APKDock Logo
Sampul Novel Balas Dendam Seorang Janda

Balas Dendam Seorang Janda

9.6 / 10.0
Ardena Alverio, anggota pasukan khusus yang tewas dikhianati, hidup kembali dalam tubuh Lyra Elvine, janda bisu beranak kembar tiga. Publik gempar saat Lyra yang semula lemah mendadak bisa bicara dan menunjukkan taringnya. Dari mantan tentara bayaran hingga peretas andal kini tunduk padanya. Meski piawai bertarung dan menyusun strategi, Ardena kini menghadapi misi tersulit: menjadi ibu bagi ketiga anaknya di tengah intrik yang mengancam nyawa.

Balas Dendam Seorang Janda Bab 1

Hujan deras mengguyur tanpa ampun malam itu. Suara gemuruh petir menggetarkan langit, seakan ikut menertawakan tragedi yang menimpa seorang prajurit wanita bernama Ardena Alverio.

Tubuhnya terbaring di tanah basah penuh lumpur, darah mengalir dari luka tembak di dadanya. Nafasnya tersengal, matanya berusaha tetap terbuka meski pandangan mulai kabur.

"Jadi... ini akhirnya?" gumamnya lirih, suara nyaris tak terdengar di tengah derasnya hujan.

Kenangan-kenangan melintas cepat di benaknya-misi-misi berbahaya yang ia jalani, rekan-rekan yang gugur di medan perang, dan sumpah setianya pada negara yang kini menusuknya dari belakang.

Ardena adalah bagian dari Unit Bayangan Hitam, pasukan khusus elit yang hanya diisi orang-orang terbaik. Ia dikenal sebagai "Hantu Perang," sosok yang tak pernah gagal dalam misi. Namun justru karena keberhasilannya, ia menjadi ancaman bagi mereka yang berkuasa.

Pengkhianatan itu datang dari orang yang paling ia percayai. Sebuah operasi yang seharusnya penyelamatan, berubah menjadi jebakan. Rekannya menarik pelatuk, peluru menembus dadanya, lalu meninggalkannya sendirian di hutan perbatasan.

"Aku... mati?" pikir Ardena getir.

Gelap menyelimuti.

Namun, saat ia mengira perjalanannya sudah berakhir, sesuatu yang tak masuk akal terjadi.

Ardena membuka matanya. Cahaya terang menusuk pandangan. Ia meringis, lalu menyadari tubuhnya terasa berbeda-ringkih, lemah, dan... asing.

"Apa... ini?"

Suara itu... miliknya. Tapi tubuhnya? Tidak.

Tangannya gemetar saat ia mengangkatnya. Kulit halus, bukan tangan keras terlatih milik seorang prajurit. Tubuhnya terasa ringan, bahkan terlalu rapuh.

Ia duduk terhuyung di atas ranjang kayu reyot. Ruangan sempit menyambut pandangan, dengan dinding kusam dan bau lembab menusuk hidung.

Sebelum ia sempat memahami situasinya, terdengar suara gaduh.

"Ma! Ma!"

Tiga anak kecil berlari masuk, wajah mereka penuh keringat dan mata sembab. Mereka menatapnya dengan mata berbinar, seakan melihat sesuatu yang mustahil.

"Ma... Mama bicara?" suara anak perempuan paling kecil tercekat, matanya membesar.

Ardena tersentak. Bicara?

Saat itu ia sadar-memori samar tubuh ini ikut masuk ke dalam kepalanya. Tubuh yang ia tempati sekarang adalah Lyra Elvine, seorang wanita muda yang bisu sejak kecil, ditinggalkan suaminya, dan hidup miskin bersama tiga anak kembarnya.

"..." Ardena terdiam. Ia, seorang pasukan khusus yang dilatih untuk menghadapi perang, kini terjebak dalam tubuh seorang wanita yang selama ini dianggap bisu, lemah, dan tak berguna.

"Mama... kau bicara, kan? Aku dengar, aku dengar jelas!" Anak laki-laki yang tampak paling tua menatapnya dengan ekspresi penuh harap.

Ardena menelan ludah. Kata-kata sulit keluar, tapi ia memaksakan diri.

"Ya..." ucapnya dengan suara serak.

Ketiga anak itu menutup mulut mereka, kaget luar biasa.

Hari-hari berikutnya menjadi awal adaptasi yang berat bagi Ardena.

Tubuh Lyra sangat lemah, bahkan berjalan sebentar saja membuatnya terengah. Rumahnya hampir roboh, persediaan makanan nyaris tak ada, dan anak-anak itu... mereka bergantung sepenuhnya pada dirinya.

"Apa aku... benar-benar diberi kehidupan kedua?" pikirnya dalam hati.

Sebagai prajurit, Ardena terbiasa menghadapi kematian, bukan mengasuh anak. Baginya, membongkar bom jebakan lebih mudah daripada menenangkan anak kecil yang menangis karena lapar.

Namun, satu hal yang tak berubah dari dirinya: insting bertahan hidup.

Ardena mulai bergerak. Ia mempelajari kembali tubuh barunya, menguatkannya sedikit demi sedikit. Ia mencari cara untuk memenuhi kebutuhan dasar. Ia tak ingin tiga anak ini mati kelaparan.

Suatu sore, ia membawa anak-anak ke pasar kecil di desa. Tatapan orang-orang langsung mengarah padanya.

"Itu... bukan Lyra Elvine? Katanya bisu, kan?"

"Kau salah lihat. Mana mungkin dia bicara."

"Aku dengar sendiri tadi, anak-anaknya memanggilnya 'Mama'."

Bisik-bisik menyebar cepat. Ardena tak peduli. Namun, di dalam hati ia sadar-kehidupan barunya tak akan mudah.

Di tengah keramaian pasar, langkah kakinya terhenti. Sekelompok pria berbadan besar menatapnya dengan senyum sinis. Mereka jelas bukan penduduk desa biasa.

Salah satu dari mereka mendekat. "Hei, kau Lyra, kan? Kau punya hutang pada kami. Jangan kira bisa lari."

Ardena merasakan insting lamanya bangkit. Gerakan tubuh para pria itu, cara mereka berdiri, semuanya-jelas tentara bayaran kelas rendah.

Tiga anak di belakangnya gemetar ketakutan.

"Mama...," bisik salah satunya, suaranya hampir menangis.

Ardena menghela napas panjang. Ia menatap tajam, mata dingin yang dulu membuat lawan di medan perang ciut nyali.

"Aku akan bicara dengan kalian," katanya datar.

Pria itu terkejut mendengar suara Lyra. "Kau... bicara?"

Dalam sekejap, tubuh rapuh Lyra bergerak dengan kecepatan dan presisi yang mustahil dilakukan wanita lemah. Tangan Ardena menghantam pergelangan pria itu, membuat senjatanya terjatuh, lalu menendangnya hingga terjengkang ke tanah.

Kerumunan pasar terdiam.

Ketiga anaknya melongo, tak percaya.

"Mama... kau... hebat sekali!"

Ardena berdiri tegak, menatap para tentara bayaran yang tersisa.

"Aku bukan orang yang bisa kalian permainkan."

Pria-pria itu saling pandang, lalu mundur dengan wajah pucat.

Malam itu, di rumah reyotnya, anak-anak duduk mengelilinginya dengan mata berbinar.

"Mama, tadi kau seperti pahlawan!" seru anak laki-laki sulung.

"Aku ingin belajar seperti Mama!" tambah si kembar perempuan dengan semangat.

"Kau akan melindungi kami selamanya, kan?" bisik si bungsu dengan mata berkaca-kaca.

Ardena terdiam. Pertanyaan terakhir menusuk hatinya.

Ia terbiasa melindungi negara, melindungi misi, melindungi rahasia. Tapi melindungi tiga anak kecil yang memandangnya dengan begitu tulus? Itu tantangan yang jauh lebih besar.

Ardena menghela napas panjang, lalu mengusap kepala mereka satu per satu.

"Ya... Aku akan melindungi kalian. Itu janjiku."

Dan di dalam hatinya, ia bertekad-jika kehidupan keduanya diberikan untuk hidup sebagai Lyra Elvine, maka ia akan menjalaninya. Bukan sebagai prajurit bayangan, melainkan sebagai seorang ibu sekaligus pejuang.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Balas Dendam Seorang Janda

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Budak ranjang tuan muda
8.2
Renata, seorang mahasiswi pertanian, dikhianati oleh kekasihnya sendiri, Rian, yang tega menjualnya kepada pemuda kaya raya bernama Albert demi kepentingan bisnis. Setiap hari, Renata terpaksa menuruti nafsu Albert, bahkan di saat pria itu sedang diselimuti kemarahan. Namun, seiring berjalannya waktu, kebencian di antara mereka perlahan berubah menjadi cinta. Albert pun bertekad menjadikan Renata sebagai istri, meski harus menentang restu orang tua dan membatalkan pertunangannya.
Sampul Novel Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi
8.2
Tiga belas tahun mendampingi sang suami dari masa sekolah hingga pernikahan membuat Valen rela melepas hubungan dengan keluarganya demi memberikan sebuah perusahaan yang telah go public. Namun, ilusi pernikahan bahagia itu hancur saat sebuah buku catatan usang dari laci rahasia mengungkap kebenaran yang mengejutkan. Tulisan di dalamnya menegaskan kebencian mendalam sang suami kepadanya. Menyadari cinta tulusnya selama ini bertepuk sebelah tangan, Valen kini mempertanyakan kelanjutan rumah tangga mereka sekaligus masa depan perusahaan yang telah ia perjuangkan.
Sampul Novel Istri Cadangan
9.8
Nadia didera rasa sakit luar biasa saat memergoki Reza, suaminya, berselingkuh dengan Karina di kediaman mereka. Alih-alih merasa bersalah, Karina justru dengan sombong merebut hati Reza. Bahkan, Reza dengan tega meminta izin untuk mempoligaminya. Meski dikhianati secara kejam, Nadia enggan terpuruk dalam kesedihan. Ia memilih bangkit melawan segala penghinaan tersebut dan bertekad kuat untuk menuntut balas atas luka yang mereka goreskan.
Sampul Novel Rahasia Gubuk Belakang Rumah Mertua
9.5
Fira dan Ubay mengabaikan larangan lama dan nekat mendatangi rumah Bu Diyah. Alih-alih mendapatkan kehangatan keluarga, kunjungan mereka justru disambut rentetan teror mengerikan. Sang ibu mertua pun memberi peringatan keras agar mereka tidak sekali-kali mendekati gubuk misterius di halaman belakang. Misteri kelam apa yang sebenarnya disembunyikan Bu Diyah di dalam gubuk tersebut hingga ia begitu protektif dan mencurigakan?
Sampul Novel Terjebak dalam Godaan Ipar
9.7
Kehidupan Elara, wanita mandiri yang teguh, berubah total setelah bertemu keluarga Kaden. Kaden adalah suami dari Marisol, kakak angkat Elara. Dikenal sebagai pria setia, Kaden justru mulai terpikat oleh daya tarik Elara yang polos sekaligus menantang. Situasi ini menjebak Elara dalam dilema antara rahasia gelap dan cinta terlarang. Kini, ia harus memilih: menyerah pada godaan berbahaya sang ipar atau pergi demi melindungi kebahagiaan orang-orang tercinta.
Sampul Novel Upacara Kedewasaan Berdarah
8.5
Misteri besar menyelimuti sebuah desa yang tidak memiliki satu pun laki-laki dewasa. Di sini, setiap gadis yang genap berusia 18 tahun diharuskan menjalani upacara kedewasaan bersama di dalam kuil leluhur. Mereka masuk dengan pakaian indah, lalu keluar membawa ekspresi ganjil antara rasa sakit dan kesenangan. Meski sang nenek melarang keras kakak perempuan protagonis untuk berpartisipasi, rasa penasaran membuatnya nekat menyelinap ke kuil pada malam hari. Ia pun kembali dengan langkah tertatih dan darah segar yang terus menetes.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan