APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara Cinta dan Benci

Antara Cinta dan Benci

Demi wasiat sang ayah, Hera terpaksa menikah dengan Gama Dirgantara. Namun, pria berstatus duda itu bersikap sangat dingin karena belum bisa melupakan Karin, masa lalunya. Gama bahkan berjanji tidak akan pernah memberikan hatinya kepada Hera. Keadaan berubah total sejak peristiwa tak terduga terjadi saat Gama mabuk. Di tengah penolakan dan rasa benci, sanggupkah Hera bertahan demi menyelamatkan pernikahan penuh luka ini dan meluluhkan hati Gama?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Bagaimana saksi? Sah?" seru penghulu mengedarkan pandangannya pada para saksi yang hadir dalam acara ijab kabul ini."

Sah!" seru mereka kompak.

Semua orang pun berdoa sambil menengadahkan kedua tangan. Wajah kedua orang tua Gama tampak bahagia menyaksikan pernikahan putra mereka.

Hera yang hari ini menjadi mempelai pengantin wanita, hanya tertunduk dengan wajah merahnya. Matanya memanas menahan tangis, teringat pada orang tuanya yang sudah tiada.

'Ma! Pa! Aku merindukan kalian. Hari ini aku sudah menjalankan wasiat yang kalian inginkan. Aku sudah menikah dengan Gama. Semoga kalian berdua bahagia di sana,' jerit Hera dalam batinnya.

Dua minggu yang lalu kedua orang tua Hera meninggal karena kecelakaan mobil. Menyisakan Hera yang hanya sebatangkara. Sebelum meninggal, ayahnya menuliskan sebuah wasiat melalui seorang pengacara agar Hera menikah dengan anak dari sahabat mereka yang bernama Gama Dirgantara.

Hera tak bisa menolak. Ini adalah wasiat dari orang yang sangat dicintainya. Beruntung kedua orang tua Gama menyambut baik isi wasiat itu. Dengan senang hati mereka menerima Hera sebagai menantu.

Tapi entahlah dengan Gama. Hera tidak tahu isi hati lelaki itu. Saat ini Gama hanya duduk dengan wajah tegasnya di samping Hera. Bahkan tak sekalipun Gama berniat menoleh ke arah Hera yang sekarang sudah sah menjadi istrinya.

"Selamat atas pernikahan kalian, Gama!"

Kini Gama dan Hera berdiri di atas pelaminan. Menyalami para tamu undangan yang berbaris mengucapkan selamat pada mereka. Hera tetap dengan senyum manis yang ia umbar. Sementara Gama? Wajahnya tetap kaku. Bahkan ia terlihat tak menyukai pernikahan ini. Setidaknya begitu yang Hera pikirkan.

Sampai dua orang wanita berpakaian seksi tiba di depan mereka, menyalami Gama dan mengabaikan Hera begitu saja. Seakan mereka menganggap Hera selayaknya patung yang tak bergerak.

"Wah, Gama. Aku tidak menyangka akhirnya kau menikah lagi."

"Istri barumu cantik juga. Walaupun tetap cantik istrimu yang pertama."

"Selamat atas pernikahan keduamu ya, Gama!"

Hera terhenyak mendengar itu. Ia menoleh ke arah Gama yang tatapannya masih sedingin es. Hera tidak mengerti dengan maksud dari ucapan kedua wanita tadi.

'Mengapa mereka bilang kalau aku adalah istri kedua Gama? Apa pernikahan ini bukan yang pertama kalinya untuk Gama?' batin Hera bertanya-tanya.

***

Menjelang malam, acara pernikahan yang digelar di hotel bintang lima itu telah usai. Gama dan seluruh keluarganya pun kembali pulang ke rumah dengan membawa Hera.

Mobil mereka berhenti di pelataran rumah yang sangat luas. Gama keluar dari mobil dan ia melangkah lebih dulu menuju pintu utama.

Kening kedua orang tuanya berkerut marah melihat tingkah Gama yang mengabaikan Hera.

"Gama! Jangan berjalan sendirian! Tuntun istrimu. Apa kau lupa kalau sekarang kau sudah memiliki istri?" tegur Darma, ayah kandung Gama.

Hera berdiri di samping mobil bersama dengan Jessi, mertuanya. Ia menatap punggung tegap Gama dengan tatapan bingung.

Gama menghentikan langkahnya. Tanpa menoleh ke belakang, ia berkata. "Dia punya kaki 'kan? Suruh dia jalan sendiri!" cetus Gama tak peduli. Sebelum kemudian ia melanjutkan langkahnya memasuki rumah megah itu.

Hati Hera mencelos melihat betapa dinginnya sikap Gama. Hari pernikahan biasanya akan menjadi hari yang paling membahagiakan bagi setiap orang. Tetapi sepertinya itu tidak berlaku untuk Hera. Ia sadar jika Gama tidak memiliki cinta untuknya.

"Hhh.. anak itu," desah Darma menggelengkan kepala melihat tingkah Gama yang seenaknya. Darma dan Jessi lalu menoleh pada Hera dan menatapnya lembut.

"Hera! Papa minta jangan masukan ucapan Gama ke dalam hati. Dia memang seperti itu. Tapi sebenarnya dia juga orang baik dan pengertian," kata Jessy menyentuh pangkal lengan Hera.

Hera hanya mengulum senyum hambar. Dalam hati ia mendesah.

'Baik dan pengertian? Entahlah... bahkan aku belum melihat sedikitpun sikap baik dan pengertian itu dari sosok Gama,' batin Hera.

Namun Hera tetap menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

"Iya, Ma. Aku mengerti," balasnya. Membuat Jessi tersenyum karena ia senang memiliki menantu yang manis dan baik seperti Hera. Menurut Jessi, sikap Hera jauh sekali dengan istri pertama Gama yang bernama Karin.

Setelah itu, Darma dan Jessi membawa Hera masuk. Sementara koper milik Hera dibawakan oleh seorang pembantu.

Ketika memasuki ruang tengah, bola mata Hera bertemu dengan bola mata milik Gama yang berwarna abu. Tatapan lelaki itu terasa seperti sedang menusuknya. Gama duduk di sofa ruang tengah sambil menaikan kaki kanannya ke kaki kiri.

"Untuk apa kopernya dibawa ke lantai atas?" tanya Gama pada Bik Asih yang baru saja menapakkan kakinya di anak tangga pertama. Bik Asih menoleh takut pada Gama. Ditambah lagi sekarang lelaki itu berdiri dan berjalan mendekat sembari memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana.

"Engh.. itu, Tuan Gama—" Bik Asih gelagapan. Sebelum pembantu itu menyelesaikan ucapannya, Darma segera menyela.

"Papa yang menyuruh Bik Asih membawa koper Hera ke lantai atas. Malam ini kalian akan tidur di sana 'kan? Kalian akan tinggal beberapa hari di sini sebelum kau membawa Hera ke rumahmu," ucap Darma menjelaskan.

"Kata siapa?" Gama menaikan sebelah alisnya. Hera merasa bingung melihat sikap Gama yang begitu berani pada kedua orang tuanya. Terlebih lagi pada Darma.

"Malam ini juga aku akan membawa Hera ke rumahku!" tegas Gama.

Jika berkenan, mampir ke novelku yang lainnya yuk! Siapa tahu ada yang kalian suka.

Judulnya:

1. Mantan Istri CEO Tampan

2. CEO in My Bed

3. Gadis yang Ternoda

4. Salah Pilih Pengantin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BUKAN PERNIKAHAN KONTRAK
9.7
Selena didera dilema berat antara kesetiaan pada kekasihnya dan desakan ekonomi keluarga demi pengobatan ibunya pasca-kematian sang ayah. Di tengah hilangnya sang pacar tanpa berita, Daniel datang membawa tawaran pernikahan kontrak sebagai solusi instan. Demi bertahan hidup, Selena pun menerimanya. Namun, masalah rumit muncul saat sang kekasih kembali untuk melamarnya, ditambah kenyataan mengejutkan bahwa Daniel ternyata masih berkerabat dengan pria tersebut.
Sampul Novel Gara-Gara Cinta Satu Malam
8.0
Akibat dikhianati kekasihnya, Ellena Cameron nekat menyerahkan kesuciannya pada pria asing demi membalas dendam pada takdir. Setelah berniat melupakan peristiwa itu, sang pria justru hadir kembali dan mengacaukan hidupnya. Pria itu adalah William Asahavey Hamilton, konglomerat yang jenuh dipaksa menikah oleh kakeknya. Terpikat oleh keberanian Ellena yang unik, gadis mungil itu kini menjadi pusat perhatian William yang biasanya dikelilingi banyak wanita.
Sampul Novel Hasrat Agak Laen
9.7
Nikmati kisah romantis modern yang memadukan kenyataan dan fiksi secara apik. Lebih dari setengah jalan cerita dalam novel ini ditulis berdasarkan kejadian nyata. Walau ada beberapa penyesuaian serta tambahan bumbu imajinasi sebagai variasi, keaslian kisahnya tetap terjaga. Anda akan dibawa masuk ke dalam rangkaian peristiwa luar biasa yang terdengar mustahil, namun benar-benar terjadi di dunia nyata. Saksikan sendiri keunikan jalinan asmaranya.
Sampul Novel KUBALAS KAU DENGAN ELEGAN
8.2
Kehidupan tenang Sahira seketika hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh dengan sahabat dekatnya sendiri. Di tengah kepedihan mendalam akibat pengkhianatan ganda tersebut, secercah harapan tiba-tiba datang dari masa lalunya. Kehadiran kembali seorang miliarder menawarkan perlindungan sekaligus mengajak Sahira menyembuhkan luka hati bersama. Akankah ini menjadi awal dari babak baru yang bahagia bagi Sahira setelah melewati pengkhianatan yang begitu menyakitkan?
Sampul Novel Lebih Baik Kita Berpisah
8.6
Meski rasa cinta pada suaminya belum pudar, Ranti mantap memilih jalan perceraian. Keputusan berat ini diambil bukan karena perselingkuhan, melainkan akibat penolakan kejam dari keluarga mertua. Segala pengorbanan dan kerja keras Ranti demi menghidupi mereka justru dibalas dengan tuduhan keji bahwa ia memakai guna-guna. Saat hidupnya hancur, mereka pun acuh tak acuh. Kini, Ranti harus meyakinkan diri apakah berpisah dari ayah dari keenam anaknya adalah pilihan hidup terbaik.
Sampul Novel Mantan Kekasihku Menjadi Bosku
8.5
Pertemuan tak terduga dengan mantan pacar yang paling dibenci membuat hidup baru Nina di kota lain berantakan. Pria dari masa lalu itu kini justru menjadi atasan di tempat kerjanya yang baru. Hubungan mereka dahulu hancur akibat kesalahpahaman pahit yang menyisakan kepedihan mendalam. Di tengah tekanan profesional dan gejolak emosi, Nina kini bimbang. Haruskah ia kembali melarikan diri, atau tetap bertahan menghadapi sosok yang pernah sangat ia cintai?