APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ambil Kembali Hatiku

Ambil Kembali Hatiku

Hari ulang tahun Sena yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam ketika sang ibu mengembuskan napas terakhir. Namun, kepedihan Sena kian berlipat ganda karena sikap dingin suaminya. Pria itu tidak hanya mengabaikan hari lahir Sena, tetapi juga memilih absen dari upacara pemakaman ibu mertunya. Sang suami justru melangkah pergi ke bandara demi menjemput wanita yang selama ini menjadi dambaan hatinya, meninggalkan Sena dalam kesendirian dan luka batin yang mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 7

Setelah Sena bilang mau lapor polisi, reaksi Yuki dan Erik sangat menarik.

Pandangan Yuki mengelak, sementara Erik sangat marah, "Sena, apa kamu pikir aku tidak berani memanggil polisi karena tidak tega berpisah denganmu?!"

'Tidak, Erik, aku tahu kamu tega melakukannya. Tapi, wanita idamanmu bakal melarangmu melapor polisi, karena dia tahu dirinya hanya bisa menipumu, tidak akan bisa menipu polisi,' jawab Sena dalam hati.

Kalau polisi tahu dia sendiri yang menaburkan bubuk kacang itu, bukankah itu sangat memalukan?

Benar saja, detik berikutnya terdengar Yuki berkata dengan lembut, "Erik, jangan begini, Sena itu istrimu, kamu tidak boleh memenjarakannya karena aku."

"Lagi pula, aku baik-baik saja, bukan? Dan meski tidak pertimbangkan Sena, kamu juga harus mempertimbangkan Keluarga Rosli, Nyonya Muda dari Keluarga Rosli masuk penjara... kalau hal ini tersebar, saham Grup Rosli pasti akan terpengaruh."

Dengan bujukan Yuki, Erik akhirnya menahan amarahnya dan tidak melapor polisi.

Meski tidak melapor polisi, hukuman tetap diperlukan.

"Sena, Yuki baik hati dan tidak ingin meminta pertanggungjawabanmu, tapi itu tidak berarti kamu tidak perlu menanggung akibatnya." Erik mencekik leher Sena dan mengucapkan setiap kata dengan kejam, "Kamu harus menanggung semua rasa sakit yang dialami Yuki malam ini!"

"Dr. Dedy, bawakan obat yang kamu siapkan!"

Erik mencubit dagu Sena dan menuangkan obat yang tidak diketahui ke dalam mulutnya secara paksa.

Obat tersebut bereaksi dengan cepat, Sena berkeringat deras karena kesakitan. Dia memegangi perutnya dan terus berguling di lantai, beberapa kali dia merasakan sakit yang amat sangat, sampai dia hampir pingsan.

Erik berdiri di samping, menatap Sena yang terbaring di lantai dan menggeliat kesakitan, bahkan tanpa mengerutkan kening.

"Sakit, 'kan? Saat meminum bubur yang dicampuri bubuk kacang olehmu, Yuki juga kesakitan seperti ini." Erik berkata dengan dingin, "Jangan lupa rasa sakit ini, hanya ketika mengingat rasa sakit itu, kamu baru tahu harus berubah."

Sena menggigit punggung tangannya dengan keras, hingga kulitnya terluka dan berdarah, tetapi dia tidak melepaskannya, dia juga tidak menjerit kesakitan.

'Erik, jangan khawatir, aku bakal mengingat rasa sakit ini seperti yang kamu katakan.'

Beginilah rasanya mencintainya dan beginilah yang terjadi saat dia mencintainya.

Kali ini dia sudah mengingatnya dengan jelas dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi!

Sena merasakan kesakitan sepanjang hari, efek obatnya baru hilang saat larut malam.

Seluruh tubuhnya basah oleh keringat dingin, wajahnya sangat pucat.

Saat ini, bibi meneleponnya. Sena memaksakan diri untuk tetap semangat dan menekan tombol jawab, "Halo..."

"Sena, ini aku." Suara tawa lembut Bibi terdengar dari ujung telepon, "Aku sudah mengurus semua prosedur ke luar negeri, kapan kamu datang? Aku akan membelikanmu tiket pesawat."

Sena berbaring di lantai, bulu matanya sedikit bergetar. Dia ingin berangkat saat fajar, dia tidak mau tinggal di sini bahkan semenit pun.

Namun, setelah berguling-guling kesakitan sepanjang hari, Sena merasa seperti boneka yang vitalitasnya terkuras habis, dia tidak memiliki sedikit pun kekuatan dalam tubuhnya dan bahkan menggerakkan satu jari pun sulit.

Dalam keadaan seperti ini, kayaknya tidak bisa naik pesawat.

Lagi pula, kalau dia ke luar negeri seperti ini, Bibinya pasti akan merasa kasihan padanya.

Jadi Sena berkata, "Malam lusa saja, aku sudah menyelesaikan prosedur perceraian di sini, jadi bisa berkemas dan pergi."

"Baiklah, kalau begitu aku akan membelikanmu tiket untuk lusa pukul 7. Bawalah kartu identitas dan paspormu untuk mengambil tiket di bandara."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU DAN TEMAN SUAMIKU
9.7
Nasib Tara berbalik total setelah dirinya terpaksa menjadi istri kedua dari teman dekat almarhum suaminya. Pernikahan ini menyeretnya ke dalam pusaran konflik domestik yang rumit dan menyiksa batin. Di tengah badai perasaan yang tiada habisnya, Tara dihadapkan pada persimpangan jalan yang krusial. Haruskah ia tetap tegar mempertahankan ikatan tersebut, ataukah ia akan melangkah pergi karena tak sanggup lagi memikul penderitaan yang kian menumpuk?
Sampul Novel Bisakah Untuk Tidak Memilih
7.9
Hidup kerap berjalan di luar rencana dan menyodorkan berbagai pilihan rumit. Walau satu jalan tampak menjanjikan, selalu ada konsekuensi di balik setiap keputusan. Kita pun dituntut bijak menyikapi situasi demi hari esok. Bahkan, bersikap pasif dan sekadar mengikuti arus tetap membawa risiko tersendiri. Oleh karena itu, pertimbangkan setiap langkah dengan matang agar terhindar dari penyesalan mendalam akibat salah memilih arah di masa depan.
Sampul Novel Dihapus oleh Kebohongan dan Cintanya
9.8
Sepuluh tahun Aria berkorban demi kesuksesan Baskara, namun ia justru dicampakkan setelah sang suami berhasil. Demi memikat investor barunya, Aurora, Baskara tega melenyapkan identitas Aria dan menyekapnya di gudang gelap yang memicu fobianya. Puncaknya, ia membiarkan Aria disiksa penculik demi melindungi Aurora. Di tengah keputusasaan, Aria menghubungi Tante Evelyn, pengacara hebat yang siap menjemputnya dengan jet pribadi untuk menuntut balas atas semua pengkhianatan ini.
Sampul Novel Hello, My Secret Boyfriend
9.2
Dikhianati oleh pacar dan sahabat sendiri membuat hari-hari kuliah Daniar terasa begitu berat. Di masa terpuruk ini, ia menemukan pelipur lara lewat obrolan anonim bersama akun @heroisme34. Namun, situasi menjadi rumit ketika Daniar harus menghadapi Sabda, senior ambisius yang mengincar posisi Presiden BEM. Hubungan mereka justru memantik keberanian Daniar untuk melawan ketidakadilan. Kini ia bimbang di antara dua sosok pria yang telah mengubah hidupnya.
Sampul Novel Keturunan Rahasia
8.5
Akibat intrik licik sang paman, Rajendra Antariksa melakukan kesalahan fatal pada Amara Lucia Haidar. Sepuluh tahun berlalu dalam penyesalan, pewaris Antariksa Group ini terkejut saat tahu Amara mengalami trauma berat dan telah melahirkan putra mereka secara rahasia. Berniat menebus dosanya di masa lalu, langkah Rajendra justru menemui jalan buntu. Ia harus menghadapi penolakan luar biasa dari Amara, orang tuanya, hingga darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Masa Puber Naldo
9.4
Naldo, putra konglomerat yang kesepian, tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu. Ayahnya, Tuan Anggoro, adalah sosok yang sangat baik, namun kesibukan bisnis membuatnya jarang berada di rumah. Praktis, Naldo hanya dirawat oleh asisten rumah tangganya sejak bayi. Ketika sang ayah memintanya memilih ibu baru, Naldo justru teringat sosok wanita misterius dari mimpinya. Begitu takdir mempertemukan mereka di dunia nyata, Naldo bertekad mengejar cintanya meski terhalang perbedaan usia.