APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana

Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana

Menjadi kekasih rahasia sekaligus restorator seni bos mafia Denis Sanggu adalah cara mahasiswi miskin sepertiku bertahan hidup. Namun, hubungan lima tahun ini retak saat Denis bertunangan dengan Bella Rosana. Aku tidak hanya dipaksa mengalah saat Bella melukaiku, tetapi Denis bahkan memaksaku menggantikan Bella bermain Rolet Rusia yang mematikan. Setelah mempertaruhkan nyawa demi membalas budi masa lalu, aku pun lenyap, meninggalkan sang mafia yang kini kehilangan akal sehatnya mencariku.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku hanyalah seorang mahasiswi yang tidak sanggup membayar biaya kuliah.

Selama lima tahun, aku juga menjadi kekasih rahasia seorang mafia, Denis Sanggu.

Secara umum, aku adalah restorator seni pribadinya.

Secara pribadi, dia menghabiskan malamnya meniduriku, memelukku erat dan menciumku hingga aku kehabisan napas.

Lalu keluarganya mengatur pertunangan untuknya.

Denis bertunangan dengan Bella Rosana, seorang putri dari keluarga mafia saingan.

Di pesta pertunangan mereka, Bella menusuk punggung tanganku dengan pecahan kaca.

Tapi Denis malah memaksaku meminta maaf kepada Bella karena telah membuat keributan.

Aku hanya bisa menundukkan kepala pada Bella sembari menahan air mata.

Saat Bella kalah taruhan dan harus bermain Rolet Rusia, satu peluru, enam ruang peluru, Denis memaksaku menggantikan Bella.

Tanganku gemetar saat aku mengangkat pistol ke kepalaku.

"Kamu pernah menyelamatkan hidupku..." kataku pada Denis. "Sekarang kamu bisa mengambilnya kembali."

Saat aku lenyap dari dunianya, Denis yang selalu mengendalikan segalanya... benar-benar kehilangan akal sehatnya.

Selama lima tahun, aku menjalani dua peran sekaligus dalam hidup Denis. Restorator seni dan rahasianya, yaitu kekasihnya.

Lalu keluarga Denis memaksanya bertunangan. Pada malam pesta itu, aku memutuskan untuk meninggalkan pria yang seharusnya tidak pernah menjadi milikku.

"Aku mengundurkan diri."

Aku menyerahkan surat pengunduran diriku kepada Anton, kepala pelayan Denis.

"Kamu yakin?" Anton tampak terkejut. "Pak Denis selalu puas dengan hasil kerjamu."

Puas?

Aku hampir tertawa.

Dia itu Denis Sanggu, kepala keluarga kriminal paling berkuasa di Nawa Yok.

Sedangkan aku hanyalah gadis yang pendidikannya dibiayai Denis, restorator seni yang bekerja untuk melunasi utang, sebuah hukuman seumur hidup.

Kami berasal dari dua dunia yang berbeda.

"Aku sudah ambil keputusan." Suaraku lebih tenang dari yang kukira. "Utangku sudah lunas, sudah saatnya aku pergi."

"Ini memerlukan persetujuan pribadi dari Pak Denis."

"Kalau begitu, kasih tahu dia." Aku berbalik ke arah pintu. "Aku nggak bisa menunggu lama."

Saat melangkah keluar dari kediaman itu, aku menyentuh kalung di leherku, gantungan kecil berbentuk pisau palet.

Murah, tetapi memiliki makna.

Aku membelinya untuk diriku sendiri saat lulus dari sekolah seni.

Itu adalah pengingat akan kehidupan yang seharusnya aku miliki, yaitu kehidupan yang normal.

Denis menemukanku pada malam hujan sepuluh tahun lalu, dia juga orang yang membiayai pendidikanku.

Aku tidak pernah membayangkan akan terjadi sesuatu yang lebih di antara kami.

Saat itu, aku hanya merasakan kekaguman dan rasa terima kasih. Setelah lulus, aku setuju untuk bekerja padanya demi membalas "kebaikan" Denis yang luar biasa.

Aku tahu aku tidak akan pernah pantas berada di dunia Denis.

Namun, suatu malam, Denis mabuk. Bibirnya menyentuh kulitku, dan aku sama sekali tidak berdaya untuk menolak.

Lima tahun kemudian, aku harus menghadapi kenyataan, aku jatuh cinta padanya.

Namun, aku harus pergi.

Aku kembali ke apartemen dan dengan hati-hati meletakkan lukisan minyak terakhir yang telah dipulihkan ke dalam wadah pelindungnya.

Saat aku hendak berkemas, sebuah pesan teks dari Denis masuk.

[Kamu sudah janji akan datang ke pesta pertunanganku. Aku sudah mengirimkan gaun untukmu.]

Terdengar ketukan di pintu. Salah satu anak buah Denis berdiri di sana sambil membawa gaun satin putih.

"Pak Denis sedang menunggumu, Nona."

Apa Denis ingin aku menyaksikannya berbahagia bersama wanita lain?

Aku menahan air mata dan berganti pakaian dengan gaun itu.

Hubungan ini membutuhkan akhir, ini butuh penyelesaian.

Mobil berhenti di lokasi acara. Aku menarik napas dalam-dalam sebelum melangkah keluar.

Menara sampanye berkilauan di bawah lampu kristal, para tamu dengan pakaian mahal tertawa sembari mengobrol.

Setiap lukisan di dinding telah aku sentuh, aku pulihkan, dan aku hidupkan kembali.

Namun, malam ini, aku hanyalah orang luar.

Pandanganku menyapu ruangan untuk mencari wajah yang kukenal.

Lalu, aku melihatnya.

Denis berdiri di tengah ruangan, tuxedo hitamnya membuatnya tampak lebih tinggi dan berwibawa.

Lengannya melingkari tubuh seorang wanita cantik, Bella Rosana, tunangannya.

Bella mengenakan gaun merah tua, seperti mawar yang sedang mekar.

Dadaku terasa sesak.

Aku teringat pada malam tiga bulan lalu saat Denis memelukku.

Dia bergerak dalam diriku, keras dan cepat, lalu mencium air mataku.

Denis bilang tidak ingin menikahi Bella, keluarganya yang memaksa. Dia ingin bersamaku selamanya.

Keesokan paginya, dia bertingkah seolah tidak ada yang terjadi dan mengumumkan pertunangannya.

"Lihat siapa yang datang." Sebuah suara tajam terdengar dari belakangku.

Aku berbalik. Bella berjalan ke arahku dengan segelas anggur merah, senyum sosial yang sempurna terpampang di wajahnya.

"Elian, kamu benaran... menawan malam ini." Suaranya manis tapi menusuk.

"Terima kasih," jawabku singkat.

"Putih cocok untukmu," katanya sambil berhenti di depanku, kilatan kejam di matanya. "Warna murni untuk pekerjaan yang murni, bukan? Memulihkan lukisan tua. Begitu... elegan."

Aku bisa merasakan semua mata di ruangan itu tertuju pada kami.

"Bella, aku datang cuma buat... "

"Datang buat apa?" Bella memotong ucapanku, suaranya tiba-tiba melengking. "Buat merusak pesta pertunanganku? Buat ingatkan tunanganku kalau dia masih punya simpanan?"

Udara membeku.

Semua percakapan berhenti.

Semua orang menatap.

Simpanan...

Kata itu menusuk hatiku bak pisau.

"Aku nggak... "

Tiba-tiba Bella menyiramkan anggurnya padaku.

Cairan dingin itu membasahi satin putih, membentuk noda merah seperti bunga darah di dadaku.

Hening total.

"Ya Tuhan, aku minta maaf." Bella terkesiap, menutup mulutnya dengan lebay penuh drama. "Tanganku terpeleset, sama seperti bagaimana beberapa orang cenderung 'terpeleset' ke tempat yang nggak seharusnya mereka tempati, seperti ranjangnya Denis."

Orang-orang mulai berbisik.

Aku bisa mendengar kata-kata "simpanannya Denis" dan "membayar utang dengan tubuhnya."

Aku hanya berdiri di sana, merasakan tetesan anggur dari gaunku jatuh ke lantai.

Saat itu juga, kerumunan terbelah.

Denis berjalan mendekat.

Jantungku berdetak kencang.

Apa Denis akan membelaku?

Apakah Denis akan memberi tahu semua orang bahwa aku tidak hanya simpanan, tetapi wanita yang Denis cintai?

Dia berhenti di depan kami, tatapannya beralih antara aku dan Bella.

"Ada apa ini?" Suaranya tenang dan dingin. Kedinginan yang sama seperti di pagi hari dia bangun di sampingku.

"Sayang, aku benaran minta maaf." Bella langsung memeluknya. "Aku cuma ingin menyapa Nona Elian, terus nggak sengaja menabraknya."

Mata Denis, mata yang sama saat menatap mataku di tempat tidur dan membisikkan kata-kata cinta, kini sedingin es.

"Pak Denis." Aku mulai bicara dengan suara gemetar, "Aku bisa jelaskan... "

"Nggak perlu." Dia memotong ucapanku lalu beralih ke kerumunan. Dia berhenti sejenak sembari menatap ruangan yang hening. Lalu dia mengucapkan kata-kata yang menghancurkan sisa hatiku.

"Nona Elian ini karyawanku," katanya dengan suara tenang namun tajam. "Nggak lebih dari itu. Hubungannya dengan keluarga ini murni profesional. Dia nggak ada hak buat ganggu acara malam ini, atau membuat tunanganku marah."

Dunia seakan berputar.

Tatapan matanya begitu dingin, seolah bisa mencabik-cabikku.

Namun, dia sendiri yang menyuruhku datang...

"Satpam." Suara Denis memotong di ruangan itu. "Bawa dia keluar."

Bella tersenyum puas dalam pelukan Denis.

Aku menatap mereka, menatap pria yang sudah kuperingatkan diriku untuk tidak kucintai, tapi pada akhirnya kucintai selama lima tahun yang panjang.

Dia memeluk wanita lain dan pura-pura tidak melihat penghinaan yang menimpaku.

Para satpam mulai berjalan ke arahku.

"Nggak usah repot-repot," kataku sembari menegakkan punggungku. "Aku bisa keluar sendiri."

Aku berbalik dan berjalan pergi.

Di belakangku, aku mendengar suara manis Bella, "Sayang, ayo kita berdansa."

Aku mendorong pintu hingga terbuka dan disambut oleh dinginnya hujan.

Aku berdiri di sana, membiarkan hujan membasuh air mata di wajahku dan bekas guyuran anggur di dadaku.

Sepuluh tahun yang lalu, aku tersandung di jalan, sedangkan mobil Denis menabrakku.

Aku ingat terbaring di aspal basah, hujan mengguyurku, aku siap mati.

Denis berdiri di atasku seperti dewa, penyelamat kelam yang menarikku dari reruntuhan hidupku.

Malam ini, dialah juga yang mendorongku kembali ke dalam api.

Sesampainya di apartemen, aku baru saja berganti pakaian saat ponselku bergetar.

Sebuah pesan teks muncul.

[Jangan rusak pernikahanku dengan Bella, kamu tahu sendiri konsekuensinya. Malam-malam itu cuma kesalahan. Lupakan saja, D.S.]

Aku menatap layar, hatiku membeku.

Sebuah kesalahan?

Semua yang kami miliki hanyalah sebuah kesalahan?

Jariku melayang di atas layar untuk waktu yang lama sebelum akhirnya aku membalas pesan Denis.

[Jangan khawatir, Pak Denis. Aku sudah berhenti mencintaimu.]

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA DI BALIK CADAR
8.0
Katrina terpaksa meninggalkan Reyhan karena tembok perbedaan keyakinan lalu pindah ke Surabaya. Sepuluh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, Reyhan tidak mengenali Katrina yang kini telah berhijrah menjadi mualaf dan mengenakan cadar. Di saat keduanya saling merindukan, rintangan baru muncul. Katrina dijodohkan dengan Hardin, sahabat dekat Reyhan. Sementara itu, Reyhan sendiri bersiap menikahi Anggia. Akankah kisah cinta lama mereka bersatu, atau justru kandas?
Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian
8.2
Lima belas tahun hidup miskin setelah diusir oleh Keluarga Wilton, nasib Gerald kian terpuruk. Selama dua tahun pernikahan, ia dicap sebagai menantu tak berguna hingga akhirnya Clarisa menceraikannya. Namun, perpisahan pahit ini justru menjadi titik balik terbesar. Kehidupan barunya dimulai dengan penuh kejutan tak terduga setelah ia tidak lagi menyandang status sebagai suami. Kisah perjalanan baru Gerald pun dimulai pasca perceraian.
Sampul Novel Dusta dan Kenikmatan
8.5
Seorang gadis polos didera keraguan karena belum siap mengemban peran sebagai ibu. Di tengah kebimbangan tersebut, sang kekasih terus membujuknya dengan kata-kata manis hingga ia akhirnya menyerahkan kesuciannya. Namun setelah mendapatkan apa yang diinginkan, pria itu justru pergi dan menghilang tanpa kabar. Kini, sang gadis harus menghadapi kenyataan pahit, meratapi nasibnya yang malang sendirian akibat pengkhianatan kejam dari lelaki yang sangat ia percayai.
Sampul Novel Istri Dekilku Anak Sultan
9.0
Penyesalan mendalam menghampiri Alif setelah menceraikan Shinta, perempuan yang dahulu ia anggap tidak menarik. Ia terkejut saat mengetahui mantan istrinya tersebut adalah pewaris tunggal konglomerat sekaligus pemilik baru perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah konflik perebutan kekuasaan yang membahayakan nyawanya, Shinta harus berjuang mempertahankan diri dari musuh-musuhnya. Beruntung, ada Raka yang selalu siap melindungi Shinta, menumbuhkan harapan akan hadirnya cinta sejati di antara mereka.
Sampul Novel Kau Curangi Aku
8.4
Maya hancur saat tahu pacarnya berselingkuh dengan Miya, kembaran sendiri. Namun, ia segera beralih menyelidiki rahasia kelam harta keluarga yang diincar sindikat kriminal. Ternyata, adiknya hanya diperalat dalam rencana licik ini. Kini Maya harus bergerak cepat mengungkap otak kejahatan serta motif tersembunyi di balik konspirasi yang mengancam keselamatan seluruh keluarganya.
Sampul Novel Nilakandi
9.6
Enam tahun lamanya, Diwana tersiksa oleh mimpi berulang tentang gadis bergaun biru beraroma harum dan berlonceng, yang tak boleh ia sentuh atau ajak bicara karena aturan gaib. Batas antara khayalan dan kenyataan runtuh saat ia bertemu Nilakandi, sosok nyata yang sangat mirip dengan perempuan dalam tidurnya. Pertemuan ini perlahan menyingkap rahasia besar serta takdir misterius yang selama ini menyelubungi kehidupan Diwana.