APKDock Logo
Sampul Novel JUST MATE

JUST MATE

8.6 / 10.0
Renata meregang nyawa secara tragis setelah dikhianati oleh dua orang terdekat yang sangat ia cintai. Di detik-detik terakhir hidupnya, ia teringat pada Dewa Fenrir yang dahulu sering diceritakan ibunya, lalu memanjatkan doa pamungkas untuk menuntut balas. Namun, keajaiban aneh justru menghampiri sebelum napasnya habis. Sebuah suara dahsyat memanggilnya 'Luna' bersamaan dengan dekapan tangan dingin di wajahnya. Misteri apa yang menanti takdir Renata di batas kematian ini?

JUST MATE Bab 1

"Hai, Renata! Adikku tersay— Ah, tidak! Maksudku termalang! Hahaha."

"Florencia, tidak usah berbicara dengan calon mayat ini! Cepat pastikan dia meninggal," kata Ibu Bellacia—Ibu tiri dari Renata yang seolah benar-benar menunggu saat-saat ini.

Renata tercekat. Dia merasakan sakit dari tenggorokan hingga dadanya. Dirinya pun semakin sulit menarik nafasnya. Dia diracuni oleh kedua orang itu. Mengapa kedua orang yang menyayangi dirinya sejak remaja ini menginginkan kematiannya?

"Me…nga—" tersengal, Renata berusaha berbicara pada mereka namun tidak selesai.

"Mengapa? Kau ingin mengatakan kata itu?" Florencia tertawa sebelum kembali melanjutkan ucapannya, "dasar bodoh. Tentu saja karena kami membencimu. Kami hanya menginginkan perusahaan La Luna milik ibumu."

Tubuh Renata terjerembab ke lantai. Dia merasakan air mata luruh di wajah sebelah kirinya. Dia tidak tahu air mata itu mengalir karena rasa sakit pada fisiknya atau justru karena perasaannya terluka saat ini. Kenapa dia harus mati di tangan dua orang ini hanya karena sebuah perusahaan? Renata kini menatap Bellacia, seolah mencari konfirmasi atas pernyataan mengerikan itu.

"Kenapa kau menatapku, anak bodoh? Ya, kami menginginkan perusahaanmu. Ah, tentu saja aku juga menginginkan ayahmu juga. Aku mencintai Ferdinand Soleil! Namun, pria itu selalu memprioritaskan dirimu dan bukan aku istrinya! Sekarang, akhirnya aku bisa menjalani hidup tanpa beban sebagai istri ayahmu!"

"Betul. Ayahmu terlalu mencintaimu dan ibumu yang sudah mati itu! Kasihan sekali, ibuku ini. Bila kau mati, ayahmu pasti hanya fokus pada ibuku! Aku sih tidak peduli padanya. Bagiku, kekayaan ini sudah cukup."

Florencia berjalan mendekati tubuh Renata. Dia juga menendang lutut Renata seolah mencari kepuasan atas rasa sakit Renata. Wajah Florencia begitu semringah bagaikan mendapat mobil baru di umurnya yang ke-17.

"Ah. Satu lagi! Aku membencimu, Renata! Semua orang menyayangimu, bahkan banyak mantan pacarku kagum denganmu. Namun, satu hal yang tidak bisa kuterima adalah kau bertunangan dengan orang yang kucintai! Dasar hama! Akhirnya, aku bisa membunuhmu dan membuatmu tahu aku membencimu!" Florencia kembali berkata dan terlihat begitu lega seolah beban di hatinya terangkat.

Renata memejamkan matanya. Sangat sulit menerima berbagai informasi yang begitu mendadak ini. Mengapa Florencia tidak pernah mengatakan apa pun selama ini? Bagaimana mungkin Renata tidak dapat menyadari sedikit pun keanehan dari kedua orang ini.

Saat membuka mata, mata Renata bertemu dengan Bellacia. Ibu tirinya itu benar-benar memandang Renata seolah dirinya seekor serangga. Rasa jijik dan keinginan untuk menyingkirkan Renata benar-benar tidak disembunyikan lagi.

Semua kejadian ini begitu menyakitkan.

"Akhirnya, aku tidak perlu berpura-pura lagi menyayangimu Renata. Melihatmu membuatku muak. Rambut perakmu mengingatkanku pada setiap foto yang dipajang ayahmu di rumah ini. Aku ini istrinya! Namun, ayahmu berperilaku seolah aku tidak ada dan bahkan memperlakukan orang mati itu seperti masih hidup," Bellacia kembali bersuara.

Renata tidak habis pikir. Dirinya begitu tulus menyayangi dua orang jahat ini. Dia benar-benar tulus, tetapi kenapa pembalasannya begini? Renata begitu menyesal. Rasa sayangnya dimanfaatkan begitu saja oleh kedua orang ini.

Perempuan itu kembali mengambil nafas untuk mengalihkan rasa sakitnya, tetapi tidak bisa. Dirinya menemukan bahwa tidak bisa bergerak, tidak bisa bersuara, tetapi memiliki kesadaran adalah tiga kombinasi paling mengerikan yang dirasakan Renata sebagai manusia. Dia tidak bisa berbuat apa-apa padahal dirinya sadar sedang dicelakai.

Racun apa yang mereka pakai dan dari mana racun ini berasal?

Apakah ada orang lain yang membantu kedua orang ini?

Lalu, di mana ayahnya? Mengapa dia belum menyelamatkan Renata.

Renata memejamkan mata menahan rasa sakit. Seolah film, Renata menonton semua kisah hidupnya. Dari lahir, pertama berbicara, semua dongeng malam Ibunya, ajaran ayahnya, mimpinya, masa sekolahnya, teman-temannya, bahkan Dewa Fenrir—yang kata Ibunya harus Renata hormati.

Di saat kritis ini, kepercayaan kepada Dewa Fenrir yang diturunkan Ibunya pada Renata seolah kembali pada diri Renata.

Renata ingat Dewa itu, Sang Maha Adil. Kata ibunya, Dia tidak pernah melewatkan sekecil apa pun perbuatan kaum-Nya. Dia menuntut balas atas rasa sakit kaum-Nya. Dia juga membalas kebaikan bagi yang membahagiakan kaum-Nya. Namun, Dewa Fenrir tidak juga memanjakan kaum-Nya. Jika ada dari mereka yang berbuat salah, Dewa Fenrir akan menghukumnya dengan adil.

Dewa kesayangan Ibu dan teladan Ibunya yang entah mengapa tergerus dari ingatan Renata setelah dia beranjak dewasa.

Renata memaksa dirinya untuk membuka mata berusaha menatap keduanya dengan tajam.

Meskipun dia tidak bisa menyentuh kedua orang itu ataupun membalas mereka, Renata berharap tatapan mata terakhir dalam hidupnya ini akan menghantui mereka. Setiap langkah mereka tidak akan pernah tenang. Dia juga berharap ayahnya membalas mereka. Atau bahkan Sang Maha Adil, Dewa Fenrir. Namun, kedua orang itu hanya tersenyum bahagia. Mereka kini tidak bersuara dan justru menikmati detik-detik kematian Renata.

"Anak bodoh. Mengapa kamu menatap kami seperti itu? Percuma saja. Kami tidak takut dengan calon mayat sepertimu."

"Betul sekali, Ibu. Dia hidup saja, kita tidak takut. Apalagi sudah nyaris mati begini?"

"Tidak akan ada yang menolongmu Renata. Jadi, nikmatilah detik-detik terakhirmu ini," ucap Bellacia.

"Akhirnya! Tiada lagi hama pengganggu dalam hidup kita," kata Florencia berbahagia sebelum mengulurkan tangannya pada Ibunya.

Bellacia menaikkan sebelah alisnya pertanda tidak mengerti maksud dari tindakan Florencia.

"Aku ingin menjabat tanganmu, Ibu," Florencia pun menyalami tangan Ibunya, "selamat Nyonya Soleil, misi Anda berhasil dan kesabaranmu berbuah manis.

"Hahaha… Anak pintar! Terima kasih juga anakku yang mau bersusah payah untuk terlihat menyayangi serangga kecil itu," ucap Bellacia senang. Perempuan itu benar-benar bangga pada putrinya yang mampu bersandiwara dalam menyayangi Renata. Padahal, usianya saat masuk kediaman Soleil juga cukup masih muda. Namun, Florencia benar-benar mampu membuat Renata terperdaya hingga sekarang berusia 21.

Saat kedua orang itu menikmati kebahagiaan mereka, Renata mengalami pergumulan luar biasa. Ada penyesalan dan sedikit harapan bercampur dalam sisa-sisa kesadaran.

Ibu, aku menyesal terlena dengan mereka dan nyaris melupakan semua ajaranmu.

Ayah, tolong tangkap basah kedua Iblis ini dan jangan terperdaya oleh siapa pun lagi setelah kematianku.

Dewa Fenrir, maafkan aku yang melupakan-Mu. Aku mengaku salah telah melupakan Engkau sebagai Alfa dan Omega dalam hidup. Aku berasal dan kembali pada-Mu, tetapi aku terlena akan hidup. Dewa, tolong balaskan mereka.

Mata Renata tertutup. Dia tidak bisa lagi membuka matanya. Badannya terasa dingin. Samar-samar, dia mendengar suara menggelegar menyerukan kata LUNA. Mengapa nama perusahaannya diteriakkan begitu keras?

Anehnya, dia merasakan telapak tangan yang besar dan hangat memegang wajahnya. Dia memaksa untuk melihat, namun tak bisa. Renata sangat yakin bahwa ini bukanlah tangan ayahnya yang kasar ataupun tangan tunangannya yang dingin. Sayangnya, kini Renata tak mampu berpikir dan benar-benar hilang kesadaran.

Renata, 21 tahun, mahasiswi dan pewaris La Luna meninggal di rumah pribadi keluarga Soleil.

Lanjut Membaca

Daftar Isi JUST MATE

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea, kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta bantuan gurunya. Insiden tak terduga di ruang guru tersebut mengubah segalanya. Rahasia ini menjadi awal mula hubungan asmara mereka yang rumit, menantang, dan penuh risiko.
Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.5
Kehidupan rumah tangga dalam novel modern "Derita Menantu Jelita" berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Situasi kian rumit ketika ayah mertua memutuskan tinggal bersama mereka. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, sang suami nekat melakukan aksi ekstrem dengan diam-diam membius istri dan ayahnya sendiri. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa misteri yang tak terkendali dan mengubah nasib mereka selamanya.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Kehidupan Cyra Alesha, mahasiswi berumur dua puluh tahun yang bekerja paruh waktu di kota besar, berubah drastis akibat kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam sekaligus pewaris tunggal tersebut tega menyiksa dan menginjak harga diri Cyra. Di tengah penderitaan itu, Cyra justru terpikat oleh pesona sang miliarder. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan menghadapi kekejaman Felix atau memilih berontak untuk membebaskan dirinya.
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Suasana khidmat menyelimuti Puncak Lundao di Pulau Sepuluh Ribu Binatang saat puluhan ribu anak belia berkumpul. Para murid baru yang baru mendeteksi akar spiritual ini menyimak dengan saksama petuah tetua berjubah hijau. Sang tetua mengisahkan awal mula sekte yang dirintis oleh Wan Beast Immortal Li. Tokoh legendaris itu awalnya hanya kultivator biasa asal Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya berhasil meraih keabadian.
Sampul Novel SCANDAL WITH PRIVATE DOCTOR
8.3
Eliza menderita dalam pernikahan toksik bersama Karan, suami yang hanya memanfaatkannya demi nafsu. Trauma mendalam sejak malam pertama bahkan mengganggu kesehatan mentalnya, diperparah oleh perselingkuhan Karan dengan banyak wanita. Di tengah kepedihan ini, hadir Sean, seorang dokter tampan sekaligus sahabatnya. Keberadaan Sean tidak sekadar menyembuhkan luka batin Eliza, tetapi juga perlahan menjadi sosok sandaran hati yang baru bagi dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan