APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Astaga, Gairahku Diketahuinya

Astaga, Gairahku Diketahuinya

Menghadapi kondisi kesehatan yang terus menurun dan suasana hati yang buruk, seorang wanita akhirnya memberanikan diri berkonsultasi dengan seorang praktisi pengobatan tradisional. Sebelumnya, ia sangat ragu karena menyembunyikan rahasia besar tentang kecanduan seks yang dialaminya, khawatir sang dokter akan mengetahuinya. Ketakutan itu menjadi kenyataan saat ia tiba di klinik. Tatapan sang dokter berubah drastis, hingga akhirnya ia membaringkan wanita itu di meja periksa dan merobek pakaian dalamnya yang basah.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kamu …. Omong kosong apa yang kamu katakan?" Aku tidak berani mengakuinya, langsung bangkit untuk berlari.

Dokter pengobatan tradisional itu melangkah maju, mengunci pintu di depanku, menghalangi jalanku. Aku menabrak otot-ototnya yang berkembang dengan baik. Aku melangkah mundur beberapa langkah, dipaksa untuk duduk di atas meja.

"Temanmu sudah lama mengatakan padaku kalau kamu hanya wanita yang penuh nafsu. Tubuhmu memang bagus, tapi kamu kurang jujur. Sekarang, biarkan aku mengajarimu untuk lebih jujur."

Tatapannya membakar setiap bagian tubuhku, seperti api yang berkobar.

"Aku nggak tahu apa yang kamu bicarakan." Bagian bawahku sudah basah kuyup, tetapi aku tidak ingin terlihat terlalu mudah ditaklukkan.

Aku hanya ingin pelampiasan, tetapi tidak ingin tampak murahan.

"Masih saja keras kepala." Tangan besar pria itu memegang pinggulku, benda yang menggembung di depan tubuhnya menekan perutku. "Apa kamu menginginkannya?"

Dia melepaskan maskernya. Di wajah yang tampan dan dingin itu, ada kilatan api samar di matanya, tetapi kata-katanya sangat lugas.

"Di mana titik sensitifnya? Di sini?" Dia mengusap pinggangku, sementara aku langsung merasa lemas.

Tubuhku terkulai di atas meja, tiap gesekan terasa begitu nyata. Jari-jarinya yang kasar karena kapalan dengan mudah membuka kancing, lalu merayap masuk untuk menyentuh tempat-tempat yang membuatku gemetaran.

Sentuhan samarnya seolah tak disengaja pada lekuk tubuhku yang lembut. Ujian seperti ini terlalu menggoda, begitu menggairahkan.

Aku memohon, "Nggak, kumohon …."

"Apa kamu memohon agar aku menidurimu lebih cepat?" cibirnya.

Pada saat ini, terdengar ketukan dari pintu depan, lalu seseorang di luar pintu berteriak, "Pak Anton, apakah kamu di sana?"

Wajah Anton tetap tenang. Dia bahkan bergerak lebih dekat padaku. Dia menatap mataku yang panik sambil tersenyum. "Ya."

Aku merasa panik. "Jangan biarkan dia masuk!"

Bagian bawah tubuhku sudah basah kuyup. Ada beberapa noda air yang samar di pakaianku.

Anton mendorongku ke bawah meja pemeriksaan. Dia membuka pintu, lalu duduk lagi untuk bertanya kepada pasien yang masuk, "Apa kamu sedang nggak enak badan?"

Aku menutup mulut sambil meringkuk di bawah meja pemeriksaan. Aku hanya bisa melihat sepatu kulit dan kaki jenjang pria itu.

Pasien itu berbicara begitu banyak sehingga aku tidak berani bernapas. Namun, Anton membuka diri kepadaku saat dia dengan tenang menjawab.

Pria itu membuka ikat pinggangnya dengan satu tangan. Apa yang ada di balik jas putihnya hampir tidak bisa digambarkan.

Itu seperti cambuk keledai!

Napasku terengah-engah, darahku langsung menjadi panas.

Jika dimasukkan ke dalam mulut ….

Anton membelai berputar-putar dengan satu tangan melalui kain celana dalamnya. Aku menelan ludahku, mataku menatapnya tanpa berkedip.

Aku tidak bisa menahan diri untuk mengulurkan tangan ke bagian bawahku, meniru mengikuti gerakan cepat Anton. Rasanya begitu nikmat hingga aku menutup mulutku, terkesiap dengan suara rendah.

"Suara apa itu?" tanya pasien itu.

Jantungku berdegup kencang. Aku merasa bersemangat sekaligus takut.

Mataku melirik ke arah Anton yang tidak terpengaruh sedikit pun. Sebaliknya, tangannya mempercepat gerakannya, nadanya terdengar tenang, "Fasilitas kedap suara di sini nggak bagus. Ada tempat jajan di dekat sini."

Tak kusangka, dia benar-benar mengeluarkannya.

Yang muncul lebih besar dan lebih tebal. Mataku tidak bisa berpaling.

Tidak berlebihan jika aku mengatakan bahwa mantan pacarku tidak bisa dibandingkan dengannya.

Dalam sekejap, tenggorokanku terasa kering. Seakan tak bisa mengendalikan diri, aku merangkak maju, sementara pinggulku terangkat tanpa sadar. Kedua kakiku bergesekan, gatal oleh dorongan yang sulit dijelaskan. Sepertinya tubuhku ini tahu apa yang diinginkannya.

Namun, aku tidak peduli dengan semua itu. Yang bisa aku lihat hanyalah benda besar milik Anton.

Itu pasti bisa membuatku kenyang, bisa membuatku merasa puas ….

Merasakan aku yang mendekat, Anton menundukkan pandangan sedikit. Dia menatapku dengan pandangan yang lebih nakal, lalu mengalihkan tangannya ke mulutku.

Sentuhan itu terus mempermainkanku, hingga napasku tercekat dan air liur pun jatuh perlahan ….

"Aku mengerti situasinya. Datanglah besok untuk mengambil obatnya. Jangan begadang malam ini." Anton menulis daftar obat dengan satu tangan.

"Astaga, sekarang sudah jam 10. Terima kasih, Pak Anton. Kamu juga istirahatlah lebih awal."

Begitu orang itu pergi, Anton langsung menekan kepalaku ke bawah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel An Affair
9.2
Demi membalas dendam atas kematian orang tuanya, Winter Samantha menyamar untuk menghancurkan keluarga Smith. Ia sengaja menjerat Edward Smith dan sang putra, David, dalam pusaran skandal perselingkuhan yang rumit. Namun, rencana ini terganggu oleh kehadiran Sean William, sahabat kecil yang tulus mencintainya. Kini, Winter dihadapkan pada pilihan sulit: menuntaskan dendamnya pada musuh atau menerima lamaran Sean untuk hidup bahagia bersama.
Sampul Novel Antara Dua Hati
8.8
Kecewa karena lamarannya ditolak Maida akibat perbedaan status sosial, Razi memilih menikahi Hana, gadis desa pilihan sang ibu. Konflik dimulai ketika Razi memboyong istrinya menetap di Jakarta. Maida yang rupanya memendam rasa kini terobsesi merebut Razi kembali. Keadaan kian rumit dengan campur tangan kakak angkat Maida yang memperkeruh suasana. Di tengah badai ujian dan gangguan ini, mampukah rumah tangga Razi dan Hana bertahan dari kehancuran?
Sampul Novel Dikhianati Manager Diperjuangkan Dokter
9.4
Winda menemukan bukti mengejutkan yang memicu kecurigaan bahwa suaminya menjalin hubungan gelap dengan ibu kandungnya sendiri. Namun, saat ia mencoba membongkar skandal tersebut, sebuah pengakuan tak terduga dari sang suami justru mematahkan semua dugaannya. Teka-teki mengenai sosok selingkuhan yang sebenarnya pun mulai terkuak. Sanggupkah Winda menghadapi kenyataan pahit ini? Akankah ia memaafkan pengkhianatan itu atau justru memilih melabuhkan hatinya pada sosok lain?
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Di hari ulang tahunnya yang ke-35, kehidupan Declan Montereau yang mapan mendadak gempar. Pebisnis sukses yang selalu skeptis pada komitmen ini dikejutkan oleh kedatangan Elio, balita empat tahun bermata abu-abu yang mengaku sebagai anaknya. Menghadapi kemiripan fisik yang mustahil dibantah, Declan terpaksa menelusuri kembali masa lalunya demi mengungkap identitas wanita yang tega menyembunyikan rahasia besar ini lalu pergi begitu saja.
Sampul Novel Pernikahanku, Bukan Denganmu
9.5
Lima tahun lalu di Puncak, aku merelakan penglihatanku demi menyelamatkan tunanganku. Namun, pengorbanan itu dianggap sandiwara belaka. Ia lebih memprioritaskan sahabatnya, Amara, bahkan mengubah tempat pernikahan dan membelikannya gaun mewah. Saat hari pernikahan tiba, ia justru menemani Amara dan menelantarkanku di altar. Dia mengira aku akan terus tunduk, tetapi dia keliru. Ketika ia mencariku di Bali, aku sudah pergi ke gunung untuk menikah dengan lelaki lain.
Sampul Novel SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku Setelah Ayah Mati
9.1
Dunia Gema Dirgantara runtuh seketika saat mendapati Anita, perempuan yang teramat dicintainya, justru dinikahi oleh ayahnya sendiri, Angga Wijaya. Kenyataan pahit ini memaksa Gema memanggil kekasih hatinya itu sebagai ibu tiri. Di sisi lain, Anita pun harus berjuang keras memerankan sosok ibu bagi pria yang sebenarnya ia cintai. Terjebak dalam takdir rumit, mampukah keduanya bertahan di bawah satu atap dengan perasaan terlarang yang terus membara?