APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Asmara Setelah Pernikahan Paksa

Asmara Setelah Pernikahan Paksa

Demi melunasi utang ibu tirinya, Fei Livi terpaksa menikahi pria yang jauh lebih tua. Kesepakatan mereka sangat jelas: Livi harus melahirkan seorang ahli waris sebelum perceraian terjadi. Namun, pernikahan ini tidak mudah karena suaminya masih terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Di tengah dinginnya hubungan tanpa cinta ini, mampukah Livi bertahan? Akankah perasaan tulus mulai tumbuh di antara mereka sebelum batas waktu perpisahan itu benar-benar tiba?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ibu ngomong apa?" Fei Livi masih berharap, jika semua itu hanyalah mimpi belaka.

Ya! Fei Livi memang masih berharap jika perjodohan itu hanyalah mimpi buruknya saja. Tapi, itu u bukanlah bunga tidur. Melainkan kenyataan pahit yang harus Fei Livi jalani dengan terpaksa menikahi pria yang belum pernah ia temui.

Sebagai gadis yang baru saja lulus sekolah, Fei Livi sangat ingin menjadi gadis bebas yang melakukan apapun. Semenjak dirinya sekolah di sekolah menengah atas, sudah banyak sekali pekerjaan paruh waktu yang ia lakukan.

Fei Livi memiliki beberapa tabungan juga untuk dirinya hidup mandiri di luaran sana. Sayangnya, sebagi gadis pinggiran kota Busan, yang memang jauh dari kota besar, sangat sulit baginya untuk bergerak.

"Aku tetap akan menikah, Bu. Setelah ini, mari kita ke kantor urusan agama untuk mengurus semuanya." ajak Fei Livi meski hatinya terluka.

Fei Livi menarik nafas dalam-dalam. Lalu, mengatakan bahwa dirinya siap menikah dengan putra nyonya Lee.

"Kamu yakin?" tanya Cha Yeon Jae kembali. "Ibu hanya tidak mau jika kamu berubah pikiran ketika acaranya sudah dekat!" tegasnya.

Fei Livi kembali menghela nafas panjang. "Huh, aku yakinkan diriku sendiri, Ibu. Tapi sebelumnya … bisakah Ibu mempertemukan aku atau memberikan kontak dari putra nyonya Lee itu kepadaku? Aku hanya ingin mengenalnya sebelum pernikahan itu terjadi, Bu." Fei Livi meminta.

Cha Yeon Jae mengatakan bahwa dirinya dilarang menceritakan apapun tentang siapa putra dari nyonya Lee. Wanita berusia 36 tahun itu hanya bisa menyebutkan namanya saja. Tidak mungkin menyebut statusnya, atau Fei Livi nantinya tidak mau menikah dengan pria itu, karena statusnya yang sudah menduda. Cha Yeon Jae sangat tahu sikap dari putrinya itu yang selalu mempertanyakan apapun yang ingin Iya ketahui.

"Kamu akan bertemu dengan putra nyonya Lee di saat hari pernikahan nanti, Fei," terang Cha Yeon Jae.

"Mengapa seperti itu? Bukankah syarat menikah yang sebenarnya itu adalah__" ucapan Fei Livi terpotong.

"Itu yang mereka katakan. Anak dari nyonya Lee sedang berada di luar negri saat ini. Jadi, kamu tidak bisa bertemu maupun menghubunginya, Fei!" tegas Cha Yeon Jae terkesan takut jika putrinya berubah pikiran.

"Setelah menikah nanti, kamu akan di bawa olehnya ke Seoul. Jadi, biasakan dirimu. Jangan pernah memalukan Ibu, sebagaimana aku yang telah merawatmu dan mendidikmu dengan baik selama ini, paham!" lanjut Cha Yeon Jae.

Tapi dirinya sendiri saja belum pernah bertemu dengan anak dari nyonya Lee. Bagaimana mungkin Cha Yeon Jae bisa mendeskripsikan bagaimana wajah dan juga kriteria dari putranya nyonya Lee itu.

Tak ada yang perlu di bahas lagi. Fei Livi hanya bisa diam menanti hari pernikahan itu datang.

***

Setelah selesai sarapan, Cha Yeon Jae bersama dengan Fei Livi segera datang ke kantor urusan catatan sipil untuk mengurus berkas miliknya. Sebagai gadis yang memiliki kewarganegaraan ganda, Fei Livi harus memilih salah satu dari kewarganegaraan tersebut. Diketahui, memang ayahnya Fei Livi adalah orang China, sedangkan Ibunya asli orang Korea. Tapi, kedua orang tua Fei Livi belum pernah ditemukan sama sekali oleh Cha Yeon Jae.

Sekitar 15 menit selesai, masih dengan wajahnya yang murung, Fei Livi pamitan kepada ibunya untuk berangkat bekerja di cafe milik temannya yang bernama Yoona Min Young (21). Gadis berwatak keras dan selalu menyangka jika Fei Livi adalah adik kandungnya yang dibuang oleh Ibunya.

"Iya, kamu hati-hati di jalan," ucap Cha Yeon Jae memberi ijin.

"Baik, Bu."

Setelah Fei Livi pergi~

"Fei, ini semua Ibu lakukan juga demi kebaikan kita. Ibu sudah lelah terus-terusan merawat kamu. Ibu tidak sabar lagi untuk bisa menemukan pasangan yang Ibu inginkan. Maafkan Ibu, Fei," gumam Cha Yeon Jae.

"Jadi, kamu harus mengalah untuk saat ini. Kamu menikah lebih dulu, agar Ibu juga bisa menikah." imbuhnya berlalu pergi.

***

Fei berjalan dengan pelan mengayuh sepedanya. Harapannya pupus untuk menjadi seorang dokter karena dipaksa menikahi pria yang sama sekali belum ia jumpai itu, sekali lagi. Sepanjang perjalanan, Fei Livi terus saja memikirkan seperti apa orang yang hendak dinikahkan dengannya itu.

"Semoga saja … pria itu tidak jahat. Aku takut sekali jika pria itu tidak mudah aku senangi." Fei Livi bergumam.

Apesnya, sebelum sampai ke cafe, ban sepeda Fei Livi mengalami kebocoran. Hingga dia harus mendorong jauh sampai menemukan bengkel terdekat. Fei Livi tidak tahu kenapa dengan sepedanya hari itu. Padahal, tempat bengkel tersebut lumayan sangat jauh. Dan hanya ada satu di Kota Busan.

"Ya Tuhan, segala bocor ban sepedaku. Sudah jam berapa ini? Aku janji dengan Min Young mau datang lebih awal pula!"

Tak lama kemudian, Fei pun menemukan bengkel tak jauh dari tempat dirinya mengalami bocor di ban sepedanya. Bengkel yang amat tua dan sudah tidak memungkinkan. Tapi, harus Fei Livi jamah supaya ban sepedanya bisa cepat teratasi.

Usai menambal ban sepedanya, Fei Livi segera pergi ke cafe sahabatnya. Dahulu, Fei Livi pernah menyelamatkan si pemilik cafe dengan mendonorkan darahnya. Maka dari itu, si pemilik cafe menawarkan pekerjaan kepadanya memang saat itu Fei Livi sedang membutuhkan pekerjaan.

"Huh, akhirnya sampai juga," batin Fei Livi.

Setelah sampai di cafe, Fei Livi langsung mencari Min Young dan mengatakan, "Hai, selamat siang manager, sorry aku terlambat!" teriak Fei Livi padahal belum dekat dengan Min Young berada.

"Astaga, kau kemana saja? Ini jam berapa, Fei? Jika saja aku ini adalah managerny yang galak, aku mungkin sudah memecatmu!" Canda Min Young.

"Iya, tadi sepedaku bocor. Ban yang bocor, hehe. Jadi harus mencari tukang tambal dulu. Itu aja masih pakai antri segala. I'm sorry I was late. No next time, I promise!" lanjut Fei Livi.

"Santai saja, Fei. Kau minum saja dulu sana. Setelah itu, kau istirahat sebentar dan baru mulai kerja jika lelahmu sudah hilang. Aku ingin keluar sebentar. Bisakah kau menjaga my cafe has the best coffee and desserts in town?"

Min Young sangat baik kepada Fei Livi karena sudah menganggapnya seperti saudara sendiri. Selama bekerja di cafe, Fei Livi selalu menerima perlakuan khusus dari Min Young. Apapun yang ada dalam pikirannya hanya kebaikan untuk sahabatnya itu. Sampai di mana, Min Young kembali dari urusannya dan mulai berbincang dengan Fei Livi kembali.

"Fei, masuk ke kantor. Aku mau mengatakan sesuatu kepadamu." panggil Min Young.

Segera mungkin Fei Livi segera memenuhi panggilan dari managernya, atasannya. Tak ingin membuat seorang yang telah berbaik hati kepadanya menjadi kecewa, Fei Livi sampai berlari ke kantor untuk tidak membuat Min Young menunggu.

"Ada apa lagi, Bos? Kenapa kau memanggilku?" tanya Fei Livi dengan nafas ngos-ngosan karena berlari.

"Duduk dulu." Perintah Min Young dengan cuek. Memang orangnya seperti itu. Gadis berusia 21 tahun itu tiba-tiba sangat cuek kepada siapapun. Bahkan dengan pria saja selalu dingin sikapnya.

"Aku dengar dari beberapa karyawan kau lulus dengan nilai yang hampir sempurna. Jadi, terima ini sebagai hadiah karena kamu berhasil lolos dengan nikah yang baik," ucap Min Young sembari menyodorkan sebuah kertas.

"Ah, kenapa harus repot-repot? Aku sangat berterima kasih kamu menerimaku sebagai karyawan paruh waktu. Masa iya masih menerima hadiah? Aku tidak enak hati dengan karyawan lain," kata Fei Livi memang tidak enak hati.

"Kenapa harus merasa tidak enak? Semua karyawan kan tau benar kalau kamu ini adikku, bukan karyawanku. Tidak ada salahnya dong jika aku memberikan kamu hadiah kelulusan? Ayo buka!" jawaban Min Young membuat Fei Livi terharu saja.

Betapa mengejutkannya hadiah dari Min Young untuk Fei Livi. Beasiswa kuliah jurusan desainer untuk 2 semester itu seperti yang dia inginkan ada di depan matanya dan dipegang dengan tangannya sendiri. Merasa menyesal karena harus menolak, Fei Livi hanya bisa menangis dan terus menangis.

"Loh, kok, kamu nangis gini? Ini bukan tangisan bahagia. Kamu kenapa, Fei?" tanya Min Young heran.

"Huaa … Aku tidak bisa menerima beasiswa ini, Min Young. Kenapa kamu selalu baik kepadaku? Aku tidak enak hati menolaknya__" Fei Livi semakin tidak terkendali.

"Iya, kenapa? Bukankah kamu ingin sekali kuliah di kejuruan ini? Kenapa kamu tidak bisa menerimanya? Apa karena Ibumu lagi?" Yoona Min Young masih berusaha menanyakan alasannya sahabatnya itu menolak.

Belum bisa mengungkapkan, Fei Livi masih menangis saking bingungnya. Bibirnya sulit untuk mengatakan bahwa dirinya dipaksa menikah karena hutang Ibunya. Dan keterpaksaan itu berlandaskan bayar hutang.

"Fei, kamu kenapa?" tanya Min Young masih lembut. Tapi tangisan Fei Livi malah benar-benar membuat gadis berambut panjang lurus itu menjadi kesal karena tidak berterus terang kenapa dirinya menangis.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Gadis Tanpa Nasab
9.8
Cinta Anna Lee, gadis blasteran di Korea, terhalang restu keluarga Emran akibat asal-usulnya. Di tengah badai itu, Shaka yang merupakan adik tiri Emran datang mendekatinya. Kebenaran terungkap saat orang tua Emran menyadari Anna adalah anak dari donatur terbesar pesantren mereka. Mereka pun berbalik arah dan mencoba menyatukan Anna dengan Emran lagi. Namun, setelah semua kepedihan dan perubahan hati yang terjadi, bersediakah Anna menerima cinta itu kembali?
Sampul Novel Dia, Yang Mudah Dihibur
8.6
Setelah diabaikan lagi di hari Idul Adha demi cinta sejati Brian yang meminta bantuan memperbaiki lampu, sang protagonis memilih melepaskan hubungan mereka. Lewat sebuah unggahan media sosial yang memperlihatkan keintiman Brian dengan wanita tersebut, ia tidak lagi marah melainkan langsung meminta putus. Brian yang terlalu percaya diri mengira pacarnya hanya sedang merajuk dan akan kembali luluh seperti biasa. Namun, ia tidak menyadari bahwa kepatuhan itu kini telah sirna sepenuhnya.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++
9.3
Buku ini menghadirkan rangkaian kisah cinta modern yang dikurasi khusus untuk pembaca dewasa. Menyajikan narasi berani dan eksplisit, antologi ini berfokus pada eksplorasi hubungan intim serta momen penuh gairah yang sangat intens. Karena kontennya yang sensual, karya ini sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang masih di bawah umur. Pastikan usia Anda telah memenuhi syarat sebelum mulai membaca kumpulan cerita yang ditujukan khusus bagi audiens berusia 21 tahun ke atas ini.
Sampul Novel Malam Pertama dengan CEO
9.7
Malam pernikahan Kara berubah jadi mimpi buruk saat suaminya menjual dirinya kepada CEO kaya bernama Angkasa. Dipaksa melayani Angkasa selama sebulan, Kara akhirnya hamil. Sayangnya, salah paham membuat Angkasa enggan mengakui kandungan itu dan mengusirnya. Meski ditekan mantan suami serta mertuanya, Kara bangkit hingga sukses menjadi desainer. Kini, Angkasa datang lagi demi meminta maaf. Akankah Kara memaafkan pria yang telah melukainya?
Sampul Novel Rahasia Antara Aku dan Kakak Ipar
9.6
Demi menyembunyikan perasaan cintanya pada pria lain, Kayla terpaksa berpacaran dengan Rendy walau hubungan mereka terasa hambar. Rendy tahu bahwa hati kekasihnya itu milik orang lain. Namun, ia sangat terkejut saat menyadari bahwa sosok yang dicintai Kayla adalah Gibran, ipar Kayla sendiri. Di tengah bayang-bayang masa lalu Kayla dan Gibran, Rendy bertekad menjauhkan gadis itu agar tidak merusak rumah tangga kakaknya. Mampukah Rendy menyelesaikan rumitnya cinta segi empat ini?
Sampul Novel Saya Membuat Mereka Membayar
7.9
Pernikahan kelima yang seharusnya indah berubah pahit saat suamiku justru membandingkanku dengan Hailee Baxter, sahabatku. Dulu ia selalu mencela Hailee, tapi sekarang ia menuntutku mengubah penampilan, dari rambut hingga aroma tubuh, agar seanggun dirinya demi gengsi. Sembari mendekap erat kaos usamku yang berbau asap dapur, aku bertanya dengan getir apakah ia kini telah jatuh hati pada sahabatku sendiri.