APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Pernah Mencintaimu, Sebatas Itu

Aku Pernah Mencintaimu, Sebatas Itu

Selama lebih dari dua dekade, Talia Lewis selalu menjadi pusat perhatian dan dimanjakan oleh Tristan Howard. Talia sangat meyakini bahwa masa depan mereka akan diisi dengan pernikahan, kehadiran anak-anak, dan kebahagiaan abadi yang romantis. Namun, keyakinan itu runtuh seketika saat Tristan pulang membawa seorang gadis asing. Kenyataan pahit harus dihadapi Talia ketika pria yang dicintainya itu justru memperkenalkan gadis tersebut sebagai calon kakak iparnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Talia berjalan keluar dari gerbang kantor dan melihat Tristan sedang bersandar di samping Cullinan hitamnya. Dia sepertinya sedang memikirkan sesuatu.

Setelah berjalan mendekat, Talia baru mengerti apa “kejutan” yang dimaksud Wenny. Ternyata, seluruh mobil dipenuhi dengan bunga mawar merah yang segar, selain kursi sopir dan penumpang depan.

Di belakang, Talia dapat mendengar suara beberapa rekan wanita yang memiliki hubungan lebih dekat dengannya. Mereka bersembunyi di balik papan nama kantor dan diam-diam melirik ke arah mobil. Mereka bahkan saling mendorong dan terkikik.

Ketika Tristan datang menjemput Talia dulu, kadang-kadang, Tristan juga akan membawakan sesuatu. Ada kue, teh susu, atau berbagai camilan yang disukainya.

Meskipun sudah sering menyaksikan hal seperti ini, rekan kerja Talia akan selalu menggodanya, “Setiap kali pacarmu datang, kami semua selalu kebagian makanan enak. Kami benar-benar kecipratan rezekimu, Tally.”

Dulu, Talia hanya menanggapi godaan rekan-rekannya dengan senyuman, lalu membagikan sebagian barang yang dibawakan Tristan untuk mereka. Sekarang, mereka mungkin sedang menanti untuk mendapatkan mawar-mawar di dalam mobil.

Talia menyapa, “Tristan.”

Tristan mendongak, tetapi raut wajahnya terlihat kurang bagus. Sikapnya juga tetap dingin. “Kelak, jangan langsung panggil namaku. Panggil aku kakak.”

Talia tertegun sejenak, lalu mengangguk pelan. “Aku mengerti, Kak.”

“Semalam, omonganku terlalu pedas. Jangan taruh dalam hati.”

“Emm.”

“Tapi, kamu juga sudah bukan anak kecil lagi. Jangan pernah ulangi tindakan berbahaya seperti mendorong orang dari tangga lagi.”

Talia mendongak dengan tidak percaya, lalu tertawa saking marahnya. “Jadi, hari ini kamu datang kemari untuk menginterogasiku?"

Ekspresi Tristan seketika menjadi muram. “Kamu masih belum sadari kesalahanmu sampai sekarang?”

“Tristan, kamu sudah kenal sama aku lebih dari 20 tahun. Meski aku benar-benar mau mencelakainya, aku juga nggak mungkin melakukan hal sebodoh itu di rumahku sendiri!”

Setelah berseru marah, Talia langsung menyesal. Namun, dia akan segera pergi. Tidak ada gunanya juga dia menjelaskan terlalu banyak.

“Sudahlah, kamu pergi saja. Jangan ganggu aku kerja.”

Ketika Talia kembali ke kantor, rekan-rekan yang masih bergurau tadi sepertinya menyadari ada yang tidak beres. Mereka segera menunjukkan tampang perhatian.

“Kak Talia, kalian bertengkar?”

“Jangan marah. Dia sudah bawa begitu banyak mawar untuk berdamai denganmu. Berikanlah dia sebuah kesempatan!”

“Benar! Kak Talia, kamu jangan nggak tahu bersyukur. Di mana lagi kamu bisa ketemu pacar sebaik ini.”

Talia hanya menyahut dengan ekspresi datar, “Jangan berkumpul di sini lagi. Cepat lanjut kerja sana.”

Berhubung memiliki keterampilan fotografi yang sangat luar biasa, Talia cukup dihormati di kantor. Para gadis ini lumayan patuh pada kata-katanya dan hanya bisa kembali ke meja masing-masing dengan kepala tertunduk.

Wenny memiliki hubungan paling dekat dengan Talia. Dia pun menarik Talia ke samping dan bertanya, “Kak Talia, aku boleh minta sekuntum bunga darinya? Tadi, aku lihat mobilnya dipenuhi sama bunga. Dia bahkan sudah siapkan vas bunga.”

Talia merasa sangat pusing dan menjawab, “Aku akan membelikannya untukmu. Aku nggak akan biarkan vas bungamu kosong.”

Setelah kembali ke mejanya, perasaan Talia masih sangat kacau. Saat sedang memaksakan diri untuk memproses beberapa lembar yang pernah diambilnya dulu, ponselnya tiba-tiba berbunyi.

[ Gambar ]

[ Gambar ]

[ Gambar ]

[ Kamu paling suka yang mana di antara beberapa ini? ]

Helena mengirimkan beberapa lembar foto berisi beberapa model gaun tidur. Daripada menyebutnya gaun tidur, itu lebih tepat disebut pakaian dalam seksi. Sebab, baik itu bagian yang seharusnya terbuka atau tertutup, terekspos semuanya.

Tidak lama kemudian, pesan-pesan itu dihapus.

[ Helena: Maaf, aku salah kirim pesan. ]

Talia menonaktifkan ponselnya, lalu menyimpannya dalam laci. Sebenarnya, mereka berdua sama-sama tahu bahwa Helena tidak salah mengirim pesan, melainkan sengaja mengirimkan foto-foto itu kepadanya.

Sampai waktu pulang kerja, Talia baru mengeluarkan ponselnya dan mengaktifkannya lagi. Tidak ada panggilan tak terjawab, tidak ada pesan teks, tidak ada pesan Whatsapp. Tidak ada apa pun.

Dulu, selama Talia tidak bisa dihubungi lebih dari setengah jam, Tristan tidak akan berhenti menelepon atau mengirim pesan, bahkan langsung datang ke kantor untuk mencarinya. Sekarang, dia tidak akan berbuat begitu lagi.

Talia membuka Instagram dan melihat sebuah postingan dengan latar belakang yang familier. Sebuah Cullinan hitam yang dipenuhi bunga mawar segar.

Helena menggenggam sebuket bunga mawar dan berdiri di depan mobil sambil tersenyum bahagia. Dia menambahkan sebaris keterangan.

[ Makasih, Sayang. Ini hadiah ulang tahun terbaik yang pernah kuterima. ]

Ternyata hari ini adalah hari ulang tahun Helena.

Mulai sekarang, barang-barang di mobil Tristan hanya akan berisi barang yang disiapkannya untuk Helena.

Setelah pulang kerja, Talia tidak langsung pulang ke rumah. Namun, Sherly, ibunya Tristan tiba-tiba meneleponnya karena merasa agak khawatir.

“Tally, kenapa belakangan ini kamu lembur sampai begitu malam? Kamu itu seorang perempuan. Nggak aman kalau kamu pulang malam-malam sendirian. Aku suruh Tristan jemput kamu, ya.”

Talia tidak ingin menaiki mobil Tristan lagi. Baik itu kursi penumpang depan maupun bunga mawar, itu bukanlah miliknya.

“Nggak usah, Bibi. Aku akan pulang naik taksi online.”

“Oke. Kalau begitu, hati-hati ya.”

Setelahnya, Talia memesan taksi online. Saat tiba di rumah, Tristan dan Helena juga ada.

Helena sedang mendorong sebuah koper besar dan berjalan keluar dari kamar Talia. “Tally, kamu sudah pulang ya?”

Talia langsung murka dan bertanya, “Siapa yang izinkan kamu masuk ke kamarku?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dipaksa Open BO
8.7
Kehidupan Amira, gadis remaja berusia tujuh belas tahun, hancur seketika akibat kekejaman ayah tirinya. Demi mengejar materi, pria tersebut tega memaksa dan mengeksploitasi Amira menjadi pemuas nafsu. Terjebak dalam tekanan fisik serta mental yang begitu hebat, Amira harus berjuang keras di tengah situasi yang menyiksa ini. Mampukah ia melepaskan diri dari lingkaran setan tersebut? Ikuti kisah perjuangan hidup Amira yang penuh rintangan dalam menghadapi nasib kelamnya.
Sampul Novel Mengungkap Cinta: Pernikahan Kilat dengan Seorang Taipan Rahasia
9.6
Elyse terkejut saat melihat pria berkuasa di TV yang sangat mirip Adrian, suami kontrak satu tahunnya. Walau awalnya berniat cerai, kebersamaan mereka membuat Adrian ingin pernikahan ini menjadi nyata. Namun, segalanya berubah saat identitas asli Adrian sebagai taipan terbongkar. Konflik pun memuncak ketika rahasia tentang anak mereka terungkap, memicu perselisihan besar mengenai kejujuran serta masa depan cinta mereka.
Sampul Novel Gairah Liar Binor Kesepian
8.8
Sita, perempuan polos dari pelosok Cianjur, menjalani kehidupan yang sangat tertutup pascapernikahan hasil perjodohan. Minimnya interaksi sosial membuatnya buta akan dunia luar dan edukasi seksual. Hal ini memicu kekecewaan pada diri Danu, suaminya, akibat sikap Sita yang terlampau pasif dalam hubungan intim. Ketidaktahuan Sita mengenai gairah ranjang ini pun disinyalir menjadi penyebab utama pasangan suami istri tersebut tidak kunjung dikaruniai keturunan hingga kini.
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka
9.7
Saat Riko Fosa dan keluarganya bersiap menghalangi Nisa di rumah sakit demi kelahiran anak Erni, Nisa justru memilih tidak hadir. Riko yang mengira istrinya hanya egois karena tidak mau menerima anak tersebut, berniat memaafkannya jika Nisa bersedia meminta maaf. Namun, Riko tidak menyadari bahwa Nisa telah mengambil keputusan besar. Dia mendaftarkan diri ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas dan bersiap mencabut kewarganegaraannya, meninggalkan Riko selamanya tanpa ada kesempatan untuk bertemu lagi.
Sampul Novel Menikahinya Mudah, Kehilangannya Adalah Neraka
8.8
Stella hancur saat memergoki pengkhianatan Marc. Usai memberi tamparan keras, ia menghilang demi misi rahasia dan memalsukan kematiannya. Kepergian Stella membuat imperium bisnis Marc hancur total. Marc didera penyesalan mendalam hingga takdir mempertemukan mereka lagi di sebuah gala mewah. Saat Marc memohon pengampunan, Stella yang kini bersinar di sisi pria sukses lain hanya melempar senyum sinis dan menegaskan bahwa ia telah kehilangan haknya.
Sampul Novel Takdir Yang Tertunda
9.8
Move Herdianata, janda mandiri yang bekerja di perusahaan logistik, terjebak dalam konspirasi rumit. Setelah hubungan dengan kekasih virtualnya, Farhan, kandas, ia menjadi incaran skenario dingin dari CEO arogan bernama Ray Dianata. Demi melindungi Move dari ancaman besar, Ray berkolaborasi dengan Feronika Alfarest untuk mengusirnya. Namun, sebuah rahasia besar terkuak ketika identitas asli Farhan ternyata berhubungan erat dengan Ray. Mampukah Move bertahan di tengah skema berbahaya ini?