
Aroma Godaan dan Perselingkuhan
Bab 4
Dia juga mengatakan padaku bahwa lain kali aku harus ditemani orang lain setiap pijat dengan terapis laki-laki.
Aku mengangguk, tapi tidak terlalu memasukkannya ke dalam hati.
Seluruh gerakan Lucas sangat terstandar. Tangannya tidak pernah meraba-raba yang tidak pantas. Benar-benar sudah ahli.
Setelah pijatannya, ASI-ku tidak lagi tersumbat.
Tapi masalahnya datang kembali tak lama kemudian.
Suamiku baru saja pergi dinas ke luar kota. Aku awalnya ingin membuat janji dengan Lucas saat dia pulang, tapi dadaku terlalu sakit.
Jadi, aku meminta sahabatku datang menemani.
Sahabatku mengiakan. Tapi dia tiba-tiba berkata tidak bisa tepat saat Lucas datang.
Dia meledekku lewat telepon. "Nikmati saja! Jangan khawatir, Dokter Lucas itu sangat ahli. Dia pasti akan membuatmu melayang ...."
Aku langsung menutup telepon begitu kata-katanya keluar dari jalur.
Selama aku berbicara di telepon, Lucas sedang menungguku.
Melihat aku sedikit malu, Lucas tersenyum dengan penuh pengertian. "Jangan khawatir, dokter laki-laki atau perempuan itu sama saja. Saya profesional."
Dilihat dari keahlian Lucas waktu itu, memang benar. Tindakannya jauh lebih efektif dari terapis-terapis yang aku datangi sebelumnya.
Apalagi di ruang tamu juga sudah ada kamera. Dia tidak mungkin berani berbuat apa-apa.
Aku mengangguk malu-malu. "Kalau begitu, mohon bantuannya, Dokter Lucas."
Lucas sudah siap di sofa seperti waktu itu. Meski sudah punya pengalaman sebelumnya, aku tetap malu-malu.
Apalagi dengan mata yang tertutup, seluruh sensasi di tubuhku terfokus pada pijatan Lucas.
Sama seperti sebelumnya, aku jadi mengantuk saat dipijat.
Tiba-tiba, rasa dingin datang dari dadaku.
Aku terkejut dan cepat-cepat membuka penutup mata untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Lucas menghiburku. "Tenang, ini minyak khusus yang saya racik sendiri. Bagus untuk membantu membuka penyumbatan."
Aku pun menghela napas lega.
Dalam hati, aku menertawakan diri sendiri yang terlalu mempermasalahkan hal kecil.
Minyak itu awalnya dingin, tapi semakin hangat setelah digosok sebentar.
Dikombinasikan dengan pijatan lembut Lucas, sensasi yang aku rasakan lebih kuat daripada terakhir kali.
Dia sekarang memijat bagian pinggiran dengan gerakan ke dalam. Lambat laun, pijatannya semakin kuat. Gerakannya sangat lancar dengan bantuan minyak pijat.
Aku berbaring di sofa, merasakan tubuhku semakin lemah dan pikiranku semakin mengantuk.
Beberapa kali, aku bahkan bisa merasakan lengan kekar Lucas di dadaku.
Gelombang panas melonjak di tubuh bagian bawahku. Aku tanpa sadar merapatkan kedua kakiku.
Dimulai dari dadaku, seluruh tubuhku mulai terasa memanas.
"Minyak ini terbuat dari apa? Kenapa panas sekali .... Ah!"
Segera setelah membuka mulut, aku melonjak kaget dan memekik karena remasan tangan Lucas yang tiba-tiba.
Napas hangat Lucas berdebur di telingaku. "Ini resep turun temurun dari guru saya. Memang panas agar bisa membantu membuka pembuluh darah yang tersumbat."
Aku terkejut, tidak menyangka dia akan berbicara di telingaku.
Telingaku adalah area sensitifku. Napas yang dia embuskan membuat tubuhku semakin lemas.
Perlahan-lahan, sensasi yang aku rasakan semakin dahsyat.
Tubuhku semakin berapi-api. Suamiku belum pernah menyentuhku sejak aku melahirkan. Sensasi yang telah lama hilang itu hampir membuatku hilang akal.
Aku mulai menggeliat tanpa sadar, menggigit bibir bawahku dengan erat untuk mengekang kegelisahan tubuhku.
Sudah seperti ini, aku tidak lagi peduli akan kehadiran Lucas. Tubuhku benar-benar merasa tidak nyaman, seperti dirayapi semut.
"Kamu ... perlu bantuan?"
Anda Mungkin Juga Suka





