APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Andai Cinta Datang Lebih Awal

Andai Cinta Datang Lebih Awal

Setelah dikhianati oleh sepupunya dan ditinggalkan membeku selama tujuh hari di bawah salju oleh kekasihnya, Billy Juman, Siena memutuskan untuk menyerah. Alih-alih memohon saat Billy membatalkan pernikahan mereka, Siena justru menyetujuinya dengan tenang. Billy tidak pernah tahu bahwa Siena telah membuat kesepakatan mistis dengan Dewa Bulan. Dalam enam hari, Siena akan menukarkan seluruh ingatan dan rasa cintanya pada Billy demi memulai lembaran baru. Siena yang tulus mencintainya telah sirna di gunung es tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 7

Selama tinggal di rumah sakit, Billy datang untuk menanyakan kondisi penyakitnya. Hanya saja, dia pun dikelabui oleh Xavier. “Kamu juga sudah lihat sendiri kondisinya. Kalau dia nggak kerja sama, aku juga kehabisan akal. Nanti kapan dia bersedia untuk diobati, kondisinya akan segera pulih. Pada saat itu, setibanya di luar negeri, dia akan diobati oleh spesialis yang lebih bagus lagi. Kamu tenang saja.”Di satu sisi, Billy merasa marah dengan tingkah tidak masuk akal Siena. Di sisi lain, dia malah diam-diam merasa gembira karena Siena peduli dengan dirinya.

Sepertinya Billy sangat penting bagi Siena. Saking pentingnya, Siena bahkan rela merusak kesehatannya demi bisa berada di sisinya.

“Siena, kenapa kamu nggak menerima pengobatan biar bisa segera sembuh? Kenapa kamu masih begitu keras kepala mesti menyakiti dirimu sendiri dan memperparah cederamu?”

Hanya saja, ketika Siena melihatnya, dia hanya bertanya dengan datar, “Apa Kakek sudah siuman?”

Rasa luluh yang baru saja tumbuh di hati Billy langsung menghilang. Dia tersenyum. “Kamu malah berani tanya lagi? Kalau bukan karena kakimu nggak bisa bergerak sekarang, aku pasti akan paksa kamu berlutut untuk minta maaf sama Kakek!”

Siena mengucapkan sepatah kata dengan lemas, “Maaf.”

Hanya saja, sepertinya Billy tidak kedengaran atau dia tidak ingin mendengarnya.

Tidak lama kemudian, barang Siena di Kediaman Keluarga Juman sudah dikemas. Kelihatannya seperti ingin mengusir Siena dari rumah saja.

Di antaranya ada sebuah ukiran patung kayu kecil. Tadinya Siena berencana untuk memberikannya kepada Billy di saat hari ulang tahunnya.

Waktu itu saat Siena datang ke Kediaman Keluarga Juman, dia masih adalah seorang gadis yang tidak familier dengan sekitar.

Saat Lukasa tidak ada waktu, Billy akan menemani Siena bersama-sama ke taman bermain, jalan-jalan, dan nonton di bioskop.

Billy yang waktu itu bersikap lembut sangat memperhatikannya. Siena diam-diam mulai menulis buku harian, menulis nama Billy di dalamnya.

Patung kayu ini dibuat Siena dalam waktu satu bulan. Saat mengukir, tangannya pun tidak sengaja terluka oleh pisau. Rasa sakit itu tidak membuat Siena menyerah. Pada saat itu, hal yang Siena pikirkan adalah tidak boleh mengotori patung kayu ini.

Namun saat hari ulang tahunnya, Siena dengan penuh rasa girang tiba di acara ulang tahun Billy. Pada saat itu, dia menyadari ada orang lain yang telah menjadi pendamping wanitanya, yaitu Julia.

Julia merangkul lengan Billy dengan mesra. Senyuman mereka berdua kelihatan sangat menusuk di mata Siena. Waktu itu, Siena merasa sedih hingga ingin menangis di tempat.

Billy malah tidak menyadarinya, malah membawa Julia berjalan ke hadapan Siena, “Siena, ini pertama kalinya Julia menghadiri acara seperti ini. Kamu mesti lebih menjaganya ….”

Siena tidak bisa mendengar kalimat akhir sebab dia merasa sedih dan marah. Dia langsung menepis tangan Billy, lalu berlari keluar.

Jelas-jelas Siena barulah orang yang seharusnya berdiri di samping Billy.

Jelas-jelas Siena barulah calon istri Billy!

Setelah kejadian itu, Siena bertengkar hebat dengan Billy. Billy malah menyalahkan Siena tidak masuk akal. “Apa bisa jangan selalu bersikap buruk terhadap setiap orang yang kamu jumpai? Apa kamu nggak malu bersikap seperti anjing rabies saja? Lia itu temanku. Bisa nggak kamu menghormatinya!”

Sejak saat itu, sikap Billy terhadapnya menjadi lebih dingin. Dia tidak lagi bersikap seperti dulu, yang mana memanggilnya “Nana” dengan lembut.

Setiap kali mendengar Billy memanggilnya “Siena” dengan nada tidak sabar, hati Siena sungguh terasa pilu.

Saat terjebak di gunung salju dan nyaris kehilangan nyawanya, Siena duduk di bawah pohon dengan kaki terluka parah dan rasa putus asa di hatinya.

Di depan kematian, segala obsesi tidaklah berarti.

Tiba-tiba, seorang Dewa Bulan yang berpakaian putih muncul di hadapan Siena.

“Ternyata kamu itu manusia yang terluka akibat cinta dan nyaris kehilangan nyawamu. Begini saja, kita lakukan sebuah transaksi saja. Nanti aku akan biarkan aku melanjutkan hidupmu.”

Siena bertanya dengan napas lemah, “Transaksi apa?”

“Serahkan barang paling berhargamu untukku. Aku pun bisa membuatmu melanjutkan hidupmu!”

“Aku nggak punya orang tua dan kekuasaan. Hal yang paling aku hargai adalah cintaku terhadap Billy. Gimana caranya aku memberikannya kepadamu?”

Siena tersenyum getir. Dia merasa dirinya sangat kasihan.

“Enam hari kemudian, kamu lompat dari atas gedung. Aku akan merenggut rasa cintamu terhadap Billy dan juga semua memori tentang Billy. Kemudian, kamu mulai hidup barumu kembali.”

Siena memejamkan matanya. Gambaran masa lalu bersama Billy terlintas di hadapannya.

Billy, aku akan melepaskanmu.

Pada akhirnya, Siena mengangguk. “Aku janji sama kamu.”

Di hari keenam. Bawahan Kediaman Keluarga Juman datang ke kamar pasien untuk bertanya pada Siena, apa lagi yang perlu dibawa pergi.

“Nona Siena, ini semua adalah barang di dalam kamarmu. Mohon dipastikan sebentar.”

Tatapan Siena tertuju pada tumpukan barang itu. Dia pun menggeleng. “Nggak usah lagi. Buang saja semuanya. Nggak butuh lagi.”

Sebelum pergi, Billy datang untuk menemui Siena. Setelah kepikiran mereka tidak bisa bertemu lagi di kemudian hari, hatinya pun terasa lara.

“Saat berobat di luar negeri, kamu renungkan dirimu dengan baik, perbaiki temperamenmu. Setelah kamu mengubahnya, aku akan pergi menjemputmu. Sudah dengar belum?”

Siena hanya mengangguk dengan datar. “Aku tahu. Aku akan berubah.”

Kening Billy berkerut. Hatinya terasa semakin tidak tenang saja.

Siena yang sekarang sangat penurut, tetapi entah kenapa Billy malah merasakan keanehan yang tidak bisa dideskripsikannya. Sepertinya dia merasa Siena tidak seharusnya bersikap seperti ini ….

Pada saat ini, Julia berjalan ke dalam ruangan dan merangkul lengan Billy. Dia memotong pemikiran Billy. “Kak Siena, apa kamu sudah siap-siap?”

Ketika melihat sikap mesra mereka, Siena hanya tersenyum datar saja. “Kalian tunggu di luar saja. Aku akan datang setelah ganti pakaian.”

Billy merasa tidak tenang. Hanya saja, di bawah dampingan Julia, dia pun berjalan keluar kamar pasien.

Hati Billy mulai dibaluti dengan firasat buruk.

Kenapa Siena tidak seperti dulu, memelasnya dengan manja?

Kenapa Siena tidak cemburu dengan Julia?

Julia dapat melihat sikap Billy. Terlintas rasa sadis di dalam matanya.

Sepertinya apa hebatnya Siena si wanita jalang itu!

Padahal kondisi Siena sangat buruk saat ini, kenapa Billy masih begitu perhatian terhadapnya?

Hanya saja, ketika mengangkat kepalanya, Julia masih tersenyum manis terhadap Billy. “Kak Billy, kamu jangan khawatir.”

“Paman dan Bibi sudah mengaturnya dengan baik. Aku nggak akan merugikan Kak Siena.”

Billy mengangguk dengan tidak fokus. Paling-paling Billy akan terbang ke sana untuk mengunjungi Siena. Namun, Siena tidak boleh menyadarinya. Jika tidak, dengan temperamennya, dia pasti akan bersikap seperti dulu, tidak bersedia untuk melepaskannya.

Ketika kepikiran dengan hal ini, Billy spontan tersenyum. Hanya saja, satu detik kemudian, tiba-tiba dia memperhatikan ada sesosok bayangan yang familier baginya sedang duduk di tepi jendela lantai lima.

“Jangan ….”

Kedua mata Billy spontan terbelalak lebar. Dia spontan hendak menyerbu ke depan. Hanya saja, semuanya telah terlambat. Satu detik kemudian, sosok bayangan tubuh langsing itu jatuh ke lantai, lalu terlihat darah berlumuran di atas lantai.

“Nana!”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B40488" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B40488
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO LEBAY
8.3
Richard tewas usai kalah memperebutkan Claudia. Di akhirat, protesnya atas nasib buruk berbuah kesempatan hidup kedua dari Tuhan. Ia pun bangkit berkat doa tulus seorang gadis, lengkap dengan ingatan masa lalu yang luar biasa. Kini, Richard menguasai banyak bahasa, seni, serta lokasi harta karun. Sembari mengejar Claudia dengan kekayaan barunya, ia mulai bimbang apakah obsesi itu benar atau justru ada cinta lain yang jauh lebih tulus untuknya.
Sampul Novel Cinta Memang Begitu
8.3
Kematian tragis mengakhiri hidup sang protagonis yang lelah bersaing dengan Emma Moore, anak angkat kesayangan orang tuanya yang bahkan menerima donor retinanya dan menikahi kakak kandungnya sendiri. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Terlahir kembali di kehidupan baru, ia memutuskan untuk berhenti memedulikan orang lain dan tidak lagi mengejar persaingan yang sia-sia. Dengan fokus sepenuhnya pada diri sendiri, ia justru menemukan jalan menuju kebahagiaan sejati yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
Sampul Novel Feng Na Na
9.4
Terbangun dengan pakaian kuno, aku merasakan nyeri hebat akibat guncangan di dalam kotak kayu. Padahal, memori terakhirku adalah mati mengenaskan akibat pengkhianatan tunanganku sendiri. Rasa sakit ini menegaskan bahwa aku tidak bermimpi. Ketika mencoba bangkit, aku terkejut mendapati diriku berada di dalam sebuah peti mati. Bagaimana mungkin aku bisa kembali bernapas setelah pembunuhan itu? Misteri apa yang sebenarnya sedang terjadi pada hidupku sekarang?
Sampul Novel I'm The Queen
8.2
Kehidupan Ratu Elea di Istana Landbird hancur setelah Raja Flynn berpaling kepada Beatrice, selir licik yang tengah hamil. Difitnah kejam dan diceraikan, Elea berada di ambang kehancuran. Di masa sulit ini, Raja Alaric dari Kerajaan Veridion datang mengulurkan bantuan. Kini, Elea harus menghadapi konspirasi politik dan pengkhianatan besar, memaksanya memilih antara merebut kembali takhtanya atau melangkah ke jalan baru yang berbahaya.
Sampul Novel JUST MATE
8.6
Renata meregang nyawa secara tragis setelah dikhianati oleh dua orang terdekat yang sangat ia cintai. Di detik-detik terakhir hidupnya, ia teringat pada Dewa Fenrir yang dahulu sering diceritakan ibunya, lalu memanjatkan doa pamungkas untuk menuntut balas. Namun, keajaiban aneh justru menghampiri sebelum napasnya habis. Sebuah suara dahsyat memanggilnya 'Luna' bersamaan dengan dekapan tangan dingin di wajahnya. Misteri apa yang menanti takdir Renata di batas kematian ini?
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso didera dendam hebat usai Mawar, cucunya yang bermata merah, tewas mengenaskan di tebing akibat kejaran dan fitnah warga Ledokombo. Demi membalas kematian keji sang cucu, ia nekat membangkitkan iblis kuno bernama Nyai Larapati yang telah lama tertidur. Jasad Mawar yang tak bernyawa pun dipaksa bangkit kembali untuk mengobarkan aksi balas dendam berdarah tanpa ampun, menyasar seluruh penduduk desa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.