APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ANAK CEO TAMPAN

ANAK CEO TAMPAN

Akibat jebakan keji sang mantan suami, Candice terpaksa melewati malam bersama seorang lelaki asing. Empat tahun berselang, ia pulang ke tanah air membawa putra kecilnya yang sangat cerdas dan tampan. Siapa sangka, takdir justru mendekatkannya kembali dengan ayah kandung sang anak. Di kala hasrat membalas dendam kepada perusak hidupnya berkobar, mampukah Candice meraih akhir bahagia bersama keluarga barunya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.

Tolong berikan like dan komen.

Haappy reading

...

Di atas ranjang, Candice Cheng dengan wajah yang pucat, dan air mata yang membuat pandangannya kabur, bekas ciuman di tubuhnya, ditambah dengan rasa sakit bagaikan terobek yang timbul akibat bergerak, membuatnya merasa takut dan tidak tenang, apa yang telah terjadi semalam sebenarnya, dia sama sekali tidak mengingat apapun.

Memungut baju yang berada di lantai, dan berjalan menuju kamar mandi, sambil menangis penuh kesakitan, sambil dengan sekuat tenaga membersihkan aroma yang merupakan milik pria lain di tubuhnya.

Sore hari, Candice ))dengan jiwa yang melayang-layang kembali ke villa, di ruang tamu yang begitu terang, Andreas Lu duduk disana bagaikan sesosok iblis, di balik bola mata yang hitam, terdapat gambaran badai dashyat, sedang memandangnya, seakan-akan sedetik kemudian akan segera menyerbu dan membuatnya mati.

Seluruh kejadian yang dia alami hari ini, merupakan sebuah pukulan mematikan bagi Candice Cheng, dia tahu, pernjelasan apapun tidak akan berguna lagi.

Candice Cheng melihat suaminya yang duduk di sofa, menarik sebuah nafas yang panjang,

"Andreas, aku setuju untuk bercerai, tapi, aku ingin meminta kembali saham perusahaan 10% dari papaku, sisa 5% sahamnya, anggap saja merupakan tebusan dariku."

Setelah Andreas Lu mendengarnya, raut wajahnya yang tampan seketika berubah, dirinya baru saja menempati posisi sebagai CEO di Lu's Corp. dengan stabil, tapi kalau dia menarik kembali saham perusahaan sebanyak 10%, maka, kedudukannya akan menjadi kritis, bahkan akan berakibat turun dari posisi sebagai seorang CEO.

Andreas Lu dengan wajah yang dingin berjalan mendekat, dan tertawa sinis, "Candice, ada hak apa kamu meminta kembali sahamnya dariku? Kamu telah mengkhianatiku, dan telah memakaikan sebuah topi hijau yang begitu tinggi terhadapku (Sebuah istilah yang berarti telah menyelingkuhinya), dan ingin membereskanku dengan hanya mengandalkan saham perusahaan sebesar 5%?"

"Saham sebesar 5%, jika di setarakan dengan nilai uang, setidaknya telah bernilai sebesar 1 Triliun, apakah kamu masih belum merasa cukup dengan tebusan sebesar 1 Triliun?"

Candice Cheng membantahnya dengan tegas, itu merupakan saham yang dimiliki oleh papanya saat sebelum meninggal, Candice Cheng tidak mungkin menyerahkannya dengan begitu saja kepada keluarga Lu.

Wajah Andreas Lu terlihat begitu sinis, dia berjalan mendekat, dan mencekik lehernya Candice Cheng, "Candice, dengarkanlah aku baik-baik, jangan harap kamu bisa mengambil sepersen pun saham perusahaan, dan kamu juga harus menceraikan pernikahan ini mau tidak mau, kalau kamu ingin membuat permasalahannya berujung ke pengadilan, kuperingatkan kamu, kamu hanya akan mati dengan mengenaskan.

Candice Cheng melototkan matanya lebar-lebar, nafasnya menjadi sesak, tapi hatinya merasa lebih sakit akan wajah yang berada di hadapannya ini, kelembutan yang dulu ada telah menghilang, yang tersisa hanyalah sebuah ambisi mengejar keuntungan, tapi saham papanya......

"Andreas...... itu adalah milik papaku...... kembalikan padaku." Candice Cheng mengatakannya dengan suara yang serak.

"Sekarang adalah milikku, jangan mimpi untuk merebutnya dari tanganku, Candice, pilihlah salah satu, apakah menandatanganinya dan segera pergi, ataupun...... aku akan membuatmu lenyap dari dunia ini." Andreas Lu dengan kasar membantingnya ke lantai, dengan wajah yang garang, melemparkan sebuah dokumen surat perceraian yang telah selesai dibuat, "Tandatanganilah!"

"Aku tidak mau......" Candice mengatakannya sambil menggigit bibirnya, tidak ingin bercerai tanpa membawa pergi apapun.

"Kalau kamu tidak menandatanganinya, kerugian yang akan kamu alami bukan hanya saham perusahaan sebesar 15% ini saja, juga nama baikmu, dan bahkan nyawamu."

Candice Cheng merasa ketakutan dan tubuhnya merinding, mengangkat kepalanya, melihat pria ini yang dulu pernah bersumpah untuk mencintainya, pada saat ini, hanya bersikap tak berperasaan, licik, dan mengerikan.

Candice Cheng hampir saja kehabisan nafas.

Akhirnya perasaan Candice Cheng telah sangat putus asa, melihat pria ini yang telah dikendalikan oleh iblis untuk mengejar keuntungan, Candice Cheng tahu, jika ingin mengambil kembali hak saham milik ayahnya, mungkin harga yang harus dibayar benar-benar adalah nyawanya.

"Baik, aku akan menandatanganinya." Candice dengan sekuat tenaga menggigit bibirnya, dan menorehkan tandatangannya.

Andreas memegang surat perceraian ini, bagaikan telah mendapatkan kekayaan seumur hidup baginya, dia dengan dingin menyatakan,

"Di surat ini telah menyatakan, kamu telah bercerai tanpa membawa pergi apapun, besok kamu harus pindah, barang selain dirimu, satupun tidak boleh dibawa pergi."

Tangisan Candice Cheng, jatuh setetes demi setetes, darah yang mengalir di tubuhnya pun telah membeku.

Malam hari itu juga, dia pergi membereskan barangnya dan pergi meninggalkan rumah, dan tinggal di hotel, dia pergi menghubungi tantenya yang berada di negara R, tantenya menyuruhnya untuk datang dan tinggal bersamanya.

Candice Cheng pun telah lelah dengan orang-orang dan masalah disini, tapi dia menyadari paspornya masih tertinggal di kediaman keluarga Lu.

Makanya terpaksa memberhentikan sebuah taxi untuk kembali ke kediaman itu, lalu terdengar ada orang yang sedang berbicang-bincang di balik semak, mendengar suaranya, ini merupakan suaranya ibu mertua dia Sherry Chen, dia tersenyum manis terhadap seseorang, "Kali ini, sudah puas bukan?

"Andreas sudah kembali lajang, dan kamu juga tidak perlu bersedih lagi."

Jantung Candice Cheng berdebar kencang, dia tak tertahankan untuk berjalan mendekat ke semak-semak, dan terlihat seorang gadis di hadapan ibu mertuanya, yaitu Debby Shen, dia menganggukkan kepala dengan wajah yang merona karena malu, "Hmm, tante, papaku telah setuju untuk menanamkan sahamnya ke Lu's Corp."

"Terima kasih atas bantuan tante."

"Kenapa masih memanggil tante?"

"Ma......" Debby Shen memanggilnya dengan manis.

"Ah! Sungguh menantuku yang baik, aku sangat menyukaimu."

Wajah Candice Cheng seketika menjadi pucat putih bagaikan kertas, hatinya bagaikan telah ditusuk dengan kuat oleh sebilah pisau yang tajam, sebuah rasa amarah seakan-akan hampir membuatnya meledak.

Begitu banyak masalah sedang dikaitkan bersama, dirinya diajak oleh Debby untuk pergi ke caffee! Baru saja meminum bir tidak sampai dua gelas, kesadarannya malah langsung hilang, setelah bangun, gambaran yang terjadi adalah kejadian tadi pagi di hotel.

Semua ini...... ternyata merupakan rencana dari Debby Shen dan ibu mertuanya, yang bertujuan untuk membuatnya bercerai dengan Andreas Lu.

Ternyata, ayahnya Debby Shen berencana untuk menanamkan sahamnya ke Lu's Corp., dan ibu mertuanya ingin segera mengusirnya, untuk mengosongkan posisinya dan memberikannya pada Debby Shen.

Wajah Candice Cheng yang penuh amarah tiba-tiba muncul di hadapan kedua orang itu.

Sherry Chen merasa sangat terkejut, Debby Shen juga kaget, tapi, melihat raut wajah Candice Cheng yang begitu pucat, mereka menduga bahwa semua perkataan mereka tadi telah didengar olehnya, maka kedua orang itu langsung menampakkan wajah asli mereka.

"Kamu masih memiliki muka untuk kembali?" Sherry Chen melihatnya dengan wajah yang merasa kesal terhadapnya.

"Kalian...... kalianlah yang telah mencelakaiku, kenapa kalian harus berbuat seperti ini?" Candice Cheng bertanya dengan suara serak dan mata yang memerah.

Sherry Chen melihatnya tanpa merasa bersalah sama sekali, "Candice, jangan bersikap gila disini lagi."

Debby menyilangkan tangannya di depan dada dan tertawa dingin, "Candice, kamu sungguh bodoh dan menyedihkan, apakah kamu benar-benar mengira kak Andreas menyukaimu? Kamu masih tidak menyadari kenyataan, kamu itu hanya sekedar batu pijakan bagi kak Andreas untuk meraih posisi sebagai CEO Lu's Corp., orang yang dia cintai adalah aku."

"Candice, kamu telah menceraikan pernikahan, surat pun telah ditandatangani, keluarga kami tidak lagi akan menyambut kehadiranmu, keluar." Sherry mengusir.

"Aku kembali untuk mengambil paspor, kembalikanlah pasporku kepadaku." Candice Cheng melototkan matanya lebar-lebar terhadap ibu mertua yang licik ini.

Sherry Chen juga teringat paspornya masih berada disini, dia tertawa sinis sejenak,

"Tunggulah, aku akan segera mengambilkannya, lalu kamu pergilah sejauh mungkin!"

Tentu saja Sherry Chen tidak akan menghalangi kepergiannya menuju luar negeri, sekarang, Candice Cheng merupakan seseorang yang paling tidak ingin dijumpai oleh keluarga Lu, tentu saja sebih baik pergi sejauh mungkin.

Setelah Sherry Chen pegi, Debby Shen sambil menyipitkan matanya berjalan mendekat ke Candice Cheng, "Kak Andreas bersedia menikah denganmu, hanya sekedar karena ayahmu memegang sejumlah saham Lu's Corp., tapi sejujurnya, kamu sama sekali tidak pantas dengannya."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya
9.6
Malam pameran seni perdanaku hancur saat suamiku justru muncul di berita demi melindungi wanita lain. Pesan singkatnya yang dingin menegaskan bahwa aku bukan prioritasnya. Selama ini, dia meremehkan bakatku, padahal karyaku adalah fondasi kekayaannya. Lelah diabaikan, aku menyusun strategi cerai yang cerdik. Aku akan menyamarkan dokumen perceraian sebagai berkas hak cipta biasa, memanfaatkan kesombongannya agar dia segera menandatanganinya tanpa curiga.
Sampul Novel Gairah Terpendam Suami Kontrak
8.4
Kavita rela menikahi bosnya, Ezra, secara kontrak selama setahun demi melunasi utang Deryl, suaminya. Namun, pengorbanan itu sia-sia setelah Deryl diam-diam berkhianat dan menikahi Yura. Kecewa, Kavita memperpanjang masa kontrak dengan Ezra untuk menghancurkan Deryl dan merebut seluruh kekayaannya. Saat misi balas dendamnya sukses dan masa perjanjian habis, Ezra justru enggan melepaskan Kavita dari dekapannya.
Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan sang ayah dari ancaman kebangkrutan, Anyelir rela mengorbankan impian masa depannya. Ia bersedia menjadi istri kedua dari Serkan Alvaro, seorang pengusaha muda sukses yang dikenal sangat dingin. Namun, alasan sebenarnya di balik keputusan Serkan menikahi Anyelir dengan imbalan bantuan keuangan masih menjadi misteri. Anyelir pun harus menjalani kehidupan pernikahan yang penuh teka-teki. Sanggupkah ia menemukan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga ini?
Sampul Novel Love After Marriage
8.9
Alesya terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Victor, CEO dingin yang berniat membalas dendam atas kematian adiknya. Alih-alih bahagia, ia justru dihina dan menjadi pelampiasan kebencian suaminya. Victor bertekad membuat hidup Alesya menderita selamanya. Di tengah kekejaman dan trauma masa lalu, mampukah cinta tumbuh di hati pria yang bahkan tidak pernah menganggap keberadaannya?
Sampul Novel Menikahi Bos Mafia yang Menghancurkanku!
8.1
Ellea harus mendekam di penjara selama dua tahun setelah membela diri dari pelecehan yang ternyata telah direncanakan. Setelah bebas, ia mendapati tunangannya telah menikahi sahabatnya, Ivana, yang juga merebut posisi dokternya. Di titik terendah, Edwin Guntoro, pemimpin mafia Nigari, hadir sebagai penyelamat dan menikahinya. Namun, empat tahun kemudian Ellea mengetahui kebenaran pahit bahwa Edwin adalah dalang di balik tragedi masa lalunya demi kebahagiaan Ivana. Didorong rasa dikhianati, Ellea memutuskan bersekutu dengan rival terbesar suaminya, Cavin Nugroho, untuk menghancurkan Edwin.
Sampul Novel Menunggu Perceraian yang Dinantikan
9.0
Keputusan berpisah diambil sang istri setelah Navish, suaminya, lebih memilih mengantar obat flu untuk sang asisten saat dirinya terjebak di lift dalam kondisi klaustrofobia. Menganggap istrinya hanya merajuk karena sebatang kara, Navish menandatangani berkas cerai dengan penuh percaya diri, yakin masa tunggu 30 hari akan membuatnya memohon kembali. Di tengah pamer kemesraan Navish dengan asistennya di media sosial, sang istri justru diam-diam mengemasi barang dan bersiap terbang ke New York.