APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Tidak Mau Dimadu

Aku Tidak Mau Dimadu

Pernikahan Tiara Maheswari yang tampak begitu sempurna dan penuh kasih sayang ternyata menyimpan dusta besar. Reno Sebastian, sang suami yang ia percayai, diam-diam telah mendua dan melakukan poligami tanpa izin darinya. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Tiara dan menuntutnya mengambil keputusan besar. Kini, ia harus memilih antara mempertahankan ikatan suci yang telah ternoda, atau berani melangkah pergi meninggalkan Reno selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Reno memperhatikan sang istri dari sudut matanya. Sementara ponselnya masih berdering. Dia berusaha tenang agar Tiara tidak mencurigainya.

Reno kemudian mengangkatnya. " Iya, halo, Pak. Ada apa?" tanya Reno.

"Mas! Bagaimana ini? Di rumahku mati lampu. Aku takut, Mas," rengek Vega.

Reno menggelengkan kepalanya. "Memangnya tidak ada yang lain? Gunakan perlengkapan yang lain!" Suara Reno meninggi.

"Kamu membentakku, Mas! Mentang-mentang kamu lagi sama istrimu. Aku juga ...."

"Ya sudah saya ke sana sekarang, Pak," ucap Reno lalu mematikan ponselnya.

Tiara yang mendengarkan merasa kecewa. "Papa mau ke sana? Memangnya tidak ada hari esok! Ini sudah malam, Pa."

"Mau bagaimana lagi, Ma. Terpaksa Papa harus ke sana." Reno beranjak dari kasur lalu memakai pakaian.

Tiara hanya bisa mendengkus kesal sambil memperhatikan sang suami bergegas keluar kamar.

***

Reno sudah sampai di depan rumah Vega. "Katanya mati lampu! Kenapa ini terang?" Reno berjalan ke arah pintu lalu mengetuk pintu.

"Mas Reno," ucap Vega setelah membuka pintu.

Reno masuk ke rumah Vega. "Kamu bilang mati lampu. Mana rumahmu terang benderang begini? Kamu mau membohongiku?" kesal Reno lalu duduk di sofa sambil menggelengkan kepalanya.

Vega duduk di samping Reno lalu memeluk Reno. "Maaf, Mas. Aku membohongimu. Habisnya aku kangen kamu, Mas."

"Tapi bukan begini caranya, Vega! Aku sedang bersama istriku!'

"Aku juga istrimu, Mas! Memangya hanya Tiara saja istrimu. Mentang-mentang aku istri kedua! Kamu lebih mementingkan istri pertamamu dibanding aku," marah Vega, "walaupun kita hanya menikah siri. Ingat aku juga istrimu!"

"Kamu lupa aku pernah bilang apa sama kamu dan kamu pun menyetujuinya. Kenapa sekarang kamu malah minta waktu lebih? Harusnya kamu lebih mengerti dibanding Tiara!"

"Oh, jadi kamu lebih membela Tiara daripada aku!" Vega menatap tajam Reno.

"Bukan maksudku membela Tiara, Vega. Tiara belum tahu aku menikah lagi, tetapi kamu tahu kalau aku sudah beristri. Makanya kamu harus lebih mengerti," perintah Reno, "kamu bilang iya, tetapi kenyataannya malah kaya begini! Aneh kamu ini. Sampai harus bohong segala!"

"Iya, iya maaf, Mas." Vega memeluk tubuh Reno lalu membelai wajah Reno agar Reno tergoda oleh belaiannya.

Reno tidak kuasa mendapat belaian dari tangan Vega. Vega memang sengaja melakukan hal itu. Dia pun sengaja memakai pakaian tidur berbahan satin tipis hingga terlihat miliknya yang begitu menggoda.

Apalah daya Reno yang seharusnya bercinta dengan istri pertamanya. Dia kini harus terjebak dengan Vega sang istri kedua yang membuat hasratnya ingin melakukan kembali ritual yang belum selesai. Walaupun pikirannya kepada Tiara tetap saja dia tergoda oleh tubuh sang istri kedua.

Hasrat kelelakiannya sudah tidak bisa tertahan. "Kamu sengaja menggodaku?" Reno memperhatikan bibir Vega lalu mel*matnya secara buas.

Vega pun membalas ciuman Reno. Akhirnya, mereka melakukannya di ruang tamu. Sejenak Reno benar-benar melupakan Tiara karena dia sedang berada di surga dunia bersama Vega.

***

Reno bangun dari tidurnya. Dia mengerjapkan mata lalu melihat jam tangannya. Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi.

"Tiara!" guman Reno lalu bangun dari sofa sambil mengusap wajahnya secara kasar.

"Kamu sudah bangun, Mas?" Vega membawa satu cangkir teh hangat lalu menyimpannya di atas meja.

"Kenapa kamu tidak membangungkanku?" kesal Reno.

"Aku tidak membangunkanmu karena kamu terlihat sangat capek, Mas. Ya sudah aku biarkan saja kamu tidur pulas," jawab Vega dengan entengnya.

Reno hanya bisa mendengkus kesal lalu minum teh hangat. Setelah itu dia beranjak ke kamar mandi.

***

"Papa tidur di mana?" Tiara memperhatikan Reno yang sedang memakai pakaian untuk bekerja.

"Papa tidur di rumah teman," jawab Reno, "sudah ya Papa berangkat. Papa sudah kesiangan." Reno mengecup pipi sang istri.

"Iya, Pa." Tiara mengikuti Reno berjalan.

***

Tiara sedang memasukkan cucian pakaian ke mesin cuci. Namun, ketika Tiara akan memasukkan pakaian Reno. Dia mengendus pakaian tersebut.

"Kenapa wangi parfummu berbeda? Ini bukan wangi parfummu? Wanginya seperti parfum wanita dan ini bukan wangi parfumku?" monolog Tiara lalu kembali mengendus pakaian tersebut berulang-ulang. "Apa jangan-jangan semalam ... tidak ... tidak mungkin kamu begitu. Aku percaya kamu Pa. Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini?" Tiara memegang dadanya kemudian kembali mencium pakaian sang suami.

Tiara kemudian memasukkan pakaian tersebut lalu pakaian yang lainnya. Dia berusaha membuang jauh perasaan curiga terhadap sang suami. Namun, tetap saja dia malah mengingat kembali karena aroma wangi parfum tersebut.

Tiara menggelengkan kepalanya. "Sudah Tiara jangan berpikiran yang aneh-aneh tentang suamimu," monolog Tiara.

***

"Mas, kamu tidak ada keperluan, 'kan nanti sore?" tanya Tiara, "Ingat, Mas! Kamu sudah janji akan menemaniku ke pesta pernikahan teman sekolahku."

"Iya, Sayang. Aku akan menemanimu."

Tiara tersenyum mendengar jawaban sang suami. "Nah gitu dong. Awas saja kalau tiba-tiba ada keperluan mendadak!"

"Tidak akan. Kamu tenang saja," timpal Reno lalu tersenyum.

"Makasih ya, Pa."

***

Tiara dan Reno sudah sampai di pesta pernikahan. Mereka sedang mengantri untuk bersalaman dengan pengantin. Tangan Reno tidak pernah lepas dari genggaman sang istri.

"Hai, Tiara. Terima kasih ya, sudah datang ke pesta pernikahanku yang kedua kalinya," bisik teman Tiara.

"Selamat, ya. Mudah-mudahan ini yang terakhir. Jangan bercerai lagi," bisik Tiara.

"Mudah-mudahan, Tiara."

Reno kemudian bersalaman dengan teman Tiara. "Selamat, ya."

"Iya, terima kasih."

***

Reno sedang mengambil makanan. "Kamu mau apa, Sayang? Biar aku ambilkan."

"Emm, itu saja, Pa." Tiara menunjuk krim sup makaroni keju.

Mereka pun menikmati makanan masing-masing. Namun, dari jauh ada yang sedang memperhatikan mereka.

"Itu, 'kan Mas Reno. Jadi yang kita datangi itu sama. Oke, Mas. Kamu memang tidak berbohong sama aku. Kamu memang benar-benar ke acara pernikahan." Vega memperhatikan Reno dan Tiara sambil berbicara dalam hati lalu menyunggingkan senyumnya. "Aku ke sana saja. Aku ingin tahu reaksimu seperti apa Mas." Vega berjalan ke arah Reno dan Tiara sambil tersenyum senang.

Reno dan Tiara masih asyik menikmati makanan sambil berbincang santai.

Vega sudah dekat ke arah mereka sambil matanya tidak lepas memperhatikan Reno dan Tiara.

"Hatiku benar-benar cemburu melihatmu Mas. Harusnya aku yang berada di sampingmu. Bukan Tiara," batin Vega.

Reno masih belum menyadari. Namun, ketika dia menoleh ke arah kiri dia langsung membelalakkan matanya. Reno yang sedang mengunyah makanan langsung tersedak dan batuk.

"Kamu kenapa, Pa?" Tiara langsung panik dan mengambil piring dari tangan sang suami lalu mengambil air minum di atas meja. "Ini minum dulu, Pa. Hati-hati dong makannya." Tiara mengusap punggung sang suami.

Sementara Reno masih terbatuk. Wajah dan kedua matanya memerah. Pandangannya tidak luput ke arah Vega yang kini sudah berada di hadapannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ambil Kembali Hatiku
9.7
Hari ulang tahun Sena yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam ketika sang ibu mengembuskan napas terakhir. Namun, kepedihan Sena kian berlipat ganda karena sikap dingin suaminya. Pria itu tidak hanya mengabaikan hari lahir Sena, tetapi juga memilih absen dari upacara pemakaman ibu mertunya. Sang suami justru melangkah pergi ke bandara demi menjemput wanita yang selama ini menjadi dambaan hatinya, meninggalkan Sena dalam kesendirian dan luka batin yang mendalam.
Sampul Novel Hasrat Terlarang Suamiku
8.5
Lima tahun pernikahan Selin hancur setelah melihat Edward berselingkuh di pusat perbelanjaan. Pengkhianatan sang suami meninggalkan luka mendalam dan dilema besar bagi dirinya. Kini, ia dihadapkan pada dua pilihan sulit untuk menentukan masa depannya. Selin harus memilih antara mengubah penampilannya demi merebut kembali hati Edward dari sang pelakor, atau melangkah pergi demi mempertahankan martabat dirinya yang telah dihancurkan.
Sampul Novel MUTIARA LEMBAH HITAM
8.5
Masa lalu kelam sebagai anak pelacur yang terbuang membentuk Nesa menjadi pribadi yang dingin. Di balik traumanya, ia berhasil bangkit menjadi pengacara sukses dan menjalin kasih dengan Raga. Namun, impian pernikahan mereka hancur seketika saat sebuah rahasia gelap terkuak. Pertemuan keluarga berujung penolakan keras setelah ibu Nesa mengungkap bahwa mereka berdua adalah saudara kandung. Kini, takdir mereka diuji oleh misteri kelam yang mulai terungkap.
Sampul Novel Pernikahan yang Gagal
9.0
Tiga tahun membina rumah tangga, sang protagonis meyakini bahwa hidupnya telah sempurna bersama Elina, istri yang penuh kasih, dan putra mereka yang menggemaskan. Namun, ilusi keluarga bahagia itu runtuh seketika saat ia pulang kerja lebih awal. Berniat memindahkan istrinya yang tertidur lelap di dekat ranjang bayi, ia justru melihat layar ponsel Elina menyala, menampilkan sebuah pesan singkat yang mempertanyakan apakah anak mereka sudah tidur. Kenyataan kelam pun mulai membayangi pernikahan mereka.
Sampul Novel Tidak Ada Ampun untuk Masa Lalu
8.3
Kembali ke masa lalu, Amelia dihadapkan pada penculikan putrinya, Anne, bersama Katrina, mantan pacar Jed Bennett. Saat bahaya mengintai, Jed justru memaksanya mendahulukan Katrina demi alasan remeh. Mengingat kematian tragis Anne di kehidupan terdahulu, Amelia menolak tunduk kali ini. Di tengah kemarahan dan tekanan dari Jed, Amelia mengambil tindakan dingin tak terduga untuk membalas dendam atas segala penderitaan masa lalunya yang kelam.
Sampul Novel Yang Kucintai adalah Duri
9.3
Rumah tangga dalam novel Yang Kucintai adalah Duri menyimpan rahasia kelam. Sang istri, yang diam-diam telah sembuh dari kebutaan, berpura-pura tidak tahu saat menemukan kamera pengawas di rumahnya. Suatu hari, ia bersembunyi di lemari dan menyaksikan suaminya membawa selingkuhan. Meski suaminya membela dirinya dari hinaan wanita itu, sang istri yang telanjur kecewa memutuskan keluar dari persembunyian, menghubungi kakaknya, dan setuju untuk pergi ke luar negeri.