APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bahagiaku Bukan Denganmu

Bahagiaku Bukan Denganmu

Pasca-perselisihan besar, Imron menceraikan Humaira demi meminang Laras yang dirasa lebih menarik. Namun, penyesalan segera tiba karena Laras tak becus mengurus rumah tangga dan menyimpan rahasia gelap yang membahayakan mereka. Saat tak sengaja berjumpa kembali dengan Humaira yang kini tampak jauh lebih menawan, hasrat Imron untuk rujuk pun berkobar. Akankah ia tetap terjebak dalam kepalsuan Laras, atau mampu merebut kembali hati mantan istrinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Huma" seseorang berteriak memanggil Humaira ketika ia sedang berada di parkiran.

Humaira yang sedang berjalan dipapah oleh Rani dan Tante Rena, seketika menoleh ke arah belakang, ia mencari sumber suara, yang sepertinya sudah tidak asing lagi baginya.

"Eh Maya, apa kabar May? kamu ngapain di sini?" Jawab Humaira. Maya adalah tetangganya dari kampung, rumah mereka saling berhadap-hadapan.

"Kamu sendiri ngapain di sini?" Maya kembali bertanya.

"Ceritanya panjang, lain kali saja  ceritanya ya?" jawab Humaira.

"Kamu kok semakin kurus aja sih, Hum?" Maya memperhatikan Humaira dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Mendengar hal itu, Humaira hanya tersenyum kecut, ia teringat kembali dengan kehidupan rumah tangganya bersama Imron.

"O iya! Maya, kenalin ini Tante Rena, Om Burhan, Angga, dan ini Rani" lalu mereka pun bersalaman sambil menyebutkan nama masing-masing.

"Kamu ngapain sih kesini? Siapa yang sakit?" tanya Humaira.

"Aku enggak sakit kok, cuma mau medical check up, buat lamaran kerja ke Jepang," jawab Maya.

"Wah hebat kamu May, syukurlah kalau kamu enggak sakit, semoga hasilnya bagus ya," balas Humaira.

"May, gimana keadaan keluarga di kampung?" tanya Humaira.

"Alhamdulillah, sehat-sehat semuanya," balas Maya.

"Kamu kapan mau pulang kampung, Huma? Sejak menikah, belum pernah pulang kampung," tanya Maya.

"Nanti pulangnya, tunggu baikan dulu," jawab Humaira.

"Huma, aku minta nomor handphone kamu, dong?" pinta Maya.

"Waduh! Aku enggak punya handphone" jawab Humaira jujur, selama menikah dengan Imron, jangankan handphone untuk makan saja susah.

"Sini, simpan di handphone aku saja," sela Rani, seraya mengeluarkan gawainya.

Setelah saling menyimpan nomor handphone, mereka pun berpisah.

Humaira dan Angga sekeluarga menaiki mobil Burhan, yang pun melaju dengan kecepatan sedang.

                        ***

Setelah berpisah dengan Humaira di parkiran, Maya memasuki rumah sakit, ia menuju ke ruangan Dokter Sheila, seorang dokter muda yang cantik yang akan memeriksaku, beliau seorang dokter umum, sebenarnya Maya sudah check up beberapa hari yang lalu, sekarang ia akan mengambil hasilnya.

'Semoga semua baik-baik saja, aamiin.' batin Maya.

"Maya Sofia" ucap perawat memanggil namanya.

Maya bergegas masuk, sepintas ia melihat Laras' masuk ke ruangan Dokter kandungan.

'Laras? Ngapain dia kesitu' batin Maya, ia merasa keheranan tapi dipedulikannya, karena Maya sudah dipanggil oleh perawat.

Maya segera masuk ke ruangan yang dipanggil Suster tadi.

"Silahkan Mba!" ucap Dokter Sheila tersenyum manis menampakkan lesung pipi nya.

"Jadi gimana hasil Check up saya Dok?" tanya Maya yang duduk di depannya.

"Semuanya baik, tapi masih ada yang harus di check ulang untuk memastikannya lagi, di sini ada kista, tapi masih sangat kecil, sementara saya akan memberikan resep, nanti seminggu kemudian kita check lagi ya," tuturnya.

"Kista?" ucap Maya kaget.

"Tidak apa-apa, jangan khawatir, masih bisa sembuh, diminum saja obatnya dan jauhi pantangannya." ucap dokter memberikan semangat.

"Baik Dok, terimakasih," jawab Maya sambil menerima resep dan bergegas pergi menuju ke apotek rumah sakit.

                          ***

'Laras mana ya tadi?' batin Maya.

Ngapain dia ada tadi di dokter kandungan? Dia kan belum menikah? batinnya lagi.

"Maya Sofia!" Petugas apoteker memanggil Maya, ia pun segera beranjak mengambil obat dan bergegas meninggalkan rumah sakit.

"Maya!" Seseorang memanggil Maya ketika ia telah sampai di parkiran.

"Eh Laras, ngapain disini?" tanya Maya

"A aku... cek kesehatan," jawab Laras gugup.

"Ooh!"  jawab Maya singkat, namun dalam hatinya ia kurang puas dengan jawaban Laras', ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Laras'.

"Laras', masih ada lowongan kah di tempat kerjamu?" tanya Maya.

"Aku rencananya mau ikut tes kerja ke Jepang, tapi kondisiku masih harus dipulihkan dahulu, mana tau enggak lulus ke Jepang, bisa aku ikut kerja di tempat kamu," ucap Maya

"Belum tau juga, mungkin kalau Office Girl ada sepertinya, coba besok datang temui satpam di tempatku bekerja" jawab Laras.

"Baiklah, terimakasih informasinya ya" jawab Maya.

"By the way kamu mau kemana sekarang?" tanya Maya.

"Aku sedang menunggu jemputan.

Eh Maya Minggu ini kamu datang ya ke acara pernikahanku, cuma syukuran saja, enggak banyak undangan, hanya keluarga dan teman-teman dekat saja," ucapnya antusias.

"O ya! Selamat ya? Iya Insyaallah aku datang," jawab Maya.

"Ya sudah, aku pulang duluan ya!" Maya menaiki ojeg online, yang tadi dipesannya melalui aplikasi.

"Ok, see you" Laras melambaikan tangannya.

Selepas kepergian Maya, beberapa saat kemudian datanglah Imron  menjemput Laras, Lalu mereka berdua pergi menuju rumah makan yang tak jauh dari rumah sakit.

"Bang, kok lama banget jemput nya, pegel tau! Mana lapar," ucap Laras sambil mencebikan mulutnya.

"Macet Dek! Ayolah kita makan sudah lapar kali ini pun, enggak ada makan apa-apa dari tadi pagi Abang,"

Mereka mencari rumah makan yang tidak jauh dari rumah sakit.

Imron melambaikan tangannya memanggil pramusaji restoran.

Setelah makanan tersedia di meja makan mereka pun makan dengan lahapnya terutama Imron.

"Bang, jadi kan acara kita Minggu ini? Orang tua Abang datang kah?" tanya Laras.

"Terus siapa siapa aja yang diundang?" imbuhnya lagi.

"Mungkin hanya saudaraku yang disini saja yang datang, beberapa teman dekat dan tetangga sekitar saja," jawab Imron.

"Aku sudah mengundang  beberapa teman dekat, kalau keluargaku di Jambi hanya doa saja, enggak bisa datang katanya," Laras berbicara dengan mulut yang belepotan.

"Jorok kali Kau! Lap dulu tuh mulut! Belepotan makannya macam anak kecil" ucap Imron yang telah selesai makan.

"Ish! Abang, bersihin napa'? Biar romantis macam di film-film, " ucap Laras' sambil me-lap mulut dan menyelesaikan makannya.

"Halah tak payahlah, tak suka aku macam itu," balas Imron.

"Habis ini kita ke butik ya Bang, kita cari dulu baju pengantin buat kita" ajak Laras.

"Enggak usah Butik-butik deh, kita sewa aja dari tukang rias nya nanti, biar murah sedikit." Imron menghidupkan motornya.

"Pelit sekali sih Bang!" ucap Laras.

Imron menghidupkan motornya, kemudian segera melaju membelah kota Jakarta menuju ke tempat kost Laras.

"Hei Laras, lama sekali baru sampai, jalan-jalan dulu ya?" tanya Maya yang sedang duduk-duduk di depan kost-an nya, mereka tetangga kost beda kamar.

"Iya nih, kami makan-makan dulu," ucapnya sambil bergelayut manja di lengan Imron.

Tiba-tiba handphone Maya berdering.

"Halo, eh Huma ya? Gimana sudah baikan? Kapan mau pulang?" ucap Maya sambil masuk menuju kamarnya.

"Hah... Huma?" Dalam hati Imron dan Laras'.

 "Beda orang mungkin Dek!" bisik Imron.

"Ah iya mungkin Bang! Huma kan bukan cuma dia saja" timpal Laras.

"Okelah Abang pulang dulu lah ya" ucap Imron kepada Laras.

"Baiklah, hati-hati di jalan Bang!" ucap Laras.

Imron hanya membalas dengan senyuman sambil melajukan motornya.

NEXT

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKSARA HUJAN
7.9
Julie rela bekerja keras menjadi penari pole dance di sebuah klub malam demi menjamin masa depan Gemma, adik yang sangat ia sayangi. Sayangnya, ketulusan Julie justru dibalas dengan pengkhianatan menyakitkan oleh sang adik sendiri. Saat berjuang menggapai kebahagiaan hidup, Julie malah harus menerima kenyataan pahit dari tindakan Gemma. Akankah sang adik menyadari kesalahannya, atau justru membiarkan Julie kian terpuruk dalam kepedihan yang mendalam?
Sampul Novel Crazy In Love  (Katharine)
9.2
Kehilangan Alex Wolff yang gugur di medan perang memaksa Katharine membesarkan putranya sendirian. Saat berduka, hadir Warren Cook, pria misterius bermata satu yang mengaku sebagai sahabat mendiang suaminya. Warren tiba-tiba melamar Katharine demi menjanjikan masa depan yang cerah. Demi sang anak, Katharine menerima pernikahan itu meski hatinya dipenuhi keraguan. Siapa sebenarnya Warren dan apa rencana rahasia di balik lamarannya?
Sampul Novel Kurelakan Cintaku untuk Adikku
8.3
Terlahir kembali membuat protagonis memilih merelakan Hans untuk adiknya. Belajar dari masa lalu saat suami dan putranya meminta perceraian demi sang adik, ia kini mendaftarkan nama adiknya di formulir pernikahan dan membiarkan mereka pergi ke Kota Barga. Ia sendiri memilih pergi ke Selatan untuk kuliah di Kota Sarna. Di kehidupan baru ini, ia hanya ingin fokus meraih kesuksesan dan hidup mandiri untuk dirinya sendiri tanpa memedulikan percintaan lagi.
Sampul Novel Menikah dengan kakak ipar
9.0
Hanifah yang mandul meminta suaminya, Raihan, menikahi adiknya yang bernama Nur Naila Habibah demi memiliki anak. Namun, Naila merasa tidak pantas bersanding dengan Raihan, seorang dosen agama religius, lantaran dirinya adalah mahasiswi nakal yang belum berhijab. Di sisi lain, terungkap fakta bahwa Naila bukanlah adik kandung Hanifah, melainkan putri dari sahabat ibunya. Akankah Naila bersedia memenuhi permintaan kakaknya, atau justru menolak karena merasa perbedaan mereka terlampau jauh?
Sampul Novel My Dangerous Husband
9.4
Kehidupan Senja hancur seketika saat Damar datang memaksa sebuah pernikahan demi menebus kesalahan fatal ayahnya. Terperangkap dalam pernikahan tanpa rasa cinta, ia harus tunduk pada dominasi dan sikap otoriter sang suami. Namun lambat laun, kebaikan tak terduga dari Damar mulai terungkap di balik kekejamannya. Di saat perasaan hangat mulai tumbuh di antara mereka, berbagai ujian berat kembali datang menguji ketahanan rumah tangga yang penuh tekanan ini.
Sampul Novel Satu Talak Seribu Luka
8.4
Setahun menjalani pernikahan hampa, Aurelia Shanum langsung diceraikan Damian Revan Alveric begitu ayah mertuanya tiada. Dua tahun berlalu, kini Aurelia telah bangkit menjadi perempuan mandiri yang sukses memimpin bisnis EO pernikahannya sendiri. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali lewat cara yang tak terduga. Damian mendadak datang sebagai klien baru yang meminta Aurelia merancang hari bahagianya. Kini, ia dituntut profesional di hadapan mantan suami yang dahulu telah mematahkan hatinya.