APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Tidak Mau Dimadu

Aku Tidak Mau Dimadu

Pernikahan Tiara Maheswari yang tampak begitu sempurna dan penuh kasih sayang ternyata menyimpan dusta besar. Reno Sebastian, sang suami yang ia percayai, diam-diam telah mendua dan melakukan poligami tanpa izin darinya. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Tiara dan menuntutnya mengambil keputusan besar. Kini, ia harus memilih antara mempertahankan ikatan suci yang telah ternoda, atau berani melangkah pergi meninggalkan Reno selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Hai, Reno," sapa Vega.

"Vega! Kamu ... kamu ada di sini?" Reno bertanya terbata dan berusaha untuk tenang.

"Iya," jawab Vega lalu menoleh ke arah Tiara.

"Oh, iya. Vega kenalkan dia istriku." Reno melihat sang istri.

Tiara langsung tersenyum lalu mengulurkan tangan. "Hai, saya Tiara."

"Saya Vega." Vega meraih tangan Tiara.

"Kalian sudah lama datangnya?" tanya Vega.

"Lumayan, Vega," jawab Reno.

Vega menganggukkan kepalanya lalu berucap. "Emm, saya boleh tidak bergabung di sini?" Vega memperhatikan Tiara lalu Reno.

"Boleh-boleh. Silakan. Kamu ke sini dengan siapa?" tanya Tiara.

"Saya datang sendiri. Kebetulan suami saya lagi ada keperluan. Jadi tidak bisa ikut ke sini," jawab Vega lalu menoleh ke arah Reno.

"Oh, begitu," ucap Tiara.

Iya, Tiara."

Ketika Tiara sudah mendengar jawaban Vega. Dia tiba-tiba mencium aroma wangi parfum yang tidak asing. Hidungnya langsung menghirup aroma tersebut sambil menoleh ke arah Vega.

""Kenapa wangi parfumnya sama di pakaian suamiku?" batin Tiara lalu memperhatikan Vega, "Emm ... oh, iya kamu bekerja juga? Apa kalian satu kerjaan?" tanya Tiara kepada Vega.

"Vega ...," ucap Reno dan tidak bisa melanjutkan kalimatnya.

"Suami saya satu kerjaan sama Reno. Kebetulan mereka berteman. Suami saya pernah beberapa kali mengajak Reno ke rumah saya," timpal Vega.

"Oh ...." Tiara menganggukkan kepalanya lalu tersenyum dan berbicara dalam hati. "Berarti kemarin suamiku habis dari rumahnya."

"Memangnya kenapa?" tanya Vega.

"Tidak apa-apa saya hanya bertanya saja." Tiara kembali mencium aroma wangi parfum tersebut. "Pa. Mama ke toilet dulu, ya," ucap Tiara.

"Iya, Ma," jawab Reno lalu memperhatikan sang istri berjalan.

"Istrimu di lihat-lihat ternyata cantik juga," celetuk Vega, "Cantikan siapa? Istri muda atau istri tua?" bisik Vega.

"Kamu apaan sih! Jangan bicara sembarangan kamu! Ini tempat umum!" Reno melihat sekitar lalu menatap tajam Vega.

"Memangnya kenapa kalau ini tempat umum? Mentang-mentang aku istri simpananmu. Semua orang tidak boleh tahu kalau aku istrimu juga. Curang sekali!" Vega menyilangkan kedua tangan di depan dadanya sambil menahan kekesalan.

"Ya mau bagaimana lagi. Kenapa kamu tidak mengerti?"

"Aku mengerti, kok. Cuma aku merasa cemburu melihat kalian. Di depanku kalian bisa bermesraan sementara aku ...."

"Diam kamu! Istriku sedang berjalan ke sini." Reno memperhatikan Tiara lalu menarik napas panjang dan mengembuskannya.

"Oke, Mas Reno, Sayang." Vega sengaja meninggikan suaranya.

Reno langsung menatap tajam wajah Vega sambil mengepalkan kedua tangannya.

Vega malah merasa tidak bersalah. "Suamimu ternyata perhatian, ya," kata Vega kepada Tiara yang sudah berada di hadapannya.

Reno tersentak kaget lalu mengerutkan keningnya sambil memperhatikan Vega.

"Perhatian?" bingung Tiara.

"Iya, perhatian." Vega mencolek tangan Tiara. "Masa aku mau ngambil makanan. Suamimu membantuku mengambilkannya. Aku jadi tidak enak jadinya." Vega berbicara dengan rasa tidak bersalah.

Tiara tersenyum dipaksakan setelah mendengar perkataan Vega lalu menoleh ke arah suami dengan tatapan marah.

"Iya ... iya, Ma. Papa hanya ... eemm, mengambilkannya saja," bingung Reno.

Sementara Vega dalam hatinya tersenyum senang melihat reaksi Tiara seperti tidak suka.

"Sialan kamu Vega!" Reno mengumpat dalam hati.

"Aku ingin melihat Tiara cemburu. Sama seperti aku yang cemburu melihat kalian," batin Vega.

***

"Maksudnya apa, Papa membantu Vega mengambil makanan? Papa ini ada-ada saja!" marah Tiara kepada Reno yang sedang fokus menyetir.

"Tidak maksud apa-apa, Ma. Papa cuma menawarkan makanan saja. Ya sudah sekalian saja Papa ambilkan."

"Tapi tidak harus begitu, Pa!" kesal Tiara.

"Sudahlah, Ma! Ngapain masalah ngambilin makanan harus diperdebatkan!" marah Reno.

"Ini bukan masalah mengambilkan makanan! Tetapi, papa ...." Tiara memperhatikan Reno lalu tidak melanjutkan kata-katanya.

Tiara menghela napas lalu memperhatikan kaca jendela mobil. Dadanya kembang kempis masih menahan amarah. Akhirnya, mereka saling terdiam selama perjalanan.

Reno menoleh sesaat kepada Tiara lalu kembali fokus menyetir. "Dasar kamu Vega bisa-bisanya kamu mengarang cerita," umpat Reno dalam hati lalu menggelengkan kepalanya.

Reno dan Tiara sudah sampai di rumah. Tiara langsung turun dari mobil dengan wajah marah. Dia meninggalkan Reno begitu saja.

Reno kemudian menghela napas setelah Tiara masuk ke rumah. "Begini saja kamu sudah marah. Bagaimana reaksimu kalau seandainya kamu tahu kalau aku sudah menikah dengan Vega?" monolog Reno lalu mengacak-acak rambutnya.

Reno diam sejenak di dalam mobil sambil menyandarkan kepalanya. Kedua matanya dia pejamkan. Entah apa yang ada di pikirannya.

***

Reno menaiki kasur lalu memeluk sang istri yang sudah tertidur membelakanginya. "Aku sayang Mama. Mama jangan marah lagi, ya." Reno mencium belakang kepala Tiara.

Tiara langsung membuka mata tanpa membalikkan badan dan berbicara dalam hati. "Aku pikir Papa perhatian hanya sama Mama saja. Ternyata dengan wanita lain pun Papa perhatian."

***

"Mas Reno." Vega tersenyum ketika Reno pulang ke rumahnya.

Reno baru saja pulang dari kerjanya.

"Maksudmu apa kemarin malam mengatakan hal itu sama istriku?" marah Reno.

"Mas ini datang-datang langsung nodong pertanyaan. Duduk dulu, Mas. Mas tidak capek." Vega menarik tangan Reno untuk duduk di sofa.

"Tidak usah mengalihkan pembicaraan kamu!" bentak Reno lalu duduk di sofa.

"Tidak usah bentak-bentak aku, Mas. Salah aku melakukan hal itu?" kesal Vega.

"Istriku marah Vega!" jelas Reno.

"Marah? Aku pun sama, Mas! Aku marah, kesal, dan cemburu melihat kemesraan kamu, Mas!" Vega menatap tajam wajah Reno.

Reno menghela napas lalu menggelengkan kepalanya. "Berapa kali harus aku jelaskan Tiara istriku dan kamu ...."

"Aku hanya istri simpanan! Aku yang harus mengerti? Aku tahu, Mas, tetapi tetap saja. Jika aku melihat kalian berdua bermesraan hatiku cemburu, Mas. Hatiku tidak terima." Vega mengusap-usap dadanya dan kedua matanya sudah berkaca-kaca.

Reno langsung terenyuh mendengar ucapan Vega. Dia langsung memeluk tubuh Vega.

"Maafkan aku, Sayang. Aku juga tidak berharap untuk membuatmu cemburu, tetapi mau bagaimana lagi."

Vega langsung tersenyum mendengar ucapan Reno. "Mas menyayangiku, 'kan? Aku tidak mau karena Tiara cemburu sama, Mas. Terus Mas Reno jadi berubah sama aku. Aku tidak mau, Mas. Aku tahu. Aku hanya istri simpanan, aku hanya istri keduamu. Tetap saja aku sama seperti istri pertamamu. Aku juga cemburu," kata Vega lalu melepaskan pelukan Reno.

"Iya aku tahu, Vega. Sekali lagi aku tekankan. Aku bukan membela istri pertamaku. Kalian berdua sama-sama istriku. Aku ingin bersikap adil sama kalian dan sekali lagi aku bilang sama kamu. Kamu yang harus lebih mengerti." Reno meraih kedua tangan Vega lalu mengecupnya.

"Aku ... ya aku yang harus mengerti. Aku pun ingin istri pertamamu mengerti, Mas. Biar sama-sama adil. Mas Reno harus katakan sama Tiara. Bahwa kita sudah menikah!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Kereta Api
8.2
Perjalanan pulang saat libur nasional menuntun seorang wanita naik ke kereta api malam dengan ranjang standar. Suasana sunyi berubah menegangkan saat pandangannya tertuju pada siluet tubuh kekar di dekatnya, memicu gejolak hasrat yang tak terbendung. Di balik selimut, ia menyerah pada sensasi fisik hingga tubuhnya gemetar dan napasnya memburu. Namun, di balik kegelapan gerbong yang sunyi, tindakan rahasia itu ternyata tidak luput dari sepasang mata tajam yang terus mengawasinya diam-diam.
Sampul Novel Hasrat Agak Laen
9.7
Nikmati kisah romantis modern yang memadukan kenyataan dan fiksi secara apik. Lebih dari setengah jalan cerita dalam novel ini ditulis berdasarkan kejadian nyata. Walau ada beberapa penyesuaian serta tambahan bumbu imajinasi sebagai variasi, keaslian kisahnya tetap terjaga. Anda akan dibawa masuk ke dalam rangkaian peristiwa luar biasa yang terdengar mustahil, namun benar-benar terjadi di dunia nyata. Saksikan sendiri keunikan jalinan asmaranya.
Sampul Novel Ibu Angkat Psikopat
8.8
Mengusung genre cerita misteri yang mencekam, novel horor Ibu Angkat Psikopat mengisahkan kekejaman seorang wanita yang terobsesi mengonsumsi plasenta demi kesehatan. Demi memenuhi hasrat gilanya, ia mengadopsi sepasang anak kembar untuk dijadikan korban nafsu putranya, Donny. Sang adik awalnya mengira kehidupan mereka akan normal, hingga ia menyaksikan sendiri penderitaan kakaknya di malam hari. Setelah dipaksa melahirkan tiga kali untuk diambil plasentanya, sebuah petaka terjadi pada persalinan keempat yang membuat sang ibu angkat kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel Jesslyn Terpaksa Menikah
9.1
Jesslyn menentang keras perjodohan sepihak yang diatur ayahnya. Padahal, hatinya masih terluka setelah baru saja patah hati. Kini, ia dipaksa menikahi pria asing yang kabarnya telah memiliki kekasih. Tanpa sisa cinta dan kepercayaan, Jesslyn harus merelakan masa mudanya demi ambisi orang tua yang tak bisa ditolak. Apakah pernikahan tanpa rasa ini akan berujung pada kebahagiaan, atau justru menjadi penderitaan baru yang kian menyiksa hidupnya?
Sampul Novel Kariermu Ada di Tanganku
8.2
Sebagai putri tunggal keluarga Mahendra yang sangat berkuasa, Nayara Devanka awalnya memiliki kehidupan sempurna. Ia tulus membangun nasib Rafael, mantan staf ayahnya, hingga mereka membina keluarga bersama putri mereka, Isolde. Sayangnya, ketulusan Naya dibalas dengan pengkhianatan kejam. Rafael diam-diam menikahi cinta masa lalunya atas restu keluarganya. Mereka hidup mewah dari fasilitas Naya sambil menusuknya dari belakang. Kini, Naya siap merebut segalanya dan menghancurkan karier mereka.
Sampul Novel Kutukan Cinta Sang CEO
9.7
Khaidar Wijaya hidup dalam bayang-bayang kutukan mematikan: orang yang mencintainya dengan tulus akan celaka hingga tewas. Usai kehilangan orang tuanya, ia memilih mengisolasi diri. Namun, demi mengabulkan keinginan terakhir neneknya yang sekarat, Khaidar terpaksa menikahi Viona, mantan teman sekolah yang sangat membencinya. Pernikahan tanpa cinta ini menjadi satu-satunya jalan. Mampukah Viona bertahan tanpa rasa cinta, atau ia akan menjadi korban kutukan maut berikutnya?