-pura berpencar untuk mengelabuhi Eudora.

Akhirnya Eudora pingsan karena dibekap oleh mereka dengan obat bius. Eudora pun langsung dibawa ke rumah tuan dari ketiga pria misterius itu.

***

Eudora mulai sadar dari pingsannya namun kepalanya masih sedikit sakit. Perlahan Eudora membuka matanya dan setelah nyawanya terkumpul, Eudora langsung bangun.

Eudora ingat jika dirinya dikejar oleh tiga orang pria yang misterius dan bersembunyi di hutan dan mulutnya dibekap. Selanjutnya ia tidak ingat apa yang terjadi dan sekarang ia berada di kamar yang asing.

"Di mana aku?" Eudora mengedarkan seluruh pandangannya ke kamar itu.

Dilihat dari dekorasinya yang mewah dan elite, Eudora pikir itu bukanlah rumah orang biasa apalagi orang miskin. Dan lagi yang membuat Eudora terkejut adalah kedua tangan dan kakinya diikat dengan borgol berantai.

"Apa-apaan ini?! Kenapa aku diperlakukan seperti ini?!" teriak Eudora yang shock. "Siapapun tolong aku! Tolong!" Eudora kembali berteriak meminta bantuan.

Eudora berusaha untuk melepaskan diri dari borgol itu namun usahanya sia-sia saja. Cairan bening di mata Eudora langsung terjun dengan bebas. Eudora takut sampai seluruh tubuhnya gemetaran.

"Sebenarnya apa yang sudah aku lakukan? Siapa yang sudah aku singgung? Kenapa aku bisa berakhir di tempat seperti ini?" gumam Eudora bertanya-tanya di sela tangisnya. "Kakak, aku takut! Selamatkan aku, Kakak," harap Eudora.

BRAK!

Tiba-tiba pintu dibuka dengan begitu kasar oleh seseorang sehingga membuat Eudora terkejut. Eudora langsung mengusap air matanya dan mundur sampai tubuhnya menempel di dinding.

Eudora langsung meringkuk kala orang itu berjalan masuk menghampirinya. Eudora yakin jika orang itulah yang menangkapnya dan memperlakukan dirinya secara tidak manusiawi.

'Kenapa aura orang ini sangat menakutkan? Tiba-tiba seisi ruangan ini menjadi sangat dingin,' batin Eudora yang sangat ketakutan.

Akhirnya pria itu berdiri tepat di samping ranjang yang ditempati oleh Eudora yang kini dalam posisi meringkuk membelakanginya. Orang itu pun langsung menjambak rambut Eudora dengan kasar.

"Aaargh! Lepaskan! Sakit!" teriak Eudora yang kesakitan.

Rupanya yang menjambak rambut Eudora adalah seorang pria. Pria yang tampan namun berwajah poker. Rambutnya hitam lurus berponi sampai menutupi matanya yang sebelah kanan.

Hidung mancung, bibir yang tipis membuat wajahnya kian mempesona. Matanya yang sipit menatap Eudora dengan penuh kebencian.

'Siapa dia? Kenapa dia sepertinya sangat membenciku? Apakah aku pernah menyakitinya?' batin Eudora mengingat-ingat.

"Aaaargh! Sakit!" Eudora kembali berteriak karena rambutnya dijambak semakin kuat. "Lepaskan aku! Kenapa kamu menyakiti aku! Aku sama sekali tidak mengenal kamu! Kenapa kamu terlihat sangat membenciku?!" Eudora langsung menimpali pria itu dengan banyak pertanyaan.

Ini adalah pertama kalinya Eudora diperlakukan dengan kasar oleh seorang pria. Padahal kakak laki-lakinya tidak pernah menyakitinya namun memperlakukan dirinya dengan baik.

Tetapi pria itu terus saja diam dan setelah menjambak rambut Eudora pria itu menghempaskan kepala Eudora sampai membentur dinding dan dahinya berdarah. Eudora merasa sedikit pusing setelah benturan itu.

KREEK!

Baju Eudora langsung dirobek oleh pria itu. Eudora pun tak tinggal diam dan berusaha untuk memberontak. Tetapi kepalanya terus mengeluarkan darah dan membuatnya semakin pusing.

"Tidak! Dasar pria biadab! Jangan nodai aku! Pergi! Tolong! Siapapun yang mendengarnya tolong aku! Aku mau diper..."

CUP!

Pria itu langsung menyambar bibir Eudora. Eudora mencoba untuk mendorongnya namun tenaga Eudora tak sebanding dengan tenaga pria itu. Bahkan kini tubuh Eudora ditindih sehingga Eudora tak bisa berkutik.

Karena Eudora tidak bis menggunakan tangan ataupun kakinya, jadi dia menggunakan bibirnya untuk menggigit bibir pria itu sampai berdarah sehingga melepas ciuman mereka. Bukannya membuat pria itu berhenti justru malah membuatnya menjadi lebih kasar lagi.

PLAK!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bulan di Darah Awan
9.8
Cahaya merah abadi kini menyelimuti dunia, membawa penderitaan darah dan kesedihan mendalam. Di tengah perjuangan menjaga kewarasan, sebuah pertemuan singkat justru membuka kembali luka lama. Meski ada ikatan yang terasa berbeda, kebencian masa lalu menciptakan atmosfer menyesakkan. Rahasia yang terpendam memicu amarah besar hingga hubungan yang baru terjalin ini terancam hancur, menyisakan rasa sesak yang tak terlukiskan.
Sampul Novel Hasrat Dendam Suamiku
8.4
Briella Moretti dianggap beruntung karena menikah dengan pewaris keluarga terpandang, Adrian Maven. Namun di balik pernikahan mewah ini, Adrian hanya ingin membalas dendam dan menghancurkan hidup Briella. Ia berniat menyiksa batin istrinya perlahan. Tak disangka, ketulusan Briella justru mulai menyentuh hatinya. Adrian kini terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan ego dendamnya atau menerima cinta yang mulai tumbuh.
Sampul Novel Hukuman atas Impulsif Mahasiswi Tercantik
9.2
Seorang mahasiswi yang terbiasa menikmati kehidupan bebas dengan banyak pria mengira takdirnya akan terus seperti itu. Namun, pandangannya berubah total setelah ia bertemu dengan pacarnya saat ini, sosok yang ia yakini sebagai cinta sejati. Sayangnya, hubungan romantis mereka terbentur sebuah rahasia intim yang sulit diungkapkan, karena sang kekasih ternyata memiliki keterbatasan fisik di ranjang. Kisah romantis remaja modern ini menyoroti perjuangan batin dan komitmen di tengah ujian yang tak terduga.
Sampul Novel Mencintai Gadis Amnesia
8.5
Belasan tahun hidup bersama Amelia rupanya tak membuat Adib jatuh cinta. Hatinya justru terpikat pada Adiba, gadis hilang ingatan yang ia selamatkan setengah tahun lalu. Walau ditentang keras oleh orang tua serta keluarga Amelia, tekad Adib untuk menikahi Adiba tidak goyah. Sang ibu akhirnya mengajukan syarat berat: Adib wajib melacak keluarga asli Adiba dan siap menghadapi segala konsekuensi. Sanggupkah Adib mempertahankan cintanya saat badai besar mulai mengancam hubungan mereka?
Sampul Novel Nelangsa TAKDIR
8.7
Pertemuan usai belasan tahun memicu obsesi kelam dalam diri Caleb. Ketika Eddith tak lagi mengingat masa lalu mereka, sukacita Caleb berubah menjadi kekejaman tanpa ampun. Kini, pria kejam itu mengendalikan seluruh hidup Eddith. Walau Eddith terus meronta dan menolak, gairah Caleb justru kian tersulut. Dibayangi ancaman penderitaan yang jauh lebih besar, Eddith kini terperangkap dalam cengkeraman takdir sosok pria yang ia cap sebagai bajingan.
Sampul Novel TERJEBAK DALAM DOSA CINTA
8.4
Sering bepergian ke luar kota demi pekerjaan membuat seorang pria terbuai dalam hubungan gelap dengan wanita asing. Namun, kenyamanan perselingkuhan itu terancam runtuh ketika istrinya mulai mencurigai perubahan sikapnya. Kini, ia harus berjuang keras menutupi kebohongan yang kian menjerat dirinya. Akankah semua rahasia ini tetap tersimpan rapat, atau justru menghancurkan hidupnya? Kisah penuh intrik tentang dampak nyata dari sebuah pengkhianatan.