APKDock Logo
Sampul Novel Diary Cinta Naelsa: Macaca Lova

Diary Cinta Naelsa: Macaca Lova

8.5 / 10.0
Buku harian lama yang tak sengaja ditemukan kembali membawa Naelsa larut dalam kenangan masa sekolah. Lembar demi lembar catatan itu membangkitkan ingatan manis tentang cinta monyetnya bersama seorang teman sekelas. Kisah romansa masa lalu yang penuh emosi ini memiliki sebutan unik dari Myna, sahabat dekatnya, yang menamainya Macaca Lova. Naelsa kini harus menelusuri kembali lembaran memori indah yang sempat terlupakan dalam hidupnya.

Diary Cinta Naelsa: Macaca Lova Bab 1

Hasil bersih-bersih kamar hari ini aku menemukan benda-benda bersejarahku dari masa lalu. Salah satunya ya diary ini.

Yang kuingat diary itu aku beli di toko ATK dekat sekolahku. Itu diary memang sudah lama kuincar. Aku beli pakai uangku sendiri. Mau minta uang ke ibu buat beli tapi takut nggak dikasih. Soalnya aku baru aja masuk SMP. Uang ortuku pasti sudah banyak tersedot untuk biaya pendaftaran dan lain-lainnya. Akhirnya kuputuskan untuk membelinya dari hasil mengumpulkan uang jajanku selama dua minggu.

Dengan penasaran kubuka halaman pertama, Aku baca sebuah tulisan pendek. Mirip sebuah puisi. Sepertinya aku sedang menulis sepenggal puisi di lembar diaryku itu.

24 Juli 2000

Dear Diary

Ia begitu sempurna

Tak perlu sebuah kamera untuk menggambarkannya

Cukup aku memejamkan mata

Sosoknya akan tercipta dengan nyata

Mataku langsung terbelalak. Sebuah pertanyaan melintas tiba-tiba.

”Ini aku yang nulis?”

Aneh. Bisa-bisanya aku menulis kata seperti ini. Lebay banget. Biasanya aku tegas. Bahkan cenderung galak. Jauh dari kata puitis dan romantis. Masak orang galak nulis model beginian?

”Kenapa ada tulisan kayak gini ini di diaryku?”

Akhirnya aku membalik halaman berikutnya. Kembali aku menemukan tulisan menyerupai puisi lagi.

28 Juli 2000

Dear Diary

Dia kadang seperti magnet

Tapi kadang juga seperti pusat tata surya

Dan aku hanyalah satu dari sekian benda langit yang mengelilinginya

Mungkin dia tidak tahu itu

Dan mungkin nggak mau tahu

Bukan masalah buatku

Asal dia bisa tersenyum bahagia

Aku juga begitu...

Oh TIDAAAAAKKKK !!!

”Apa benar ini tulisanku?”

Dahiku mengernyit. Tangan kiriku menggaruk kepalaku. Aneh. Aku kenapa waktu itu? Sampai nulis kayak ginian. Kembali aku membuka halaman selanjutnya. Kubaca yang tertulis di situ.

31 Juli 2000

Dear Diary

Perlu listrik berkekuatan sekian ribu volt untuk membuat ia tersetrum menyukaiku

Ada banyak yang mengelilinginya

Sepertinya mereka juga menyukainya

Sama sepertiku

Entah siapa yang ia suka

Bukan aku sepertinya

Kali ini aku bergidik. Entah bergidik karena heran, takut, atau pun geli mendapati tulisanku di masa lampau itu. Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan sembari berusaha mengingat kenapa aku dulu sampai menulis seperti ini.

Aku raih ponselku. Segera kutelepon Myna. Beruntung tak harus menunggu lama. Pada panggilan nada telepon ketiga sudah terdengar suara Myna yang mengucapkan salam. Kujawab salam itu dengan terburu-buru. Setelahnya aku memberondongnya dengan pertanyaan.

”Mey....aku ini alay, lebay, jablay nggak?”

”Apa?”

”Aku ini lho alay, lebay, jablay gitu nggak?”

”Iihhh apaan sih ini pertanyaannya. Iya jelas nggaklah,”

”Serius?”

”IYA.SUER!”

”Oh, syukurlah kalau gitu,”

Hening sesaat.

”Ada apa sih? Ada yang bilang kamu kayak gitu ya?”

”Nggak. Nggak ada,”

”Terus kenapa nanya kayak tadi?”

”Itu....aku habis menemukan diary lamaku. Aku ketakutan sendiri baca tulisan-tulisanku,”

Terdengar tawa Myna di seberang usai mendengar jawabanku.

”Kamu baca diary apa baca novel horor sih?”

”Ya diarylah Mey...kan udah kubilang tadi,”

”Terus horornya itu di mana? Masak diary aja horor sih?”

”Sumpah deh, Mey....ini tuh mengerikan Aku sampai mikir jangan-jangan aku kesurupan waktu nulis di diary ini,”

Kembali terdengar suara Myna.

”Emangnya isinya apaan sih? Jadi kepo. Bacain dong!”

Segera saja aku pungut diaryku. Dan beberapa detik kemudian aku membacakan tulisan-tulisan yang sudah kubaca sebelumnya tadi.

Dan suara tawa Myna kembali pecah mendengar apa yang aku bacakan itu. Aku jadi dongkol mendengarnya. Ah, menyebalkan.

“Iya. Alay, lebay, jablay ternyata. Hahaha,”

Jadi makin dongkol aku mendengar apa yang barusan dia katakan itu. Emang sih aku sendiri merasa aneh sama isi diaryku ini. Andai saja aku tak mengenali tulisanku sendiri, mungkin aku akan beranggapan kalau itu diary-nya si Myna yang tertinggal di rumahku terus aku simpan. Biasanya Myna suka gitu. Banyak benda-benda miliknya yang tertinggal di rumahku dan tak diambilnya lagi.

Tapi itu nggak mungkin. Selain itu tulisanku, yang menandakan itu jelas milikku, si Myna kan sahabatku waktu SMA. Jadi nggak mungkin itu diarynya. Aku belum mengenalnya waktu itu.

”Ini isi diarymu nyeritain si Cinta Monyetmu itu ya?”

”Iiihhh....kalau nyebut kata monyet jangan pakai penekanan kata dong. Kesel tahu dengernya,”

Terdengar Myna terkekeh-kekeh di seberang sana.

”Kan emang bener Cinta Monyet!”

Myna kembali menyebut kata monyet dengan penuh tekanan untuk meledek.

”Iihhh...pakai istilah lain dong!”

”Apaan? Cinta Gorila?”

”Iihhh...Gorila kan sodaraan sama monyet,”

Myna tertawa mendengar protesku.

”Jangan diprotes mulu dong! Ya udah. Kuganti aja jadi MACACA LOVA. Macaca itu monyet. Terus Lova ya cinta,”

”Kedengerannya enak nih. Boleh deh,”

Myna kembali tertawa.

”Ini cowok kayaknya cakep banget. Kalau nggak cakep nggak bakalan bikin kamu nulis kayak gini ini!”

”Iya. Emang cakep,”

”Di mana dia sekarang?”

”Nggak tahu. Aku aja baru ingat sekarang. Gara-gara buka diary ini jadi ingat pernah naksir dia. Coba kalau nggak nemuin diary ini. Ya lupa!”

”Cari gih!”

”Iihh....ngapain?”

”Ya kali aja dia masih jomblo sama kayak kamu,”

”Iihhh....apaan sih?!”

”Ya siapa tahu kalian jodoh!”

”Iihh...itu sama aja ngasih kamu kesempatan buat bikin ledekan baru,”

”Iya. CLBK. CINTA LAMA BELUM KELAR,”

Terdengar Myna terkekeh-kekeh. Buru-buru kuputus sambungan telepon. Males mendengar tawanya yang meledek itu. Kuletakan ponselku ke meja yang ada di sebelahku.

Kembali aku membuka diaryku itu. Membuka lembaran berikutnya. Membaca apa yang tertera di sana.

19 Agustus 2000

Dear Diary

Jika cinta diibaratkan sebuah lingkaran yang harus 360 °

Aku hanya menemukan 180 ° saja

Dan itu dari pihakku

Dari dia nggak aku temukan

Ini nggak adil

Dan nggak layak disebut sebuah cinta

Kembali aku bergidik. Tanganku yang tak memegang diary kembali menggaruk-garuk kepala. Meski kepalaku tak terasa gatal.

”Aku kesurupan kayaknya pas nulis ini,”

Aku mencoba menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskannya pelan-pelan. Mencoba mengingat cowok yang disebut-sebut di diary ini.

Dulu di kelasku memang ada cowok yang ganteng sih. Dia berkulit kuning. Hidungnya mancung. Bibirnya merah. Posturnya lumayan tinggi. Anaknya ramah. Seingatku, aku pernah satu kelompok sama dia. Entah di mata pelajaran apa. Yang kuingat lainnya adalah ekskul yang dia ikuti. Dia ikut ekskul basket. Terus yang naksir dia banyak. Aku salah satunya. Tapi masak iya aku senaksir itu?

25 Agustus 2000

Dear Diary

Aku bingung...

Aku sedih....

Tadi Devi teman sebangku Amara cerita

Irham udah jadian sama Amara

Pagiku bakalan nggak secerah sebelumnya

Cowok yang aku sukai sudah punya pacar

Selamat tinggal Irham....

Iya. Kalau baca tulisan-tulisan ini sih sepertinya aku memang naksir berat. Level dewa nih. Kalau nggak bucin abis ya nggak mungkin kan aku menulis kalimat-kalimat kayak gini di diaryku. Ya ampun. Memalukan. Untung aku nulisnya di diary. Jadi nggak ada yang tahu. Coba kalau sosmed sudah ramai kayak sekarang. Terus aku nulis ginian di sosmed? Huuufffttt....akan lebih memalukan lagi kalau tulisan kayak gini kutemukan di sosmedku. Bakal diketawain teman-temanku pastinya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Diary Cinta Naelsa: Macaca Lova

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya membesarkan dua anak sendirian. Di tengah perjuangan berat ini, ia dipertemukan kembali dengan Damar, adik ipar yang menaruh dendam padanya akibat skandal masa lalu yang melibatkan saudari kembar Kayra. Sempat menolak mengakui sang keponakan, kemiripan fisik bayi tersebut akhirnya meluluhkan kerasnya hati Damar. Mampukah takdir baru ini mengembalikan kebahagiaan Kayra yang sempat sirna?
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan kampus Bunga mendadak gempar setelah ia mengetahui kebenaran yang mengejutkan. Ezza, pria yang dijodohkan dengannya dan kini sah menjadi suaminya, tiba-tiba hadir sebagai dosen baru di sana. Kemunculan Ezza yang tidak disangka-sangka ini langsung memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai menyangsikan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada rencana rahasia yang disembunyikan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi melampiaskan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikahinya. Tentu saja Zahra terkejut dan langsung menolak rencana gila tersebut. Tak menyerah, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menjadi pengantin pengganti. Akankah Zahra menerima kesepakatan itu? Sanggupkah ia menjalani biduk rumah tangga sebagai istri pengganti dari pria sedingin Rayhan?
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berusia dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan sibuk dengan gawainya meski ia sangat cerdas dan licik. Kebiasaan buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat putranya secara total. Ia pun mengambil langkah ekstrem dengan mengubah fisik Sota. Akankah rencana drastis Artisa berhasil mengubah jati diri sang anak melalui transformasi tubuh ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan