APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Akulah Cintamu

Akulah Cintamu

Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya membesarkan dua anak sendirian. Di tengah perjuangan berat ini, ia dipertemukan kembali dengan Damar, adik ipar yang menaruh dendam padanya akibat skandal masa lalu yang melibatkan saudari kembar Kayra. Sempat menolak mengakui sang keponakan, kemiripan fisik bayi tersebut akhirnya meluluhkan kerasnya hati Damar. Mampukah takdir baru ini mengembalikan kebahagiaan Kayra yang sempat sirna?
Bab
Bagikan

Bab 1

Brum! Brum!

Suara mobil berhenti tepat di halaman rumah Damar. Kedua orangtuanya Damar yang masih asik memandangi foto cucu mereka di depan televisi langsung menghentikan aktivitas mereka tersebut. Mereka saling tatap mempertanyakan siapa yang berkunjung malam-malam di rumah mereka.

"Eh, itu mobilnya siapa malam-malam datang?" tanya Bu Siska penasaran.

"Entahlah, Ayah juga tidak tahu." Pak Rudi mengangkat bahu.

"Lebih baik, Ayah cek saja ke depan biar jelas!" Pak Rudi segera beranjak dari kursi.

"Tidak perlu dicek! Itu mobil yang akan mengantarkan aku pergi!" cegah Damar tersenyum. Kaki jenjangnya mulai menuruni anak tangga. Tangannya menggeret koper berukuran besar.

Kedua orangtuanya segera melihat ke arah Damar. Mata mereka melebar melihat Damar berpenampilan sangat rapih. Belum lagi koper yang dia bawa membuat hati mereka ketar-ketir.

"Astaga, anak itu mau pergi ke mana kok rapih amat? Lalu, kopernya itu?" gumam Bu Siska gelisah.

"Entahlah, Ayah pusing sekali memikirkan tingkahnya. Gara-gara ulah Kayla, dia berubah tiga ratus enam puluh derajat. Sikapnya yang penyayang, ramah dan lemah-lembut sudah sirna. Hanya ada amarah saja di hatinya." Pak Rudi menggelengkan kepala tidak mengerti.

"Oh Tuhan, kenapa keluarga kami harus mengalami masalah serumit ini hanya karena terlalu ingin memiliki generasi penerus? Andai saja, kami tidak melulu mendamba ... pastilah keluarga kami masih utuh dan tidak tercerai berai seperti ini," gumam Bu Siska sangat sedih.

Kini Damar sudah berada di bawah. Dia melangkah mendekati kedua orangtuanya masih menggeret kopernya juga.

"Kamu mau ke mana malam-malam begini, Nak?" tanya Bu Siska khawatir.

"Aku mau pergi sebentar untuk menenangkan pikiran. Ibu sama Ayah tidak perlu khawatirkan aku. Aku janji tidak akan berulah di luaran sana. Aku hanya berusaha untuk melupakan semua luka di hati ini. Tetap tinggal di rumah ini malah membuatku selalu ingat tentang kebohongan-kebohongan itu." Damar tersenyum miris.

"Apa kamu tidak punya pilihan lain selain pergi dari rumah? Kalau kamu pergi ... bagaimana dengan perusahaan kita?" tanya Bu Siska bingung.

"Tidak ada, Ibu. Jika aku tak pergi ... bayang-bayang luka itu semakin menggerogoti jiwaku. Aku tidak mau terus-terus memendam amarah ini. Apa Ibu mau melihat aku sakit jiwa?" Damar mulai menaikkan volume suaranya karena kesal.

"Bukan begitu, Nak! Ibu hanya ...." Bu Siska bingung harus berkata apalagi.

"Kalau hanya soal perusahaan, aku akan tetap mengurusnya walaupun aku tidak ada di Indonesia. Aku akan tetap giat bekerja. Jadi, kalian tenang saja," jelas Damar menyambung ucapan sang ibu.

"Astaga, jauh sekali kamu ingin menenangkan diri sampai ke luar negeri segala? Apa kamu tidak ingin menyaksikan tumbuh kembang anakmu?" tanya Bu Siska shock.

"Astaga Ibu ini masih saja mengeyel. Kan, sudah aku katakan bahwa dia bukan anakku. Aku sama sekali tidak menginginkan anak haram itu," jelas Damar mulai emosi. Dia sangat marah jika orang tuanya mulai membahas anak dari hasil hubungan terlarangnya itu dengan Kayra. Almarhumah istrinya telah memanipulasi keadaan dengan cara bertukar posisi dengan adik kembarannya.

Plakkk!

Satu tamparan mendarat mulus di pipi Damar karena Pak Rudi sudah tidak tahan lagi mendengar ucapan Damar yang salah. Menurutnya Damar memang harus diberi pelajaran agar bisa mengontrol emosinya.

Bu Siska langsung menangis. Dia sangat shock mendengar kata-kata Damar yang sangat tidak bermoral itu.

"Baiklah, aku pergi! Tolong jaga kesehatan kalian!" Damar memegangi pipinya yang terasa perih dan panas. Dia segera membalikkan tubuhnya tak ingin berlama-lama lagi berurusan dengan kedua orangtuanya. Hal itu malah akan semakin memperkeruh suasana jiwanya.

Pak Rudi hanya diam saja tidak menjawab atau mencegahnya. Berbeda dengan ibunya, dia masih ingin berusaha mengurungkan niat anaknya pergi.

"Tunggu, Nak! Coba kamu lihat foto ini dulu! Ibu yakin kalau hatimu akan nyaman dan damai setelah melihat betapa miripnya dia dengan kamu," rayu Bu Siska masih ingin berusaha menghalangi kepergian sang anak. Tangannya menjulur menyodorkan ponsel milik sang suami.

Tadi sepulang dari rumah sakit, Damar sama sekali tak keluar kamar. Jadi, mereka tak bisa menunjukkan foto cucu mereka. Padahal Bu Siska sudah bolak-balik mengetuk pintunya. Namun, Damar tidak memedulikannya.

Damar hanya menghela napas kasar. Dia sama sekali tidak menanggapinya. Kaki jenjangnya bergegas melangkah pergi.

"Mar, Ibu serius! Kamu harus lihat foto ini dulu!" Bu Siska hendak mengejarnya sambil menangis. Namun, sang suami segera menahannya.

"Tidak perlu sampai seperti itu, Bu! Anak itu masih kerasukan jiwanya. Jadi, biarkan saja dia pergi. Ayah yakin perkataannya itu akan menjerumuskan dirinya sendiri kelak ke lembah penyesalan yang teramat dalam," terang Pak Rudi agar istrinya mau mengerti.

"Tapi Yah, kasihan sekali cucu kita yang tidak berdosa itu? Pasti dia akan merindukan ayahnya?" tanya Bu Siska menangis tersedu-sedu.

"Menurut Ayah hal itu tidak akan pernah terjadi. Soalnya, ada David yang bisa menggantikan posisinya. Pengalaman David itu sudah banyak bersama Kayra, jadi pasti dia akan memberikan yang terbaik untuk kebahagiaan keluarganya," jelas Pak Rudi sangat yakin.

"Baiklah, semoga saja apa yang Ayah katakan itu benar." Bu Siska langsung memeluk sang suami sambil tersedu-sedu.

"Aamiin." Tangan Pak Rudi mengusap bahu sang istri.

Kini Damar sudah berada di perjalanan diantar oleh sekertarisnya bernama Fatan. Di mobil dia diam saja. Pikirannya semakin kacau karena keluarganya sama sekali tidak ada yang mau mengerti perasaannya.

Mereka malah menumbuhkan luka di hatinya secara terus-menerus dengan menyebutkan anak yang dilahirkan Kayra begitu mirip dengannya. Dia sama sekali tidak menginginkan hal itu. Baginya kehadiran anak itu hanya akan menorehkan luka di hatinya selalu.

Bayang-bayang tentang hubungan terlarangnya dengan Kayra akan serta-merta tampak selalu jika melihat wajah anak itu. Belum lagi kebohongan yang diciptakan sepasang kakak-adik kembar itu pastilah akan terus membuat kebencian dan kemarahannya berkobar-kobar.

"Maaf Pak, aku hampir lupa menyerahkan amplop titipan dari Pak David," ucap Fatan tetap fokus menyetir. Tangannya meraba-raba dasbor mobil untuk mengambil amplop tersebut.

"Aku tidak sudi menerimanya! Tolong kamu buang saja!" tegas Damar dingin.

"Baik, Pak!" Fatan mengurungkan niatnya. Dia tidak jadi memberikan amplop tersebut pada Damar. Dia mengembalikan amplop tersebut ke tempatnya.

Damar sengaja menolak amplop tersebut karena tak ingin melanjutkan permasalahannya dengan pihak keluarga sang istri. Dia yakin kalau amplop tersebut pasti berisi uang.

"David-david, memang kamu pikir dengan kamu mengembalikan uangku ... maka aku akan berhenti membenci istrimu. Ternyata, rasa cintamu padanya berhasil menutupi keburukan istrimu itu. Kalau aku jadi kamu, maka aku tidak akan sudi menerima tubuh kotornya itu," umpat Damar dalam hati. Dia tersenyum getir.

Tiba-tiba saja bayang-bayang saat dia bercinta dengan Kayra terngiang kembali di kepalanya. Bagaimana Kayra malu-malu saat melayaninya. Dia juga mengingat kembali bagaimana dia mengemis pada Kayra meminta haknya sebelum Sahira melahirkan waktu itu.

"Ah, berhenti!" teriak Damar mencengkram rambutnya kuat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan Istri yang Agung
9.5
Demi Hesti, Bram tega mengkhianati ketulusan istrinya. Di tengah duka wafatnya orang tua dan vonis kanker, sang istri didepak lewat fitnah keji hingga dipaksa bercerai. Demi bebas dari siksaan itu, ia memalsukan kematiannya lalu membuang identitas lamanya yang rapuh. Tiga tahun berselang, ia terlahir kembali sebagai Aurora Morgan, sosok wanita yang sangat berkuasa. Kini, ia datang kembali untuk membalas semua penderitaan dan penghinaan yang dahulu Bram lakukan padanya.
Sampul Novel Pernikahan Hanya Sandiwara
9.0
Wasiat keluarga memaksa Kania menjalani pernikahan penuh derita bersama Rendra. Diperlakukan bagai pelayan oleh sang suami dan mertuanya, ia terpaksa bertahan demi membiayai pengobatan sang adik. Di tengah kepedihan hidupnya, sosok Davian datang membawa kehangatan dan menumbuhkan benih asmara baru. Kini, Kania dihadapkan pada dilema besar: tetap bertahan dalam hubungan beracun tersebut atau melangkah pergi demi mengejar kebahagiaan sejati bersama Davian.
Sampul Novel Rahim Untuk Tn. Walikota (Menikah Karena Permintaan Istri Sah)
7.8
Kampanye calon walikota Liam Sandega mendadak kacau akibat kemunculan seorang wanita lusuh. Sambil membawa bayi laki-laki, perempuan itu mengaku sebagai istri sah Liam di hadapan publik. Kabar mengejutkan ini seketika mengguncang Dania Basman, istri Liam yang tengah hamil. Demi mengungkap kebenaran di balik klaim tersebut, Dania memilih menempuh jalur tes DNA. Mampukah pernikahan mereka bertahan di tengah badai skandal besar ini?
Sampul Novel Takdir yang Sulit Ditempuh
8.2
Kehadiran ibu baru dan putrinya memicu kebencian mendalam dari sang kakak tiri dalam novel modern Takdir yang Sulit Ditempuh. Pria itu menganggap mereka sebagai perusak keharmonisan keluarganya. Sikap dingin, cacian kejam, hingga harapan agar adiknya mati terus dilontarkan setiap hari. Namun, saat maut benar-benar menjemput gadis itu, penyesalan hebat justru melanda dirinya. Ia menangisi perpisahan mereka dan memohon kepulangannya, meski segalanya telah terlambat karena kematian telah memisahkan mereka selamanya.
Sampul Novel The Princess Knight
9.1
Demi membuktikan kemandiriannya, Merlyn Diwangkara nekat meninggalkan kehidupan mewahnya. Namun, kepolosan gadis itu justru kerap menimbulkan kekacauan yang merepotkan Galih Kurniawan Jati, seorang polisi tegas. Meski meragukan kemampuan bertahan hidup Merlyn, Galih selalu hadir sebagai pelindung di tengah berbagai kesulitan. Hubungan mereka pun berkembang dalam dinamika unik antara tekad kuat Merlyn dan tanggung jawab tak terduga dari sang polisi.
Sampul Novel WITHERED BISA SEBODOH APA DIRIKU?
8.8
Arini memendam kepedihan mendalam akibat perselingkuhan suaminya, Ken. Selama ini ia diam, namun kematian anak mereka menjadi titik balik yang membuatnya pergi demi ketenangan jiwa. Di tengah upaya menyembuhkan luka, Ken kembali hadir meminta maaf. Ia memohon kesempatan kedua sembari membawa anak dari selingkuhannya. Akankah Arini luluh dan menerima kembali pria yang telah meremukkan hidupnya? Simak perjuangan batin Arini menghadapi pengkhianatan ini.