APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Balas Dendam Sang Mantan Kekasih yang Dikhianati

Balas Dendam Sang Mantan Kekasih yang Dikhianati

Akibat jebakan obat perangsang, CEO dingin Aryan Adhitama terpaksa menikahi Alana Shafira demi menjaga kehormatan keluarga dan menebus kesalahannya. Alana, yang awalnya hanya perawat sang kakek, kini harus menjalani kehidupan pernikahan penuh siksaan batin. Di mata Aryan, wanita itu hanyalah beban yang tak diinginkan. Di tengah jurang status sosial dan kesalahpahaman yang pekat, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tiga hari setelah pernikahan paksa itu, rumah tangga Arya Adhitama dan Alana Shafira berjalan layaknya dua kutub magnet yang sama-sama menolak. Mereka adalah suami istri di depan publik dan Eyang, tetapi mereka adalah orang asing yang berbagi alamat di belakang pintu tertutup.

Arya menjalankan rutinitasnya dengan lebih gila. Ia berangkat subuh, pulang lewat tengah malam, sengaja menghindari interaksi. Jika terpaksa harus bertemu di ruang makan atau saat menjenguk Eyang, suasana akan kaku, diisi oleh formalitas yang dingin.

Namun, ketenangan semu ini tidak bertahan lama. Arya merasa tercekik. Kontrak pernikahan yang ia buat sendiri kini terasa seperti borgol emas.

Siang itu, Arya kembali ke penthouse lebih awal dari biasanya. Ia tidak sanggup lagi. Pikirannya dipenuhi kebencian pada keadaan dan pada wanita yang kini resmi menyandang namanya. Ia harus mengakhiri sandiwara ini sebelum ia benar-benar gila.

Ia menemukan Alana di ruang santai, sedang membaca buku tentang herbal di sudut yang terang. Pemandangan itu, ketenangan Alana yang kontras dengan badai di hatinya, memicu kemarahan Arya.

Arya melempar kunci mobilnya ke atas meja kopi marmer, menimbulkan bunyi nyaring yang mengejutkan Alana.

"Kita perlu bicara," kata Arya, suaranya tajam dan tidak memberi ruang untuk penolakan.

Alana meletakkan bukunya, pandangannya tenang. "Ada apa, Tuan?"

"Jangan panggil aku Tuan. Itu menjijikkan," cibir Arya, langsung menusuk. "Panggil aku Arya, setidaknya saat kita hanya berdua. Itu bagian dari sandiwara."

"Baik, Arya," balas Alana, nada suaranya tetap datar.

Arya duduk di hadapannya, menjulurkan sebuah amplop cokelat tebal ke meja. Amplop itu tampak penuh dan berat.

"Apa ini?" tanya Alana, tidak menyentuhnya.

"Ini adalah jalan keluar kita," ujar Arya. Ia mencondongkan tubuhnya, matanya menatap Alana dengan intimidasi penuh. "Aku sudah menimbang ulang. Pernikahan ini tidak akan berhasil, Alana. Tidak akan pernah. Kita hanya akan menyiksa diri kita sendiri dan membuat Kakek senang sebentar."

Ia menarik napas. "Di dalam amplop itu ada cek senilai sepuluh miliar rupiah. Angka itu akan bertambah jika kamu mau menandatangani surat cerai hari ini juga."

Alana menatap amplop itu, lalu menatap Arya. Ia tidak terkejut, tapi ada rasa sakit yang terselip di sudut hatinya. Ia tahu, bagi Arya, ia hanyalah masalah yang harus diselesaikan dengan nilai uang tertentu.

"Itu uang yang sangat banyak, Arya," kata Alana pelan. "Lebih dari cukup untuk menghidupi keluarga saya seumur hidup, bahkan menyekolahkan adik saya sampai menjadi profesor."

"Tepat," ujar Arya, suaranya terdengar lega. Ia mengira Alana akan goyah. "Ambil uang ini, dan pergilah dari rumah ini hari ini. Aku akan mengurus Kakek. Aku akan bilang kamu selingkuh, atau apa pun. Aku akan pastikan namamu bersih, dan kamu bisa memulai hidup baru."

Alana menggeleng, sebuah senyum tipis-bukan senyum bahagia, tapi senyum lelah-tersungging di bibirnya.

"Saya tidak akan mengambilnya," jawab Alana, mendorong amplop itu kembali ke hadapan Arya.

Reaksi itu mengejutkan Arya. Ekspresi lega di wajahnya lenyap, digantikan oleh kemarahan yang membingungkan.

"Apa maksudmu tidak akan mengambilnya? Itu sepuluh miliar! Kamu tidak tahu betapa berharganya uang itu!" bentak Arya. "Kenapa? Apa kamu sedang bermain-main? Ingin menaikkan harga tawar? Aku bisa tambah lima miliar lagi!"

Alana bangkit berdiri, berjalan menjauh dari Arya. Ia menatap ke luar jendela, ke arah taman luas yang tampak seperti ironi di tengah kekacauan hidupnya.

"Bukan soal harga, Arya," ucap Alana. "Saya sudah bilang, harga diri saya tidak bisa dibeli. Dan saya tidak mau. Saya tidak mau menerima uang tutup mulut, uang ganti rugi, atau apa pun namanya. Saya mau menikah denganmu karena Eyang yang memintanya. Saya mau bertanggung jawab atas peran saya."

"Bertanggung jawab? Omong kosong!" Arya ikut berdiri. "Kamu bicara tentang tanggung jawab? Aku yang menghancurkanmu, dan aku yang bertanggung jawab dengan uang. Bukan dengan ikatan palsu ini!"

"Ikatan palsu ini adalah satu-satunya yang tersisa dari kehormatan saya," balas Alana, berbalik menghadapnya. Matanya kini menunjukkan tekad yang kuat, bukan lagi kepasrahan.

"Jika saya mengambil uang itu, saya akan sama saja dengan wanita simpanan yang dibayar. Saya akan dicap sebagai wanita matre yang berhasil menjebak seorang CEO, lalu menerima uang diam-diam dan pergi. Saya tidak mau, Arya. Saya tidak butuh harta, saya hanya butuh harga diri saya kembali."

Arya menertawakan pengakuan Alana. Tawa yang pahit dan meremehkan.

"Harga diri? Kamu bicara tentang harga diri setelah apa yang terjadi? Kamu pikir kamu akan mendapatkan harga dirimu dengan menjadi istri kontrakku? Kamu akan dicap lebih parah, Alana! Kamu akan dicap sebagai parasit yang menempel pada kekayaan Adhitama!"

"Biarkan saja mereka bilang begitu!" seru Alana. Suaranya pecah, emosinya tak lagi bisa ia tahan. "Setidaknya, saya akan tahu di hati saya bahwa saya tidak menjual diri saya. Setidaknya, Eyang akan tenang karena tahu saya tidak kabur. Dan setidaknya, adik saya tidak akan mendengar desas-desus bahwa saya menerima uang haram dari orang kaya yang meniduri saya!"

Alana mendekati Arya, air mata mengalir di pipinya, tapi matanya tetap menantang.

"Tugas saya di rumah ini masih merawat Eyang. Sampai Eyang sendiri yang bilang saya boleh pergi, atau sampai kontrak perceraian kita selesai, saya akan tetap di sini. Saya bukan pengemis, Arya. Saya bukan wanita bayaran. Simpan uang itu. Gunakan untuk membeli hati wanita yang benar-benar kamu cintai, bukan untuk membeli kebebasan saya."

Arya membeku. Ia tidak siap menghadapi Alana yang ini. Alana yang keras kepala, yang lebih peduli pada kehormatan yang tak terlihat daripada pada tumpukan uang yang nyata. Semua rencana dan logikanya hancur berantakan di hadapan ketulusan dan idealismenya yang tak masuk akal.

"Kamu gila," bisik Arya. "Kamu benar-benar gila."

"Mungkin," jawab Alana, menyeka air matanya kasar. "Tapi saya bukan orang yang merenggut kesucian orang lain dan mencoba membayarnya dengan uang receh."

Kata-kata itu menghantam Arya seperti tamparan fisik. Ia mundur selangkah, rasa bersalah kembali menyergap, mengalahkan kemarahannya. Ia tahu, apa pun yang ia lakukan, ia adalah pihak yang salah.

Arya mengambil amplop itu kembali, meremasnya kuat-kuat hingga kertas-kertas di dalamnya terasa remuk.

"Baik," katanya, suaranya berat, penuh frustrasi. "Kalau kamu mau neraka, aku akan berikan neraka. Kamu mau bertahan? Silakan bertahan. Tapi jangan pernah menyesali keputusanmu ini, Alana. Jangan pernah datang padaku dan meminta belas kasihan."

"Saya tidak akan pernah meminta belas kasihan," kata Alana. "Saya hanya meminta Tuan menepati janji Tuan di kontrak. Jangan sentuh saya. Jangan ganggu saya. Dan mari kita jalani sandiwara ini dengan baik, demi Eyang."

Arya menatap Alana untuk beberapa saat, mencoba mencari celah, mencari kepalsuan di matanya. Tapi ia hanya menemukan kejujuran yang menyakitkan.

Ia berbalik, berjalan menuju pintu dengan langkah cepat. Begitu ia keluar, ia menutup pintu kamar itu dengan bantingan keras, suara yang menggetarkan seluruh ruangan, seolah meluapkan semua kemarahan yang tidak bisa ia tumpahkan pada Alana.

Alana ambruk di sofa begitu pintu tertutup, tubuhnya gemetar hebat. Ia menangis, bukan karena Arya, tapi karena keputusan yang baru saja ia ambil. Ia telah menolak kebebasan finansial demi menjaga sisa harga dirinya. Ia tahu, jalan yang ia pilih akan sangat panjang, penuh dengan penghinaan dan kesendirian, di samping pria yang terang-terangan membencinya.

Di kamar Arya, beberapa jam kemudian, suara pecahan kaca terdengar. Arya menghancurkan botol whisky mahalnya, melampiaskan kekesalan. Ia tidak pernah gagal. Ia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Tapi kali ini, seorang perawat sederhana telah menolak kekuasaannya, menolak uangnya, dan memaksanya tetap terikat dalam ikatan yang paling ia benci.

Ia menghubungi salah satu asisten kepercayaannya.

"Cari tahu semua tentang Alana Shafira," perintah Arya dengan suara tajam. "Setiap detail kecil. Keluarganya, teman-temannya, impiannya. Aku ingin tahu kenapa dia menolak uang sebanyak itu. Aku ingin tahu apa kelemahannya yang sebenarnya."

Arya Adhitama tidak akan pernah membiarkan dirinya kalah. Ia akan menemukan cara untuk memaksa Alana keluar dari hidupnya. Dan untuk itu, ia harus tahu persis siapa musuh barunya ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Pribadi CEO yang Terlalu Mempesona
8.2
Wilona Anastasia rela bertahan mendampingi Marten Dewangga Yanuardi demi membalas budi pada sahabat yang menolong putranya. Sebagai asisten pribadi, keanggunan Wilona perlahan meredam sifat arogan sang CEO muda yang kekanak-kanakan hingga Marten menjadi sangat terobsesi padanya. Namun, kedekatan mereka terancam oleh sebuah rahasia besar. Akankah perasaan Marten berubah saat mengetahui kenyataan bahwa asisten yang dicintainya itu ternyata seorang janda satu anak?
Sampul Novel Beautiful Hurt
9.1
Akibat fitnah dari sebuah pesan singkat, Marilyn dituduh merusak hubungan kakaknya sendiri. Christian, miliarder yang marah karena reputasinya rusak, mengira Marilyn adalah wanita licik yang gila harta. Demi membalas dendam, Christian memaksa gadis itu menikahinya dan bersumpah akan menyiksa hidupnya. Di tengah tuduhan kejam tanpa bukti tersebut, Marilyn hanya bisa pasrah menghadapi kebenaran sepihak mereka.
Sampul Novel DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM
9.3
Tiga tahun Hana menjadi istri penurut yang diabaikan Bima tanpa kehangatan. Begitu sang kakek berpulang, ia langsung diceraikan agar suaminya bisa bersama wanita idaman lain. Saat terpuruk, Hana malah dipertemukan dengan Matheo. Kesalahpahaman besar membuat bos yang kejam itu menuduhnya sebagai mata-mata. Pertemuan tak terduga dengan pria dingin tersebut seketika mengubah total seluruh garis kehidupan Hana selanjutnya.
Sampul Novel Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur
8.5
Akibat unggahan foto suaminya di media sosial, seorang istri sah dituduh sebagai pelakor oleh selingkuhan sang suami. Tuduhan kejam ini memicu aksi pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang yang membuatnya babak belur hingga mengalami patah tulang dan gegar otak. Tidak tinggal diam, korban segera melaporkan kejadian ini ke polisi. Di saat yang sama, ia menyiapkan surat cerai untuk mendepak suaminya yang tidak tahu diuntung itu agar pergi tanpa membawa sepeser pun kekayaannya.
Sampul Novel Istri Tawanan Tuan Muda
8.4
Miliarder angkuh bernama Evan Halbert bertekad membalas dendam kepada Sonny Wilson yang telah mengkhianati ayahnya. Untuk melancarkan aksinya, Evan menikahi Caitlyn Wilson, putri musuhnya, lalu menyekap dan memperlakukannya dengan sangat kejam. Namun, di tengah kobaran amarahnya, benih-benih cinta justru tumbuh di hati Evan untuk Caitlyn. Kini ia didera kebimbangan besar, apakah rasa cinta itu sanggup meluluhkan dendam masa lalu yang membara?
Sampul Novel Ketika Cinta Adalah Sebuah Kebohongan
9.7
Tiga tahun Kesha terjebak dalam pernikahan toksik bersama Juan. Titik balik terjadi saat sang adik mengkhianatinya dengan kejam. Setelah dijebak, Kesha memutuskan pergi dan meninggalkan surat cerai. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali sebagai wanita sukses yang menawan. Juan terkejut melihat kemiripannya dengan cinta barunya, lalu sadar bahwa selama ini ia hanya menjadikan Kesha sebagai pengganti. Kini, Juan yang putus asa mengejar Kesha demi mendapat jawaban atas luka masa lalu mereka.