APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel BALASAN SETIMPAL UNTUK PENGKHIANATAN SUAMIKU

BALASAN SETIMPAL UNTUK PENGKHIANATAN SUAMIKU

Kehancuran rumah tangga kerap kali dipicu oleh sosok yang tak pernah dicurigai. Dalam kisah ini, orang yang dipercaya mengurus urusan domestik justru menjadi duri dalam pernikahan. Pengkhianatan menyakitkan pun terjadi di dalam rumah sendiri, melibatkan sang suami dan orang terdekat tersebut. Menghadapi kenyataan pahit ini, sebuah rencana disusun untuk memberikan pembalasan yang setara atas luka yang telah digoreskan.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Mas, kamu darimana? Kok dihubungi wa kamu nggak aktif? Telepon juga nggak dijawab? Kamu kemana aja sih?"

Kutinggalkan Yuni untuk sementara dan bergegas menyusul Mas Arman yang sedang melenggang santai menuju kamar tanpa merasa bersalah sedikit pun telah pergi berjam-jam tanpa pemberitahuan padaku tadi.

Mendengar teriakanku, Mas Arman menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya menghadapku. Ada kilat tak suka bermain di mata tajamnya saat mendapatiku terus mengejarnya dengan pertanyaan tentang kepergiannya barusan yang mencurigakan.

Entahlah, aku merasa Mas Arman memang sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Sikapnya menjelaskan hal itu. Selama ini Mas Arman hampir tak pernah keluar rumah berjam-jam sendirian seperti tadi, tapi kali ini ia melakukannya. Wajar saja rasanya jika aku menaruh rasa curiga.

Aku merasa Mas Arman memang sedang tak jujur padaku. Tapi apa yang membuatnya tega melakukan hal itu? Benarkah tadi ia pergi sendirian ke stadion? Atau sebenarnya tadi ia sedang berdua bersama Yuni, mengantar gadis itu yang konon katanya hendak pergi ke salon? Ah, semua ini memang menimbulkan tanda tanya dan kecurigaan yang bukan tanpa alasan.

"Mas kan udah bilang tadi, Mas pergi ke stadion, cari udara segar sama teman-teman. Apa itu semua nggak jelas bagi kamu? Perlu bukti apa supaya kamu percaya?" Mas Arman justru balik bertanya dengan nada keras seolah tak suka dengan pertanyaan yang kuajukan tadi. Mata tajamnya menatapku tak berkedip.

Entah mengapa lelaki yang biasanya berpembawaan diri tenang itu, kali ini seperti kehilangan kesabarannya menghadapiku karena privasinya dipertanyakan.

Tapi aku sudah kepalang tanggung. Rasa curiga karena kepergian dan kepulangannya yang bersamaan dengan kepergian dan kepulangan Yuni dari salon, membuat benakku diliputi tanda tanya dan rasa curiga yang tak mampu ditepis.

Namun, untuk terus mencecarnya dan meneruskan pertengkaran dengan Mas Arman rasanya juga tak tepat karena saat ini ART-ku itu pasti sedang mendengar pertengkaran kami ini. Bisa besar kepala dia jika benar Mas Arman tadi pergi bersamanya dan kami ribut karena suamiku tak mau mengakui hal itu serta memilih berbohong padaku demi membela dirinya.

Berpikir begitu, akhirnya aku pun memilih untuk diam dan pura-pura percaya demi bisa menguak kebenaran semua perkataan Mas Arman nanti.

Aku bertekad akan mengorek semua hal yang sepertinya memang Mas Arman sembunyikan dariku. Untuk itu aku harus bersikap tenang agar semua rencana yang ada di benak ini bisa terwujud.

Tak berlebihan rasanya jika aku bersikap waspada seperti ini. Bukan mencari-cari masalah dan perkara dengan suami tetapi demi menyelamatkan rumah tangga kecil kami yang bisa saja saat ini sedang dihantui ketidakjujuran. Sebagai istri tak mungkin bagiku membiarkan semua itu terjadi begitu saja tanpa usaha untuk menghindarinya.

"Baiklah, Mas. Aku percaya. Tapi lain kali jangan diulangi lagi ya. Aku kan sudah bilang tadi tolong gantian jagain Silla karena aku juga butuh istirahat, tapi bukannya dengerin, kamu malah pergi nggak pulang-pulang. Wajar jika aku kesal dan bertanya-tanya bukan? Tapi baiklah, maafkan aku jika aku berlebihan dan marah-marah seperti tadi, tapi ke depannya jangan diulangi lagi. Oke?" ucapku pada akhirnya.

Enggan rasanya meneruskan pertengkaran ini. Aku tak mau keributan yang terjadi antara aku dan Mas Arman didengar oleh Yuni. Jika memang Mas Arman ada sesuatu dengan gadis ART kami itu, aku tak mau ia bersorak gembira dan merasa berada di atas angin karena Mas Arman terlihat lebih membelanya dari pada aku.

Ya, aku akan berusaha mengorek kebenaran yang sedang disembunyikan Mas Arman dan Yuni nanti.

***

"Yun, tolong kamu terusin goreng ikannya ya, Ibu mau giling bumbu gulai dulu," perintahku pada Yuni yang baru saja masuk ke dapur.

Ini hari Minggu. Hari ini masih menjadi jatahku untuk memasak buat Mas Arman dan Silla, sementara tugas Yuni masih sama, membersihkan rumah dan beres-beres.

Namun, karena hari sudah siang dan kebetulan Yuni ke dapur maka kuminta pada gadis itu untuk meneruskan menggoreng ikan di atas kompor.

Tetapi bukannya sigap memenuhi perintahku, gadis itu justru menatapku dengan tatapan protes.

"Sebentar, Bu. Saya mau bikin teh panas dulu buat Pak Arman. Barusan Bapak minta dibikinkan," sahutnya sembari mengambil cangkir dan bungkus teh di lemari dapur lalu bersiap-siap menyeduh minuman itu, tetapi buru-buru kucegah.

"Biar Ibu saja yang bikininkan, Yun. Kamu bantu Ibu goreng ikan saja," ujarku sembari mengambil alih pekerjaannya, tetapi gadis itu menolak.

"Biar saya saja, Bu. Soalnya Pak Arman nyuruh saya, bukan Ibu...."

"Yuni, Arman itu suami saya. Wajar kalau saya mau melayani dia. Kenapa kamu jadi rese begini, sih? Saya harap kamu mengerti kedudukan kamu di rumah ini ya, Yun, jangan berlebihan!" sahutku dengan emosi yang mulai meluap.

Ya siapa yang tidak kesal jika ART sendiri terang-terangan membantah perintah majikannya? Meskipun yang memperkerjakan ia di rumah ini adalah Mas Arman tapi tak sepatutnya ia membantahku yang notabene adalah majikannya.

Mendengar bentakanku, Yuni bersurut mundur. Wajahnya tampak pias. Namun, tak kutemukan rona takut di wajahnya. Entah apa maunya gadis ini? Ingin rasanya kupaksa ia untuk jujur, mengatakan tujuannya melakukan itu, tapi aku takut dibilang mengada-ada karena bukti-bukti yang mendukung kecurigaanku juga belum kumiliki.

Hanya saja aku memang menaruh rasa curiga padanya, ia melakukan semua itu karena ingin memiliki Mas Arman.

Jika sudah begini, haruskah kuputuskan ikatan kerja dengan gadis ini agar tak perlu lagi dihantui rasa curiga dan tak nyaman dengan keberadaan gadis itu di rumah ini? Agar tak ada lagi rasa curiga dan pertengkaran dengan suamiku lagi? Tapi kalau demikian bagaimana nanti aku masuk kerja sementara mencari ART baru itu sulit dan butuh waktu? Ah, pusing kepalaku memikirkannya.

Yang pasti aku memang harus segera mencari solusi agar rumah tanggaku bersama Mas Arman tidak diganggu pihak ketiga, apalagi jika pihak ketiga itu adalah ART-ku sendiri.

Ya, sepertinya aku harus segera memecat Yuni agar Mas Arman tak lagi bisa macam-macam di belakangku bersama gadis ini. Bagaimana pun juga menyelamatkan rumah tangga yang sudah tujuh tahun dibangun bersama Mas Arman adalah sebuah keharusan bagiku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bantu  Mertuaku Ngerjai Pelakor
9.1
Terkenal berwatak keras dan pantang mengalah saat berdebat, seorang wanita sempat khawatir akan kehidupan pernikahannya. Namun, ia justru mendapatkan suami penurut dan ibu mertua yang sangat lembut, membuat hari-harinya terasa membosankan tanpa tantangan. Keadaan berubah drastis saat cinta lama ayah mertuanya kembali ke negara ini dan menyengsarakan ibu mertuanya. Enggan tinggal diam melihat mertua yang baik hati menderita, ia pun bersiap menggunakan ketajamannya untuk bertarung melawan sang pengganggu.
Sampul Novel Bias: Dari Uncle, Jadi Daddy
9.0
Demi pekerjaan baru, Alexandria Serenata Atmadya pindah ke kota megapolitan. Sifatnya yang sungkanan justru dimanfaatkan Ragnala Firaz Himawan untuk menjebaknya dalam pernikahan kontrak yang manipulatif. Di tengah adu siasat antara keduanya, sebuah rahasia besar terungkap mengenai keberadaan anak berumur empat tahun. Alexandria kini harus bertahan menghadapi rayuan manis Ragnala, sembari berjuang demi cinta di tengah bayang-bayang masa lalu yang kelam.
Sampul Novel CATATAN SENJA
8.9
Bagi Senja Abhinaya, Langit Ananta adalah sosok setia yang pada akhirnya akan melangkah pergi. Namun di mata Langit, Senja bagaikan pesona sementara yang kelak akan kembali di saat terbaik. Walau karakter mereka berdua sangat kontras, takdir justru mempertemukan keduanya tanpa diduga. Kisah ini merajut perjalanan cinta masa muda antara Langit dan Senja, sebuah romansa indah yang terukir manis di bawah kesaksian semesta dan rencana tak terduga dari Sang Pencipta.
Sampul Novel Kini Aku Melupakanmu
9.3
Demi mewujudkan pernikahan impian Clara yang sekarat karena kanker, Ryan Badawi meminta Mona meminum obat amnesia sementara selama tiga hari. Ryan berjanji akan memberikan obat penawar setelahnya agar mereka bisa kembali bersama. Mona langsung menelan obat itu demi memenuhi desakan Ryan. Namun, Ryan tidak menyadari bahwa formula amnesia tersebut adalah hasil penelitian Mona sendiri yang sebenarnya tidak memiliki penawar sama sekali. Dalam tiga hari, Mona akan melupakan Ryan untuk selamanya.
Sampul Novel Mati Untuk Hidup
9.6
Saat mengembuskan napas terakhir akibat kanker stadium akhir di rumah sakit, wanita ini justru menghadapi kenyataan pahit dari keluarganya. Tepat di hari ujian universitas anaknya selesai, sang suami malah memeluk mantan kekasihnya di hotel dan berjanji akan menyingkirkannya. Di tempat lain, anaknya mabuk di bar sambil mengeluhkan sikap protektif ibunya, sementara sang mertua sibuk menjelek-jelekkannya kepada tetangga. Kini, tanpa ada lagi bantahan darinya, mereka semua akhirnya mendapatkan kebebasan yang mereka impikan.
Sampul Novel Obsesi saya
9.1
Impian seorang wanita menjadi model ukuran plus sirna setelah diculik oleh sindikat pasar gelap. Di masa kelam itu, ia malah menarik perhatian seorang pria posesif yang sangat terobsesi padanya. Pria tersebut bertekad melakukan apa saja demi menjadikannya sebagai istri. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: tunduk pada takdir baru yang mengekang atau mempertaruhkan segalanya demi bisa kabur dari jeratan pria berbahaya itu.