APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Pernah Mencintaimu, Sebatas Itu

Aku Pernah Mencintaimu, Sebatas Itu

Selama lebih dari dua dekade, Talia Lewis selalu menjadi pusat perhatian dan dimanjakan oleh Tristan Howard. Talia sangat meyakini bahwa masa depan mereka akan diisi dengan pernikahan, kehadiran anak-anak, dan kebahagiaan abadi yang romantis. Namun, keyakinan itu runtuh seketika saat Tristan pulang membawa seorang gadis asing. Kenyataan pahit harus dihadapi Talia ketika pria yang dicintainya itu justru memperkenalkan gadis tersebut sebagai calon kakak iparnya.
Bab
Bagikan

Bab 6

Sherly juga merasa agak terkejut. “Tally, meski kamu mau tunjukkan kasih sayangmu terhadap orang-orang yang nggak mampu, kita bisa langsung donasi uang. Buat apa kamu sumbangkan semua pakaianmu? Cuaca sudah dingin, kamu mau pakai apa?”

Talia menatap Tristan, lalu terkekeh dan berkata, “Bukannya kamu bilang mau bantu Helena ganti rugi? Pakaian-pakaianku ini sudah usang, aku nggak mau lagi. Kalau sudah ada uang, aku akan beli yang baru. Nggak boleh?”

Tristan menatap Talia untuk sejenak, lalu mengangguk. “Boleh. Kamu mau berapa? Aku transferkan uangnya padamu sekarang juga.”

Talia mengacungkan sebuah jarinya.

“Satu miliar? Boleh.”

“Bukan.”

“Satu triliun?”

Helena sontak merasa panik. “Cuma beberapa potong pakaian mana sampai satu triliun?”

Talia melirik Helena sambil tersenyum sinis, lalu berkata pada Tristan, “Seribu.”

Semua itu adalah pakaian yang dibelikan Tristan secara paksa untuk Talia dulu. Sekarang, Talia sudah memutuskan untuk pergi. Dia tidak ingin membawa barang apa pun dari Tristan, apalagi uangnya.

Seperti yang dikatakan Tristan, ini adalah rumah Keluarga Howard, sedangkan Talia hanyalah orang luar.

Setelah Talia menerima seribu perak dari Tristan, utang di antara mereka akan lunas. Hubungan yang sudah terjalin selama lebih dari 20 tahun ini juga akan sirna.

Tristan merasa agak kesal. “Talia, apa sebenarnya maumu?”

“Mau kasih atau nggak? Kalau mau, transferkan uangnya. Kalau nggak, ya sudah.”

Setelah berpikir sejenak, Tristan akhirnya mentransferkan uang itu kepada Talia. Dia berkata, “Aku sudah penuhi janjiku. Anggap saja aku sudah bantu Helena ganti rugi. Kelak, jangan lagi bersikap dingin padanya karena masalah ini.”

Talia melihat tambahan seribu di rekeningnya, lalu tersenyum tipis. “Jangan khawatir. Hal itu nggak akan terjadi lagi untuk selamanya.”

“Selain itu, kamu juga harus jadi fotografer di pernikahan kami. Ini keinginan Helena. Kamu harus datang.”

Talia berpikir sejenak. Pesawatnya berangkat di malam hari, tepat pada malam pernikahan mereka. Oleh karena itu, dia mengangguk. “Oke.”

Dalam beberapa hari selanjutnya, Talia hampir tidak pernah kembali ke kediaman Keluarga Howard. Dia pergi ke desa untuk mengambil foto burung dan mengirimkannya kepada Gary. Setelah melihat foto-foto itu, Gary merasa sangat antusias dan langsung melakukan panggilan video dengan Talia.

“Talia, komposisi dan pengaturan warna foto yang kami ambil sekarang sudah jauh lebih bagus dari sebelumnya! Ada beberapa kantor majalah yang bersaing untuk mendapatkanmu di sini. Setelah tiba di sini, kamu ketemu saja sama mereka semua. Nanti, kita baru pilih yang baik!”

Setelah mendapat pengakuan dari orang lain, Talia juga merasa sangat gembira. “Oke. Makasih, Pak Gary.”

“Oh iya, kamu sudah ngomong ke kakakmu? Dia setuju kamu merintis karier di luar negeri?”

Talia pun tertawa. “Dia sangat berharap aku pergi.”

“Baguslah kalau begitu. Dengan begitu, nggak ada yang perlu khawatirkan lagi. Tapi, ini lumayan nggak terduga. Aku kira, meyakinkannya akan sangat merepotkan ....”

Talia menanyakan alamat Gary, lalu terlebih dahulu mengirim sebagian perlengkapannya dan menitipkannya di rumah Gary. Setelah dia tiba di sana, dia baru akan mengambilnya dari rumah Gary.

Di hari pernikahan Tristan dan Helena, Talia meminjam kamera dari tim pengurus pernikahan mereka.

Helena yang dapat menikahi orang kaya sesuai keinginannya terlihat sangat bangga. Terutama ketika melihat Talia yang mengambil foto pernikahan mereka. Dia menunjukkan tampang penuh kemenangan. Meskipun Tristan sedang berbincang dengan tamu, Helena juga bersikeras menarik Tristan untuk berfoto dengannya.

Sherly merasa kasihan pada Talia dan membujuk, “Helena, kamu sudah ambil banyak foto. Biarkanlah Tally istirahat.”

Helena menjawab, “Tally begitu hebat, masa baru ambil foto sebentar saja dia sudah capek? Benar nggak, Tally?”

Sherly sudah tidak tahan dan berkata dengan tidak senang, “Aku akan suruh fotografer dari tim pengurus pernikahan untuk ambil foto kalian. Tally harus istirahat.”

“Tapi, foto yang diambil fotografer lain nggak sebagus yang diambil Tally. Bagi aku dan Tristan, ini hari penting yang cuma berlangsung sekali seumur hidup. Harus Tally yang bantu kami abadikan momen paling gembira ini.”

Talia tidak berbicara. Setelah mengambil foto terakhir, dia langsung mengembalikan kamera itu kepada tim pengurus pernikahan dan langsung berbalik untuk pergi.

Sherly buru-buru mengejar Talia. “Tally, kamu mau ke mana?”

Talia tersenyum dan menjawab, “Bibi, kelak sudah ada Helena yang jaga Tristan. Kamu juga harus lebih perhatikan kesehatanmu.”

“Dasar kamu ini. Kamu itu juga putriku. Bukannya aku masih punya kamu?”

Talia tersenyum, lalu menggenggam tangan Sherly dan berkata, “Benar, aku akan selalu jadi putrimu.”

Sherly menghela napas dan berujar, “Tally, dulu ... aku benar-benar mengira kamu akan jadi menantuku, lalu memanggilku ibu. Siapa sangka Tristan tiba-tiba ....”

“Sudahlah, Bibi. Kita jangan bahas soal ini.”

“Oke, oke. Jangan bahas lagi.”

Kemudian, ponsel Talia berdering. Itu adalah panggilan dari Gary.

“Talia, kamu sudah tiba di bandara? Jam berapa pesawatmu mendarat? Aku dan istriku akan pergi jemput kamu.”

“Ini aku mau berangkat ke sana.”

“Oke. Kalau begitu sampai jumpa delapan jam lagi.”

“Emm.”

Setelah memutuskan sambungan telepon, Talia melirik jam. Sudah waktunya dia pergi ke bandara. Dia bahkan tidak kembali ke kediaman Keluarga Howard lagi, melainkan langsung naik taksi ke bandara. Ketika sedang mengantre untuk naik ke pesawat, Helena mengirim pesan kepadanya.

[ Helena: Terima kasih sudah ambil fotoku dan Tristan. Aku dan dia sangat suka. Kelak, jangan lupa panggil aku kakak ipar. ]

[ Helena: Adik ipar, semoga kita bisa hidup akur mulai sekarang. ]

Talia pun tersenyum sinis, lalu mengambil cuplikan gambar pesan itu. Kali ini, dia langsung mengirim gambar itu kepada Tristan.

[ Talia: Kak, selamat atas pernikahanmu. Semoga kamu bahagia. Semoga kita nggak pernah ketemu lagi. ]

Seusai mengirim pesan itu, Talia langsung memblokir nomor Tristan dan Helena. Mulai sekarang, kedua orang itu akan terhapus dari hidupnya untuk selamanya.

Seorang pramugari menyapa Talia, “Semoga perjalananmu menyenangkan.”

Talia tersenyum sopan dan menjawab, “Terima kasih. Perjalanan ini akan sangat menyenangkan.”

Setelah itu, Talia naik ke pesawat tanpa menoleh lagi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Banyu-2 tak tergenggam dan yang lepas.
9.2
Sebuah surat misterius tiba-tiba datang kepada Banyu. Isinya menyatakan bahwa ia terpilih sebagai avatar setelah dipantau selama enam bulan oleh tim rahasia. Meski diliputi keraguan dan kecurigaan, ia diminta hadir di Jalan Lembayungkuning No. 17, tepat di sebelah kantor MNG Group, untuk menjalani wawancara penjelasan. Didorong rasa penasaran dan ketakutan, Banyu nekat mendatangi lokasi. Keputusan berani ini menjadi titik awal petualangan besar yang mengubah hidupnya.
Sampul Novel Bekas Luka Ikatan yang Hancur
8.6
Tiga tahun pernikahan Sinta terasa hampa karena sikap dingin Trisna. Situasi memburuk ketika cinta pertama suaminya kembali, memicu munculnya berkas perceraian. Walau Sinta menyatakan dirinya tengah mengandung, Trisna tetap teguh pada keputusannya untuk berpisah. Di atas ranjang rumah sakit, Sinta akhirnya menyerah dan membubuhkan tanda tangan. Namun secara tak terduga, Trisna justru berbalik memohon ampunan serta berjanji memperbaiki diri, membuat Sinta didera keraguan besar.
Sampul Novel DANCING WITH DESTINY
8.2
Jane Miles sangat menikmati hari-harinya yang tenang sebagai dokter hebat. Namun, kecelakaan tragis masa lalu merenggut seluruh memorinya akibat Amnesia Retrograde. Kehidupan damai Jane seketika sirna begitu Rafael Klein hadir. Pria tersebut datang membawa kekacauan demi mendesak Jane agar bersedia menerima takdirnya sebagai pewaris tunggal dinasti Klein yang sangat berpengaruh. Hubungan romansa dewasa ini diwarnai oleh benturan konflik dan misteri masa lalu.
Sampul Novel Diary Cinta Naelsa: Macaca Lova
8.5
Buku harian lama yang tak sengaja ditemukan kembali membawa Naelsa larut dalam kenangan masa sekolah. Lembar demi lembar catatan itu membangkitkan ingatan manis tentang cinta monyetnya bersama seorang teman sekelas. Kisah romansa masa lalu yang penuh emosi ini memiliki sebutan unik dari Myna, sahabat dekatnya, yang menamainya Macaca Lova. Naelsa kini harus menelusuri kembali lembaran memori indah yang sempat terlupakan dalam hidupnya.
Sampul Novel Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku
8.9
Niat Laras menyelamatkan diri dari rumah justru berujung petaka ketika ia dan ketiga anaknya diculik sopir travel. Di tempat penyekapan yang kejam, ia harus kehilangan salah satu buah hatinya. Tragedi memilukan ini menyalut dendam mendalam, memicu tekadnya membongkar dalang serta motif di balik aksi keji ini. Kini, Laras harus berjuang demi menyelamatkan anak-anaknya yang tersisa sekaligus meloloskan diri dari ancaman maut yang mengintai.
Sampul Novel KEPINCUT PAPA MUDA
8.2
Althea, dokter mandiri ahli waris kakeknya, iba pada anak kembar yang mengiranya ibu mereka karena sama-sama tumbuh dari orang tua tunggal. Saat terjerat konflik warisan dengan tantenya, Althea malah terpikat oleh Evander, ayah duda si kembar yang awalnya dingin. Hubungan unik mereka pun tumbuh penuh rintangan dan romansa manis.