APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ASI untuk Pak Guru

ASI untuk Pak Guru

Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea, kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta bantuan gurunya. Insiden tak terduga di ruang guru tersebut mengubah segalanya. Rahasia ini menjadi awal mula hubungan asmara mereka yang rumit, menantang, dan penuh risiko.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Tolong panggilkan siswi bernama Jenara, suruh menghadap ke ruangan saya!" perintah pak Edward, selaku wali kelas XII IPA 1.

"Baik pak," jawab Dani, selaku ketua kelas XII IPA 1.

Sementara menunggu Jenara datang, Edward memeriksa ponselnya.

Ada banyak pesan dari mamanya untuk memintanya pulang.

Edward memijit pelipisnya kala membaca pesan mamanya tentang perjodohan dan makan malam yang tengah disiapkan.

"Sampai kapan kontes perjodohan ini berakhir?" gumam Edward dengan heran.

Tiba- tiba pintu diketuk membuat Edward menoleh.

"Masuk," pintu terbuka dan menampilkan Jenara.

"Bapak manggil saya?" Edward hanya mengangguk, mematikan ponselnya.

"Kamu kemarin sudah konsultasi dengan BK untuk memilih jurusan?" tanya Edward seraya mencari berkas Jenara.

"Sudah pak," jawab Jenara dengan cepat. Ia sedang menahan sesuatu yang sangat sakit saat ini. Rasa nyeri berdenyut ini membuatnya sangat tidak nyaman untuk diajak mengobrol saat ini.

"Lalu apa pilihanmu? Apa kata guru BK?" tanya Edward menanyakan tentang hasilnya.

Jenara meremas erat roknya sembari menunduk menggigit bibir bawahnya, menahan sesuatu yang berdenyut dan sakit.

Edward mengangkat kepalanya menatap Jenara yang malah menunduk, "Ada apa? Apa sesuatu terjadi?" tanya Edward dengan dingin.

Jenara langsung mengangkat kepalanya, menatap Edward dengan mengetatkan giginya, menggelengkan kepalanya dengan kuat.

"Kata bu Deli saya diminta untuk memilih Universitas Milan saja, sepertinya akan lebih baik karena sesuai dengan jurusan yang saya pilih, namun saya keberatan untuk biayanya pak, karena itu saya memilih Universitas pilihan kedua, kata bu Deli itu terserah saya, karena saya memilih jurusan yang saya kuasai, saya bisa memilih universitas manapun," jelas Jenara tentang hasil konsultasinya kemarin.

Edward mengangguk membuka biodata Jenara, melihat transkip nilai serta catatan dari guru BK.

"Lalu kamu akan tetap memilih universitas Milan atau pilihan kedua? Bukankah kamu sangat gencar untuk memilih Universitas Milan?" Jenara menelan salivanya kala benda kenyalnya begitu berkedut keras dan semakin nyeri.

"Saya tetap memilih universitas pilihan kedua pak, kemungkinan untuk mendapatkan beasiswa tidak terlalu sulit," jawab Jenara dengan spontan.

Edward manggut- manggut dengan paham, menutup berkas milik Jenara.

Ia menatap Jenara yang sejak tadi menunduk meremas roknya. Hingga tatapannya menangkap sesuatu pada seragam putih Jenara.

"Kenapa seragammu basah?" tanya Edward dengan lancang dan spontan.

Jenara mengangkat kepalanya seraya menggigit bibir bawahnya meringis kesakitan.

"Maaf pak, tapi bisa tolong hisa....., Saya sudah tidak kuat.... ini sangat sakit sekali," kata Jenara dengan spontan tanpa berpikir panjang.

Edward menelan salivanya dengan terkejut melihat tingkah Jenara yang menahan rasa sakit seraya meremas dadanya.

"Apa maksudmu? Jangan berkata tidak sopan, kamu sedang berada di sekolah, kamu tahu apa yang barusan kamu lakukan?" tanya Edward dengan marah.

Jenara yang sudah tidak kuat, sontak langsung menghampiri Edward.

"Maaf pak, saya lupa bawa pumping, biasanya saya tidak pernah begini, tapi hari ini saya benar- benar tidak bisa menahannya, bisa tolong bantu saya?" kata Jenara yang mana ia sudah berdiri di samping Edward saat ini.

Edward dibuat canggung dan bingung harus bagaimana, namun melihat sesuatu merembes dari balik seragam putih Jenara membuat Edward bingung harus bersikap.

Jenara sontak langsung melepas kancing seragamnya, membuat Edward memalingkan wajahnya.

"Maaf pak, bisa cepat lakukan, saya tidak kuat lagi, ini sangat sakit dan berdenyut, rasanya sungguh sakit saat tidak bisa keluar," kata Jenara dengan panik sembari meremas meja menahan rasa sakitnya.

Edward yang tidak ingin lebih lama lagi melihat Jenara kesakitan, sontak mengangkat tubuh Jenara ke atas mejanya, menatap dengan canggung Jenara.

"Akhhh terus pak hisap," lenguh Jenara panjang kala Edward mulai menghisap ASInya.

Edward melepas hisapannya menatap mata Jenara yang sendu, "Pelankan suaramu sebelum orang- orang membakar ruanganku."

Jenara mengangguk, menggigit bibir bawahnya.

Edward kembali menghisap ASI Jenara, sesekali ia meremasnya dengan kuat.

Jenara mendongakkan kepalanya ke atas, menikmati sensasi puas dan lega dengan hisapan Edward.

Tanpa Jenara sadari, ia meremas rambut Edward.

Edward yang sedikit terbuai, seolah lupa dengan posisinya saat ini. Hingga keduanya teralihkan dengan ketukan pintu.

"Cepat sembunyi," kata Edward seraya mencecap sekilas bibirnya.

Jenara mengancingkan kembali seragamnya, langsung bersembunyi di bawah meja Edward.

"Masuk," kata Edward sembari duduk kembali di kursinya, memasang wajah sesantai mungkin.

Jenara yang kini duduk di antara kaki Edward benar- benar dibuat salah fokus dengan apa yang berada di depannya.

Ia benar- benar di posisi yang salah saat ini.

'Aku sudah gila, aku benar- benar sudah gila, bagaimana bisa aku meminta guruku untuk menghisap ASIku,' batin Jenara dalam hati.

"Pak Edward ini biodata anak- anak kelas bapak yang kemarin konsultasi dengan saya," ujar bu Deli seraya menyerahkan berkasnya.

"Terima kasih bu," kata pak Edward seraya menerima berkasnya.

Bu Deli hanya mengangguk namun ia tak kunjung pergi dari sana.

"Ada yang lain bu?" tanya Edward kala bu Deli masih berdiri di sana.

"Saya ada tiket nonton malam ini, bagaimana jika kita berdua pergi bersama?" tawari bu Deli pada Edward.

Edward dengan senyum canggung menggelengkan kepalanya pelan, "Maaf bu Deli, saya benar- benar sibuk untuk menyiapkan berkas anak- anak, dan nanti malam kebetulan sekali saya ada acara keluarga."

Bu Deli hanya bisa mengangguk dan pamit keluar begitu saja. Edward dengan napas lega memundurkan kursinya ke belakang.

"Keluarlah!" kata Edward pada Jenara.

Dengan canggung dan malu, Jenara keluar dari persembunyiannya.

Jenara menunduk di depan Edward dengan malu, meremas kuat roknya.

"Sejak kapan?" tanya Edward membuat Jenara mengangkat kepalanya.

Jenara yang paham kemana arah pembicaraan Edward sontak kembali menunduk dan menjawab, "Sejak kelas dua pak. Biasanya saya selalu menampungnya di pumping untuk disalurkan ke bank ASI. Karena hari ini lupa, jadi saya tidak bisa menahannya."

Edward memalingkan wajahnya seraya menelan salivanya.

"Jika kamu tidak bisa menahannya, apa yang akan kamu lakukan? Tidak mungkin kan kamu meminta teman laki- lakimu untuk melakukannya?" Jenara langsung mendelik kesal dan menggelengkan kepalanya.

"Mana mungkin saja melakukan itu, lebih baik saja mati kesakitan di toilet," kata Jenara dengan tegas membuat Edward menaikkan sebelah alisnya.

"Lalu tadi?" Jenara langsung menundukkan kepalanya kembali.

"Itu karena anda sudah mengetahuinya lebih dulu dan saya tidak bisa keluar dengan seragam basah begini," jawab Jenara dengan jujur membuat Edward langsung berdiri dari kursinya dan mendekat pada Jenara.

Jenara mengangkat kepalanya menatap Edward dengan takut.

"Bapak boleh hukum saja apapun itu, tapi saya mohon, jangan beritahukan hal ini pada siapapun pak, saya benar- benar bodoh dan ceroboh tadi, saya juga sudah tidak sopan pada bapak, saya pantas dihukum, saya memang murahan namun itu juga bukan keinginan saya pak," kata Jenara dengan pasrah.

"Saya tahu, itu karena kamu kelebihan hormon galaktorea," kata Edward yang paham tentang hal itu.

Jenara menelan salivanya, menunggu apa yang akan Edward lakukan padanya.

"Mulai sekarang, biarkan saya menghisap ASImu sebagai gantinya saya akan tutup mulut!" Jenara mengangkat kepalanya dengan terkejut.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alia
8.7
Menikah muda setelah dilamar sang kekasih membuat Alia harus membagi waktu antara kuliah dan status barunya sebagai istri. Di bawah tekanan ibu mertua yang membencinya, ia terus berjuang. Bahkan, Alia hampir mengorbankan kehormatannya demi masa depan sang suami. Namun, kemunculan sosok penolong misterius menghadirkan perasaan terlarang di hatinya. Kini, Alia bimbang antara mempertahankan kesetiaan pernikahan atau menyerah pada godaan pengkhianatan.
Sampul Novel Amanda Rhea
9.1
Terlempar ke masa lalu, Amanda Rhea kembali dipertemukan dengan Hagana. Takdir unik kemudian menjalin ikatan misterius antara Amanda dan putri dari pria tersebut. Namun, kedamaian mereka terancam ketika iblis mimpi mulai muncul dan mencelakai orang-orang terdekat Amanda. Di tengah teror mencekam yang terus mengintai, mampukah cinta lama antara Amanda dan Hagana tumbuh kembali seiring takdir yang terus mempersatukan mereka?
Sampul Novel Dendam di Balik Cinta
8.8
Demi menyelamatkan bisnis keluarga yang hancur, aku tega mengkhianati Jase Mitchell dan memilih menikah dengan Kade Mitchell. Empat tahun kemudian, Kade meninggal dunia. Ibu tirinya yang kejam, Katie Fuller, langsung mengusirku beserta anakku tanpa belas kasihan. Kehilangan segalanya membuatku terpaksa memohon bantuan kepada Jase, yang menyambutku dengan penuh godaan. Di tengah keputusasaan ini, aku berniat memanfaatkan anak Katie sendiri untuk merebut kembali seluruh warisan yang telah dia curi.
Sampul Novel Mafia in The Morning
9.3
Setelah masa kontrak kerjanya usai, Mayumi memilih menjadi relawan dalam acara Jepang agar bisa berjumpa dengan idolanya, Mamoru V. Tak disangka, ia beruntung terpilih menjadi LO bagi cosplayer tersebut. Namun, situasi mendadak menegangkan saat sekelompok orang bersenjata menyerang mereka di tengah jalan menuju studio foto. Terjebak dalam aksi kejar-kejaran maut di gedung tua, Mayumi syok melihat Mamoru memegang pistol sungguhan. Sang idola ternyata menyimpan rahasia gelap yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Menyelamatkannya, Menghancurkan Pernikahan Kita
8.2
Tiga tahun membina rumah tangga, pernikahan sang istri hancur setelah Jared Stanley secara terbuka di televisi menyebut selingkuhannya, Bailee Brooks, sebagai sosok paling berharga. Merasa dikhianati, ia pun melayangkan gugatan cerai. Sebagai penerjemah elite di konferensi G20, ia dipertemukan kembali dengan Jared. Di sana, ia membuktikan profesionalitasnya dengan tetap akurat menerjemahkan instruksi penyelamatan untuk Jared, meski pria itu nyaris tewas demi menyelamatkan Bailee.
Sampul Novel Preman Cantik dan Sang Penguasa
9.7
Jiwa seorang preman cantik terbangun di tubuh Mira Roselin, putri konglomerat manja yang dahulu tewas. Sebelumnya, Mira selalu mengemis cinta dari tunangannya yang berkuasa dan dingin. Kini, dengan jiwa baru yang tangguh, ia menolak tunduk dan tidak akan lagi mengejar cinta pria tersebut. Perubahan drastis ini justru berbalik membuat sang tunangan penguasa yang kini harus berlutut demi mendapatkan perhatiannya.