APKDock Logo
Sampul Novel Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

9.6 / 10.0
Saat mengembuskan napas terakhir akibat kanker stadium akhir di rumah sakit, wanita ini justru menghadapi kenyataan pahit dari keluarganya. Tepat di hari ujian universitas anaknya selesai, sang suami malah memeluk mantan kekasihnya di hotel dan berjanji akan menyingkirkannya. Di tempat lain, anaknya mabuk di bar sambil mengeluhkan sikap protektif ibunya, sementara sang mertua sibuk menjelek-jelekkannya kepada tetangga. Kini, tanpa ada lagi bantahan darinya, mereka semua akhirnya mendapatkan kebebasan yang mereka impikan.

Mati Untuk Hidup Bab 1

Pada hari anakku selesai ujian masuk universitas, aku meninggal di rumah sakit karena kanker stadium akhir.

Sementara itu, suamiku sedang memeluk mantan kekasihnya di hotel dan berkata, "Cepat atau lambat, wanita tua itu akan kasih tempat buat kamu."

Anakku berpesta semalaman di bar, mabuk-mabukan sambil mengeluh kepada temannya, "Ibuku itu maunya mengatur seluruh hidupku. Aku malah pengen jauh-jauh darinya."

Mertuaku mengobrol dengan tetangga, "Seharian dia nggak melakukan apa-apa, cuma tahu makan saja. Aku menyesal punya menantu kayak dia!"

Aku sudah tidak bisa membantah mereka lagi.

Kali ini, akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Pada hari anakku selesai ujian masuk universitas, aku meninggal di rumah sakit karena kanker stadium akhir.

Sementara itu, suamiku sedang memeluk mantan kekasihnya di hotel dan berkata, "Cepat atau lambat, wanita tua itu akan kasih tempat buat kamu."

Anakku berpesta semalaman di bar, mabuk-mabukan sambil mengeluh kepada temannya, "Ibuku itu maunya mengatur seluruh hidupku. Aku malah pengen jauh-jauh darinya."

Mertuaku mengobrol dengan tetangga, "Seharian dia nggak melakukan apa-apa, cuma tahu makan saja. Aku menyesal punya menantu kayak dia!"

Aku sudah tidak bisa membantah mereka lagi.

Kali ini, akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

….

Pada hari aku meninggal di rumah sakit karena kanker, jiwaku melayang di atas kota.

Dokter melihat jasadku sambil menggeleng, "Sudah nggak ada harapan. Hubungi keluarganya saja."

Telepon yang berdering segera dijawab.

"Apakah ini keluarga Kamila Lesmana? Begini, Ibu Kamila telah meninggal dunia karena kanker stadium akhir. Mohon datang ke rumah sakit untuk mengurus jenazahnya."

Suara di telepon terdiam sejenak, lalu terdengar suara dingin seorang wanita, "Kalian salah sambung, jangan telepon aku lagi."

Perawat yang ada di samping dokter memeriksa kembali data pendaftaran pasien dengan heran. "Nggak mungkin salah ... nomor ini sudah terdaftar setidaknya tiga kali ...."

Dokter memandang layar telepon yang sudah terputus sambil menghela napas. "Mungkin mereka pikir ini telepon penipuan."

Mereka tetap mencoba mengatakan sesuatu untuk menghiburku, tetapi sayangnya aku sudah berbaring di sana, tak lagi bisa mendengar apa-apa.

Didorong dengan keyakinanku, aku tiba di sebuah kamar hotel. Di atas ranjang, seorang wanita berbaju tidur baru saja menutup telepon, lalu berkata dengan lega, "Akhirnya dia mati juga."

Suamiku, Satria Jatmiko, hanya mengenakan handuk dan langsung memeluk wanita itu dari belakang. "Lagi apa, Sayang?"

Wanita itu mencoba terlihat santai. "Baru saja aku tutup telepon dari istrimu yang menyeramkan. Kamu nggak marah, 'kan?"

"Kamila?" Dia mengernyit.

Kamila sudah lama pergi dari rumah, kenapa tiba-tiba dia telepon?

Namun, melihat wanita manis dan lembut di depannya, dia menahan keraguannya sambil mendekati wanita itu.

Bagaimanapun, seorang istri tua dan lusuh tidak akan sebanding dengan wanita karier yang sukses.

Tetapi, sepertinya dia lupa, dulu dia yang memohon agar aku menjadi ibu rumah tangga.

"Kamila, anak kita nggak bisa hidup tanpa ibunya. Kamu tinggal di rumah saja, ya. Aku janji, aku akan jaga kamu dan anak kita sebaik-baiknya."

Janjinya terlihat sungguh-sungguh, bahkan ibuku sampai dipengaruhinya untuk membujukku.

Sejak saat itu, aku terjebak dalam rutinitas rumah tangga selama delapan belas tahun.

Sampai akhirnya, kematian yang benar-benar membebaskanku.

Aku hanya bisa diam melihat Satria membawa selingkuhannya pulang ke rumah.

Mertuaku dengan antusias menyiapkan banyak makanan untuk menyambut wanita yang sudah mengandung cucunya itu.

Menurutnya, "Wanita yang nggak bisa punya anak, sama saja kayak kotoran nggak berguna!"

Ketika aku mengalami pendarahan hebat saat melahirkan dan akhirnya kehilangan kemampuan untuk hamil lagi, Satria menghapus air mataku sambil berkata, "Kita sudah punya satu anak, itu sudah cukup. Nggak masalah."

Sementara mertuaku mengejek, "Cuma bisa melahirkan satu anak, kenapa sampai dirawat di rumah sakit mahal begini. Buang-buang uang saja!"

Kalau saja aku masih punya tenaga untuk bicara, mereka pasti bisa mendengarku.

Melahirkan itu sakit sekali, benar-benar sakit. Saat operasi, aku sangat ketakutan. Aku takut mati. Aku ingin tetap hidup.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Mati Untuk Hidup

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel FENGYING LIE
8.7
Dua lelaki misterius tiba-tiba menyergap Fengying tanpa diduga. Akibat hantaman keras salah satu penyerang, ia jatuh terjerembap hingga melukai pergelangan tangannya. Meski didera rasa sakit, Fengying bangkit berdiri dan meluapkan kemarahannya pada kedua pelaku. Namun, situasi justru kian genting saat lawan melayangkan ancaman mati. Mereka mendesak Fengying menyerahkan pedang pusakanya saat itu juga, atau nyawanya akan dihabisi tanpa belas kasihan.
Sampul Novel Istri Pengganti Tuan Muda!
8.8
Demi menyelamatkan kehormatan keluarga Wijaya dan Maduswara, seorang ayah memohon anak perempuannya menjadi pengantin pengganti. Jika pernikahan megah ini batal, nama baik leluhur terancam hancur. Tak hanya itu, kelangsungan bisnis yang dirintis sang ayah selama bertahun-tahun kini berada di ambang kehancuran. Sang putri pun harus menghadapi dilema besar demi melindungi reputasi serta masa depan perusahaan keluarganya.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan Istri yang Agung
9.5
Demi Hesti, Bram tega mengkhianati ketulusan istrinya. Di tengah duka wafatnya orang tua dan vonis kanker, sang istri didepak lewat fitnah keji hingga dipaksa bercerai. Demi bebas dari siksaan itu, ia memalsukan kematiannya lalu membuang identitas lamanya yang rapuh. Tiga tahun berselang, ia terlahir kembali sebagai Aurora Morgan, sosok wanita yang sangat berkuasa. Kini, ia datang kembali untuk membalas semua penderitaan dan penghinaan yang dahulu Bram lakukan padanya.
Sampul Novel Pewaris Utama
8.3
Tiga tahun lamanya Devan dianggap parasit dan menantu tidak berguna oleh Evelyn, istrinya, serta Renata, sang ibu mertua. Karena jengah melihat suaminya yang tidak bekerja, Evelyn akhirnya menuntut perceraian. Namun, sebuah telepon penting mengubah nasib Devan. Ia memutuskan menerima tawaran sang paman untuk menjabat sebagai Direktur Utama. Bagaimana sikap Evelyn setelah mengetahui bahwa lelaki yang selalu dihina itu ternyata adalah pewaris tunggal sebuah imperium bisnis raksasa?
Sampul Novel Terjerat Pesonamu
8.0
Sekembalinya dari kuliah di Amerika, Anita langsung memegang kendali bisnis keluarganya. Di tengah kesibukan baru itu, ia dipertemukan dengan Aldo, seorang pebisnis sukses yang jatuh hati padanya. Hubungan mereka pun mendapat restu penuh keluarga. Sayangnya, keharmonisan itu mulai goyah sejak Alexander, sosok terdekat Aldo, hadir. Konflik cinta segitiga yang rumit kini menguji mereka. Mampukah Anita menemukan kebahagiaan sejatinya?
Sampul Novel Warisan dari sang Bibi
8.7
Dalam novel fantasi modern Warisan dari sang Bibi, kesetiaan selama lima belas tahun berakhir dengan pengkhianatan pahit. Setelah merawat sang bibi yang kehilangan kakinya akibat kecelakaan, sang protagonis dijanjikan seluruh harta warisan. Namun, kepulangan mendadak sepupunya dari luar negeri saat bibinya sekarat mengubah segalanya. Seluruh warisan dialihkan, menyisakan uang hinaan sebesar seratus juta saja. Larut dalam duka, ia tenggelam di sungai, lalu terbangun kembali di masa lima belas tahun lalu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan