APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Astaga, Gairahku Diketahuinya

Astaga, Gairahku Diketahuinya

Menghadapi kondisi kesehatan yang terus menurun dan suasana hati yang buruk, seorang wanita akhirnya memberanikan diri berkonsultasi dengan seorang praktisi pengobatan tradisional. Sebelumnya, ia sangat ragu karena menyembunyikan rahasia besar tentang kecanduan seks yang dialaminya, khawatir sang dokter akan mengetahuinya. Ketakutan itu menjadi kenyataan saat ia tiba di klinik. Tatapan sang dokter berubah drastis, hingga akhirnya ia membaringkan wanita itu di meja periksa dan merobek pakaian dalamnya yang basah.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tubuhku dipaksa bergerak naik turun, diliputi rasa tak nyaman yang bercampur kenikmatan. Seperti semut yang gelisah di atas wajan panas, begitu tak sabar, tetapi juga terjebak dalam kenikmatan yang menggoda.

Di detik berikutnya, karena tak mampu menahan diri, dia mengangkat tubuhku. Ciumannya mendarat tanpa ragu. Dalam waktu bersamaan, rokku terasa basah oleh gairah yang tak tertahan.

Tubuhku terbaring di atas meja tempat pemeriksaan barusan, sementara pintu belum ditutup rapat. Dengan napas tertahan dan hati berdebar, aku berbisik gugup, "Pintunya ... belum ditutup .... Nanti ada yang lihat ...."

Tangannya berada di pinggangku, membuat tubuh bagian bawahku menegang. Yang mengejutkan, aku mencapai kenikmatan ….

Anton berkomentar, "Nafsumu cukup besar."

"Bukankah bagus kalau ada yang melihatnya? Apa kamu nggak ingin orang melihatnya?" Dia menggulingkanku. Pakaianku bergesekan saat bagian sensitifku digosokkan ke meja yang dingin. Dia tidak memasukiku, tetapi aku merasa lebih bersemangat daripada jika dia melakukannya.

Tongkat panas itu makin panas seperti korek api, aksi Anton juga makin ganas, seolah-olah dia sudah dipasangi motor yang tidak bisa dihentikan.

Bokongku ditampar beberapa kali, sementara aku hanya bisa berteriak, "Pelan … pelan …."

Tanggapannya adalah tabrakan yang lebih hebat.

…

Meskipun aku tidak sampai pada langkah terakhir, aku tiba-tiba merasa sangat puas.

Aku berpikir bahwa semua pria sebelumnya tidak seperti Anton. Aku tidak sabar untuk segera menghapus semuanya, sekumpulan sampah yang tidak berguna itu.

Saat itu sudah melewati jam malam asrama, jadi Anton membawaku kembali ke rumahnya. Namun, dia tidak tidur di sini, sebaliknya dia memesan kamar hotel di dekatnya.

Sebelum pergi, dia memberitahuku kode sandi pintunya.

"Aku akan mengirimimu pesan dalam beberapa hari ke depan. Lakukan apa yang aku katakan kalau kamu ingin sembuh."

Setelah itu, dia menjelaskan kepadaku bahwa dia akan menyembuhkanku.

Aku tahu bahwa tidak wajar bagiku untuk menjadi begitu terangsang. Namun, aku tidak memiliki banyak masalah dengan teknik penyembuhan khususnya.

Intinya, cara ini sungguh hebat.

Jadi, aku pun mengangguk setuju.

Mungkin penampilanku yang polos dan lembut itu membuatku tampak patuh. Dia menatapku sekilas, lalu menjatuhkan ciuman di keningku. "Selamat malam."

Bagian bawahku basah lagi.

Aku buru-buru menutup pintu.

Keesokan harinya, teman baikku adalah orang pertama yang meneleponku. Sebelum aku sempat mengatakan apa pun untuk menegurnya, dia sudah lebih dulu menjelaskan padaku bahwa meski temperamen Anton tidak terlalu baik, tetapi kemampuan medisnya sangat baik.

"Dia memang hanya menerima pasien dengan kasus sulit, jadi itulah alasan aku berkata begitu padamu." Temanku tumbuh bersamaku dan tidak pernah menyakitiku.

Setelah memikirkan hal ini, aku mengangguk. "Kemampuan medisnya memang sangat bagus. Pengobatan terakhir sangat efektif."

Aku begitu lelah sampai aku tidak bermimpi semalam.

Saat Anton mengirimkan pesan, aku menutup telepon.

Dia bertanya apakah aku sudah bangun.

Aku: [Aku sedang bersiap-siap untuk mandi. Nanti aku akan kembali ke sekolah.]

Anton: [Apa yang kamu kenakan hari ini?]

Aku: [Baju yang sama seperti kemarin. Aku nggak membawa baju baru.]

Beberapa detik kemudian, Anton membalas: [Ada pakaian baru yang diletakkan di depan pintu. Pakailah, lalu berfotolah untukku.]

Aku membuka pintu. Benar saja, memang ada sebuah kotak di sana.

Ada satu set pakaian lengkap, termasuk bra. Semuanya masih baru serta pas dibadanku. Namun, pakaian ini agak ketat, serta berbeda dengan gaya rok longgar yang biasa aku pakai.

Yang lebih penting … tidak ada celana dalam.

Anton menjawab: [Pengobatan telah dimulai. Langkah pertama hari ini adalah nggak memakai celana dalam.]

Bagian pribadiku sangat jelas terlihat pada bahan pakaian yang tipis ini. Aku merasa sedikit malu. Anton sepertinya tahu apa yang aku pikirkan. Dia mengirimkan foto padaku.

Tangan yang berotot tampak ternoda oleh cairan. Hanya dengan melihat benda di tangannya itu, aku langsung teringat akan sensasi asing di antara kedua kakiku tadi malam.

Tanpa sadar aku hendak menggerakkan tangan ke bagian bawahku ketika pria itu mengirimkan pesan lainnya: [Jangan menyentuh dirimu sendiri.]

Aku merasa makin sulit untuk menolak. Namun, memikirkan bahwa ini adalah untuk pengobatan, aku menahannya.

Meskipun kain yang aku pakai tampak ringan dan lembut, aku tidak bisa tidak memikirkan bahwa bentuk tubuhku akan tampak menonjol. Setiap kali membungkuk sedikit atau duduk di tempat umum, rasanya tatapan orang-orang akan langsung mengarah padaku.

Pada siang hari, Anton mengirim pesan: [Lepaskan pakaian dalammu, lalu ambil foto untukku.]

Pada saat yang sama, pria itu juga mengirimkan foto telanjangnya setelah berolahraga.

Aku berlari ke kamar kecil wanita, lalu memotret kain yang basah kuyup dengan hati-hati.

[Bagaimana kalau aku nggak bisa memakainya lagi?]

Anton mengirimkan pesan suara balasan.

Aku mendekatkan speaker di telingaku, lalu menyalakannya dengan volume serendah mungkin.

Pria itu berbisik menggoda, "Jangan dipakai, Sayang."

Aku merasakan diriku menjadi makin basah.

Dia seperti membisikkan hal ini di telingaku, tidak mungkin untuk aku melupakannya.

Celah itu membuatku tanpa sadar merapatkan kedua kakiku saat berjalan. Aku segera pergi ke toilet untuk menyeka noda basah segera setelah aku merasakannya. Aku tidak akan pernah berdiri jika aku bisa duduk.

Setelah seharian penuh disiksa, perhatianku benar-benar beralih dari tonjolan di bagian bawah ke komentar Anton bahwa dia akan menjemputku.

Aku menunggu kelas berakhir dari pukul 16.45, lima belas menit terasa seperti satu abad. Aku tidak tahu berapa kali aku menelan ludah saat pikiranku terus kembali ke benda tebal dan lengan Anton yang kuat.

Begitu bel akhir kelas berbunyi, aku berjalan keluar dari kelas bersama orang-orang.

Begitu naik ke mobil, pandangan Anton melihat tonjolan itu dengan mata terbelalak. Aku tanpa sadar menghalanginya. Dia berkata, "Ini sangat cantik, nggak boleh menghalanginya."

Aku hanya bisa meletakkan kembali tanganku. Sabuk pengaman mengikat tubuhku yang menawan, membuat lekukannya lebih jelas lagi. Aku melihat jakun Anton bergerak.

Mobil melaju ke garasi bawah tanah. Dia berbalik dan menggigit bibirku, sementara bagian bawahku langsung basah kuyup ….

Dia menggigit tonjolan itu dengan penuh ejekan, sementara tangannya menjelajahi ke bawah ….

Di dalam mobil yang sempit, tubuhku berada dalam pelukannya. Jemarinya menyusuri setiap sudut tubuhku dengan lembut, lalu dia berbisik, "Apa yang kamu rasakan sekarang?"

"Rasanya ... gatal. Aku nggak bisa menahannya, aku ingin …."

Aku begitu gelisah sampai air mataku keluar. Aku menarik-narik bajunya dengan sembarangan.

Anton mencubit pantatku, mendorongnya ke atas, sementara aku langsung berteriak ….

Jendela mobil menampilkan penampilanku yang tertekan, dengan tubuh bergetar tanpa henti. Anton mengeluarkan benda lain, tidak setebal miliknya, tetapi sangat panjang.

Dia membukanya di depan wajahku, perlahan-lahan memasukkannya. Pada saat ini, suara langkah kaki tiba-tiba datang dari luar mobil.

"Berhati-hatilah. Bagaimana kalau ada yang datang?"

Suara ini ….

Ternyata itu adalah temanku Winda Wiryo!

Di luar jendela mobil, Winda tampak dipeluk oleh seorang pria, tetapi tangan pria itu tampak berkeliaran. Winda terprovokasi oleh nafsu, sementara pria itu membenamkan kepalanya ke tubuh Winda.

Mereka bersandar dengan keras ke mobil Anton!

Anton mendorong masuk dengan tiba-tiba hingga aku hampir berteriak. "Apa ini bisa mengalihkan perhatianmu? Kenapa? Apa ini nggak memuaskanmu, wanita penuh nafsu?" tanya Anton.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B65410" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B65410
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel An Affair
9.2
Demi membalas dendam atas kematian orang tuanya, Winter Samantha menyamar untuk menghancurkan keluarga Smith. Ia sengaja menjerat Edward Smith dan sang putra, David, dalam pusaran skandal perselingkuhan yang rumit. Namun, rencana ini terganggu oleh kehadiran Sean William, sahabat kecil yang tulus mencintainya. Kini, Winter dihadapkan pada pilihan sulit: menuntaskan dendamnya pada musuh atau menerima lamaran Sean untuk hidup bahagia bersama.
Sampul Novel Antara Dua Hati
8.8
Kecewa karena lamarannya ditolak Maida akibat perbedaan status sosial, Razi memilih menikahi Hana, gadis desa pilihan sang ibu. Konflik dimulai ketika Razi memboyong istrinya menetap di Jakarta. Maida yang rupanya memendam rasa kini terobsesi merebut Razi kembali. Keadaan kian rumit dengan campur tangan kakak angkat Maida yang memperkeruh suasana. Di tengah badai ujian dan gangguan ini, mampukah rumah tangga Razi dan Hana bertahan dari kehancuran?
Sampul Novel Dikhianati Manager Diperjuangkan Dokter
9.4
Winda menemukan bukti mengejutkan yang memicu kecurigaan bahwa suaminya menjalin hubungan gelap dengan ibu kandungnya sendiri. Namun, saat ia mencoba membongkar skandal tersebut, sebuah pengakuan tak terduga dari sang suami justru mematahkan semua dugaannya. Teka-teki mengenai sosok selingkuhan yang sebenarnya pun mulai terkuak. Sanggupkah Winda menghadapi kenyataan pahit ini? Akankah ia memaafkan pengkhianatan itu atau justru memilih melabuhkan hatinya pada sosok lain?
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Di hari ulang tahunnya yang ke-35, kehidupan Declan Montereau yang mapan mendadak gempar. Pebisnis sukses yang selalu skeptis pada komitmen ini dikejutkan oleh kedatangan Elio, balita empat tahun bermata abu-abu yang mengaku sebagai anaknya. Menghadapi kemiripan fisik yang mustahil dibantah, Declan terpaksa menelusuri kembali masa lalunya demi mengungkap identitas wanita yang tega menyembunyikan rahasia besar ini lalu pergi begitu saja.
Sampul Novel Pernikahanku, Bukan Denganmu
9.5
Lima tahun lalu di Puncak, aku merelakan penglihatanku demi menyelamatkan tunanganku. Namun, pengorbanan itu dianggap sandiwara belaka. Ia lebih memprioritaskan sahabatnya, Amara, bahkan mengubah tempat pernikahan dan membelikannya gaun mewah. Saat hari pernikahan tiba, ia justru menemani Amara dan menelantarkanku di altar. Dia mengira aku akan terus tunduk, tetapi dia keliru. Ketika ia mencariku di Bali, aku sudah pergi ke gunung untuk menikah dengan lelaki lain.
Sampul Novel SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku Setelah Ayah Mati
9.1
Dunia Gema Dirgantara runtuh seketika saat mendapati Anita, perempuan yang teramat dicintainya, justru dinikahi oleh ayahnya sendiri, Angga Wijaya. Kenyataan pahit ini memaksa Gema memanggil kekasih hatinya itu sebagai ibu tiri. Di sisi lain, Anita pun harus berjuang keras memerankan sosok ibu bagi pria yang sebenarnya ia cintai. Terjebak dalam takdir rumit, mampukah keduanya bertahan di bawah satu atap dengan perasaan terlarang yang terus membara?